Bab 13

Dua tahun kemudian,,,

Sesuai dugaan Kenzi, ketenangan beberapa tahun yang lalu adalah awal dari malapetaka.

Kabar tentang Kenma yang seorang pure-bloodpun menyebar dengan cepat dan sampai ke telinga Satan sang raja kegelapan.

"Sial! Mengapa keberuntungan selalu berada di pihaknya?" ucap Satan marah.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?"

"Bodoh, tentu saja bunuh dia sebelum bertambah kuat." murka Satan.

"Tapi,,, "

"AKU TIDAK PEDULI! bagaimanapun caranya dia harus mati dan bawa kepalanya padaku."

"Ba-baik tuan." ucap sang bawahan ketakutan.

"Kenzi, kupastikan kau dan lainnya akan kuhancurkan." ucap Satan seraya memukul kuat meja di depannya.

Setelah menerima perintah itu, sang bawahan langsung menyusun rencana, pasukan demi pasukan ia kirimkan ketempat Kenzi dan dua alam yang di pimpinnya yakni alam hantu dan siluman.

Alasan mereka menyerang Kenzi dan sekutunya adalah untuk membuat Kenzi lengah.

Kekacauanpun terjadi dimana-mana menyebabkan beberapa kehancuran yang cukup parah di tiga alam yang Kenzi pimpin.

Kenzi yang merasa itu baru awal dari bahaya yang lebih besar, Kenzipun memutuskan mengirim Mauza dan Kenma ke dunia manusia.

Kenzi merasa dunia manusia bisa menyamarkan aura pure-blood milik Kenma sehingga Satan tak bisa melacaknya kecuali ada hal yang tak terduga yang terjadi.

Pada awalnya Mauza dan Kenma menolak untuk pergi dari alam arwah, namun setelah Kenzi menjelaskan apa yang sedang terjadi keduanyapun menyetujuinya.

Di temani Rain, Mauza dan Kenmapun meninggalkan alam arwah tanpa di ketahui Satan dan para pasukannya.

Setelah cukup lama, ketiganyapun sampai di sebuah kota bernama kota Geheimnis, yang mana disitulah Kenzi membangun rumahnya.

Sebuah kota yang cukup ramai, yang akan membantu menyamarkan aura Kenma yang adalah seorang pure-blood.

Alasan Rain dikirim kedunia manusia, selain untuk menjaga dan melindungi Mauza dan Kenma adalah untuk membuka segel yang menyegel rumah itu.

Tanpa berlama-lama, Rainpun memulai ritual pembukaan segelnya.

Lingkaran segelpun muncul setelah Rain menggumamkan sesuatu yang entah apa itu.

Perlahan-lahan, segelpun terbuka, sebuah rumah yang cukup luas dengan beberapa bangunan kecil, terpampang indah di hadapan ketiganya.

Di sekitar rumah, pepohonan yang cukup rindang menjadi pagarnya, dibagian belakang rumah, ada sebuah kolam renang yang cukup luas.

Di samping kanannya, terdapat sebuah rumah yang di khususkan untuk Cain dan Rain.

Di samping kirinya, terdapat sebuah lapangan yang bisa di pakai untuk bermain basket ataupun olahraga lainnya.

Dan di bagian depannya sebuah taman lengkap dengan rumah kaca yang bisa di gunakan untuk bersantai.

Melihat semua keindahan itu, membuat Mauza tak bisa berkata apa-apa selain kekaguman yang di rasakannya.

"Whoa,,,apa benar ini di siapkan hanya untuk kita? Benar-benar pemborosan." ucap Kenma datar namun tetap merasa kagum.

"Kapan kalian membangunnya, kenapa tidak memberitauku sama sekali." ucap mauza menelisik.

"Itu,,, sebenarnya yang mulia ingin memberikan kejutan pada yang mulia ratu." ucap Rain canggung.

Mendengar kata "KEJUTAN", sontak membuat Mauza sangat bahagia karena ia merasa sangat di cintai.

Melihat sikap Mauza yang tak lagi suram seperti sebelumnya, membuat Rain menghela nafas lega.

...***...

Beberapa hari kemudian, Mauza teringat bahwa Kenma sekarang sudah memasuki usia sekolah dasar, dengan segera Mauzapun menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk mendaftarkan Kenma ke sebuah Sekolah Dasar terdekat.

Keesokan harinya, setelah semuanya siap Mauza beserta Kenma dan juga Rainpun berangkat menuju sekolah.

Setelah melakukan beberapa tes masuk, hasil dari tes yang di lakukan Kenmapun keluar.

Tepat setelah hasil tes itu keluar, penguji yang mengawasi tes itu di buat terbelalak di buatnya.

"I-ini,,, mu-mustahil!" ucap sang penguji kaget.

"Hei, ada apa denganmu, kenapa kau terlihat begitu terkejut?" ucap penguji wanita.

"Lihatlah hasil ujian ini?" ucap penguji laki-laki seraya memperlihatkan hasil ujian."

"Ya tuhan, apa anak ini benar-benar masih berusia 7th?" ucap si penguji kaget.

"Aku akan menemui kepala sekolah." ucap penguji laki-laki.

Dengan segera penguji laki-laki itu menemui kepala sekolah di ruangannya. Sang kepala sekolahpun tak kalah kaget saat melihat hasil ujian Kenma.

"Segera panggil ibu dan anak itu kemari." perintah kepala sekolah.

Tak berapa lama, Kenma dan Mauzapun sampai di ruangan kepala sekolah.

"Nyonya Kenzi, bolehkah aku mengatakan sesuatu?" ucap kepala sekolah ramah.

"Apa ini soal putraku Kenma?"

"Benar nyonya."

"Apa yang ingin anda katakan kepala sekolah Ma?"

"Nyonya, sepertinya sekolah tingkat dasar bukan tempat yang cocok bagi putra anda."

"Hahhh, jadi begitu yah, ternyata memang tidak mungkin melakukannya." ucap Mauza menghela nafas.

"Maaf nyonya, sudah berapa sekolah dasar yang sudah anda kunjungi?"

"Sekolah ini yang terakhir."

"Begitu, baiklah kalau begitu, saya akan mencoba menghubungi pihak sekolah tingkat menengah, kurasa ada yang bersedia menerima putra anda." ucap kepala sekolah tersenyum.

"Terimakasih banyak kepala sekolah Ma." seru Mauza senang.

...***...

Keesokan harinya, sebuah kabar yang mengatakan Kenma sudah di terima di sekolah menengahpun datang dari kepala sekolah Ma.

Tanpa menunggu lama, Mauza, Kenma dan Rain pun segera berangkat menuju sekolah menengah itu yang cukup jauh dari kediaman mereka.

Butuh waktu setengah jam untuk sampai disana jika menggunakan kendaraan manusia.

Namun dengan adanya Rain, mereka hanya butuh beberapa menit untuk bisa sampai disana dengan menggunakan portal yang Rain buat.

"Whoa,,, sihir paman memang luar biasa." seru Kenma kagum.

"Paman akan mengajarkannya nanti jika tuan muda mau."

"Baik paman." ucap Kenma sumringah.

Tak berapa lama, merekapun sampai dan berada beberapa meter dari sekolah menengah itu.

Akan sangat kacau jika portal itu di lihat manusia, maka dari itu mereka sengaja muncul agak jauh dari gerbang sekolah.

"Terimakasih Rain, kau bisa kembali atau menunggu disini." tawar Mauza.

"Baik yang mulia ratu."

Di kantor kepala sekolah, seorang pria paruh baya yang terlihat sedikit gemuk tengah membolak balik hasil jawaban dari Kenma.

"Anak ini benar-benar sangat jenius, di usianya yang masih 7th, tapi kecerdasannya melebihi anak-anak seusianya, sungguh sebuah mutiara yang terpendam."

Di tengah-tengah kekagumannya, sang kepala sekolah di kejutkan oleh ketukan di pintu.

"Kepala sekolah Hu, mereka sudah datang." ucap wakil kepala sekolah.

"Biarkan mereka masuk."

Perbincangan santaipun terjadi, sembari menunggu Kenma yang tengah melakukan tes masuk.

Tak berapa lama, Kenmapun selesai mengerjakan semua tes yang di berikan.

Keterkejutanpun memenuhi pikiran sang kepala sekolah, karena selain sangat cepat, Kenma juga menjawab semua tes sulit dengan benar.

"Lu-luar biasa! Nyonya, putra anda benar-benar jenius, sepertinya aku akan membiarkan putra anda melewati satu tahun ajaran, dan akan menempatkannya langsung di tahun keduanya." seru kepala sekolah semangat.

"Eh, apa tidak apa-apa seperti itu kepala sekolah Hu?"

"Anda tenang saja nyonya, ini adalah sekolahku dan aturan di sekolah ini adalah aturanku juga.

"Baiklah kalau begitu, terimakasih kepala sekolah Hu.

...~to be continued~...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!