Setelah empat bulan mengalami emosi yang tak menentu, kini di bulan kelima kehamilannya, Mauza mendapatkan kembali kestabilan emosinya.
Gerakan-gerakan kecil nan kuatpun mulai dirasakan Mauza, hingga tak jarang membuat Mauza terkejut saat gerakan kecil itu tiba-tiba memukul lembut perutnya.
"Ah, apa kau sedang merasa bahagia disana nak? kau membuat ibumu ini terkejut." ucap Mauza pelan seraya membelai perutnya yang mulai terlihat membesar.
"Ratuku, kenapa kau berbicara sendiri?" ucap Kenzi tiba-tiba.
"Ah, yang mulia, kemarilah." ucap Mauza seraya menaruh tangan Kenzi pada perutnya.
Tepat saat Kenzi membelai perut Mauza, sebuah tendangan kecil mendarat di tangan Kenzi yang membuat Kenzi terkejut karenanya.
"I-ini,,," kagum Kenzi.
"Benar, itu adalah anak kita."
...***...
Lima bulan kemudian, berbeda dengan kehamilan manusia pada umumnya yang hanya sembilan bulan, namun kehamilan Mauza menjadi satu bulan lebih lama.
Tepat di bulan kesepuluh, saat-saat kritispun mulai terjadi.
Setelah sehari semalam merasakan sakit yang amat sangat karena kontraksi yang terjadi, Mauza hanya bisa menggertakan gigi seraya memegang tangan Kenzi kuat-kuat.
Kontraksi demi kontraksipun kembali terjadi.
Setelah satu jam, langit tiba-tiba berubah gelap yang di sertai petir menyambar saat sesosok makhluk kecil nan lemah mulai menunjukkan kepalanya di ikuti anggota tubuh yang lain.
Detik berikutnya, tangisan yang begitu nyaringpun memecah ketegangan di sekitar, bersamaan dengan itu langit yang gelap mulai kembali cerah, petir yang menyambarpun berangsur-angsur menghilang.
Rasa harupun memenuhi hati Mauza, Kenzi, Cain dan Rain ketika melihat seorang bayi laki-laki berusaha meraih sesuatu yang ada di dekatnya dengan tangan kecilnya.
Segera Mauza meraih tangan kecil itu dan menciumnya lembut yang di sambut dengan genggaman lembut sang bayi di jarinya.
"Ratuku, apa kau sudah memiliki nama yang bagus untuk putra kita?"
"Emm,, Ken,, Ma,,, Kenma! bagaimana?" seru Mauza senang.
"Kenma? ada arti di balik nama itu?"
"Tidak juga, itu adalah gabungan nama kita, Ken dari Kenzi dan Ma dari Mauza." jelas Mauza.
...***...
Hari demi haripun di lalui dengan damai oleh Kenzi dan Mauza beserta putranya, hingga tak jarang Kenzi menyerahkan semua urusan pada Cain dan Rain.
Seperti saat ini, Kenzi memberikan tumpukan undangan dari para arwah, hantu dan siluman hanya untuk merayakan kelahiran putranya agar segera di tangani Cain dan Rain.
Sedangkan Kenzi sendiri hanya ingin bersama putranya yang sangat dia impi-impikan selama ini.
Meskipun Mauza sudah menasihatinya, namun Kenzi tak peduli dan tetap menyerahkan segala urusan pada Cain dan Rain.
Mauza yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa lagi hanya bisa menghela nafas kasar.
Hingga suatu hari kejadian tak terduga terjadi di alam arwah yang membuat Kenzi mau tak mau harus turun tangan.
...~~~...
Dalam kehidupan Kenzi ada beberapa alam yang menjadi tanggung jawab Kenzi, diantaranya adalah:
Alam Arwah
Alam Hantu
Alam Siluman
Yang mana alam arwah adalah alam terkuat diantara ketiganya dan Kenzi adalah pemimpin tertingginya.
Dari segi kekuatan pun alam arwah satu tingkat lebih kuat dari kedua alam lainnya.
...~~~...
Tanpa di duga Satan sang raja kegelapan mulai menyerang alam siluman untuk melemahkan Kenzi, karena dia tau tidak bisa melemahkan Kenzi dengan mudah, hingga akhirnya raja kegelapan memutuskan untuk berurusan dengan alam siluman lebih dulu sebelum berurusan dengan Kenzi.
Serangan demi seranganpun di luncurkan oleh raja kegelapan yang menyebabkan kehancuran pada alam siluman.
Namun, raja kegelapan kekurangan informasi sehingga dia tidak tau bahwa alam siluman sudah bersiap sejak lama untuk peristiwa hari ini.
Sebuah segel kuat yang tak terlihat berhasil memantulkan kembali serangan-serangan dari raja kegelapan.
"Ck sial, apa mereka sudah tau tentang penyerangan ini?" kesal raja kegelapan.
"Apa kau pikir kau bisa melemahkan kami, begitu saja raja kegelapan yang terhormat?" sindir salah satu pemimpin siluman.
"Hahaha,,, apa kau tetap ingin melanjutkan?" sambung Kenzi tiba-tiba.
Mendengar suara Kenzi yang begitu tegas membuat para siluman tersadar dan segera mengalihkan perhatian mereka kearah Kenzi dan segera memberi hormat.
"Ck sial, kita kekurangan informasi, cepat mundur." perintah raja kegelapan.
"Yang mulia! kenapa tidak memberi kabar sebelumnya?" ujar pemimpin para siluman.
"Sepertinya bawahanku ingin aku sedikit bertanggungjawab dengan urusanku." ujar Kenzi sedikit kesal namun tetap santai.
"Apa maksud yang mulia?!" tanya pemimpin siluman kebingungan.
Disisi lain, Rain merasa ketakutan karena menyetujui rencana Cain dan segera membuat alasan agar tidak terkena murka sang tuannya.
Berbeda dengan Cain yang terlihat biasa-biasa saja karena sebenarnya, rencana itu adalah saran dari Mauza.
Flashback On
"I-ini,,, apa tidak apa-apa yang mulia ratu?" ucap Cain
"Paman tenang saja, aku yang bertanggungjawab." ujar Mauza meyakinkan.
Flashback Off
"Kau tenang saja, sebenarnya itu adalah rencana yang mulia ratu, mana mungkin aku menjerumuskanmu." ucap Cain.
"Benarkah?" sahut Rain ragu.
"Apa aku terlihat sedang berbohong?" lirik Cain.
"Yokatta,,," ucap Rain lega.
Setelah sehari semalam berada di alam siluman, Kenzipun segera pamit dan ingin menghukum Cain dan Rain.
Tak berapa lama Kenzipun datang dan segera memanggil Cain dan Rain untuk menemuinya.
Mauza yang mendengarnya langsung menyambut kedatangan Kenzi dan lainnya, tepat setelah Cain dan Rain datang Kenzi langsung meminta penjelasan.
"Aku yang merencanakan semua itu dan memberi yang mulia laporan palsu." seru Mauza tiba-tiba.
Kenzi yang tengah terbakar amarah, seketika menjadi tenang mendengar ucapan Mauza.
"Paman berdua kembalilah, serahkan padaku."
Setelah kepergian Cain dan Rain, Mauza menjelaskan semuanya, setelah mendengar penjelasan Mauza, Kenzipun hanya bisa menghela nafas.
Bagaimanapun Mauza sudah menjadi istri yang baik dan sudah memberinya keturunan sehingga Kenzi tak bisa memarahi Mauza apalagi sampai membentaknya.
"Ratuku, kenapa kau melakukannya?"
"Aku hanya ingin yang mulia menjadi pemimpin yang bertanggungjawab, jangan menjadi egois, itu tidak baik bagi Kenma nantinya."
"Hahhh,,,kau benar.
Beberapa hari kemudian, Kenzipun tak lagi egois dan menangani apa yang menjadi tanggungjawabnya sebagai seorang pemimpin, baik pemimpin ketiga alam maupun pemimpin keluarga.
...***...
Dua bulan berlalu, sebuah kejadian yang mengejutkan pun terjadi, dimana Kenma yang baru menginjak usia tiga bulan sudah mulai merangkak sekaligus duduk yang mana jika itu adalah anak manusia butuh waktu 3-4 bulan untuk duduk, 5-6 bulan untuk merangkak dan 7-11 bulan mulai belajar berjalan.
Namun Kenma, entah karena berdarah campuran atau memang jenius, pada usianya yang masih beberapa bulan sudah mulai belajar berjalan, sungguh pertumbuhan yang begitu cepat.
Kenzi dan Mauza yang melihat hal itu cukup membuat panik, sehingga Kenzi segera memanggil Cain untuk memeriksanya.
Dengan segera Cain memenuhi panggilan tuannya dan memeriksa tuan mudanya.
"Sungguh suatu keajaiban yang mulia, melihat perkembangan tuan muda yang begitu cepat, itu menandakan tuan muda adalah seorang jenius." ucap Cain berbinar.
"Benarkah?" ucap Kenzi dan Mauza bersamaan.
"Benar yang mulia, kurasa dalam waktu 6bulan tuan muda akan bisa mulai berjalan."
...~to be continued~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments