Keesokan harinya di tempat Cain, terlihat Kenzi dan Cain tengah berbincang perihal rencana raja kegelapan yang ingin menggagalkan penyatuan energi antara Kenzi dan Mauza yang mana untuk melakukannya di butuhkan banyak energi murni dan konsentrasi yang tinggi.
"Jika seperti itu, apa yang akan yang mulia lakukan? seperti yang kita tau penyatuan energi sangatlah sulit apalagi kalau sampai terganggu saat melakukannya."
"Sepertinya aku hanya bisa menyegel tempat ini untuk memberiku sedikit waktu."
"Hamba mengerti yang mulia, kalau begitu hamba akan memberi tau Rain rencana yang mulia."
Kembali ke tempat Kenzi, terlihat Mauza mulai membuka mata, sesuatu yang luar biasapun kembali membuat Mauza kagum.
Sebuah kamar yang entah sejak kapan berubah menjadi sebuah kamar yang begitu indah, dimana langit-langit kamarnya terlihat seperti langit biru dengan awan putih yang terlihat bergerak terbawa angin, dinding-dindingnya di penuhi ikan-ikan yang berenang kesana kemari dan lantainya terlihat seperti pasir pantai yang tersapu ombak.
Di tengah-tengah kekagumannya sebuah suara yang menenangkan menyadarkan Mauza dari kekaguman.
"Apa kau menyukainya?" ujar Kenzi tiba-tiba.
"Ah, kau kembali, aku sangat menyukainya, bagaimana kau melakukannya?" ucap Mauza ingin tau.
"Sihir tentu saja!"
Percakapan santaipun terjadi di antara mereka sampai Kenzi mengatakan rencananya.
"Jadi begitu? apa penyatuan energi itu akan menyakitkan? apa itu benar-benar akan menghilangkan benang hitam ini?" ucap Mauza khawatir.
"Itu tidaklah menyakitkan jika tidak di paksakan dan yah, itu akan menghilangkannya jika kita berhasil, hanya saja tidak boleh ada gangguan sedikitpun dan kita tak punya banyak waktu."
"Aku mengerti, berapa banyak waktu yang kita butuhkan untuk melakukannya? aku tidak ingin benang hitam ini terus tumbuh."
"Tiga hari sampai energi kita benar-benar menyatu sepenuhnya, apa kita bisa berhasil atau gagal tergantung situasi."
......***......
Tiga hari kemudian,,, penyatuan energipun hampir selesai, namun, raja kegelapan sudah memulai rencananya, kekacauan terjadi dimana-mana, segel yang Kenzi buat sebelumnya sudah melemah sehingga dengan mudah di hancurkan.
Di tengah-tengah kekacauan yang di timbulkan oleh raja kegelapan, akhirnya Kenzi dan Mauzapun berhasil melakukan penyatuan energi sepenuhnya.
Hanya saja Mauza membutuhkan banyak waktu untuk menyempurnakannya, Kenzi yang merasa Mauza sudah cukup mampu melakukannya sendiri memutuskan untuk melawan sang raja kegelapan.
"Mulai dari sini, aku tidak bisa membantu, bertahanlah sampai aku kembali." bisik Kenzi pada Mauza yang tengah berkonsentrasi penuh.
Kenzipun meninggalkan Mauza untuk menghadapi raja kegelapan dan menyelesaikan kekacauan yang terjadi.
Serangan demi serangan saling bertabrakkan, beruntung danau tempat Mauza berada sudah di beri segel, sehingga dampak dari serangan mereka tak berefek pada Mauza.
Setelah cukup lama, akhirnya Mauza berhasil menyempurnakan penyatuan energi, sebuah energi yang sangat kuatpun tumbuh menjadi lebih kuat yang menyebabkan benang hitam memudar dan menghilang sepenuhnya.
Disisi lain, sang raja kegelapan yang merasa benang hitamnya menghilang, memutuskan mundur sementara untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih besar.
......***......
Beberapa hari berlalu setelah kekacauan yang terjadi, kini Mauza lebih sering menghabiskan waktunya di dalam danau bersama Kenzi, sedangkan Rain dan Cain tengah sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Bagaimana hasilnya?"
"Kurasa tidak ada masalah, hanya saja aku masih belum terbiasa dengan energi ini, jika aku boleh tau, sebenarnya untuk apa kita melakukan penyatuan energi?"
"Akan kujelaskan, kemarilah, mendekat padaku."
Meski sedikit enggan, Mauzapun mendekat pada Kenzi. Seketika, Mauza merasakan energi yang sudah ia sempurnakan tiba-tiba bergerak tak tentu arah seakan-akan mencari sesuatu saat Kenzi dengan fisik nyatanya menggenggam erat tangan Mauza.
"A-apa ini? kenapa terasa seperti ada sesuatu yang berputar-putar di dalam tubuhku?"
"Tenanglah, itu hanya sebentar."
Sesuai dengan ucapan Kenzi, menit berikutnya energi itu kembali tenang.
"Mauza istriku, mulai hari ini dan seterusnya, apapun yang terjadi, kuharap kau bisa mempertahankannya sampai ia terlahir kedunia." ucap Kenzi penuh harap.
"Lahir kedunia? ma-maksudmu, energi ini adalah,,, " ucap Mauza berkaca-kaca.
"Benar, penyatuan energi yang kita lakukan adalah untuk memiliki keturunan. meskipun aku hanya arwah, tapi aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang anak."
"Ta-tapi, apa itu mungkin?"
"Itulah sebabnya aku memintamu untuk mempertahankannya, hanya saja kemungkinan besar tidak seperti kehamilan manusia pada umumnya."
Kenzipun menjelaskan semuanya pada Mauza sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Cain padanya.
"Jadi begitu, selama dia bisa lahir kedunia, 9 bulan ataupun 10 bulan aku tidak peduli, aku akan menjaganya sampai tiba saatnya untuk dia lahir." ujar Mauza terharu.
"Terimakasih, ratuku." ucap Kenzi mencium kedua tangan Mauza.
...***...
Sebulan berlalu dengan cepat, namun kesulitan kembali menghampiri, dimana Mauza tak sengaja melakukan kesalahan yang membuat energi di dalam perutnya kembali menjadi liar.
Beruntung, Kenzi selalu memantau pergerakan Mauza sehingga Kenzi dapat melakukan pertolongan pertama untuk menenangkannya.
"Fyuh,,, syukurlah, dia kembali tenang." ucap Kenzi lega.
"Ma-maafkan aku karena kurang berhati-berhati." ucap Mauza menyesal.
"Apa yang ingin ratuku lakukan sampai bisa terjatuh seperti ini?" ucap Kenzi seraya membantu Mauza berdiri.
"Ah, aku ingin mengambil biji bunga teratai itu, aku dengar biji bunga teratai rasanya enak jadi aku ingin mencobanya tapi aku ceroboh dan akhirnya terpeleset." jelas Mauza.
Setelah mendengar penjelasan Mauza, segera Kenzi memetik semua biji teratai yang ada dan memberikannya pada Mauza.
"Apa ini sudah cukup?" ujar Kenzi menyerahkan beberapa tangkai biji teratai yang sudah matang.
"Lebih dari cukup, tapi apa tidak apa-apa memetik semuanya?"
"Tak perlu khawatir, aku bisa membuat teratai-teratai itu tetap tumbuh."
Setelah mendengar ucapan Kenzi, Mauzapun tak khawatir lagi dan segera mengajak Kenzi duduk di tepi sungai untuk menikmati biji teratai sama-sama.
"Oishi,,, ini benar-benar enak." seru Mauza berbinar.
"Apa benar enak?" ujar Kenzi sedikit ragu.
"Cobalah." ucap Mauza seraya menyuapkan biji teratai yang telah di kupasnya.
*Seketika jantung Mauza tiba-tiba berdegup kencang saat jari tangannya tak sengaja menyentuh bibir Kenzi yang lembut, tanpa sadar ibu jari Mauza sudah menyapu bibir Kenzi yang cukup membuat Kenzi terkejut.
Detik berikutnya, tanpa sadar ciuman hangatpun mendarat di bibir keduanya beberapa detik sebelum akhirnya mereka tersadar kembali*.
"Ah! ma-maaf, apa kau tidak menyukainya ratuku?"
"Ti-tidak bukan itu, seharusnya aku yang meminta maaf karena terbawa suasana." ucap Mauza memalingkan wajahnya karena malu.
"Kenapa meminta maaf, aku menyukainya." ucap Kenzi seraya meraih dagu Mauza.
"Apa aku bisa mendapatkannya lagi lain kali?" lanjut Kenzi.
Malampun tiba, Kenzi yang tak membutuhkan tidur terus mengawasi Mauza yang tengah terlelap dalam tidurnya untuk berjaga-jaga.
...~to be continued~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments