Bab 18

Merasa ada bahaya yang semakin mendekat, Kenma yang tengah mengikuti pelajaran segera meminta izin pulang karena Kenma merasa ibunya berada dalam bahaya.

Sesampainya di rumah, Kenmapun sangat terkejut melihat keadaan Mauza yang sudah di penuhi luka akibat menghindari serangan dari Satan.

Dan itu membuat Kenma murka sehingga tanpa sengaja mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat yang bercampur dengan aura pure-bloodnya dan menyerang secara brutal pada para iblis.

Kuatnya serangan Kenma mengakibatkan kehancuran dalam jarak yang cukup luas sehingga dampak serangan Kenma bisa di rasakan sampai ketempat Cain dan Rain yang tengah bertarung saat ini.

Kenzi yang sudah merasakannya sejak awal segera mempercepat langkahnya sembari berharap Kenma tak sampai lepas kendali yang akan menyebabkannya ia tak bisa membedakan lagi mana kawan dan mana lawan.

Mauza yang melihat Kenma di penuhi aura membunuh membuat Mauza khawatir karenanya, sekuat tenaga Mauza berusaha mendekati Kenma, namun luka-luka yang di deritanya membuat pergerakan Mauza menjadi terbatas.

...***...

Setelah setengah jam, para iblis pun sudah terbantai menyisakan Satan si raja kegelapan.

Melihat kebrutalan Kenma membuat Satan terbakar amarah dan bersiap melancarkan serangan pada Kenma.

Kenma yang sudah kehabisan energi karena menghabisi para iblis itu, iapun mendapatkan kesadarannya kembali.

Namun, bersamaan dengan Kenma yang sudah kelelahan, Satan sudah bersiap dengan serangan terakhirnya yang di tujukan padanya.

Mauza yang melihat hal itu, dengan sekuat tenaga Mauza berusaha menghalau serangan itu.

"IBU RATU!" teriak Kenma.

Dhuarr, bersamaan dengan teriakan Kenma sebuah ledakan keras terjadi dan menghancurkan area sekitarnya.

"Deg! Ti-tidak mungkin, ibu ratu!" pekik Kenma.

Melihat hal itu, rasa sakit yang teramat sangat menyesakkan hatinya sehingga airmatapun tak dapat keluar karenanya, seakan-akan Kenma telah kehilangan separuh jiwanya dan kini hanya kekosongan yang ada di matanya.

"Hampir saja, hei nak, kenapa kau malah diam?" ucap Kenzi tiba-tiba.

Mendengar suara yang tak asing baginya membuat Kenma tersadar dan airmata pun seketika mengalir deras di pipinya saat melihat Mauza sudah berada dalam pelukan Kenzi.

"A-ayah raja!" ucap Kenma terperangah.

Bersamaan dengan kedatangan Kenzi, Cain dan Rain pun tiba-tiba muncul dan segera meraih tubuh Mauza beserta Kenma untuk menjauh dari sana.

"Cih, ternyata menyibukkanmu dengan para anak buahku tetap tidak berguna." ucap Satan meremehkan.

"Apa kau sudah selesai bicara? Jika iya, kemarilah dan bertarung denganku." ucap Kenzi penuh penekanan.

Tak berapa lama pertarungan antara Kenzi dan Satanpun pecah, serangan demi serangan kuat mereka lancarkan.

Segera Cain Rain menciptakan pelindung ekstra untuk mengurangi dampak dari dua kekuatan besar yang akan mampu menghilangkan satu negara besar.

Semakin sengit pertarungan mereka, semakin meningkat pula kekuatan yang di keluarkan oleh keduanya.

Disisi lain, guncangan besar yang tak lain adalah akibat beradunya dua kekuatan dari Kenzi dan Satan di rasakan hingga sampai ke akademi, beruntung Kenzi sudah memasang pelindung sebelumnya dan baru saja di perkuat oleh Rain, sehingga hanya guncangan saja yg mereka rasakan.

Kepanikan pun mulai mendera di seluruh akademi.

"Apa yang terjadi?" ucap dekan wang.

"Dekan Wang, apa yang harus kita lakukan?" ujar dekan Jin.

"Evakuasi para murid ke aula khusus, tunggu sampai di rasa sudah aman lalu pulangkan mereka."

Dalam hitungan menit, aula khusus sudah d penuhi para murid dan lainnya.

Kembali ke tempat pertarungan, terlihat keduanya tengah menyiapkan serangan terakhir mereka.

Satan dengan kekuatan kegelapannya dan Kenzi dengan kekuatan aslinya.

"Cih, pada akhirnya aku tetap harus menggunakannya." ucap Kenzi santai.

Sebuah api biru yang diselimuti petir terbentuk di tangan kanannya, melihat hal itu sontak membuat Cain dan Rain sangat terkejut.

"I-itu,,," ucap Cain dan Rain bersamaan.

"I-ini, apa kau juga seorang pure-blood?" ucap Satan terkejut.

"APA?! Jadi, ayah raja juga,,," ucap Kenma tak melanjutkan kata-katanya."

"Aku tidak menyangka ternyata yang mulia adalah seorang pure-blood." ucap Rain terperangah.

"Ternyata yang mulia pandai sekali menyimpan rahasia." sambung Cain.

"Apa kau sudah cukup bicara? Ayo kita selesaikan ini secepatnya." ucap Kenzi seraya melancarkan serangannya.

"Suamiku, kau berhutang satu penjelasan padaku." gumam Mauza yang perlahan kembali menutup mata.

...***...

Beberapa hari berlalu, terlihat Mauza mulai membuka mata, Kenma yang merasa ada pergerakan dari Mauzapun terbangun dari tidur singkatnya.

Selama beberapa hari ini, Kenma tak pernah meninggalkan Mauza yang tak sadarkan diri bahkan ia juga tidak tidur ataupun mengisi perutnya dengan makanan, beruntung Kenma adalah seorang pure-blood sehingga tak masalah meski dia tidak makan sekalipun.

"I-IBU RATU! syukurlah ibu ratu sudah sadar." ucap Kenma berkaca-kaca.

"Kenma putraku, kenapa kau memaksakan diri seperti ini? Lihatlah dirimu, bagaimana jika ibu tak pernah sadar, apa kau juga tidak akan pernah mengisi perutmu?" ujar Mauza penuh kesedihan.

"Bagaimana ibu tau semua itu?" ucap Kenma pelan.

"Apa kau lupa siapa ayahmu?" ucap Mauza tersenyum.

"Ah, yah, aku lupa soal itu, tapi bagaimana ayah raja memberitau ibu ratu?"

"Mudah saja." ucap Kenzi tiba-tiba.

"Ayah raja!"

"Yang mulia."

"Jadi, bagaimana ayah raja melakukannya?"

Kenzi yang melihat Kenma begitu penasaran pun segera menjelaskan bahwa selama ini Kenzi menggunakan wujud arwahnya dan memasuki alam bawah sadar Mauza dan memberitaukan padanya jika Kenma tak pernah sekalipun meninggalkan Mauza yang dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Jadi, ada metode yang seperti itu?" ucap Kenma berfikir.

"Kau akan tau nanti jika kau sedikit lebih kuat dari saat ini."

"Ehem, jadi yang mulia, bukankah yang mulia punya sesuatu yang harus di katakan padaku sekarang?" ucap Mauza seraya menaik turunkan alisnya.

"Ah, itu,,, yah baiklah akan ku katakan semuanya pada kalian.

Kenzipun menjelaskan alasannya merahasiakan tentang dirinya yang adalah seorang pure-blood pada Mauza dan Kenma.

...***...

Hari demi hari berlalu dengan cepat, Kenmapun sudah kembali mengikuti pelajaran akademi.

Namun, kejadian tentang guncangan besar itu masih menjadi topik utama di akademi, sedangkan Kenma yang tak menyangka bahwa guncangan dari serangan ayahnya dan raja kegelapan akan bisa di rasakan sampai ke akademi.

" Ayah raja memang kuat." gumam Kenma.

"Siapa yang kuat?" ucap Guanlin tiba-tiba.

"K-Kak Guanlin!" teriak Kenma tanpa sadar.

"Ugh! Kenapa harus berteriak?" tanya Guanlin sambil menutupi telinganya.

"Ah, maafkan aku, kakak membuatku terkejut tadi."

"Yah lupakan saja, aku juga tak bermaksud untuk mengejutkanmu."

Perbincangan singkatpun terjadi di antara mereka, dan juga tak lupa Guanlin meminta maaf pada Kenma atas sikapnya dulu.

"Jadi, apa ada yang ingin kakak katakan padaku?"

"Benar, aku ingin berpamitan padamu."

"Eh, apa maksud kakak?"

"Aku harus mempertanggung jawabkan perbuatanku bukan, jadi aku sudah memutuskan untuk menyerahkan diriku pada polisi, itu sebabnya aku berpamitan padamu, dan juga, aku ucapkan terimakasih karena sudah menyadarkanku dari kesalahan yang kubuat." ucap Guanlin canggung.

"Tidak apa-apa kak, tidak perlu berterimakasih padaku, aku hanya melakukan apa yang harus ku lakukan." ucap Kenma tersenyum.

Melihat senyuman Kenma yang manis membuat hati Guanlin merasa tenang, sehingga tanpa sadar matanya terus menatap lekat pada Kenma.

"Eh, ada apa kak? Apa ada yang salah denganku?"

"Eh, ah, tidak tidak, aku hanya tidak menyangka kau memiliki senyuman yang sangat manis, bahkan lebih manis dari para gadis." ucap Guanlin canggung.

Mendengar ucapan Guanlin membuat Kenma sedikit terkejut sekaligus khawatir.

"Ah, tenang saja, aku pria normal yang menyukai gadis cantik, baiklah sudah waktunya aku pergi."

Bersamaan dengan kepergian Guanlin, Kenmapun segera menuju kelas untuk mengikuti pelajaran.

...~to be continued~...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!