Bab 16

Setahun sudah Kenma belajar di akademi, posisi teratas dari tiga jenius lain pun sudah Kenma dapatkan, para wali murid yang pada awalnya mengira Kenma masuk akademi lewat jalur belakangpun mengubah anggapannya.

Rasa iri, kecemburuan dan kebencian para murid pada Kenma pun berubah menjadi kekaguman.

Namun, tidak bagi Guanlin yang masih tak mau menerima kenyataan yang ada dan lebih memilih untuk keluar dari grup beladiri.

Kebencian Guanlin pada kenma pun semakin besar dan di rasakan Satan dan para iblis lainnya.

"Aura gelap yang sangat pekat." ucap Satan.

"Dengan aura gelap sepekat ini, bukankah itu bisa dengan sangat mudah menghancurkan bocah pure-blood itu tuan, kenapa tidak anda manfaatkan saja?" ucap licik sang bawahan.

"Kau benar, cepat cari asal aura gelap ini." perintah Satan.

Setelah perintah di turunkan, para iblispun menyebar mencari keberadaan pemilik aura gelap yang tak lain adalah milik Guanlin.

Kali ini kebenciannya sudah benar-benar membekukan hatinya, selama enam bulan terakhir ini Guanlin sudah berkali-kali mencoba melakukan hal buruk pada Kenma, namun selalu saja di gagalkan Rain, itulah yang membuat kebencian Guanlin semakin besar.

Sedangkan Kenma yang tak tau menau soal Rain yang kerap menggagalkan rencana Guanlin pun bersikap biasa-biasa saja tanpa adanya kecurigaan pada Guanlin.

Jika saja Rain di izinkan untuk membunuh manusia, mungkin Guanlin sudah tewas di tangan Rain sejak lama.

Namun perintah Kenzi adalah mutlak baginya, sehingga Rain hanya bisa memberi sedikit pelajaran pada Guanlin.

Suatu hari, salah satu iblis berhasil menemukan keberadaan Guanlin dari aura gelap yang di rasakannya, iblis itupun segera kembali ke alam iblis untuk melapor pada Satan.

"Bagus sekali, perintahkan mereka segera kembali dan kau kembalilah kedunia manusia untuk mengawasinya." perintah Satan.

"Baik yang mulia."

"Maaf tuan kenapa anda tidak membiarkanku yang mengawasinya?"

"Untuk saat ini, biarkan dia yang melakukannya, jika dia gagal kau bisa menggantikannya."

"Aku mengerti tuan." ucap Gongli bawahan Satan.

...***...

Tak berapa lama, iblis yang di perintahkan Satan untuk mengawasi Guanlinpun sampai di dunia manusia.

Namun, tanpa di duga kedatangannya di rasakan oleh Kenma yang memiliki kepekaan luar biasa dalam merasakan aura orang lain sehingga, sekecil apapun aura yang di sembunyikan, Kenma tetap bisa merasakannya.

Dan kini, Kenma merasakan aura gelap yang jauh lebih pekat dari Guanlin, segera Kenma menuju arah aura gelap itu datang.

Kenma yang mengetahui dia adalah iblis, segera menyerangnya dengan kekuatan penuh.

"Kembalilah, ke alam mu sendiri, jangan pernah menginjakkan kaki kotormu disini, jika tidak, kau,,, MATI!" ancam Kenma.

"Cih, hanya seorang bocah berani mengancamku, kau saja yang mati bocah."

"Haahhh, baiklah jika kau terburu-buru ingin mati, aku akan dengan senang hati mengabulkannya."

Serangan kuat antara Kenma dan iblis itupun beradu.

Bersamaan dengan itu aura pure-blood Kenmapun keluar dan dengan cepat di rasakan oleh Satan dan Kenzi.

"P-pure-blood, k-kau adalah,,,"

"Bingo! karena kau sudah mengetahuinya, jadi,,, MATILAH!"

Tak butuh waktu lama, Kenmapun berhasil membunuh iblis itu yang langsung berubah menjadi gumpalan asap hitam pucat lalu menghilang.

"Huh, aku harus lebih hati-hati mulai sekarang."

"Tuan muda! Apa yang tuan muda lakukan?"

"Tenang saja paman, jika mereka berani datang aku akan menghadapinya.

...***...

Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu, Gongli yang di perintahkan untuk mengurus Guanlin sekaligus menyelidiki Kenma yang seorang pure-blood pun sampai di kediaman Guanlin.

Di sebuah kamar, terlihat Guanlin yang tengah sibuk dengan rencananya untuk menyingkirkan Kenma, sehingga aura gelapnya semakin pekat dan dengan mudah di temukan Gongli.

"Ketemu."

Segera Gongli menyelinap ke kamar Guanlin yang tak di sadari Guanlin.

"Sepertinya kau sedang kesulitan manusia." ucap Gongli tiba-tiba.

"Whoa,,,s-siapa kau?" teriak Guanlin.

Percakapan antara Guanlin dan Gonglipun terjadi, setelah cukup lama, merekapun mengakhiri pembicaraan.

"Apa untungnya bagiku jika kita bekerjasama?"

"Tentu saja banyak, bahkan kau bisa membereskan orang-orang yang ingin kau bereskan" bisik Gonglin.

Mendengar kata membereskan, seketika pikiran Guanlin menjadi kosong dan berubah menakutkan layaknya seorang pembunuh yang mendapatkan korban berikutnya, pikiran-pikiran jahat memenuhi otaknya, aura gelap pun semakin pekat dan pekat.

Yang ada di pikirannya sekarang adalah membantai dan membantai.

...***...

Disisi lain, Kenma yang tengah berlatih sihir tiba-tiba terdiam saat merasakan ada aura gelap yang bahkan lebih gelap dari sebelumnya.

"Paman Rain, apa paman merasakan ada sesuatu yang salah?"

"Deg! Aura yang sangat gelap, i-ini,,,apa mereka sudah bergerak?"

"Sepertinya begitu." ucap Kenma singkat.

"Ini gawat, tuan muda, paman harus pergi ke alam arwah untuk memberitaukan hal ini pada yang mulia, tolong jangan gegabah dan usahakan tidak menggunakan aura pure-blood lagi sebelum paman kembali kesini."

"Aku mengerti paman, berhati-hatilah."

Sesaat setelah kepergian Rain, Kenma segera menemui Mauza yang tengah sibuk menyiapkan makanan.

"Kenma! Apa latihannya sudah selesai?dimana Rain?"

"Ibu ratu, sesuatu yang buruk telah terjadi, dan paman Rain pergi ke alam arwah untuk melaporkannya pada ayah raja."

"Sesuatu yang buruk? Jangan bilang,,,"

"Benar ibu ratu, mereka sudah mulai bergerak."

...***...

Beberapa hari kemudian, sebuah kabar yang sangat mengejutkan menjadi topik utama saat ini, yang mana kabar itu adalah tentang hancurnya sebuah dojo beladiri yang menewaskan semua penghuni dojo yang tak lain adalah dojo yang Guanlin sempat menjadi bagian dari dojo beladiri itu.

Selain orang-orang yang sempat menghadang Kenma setahun yang lalu menjadi korbannya, para master beladiri di dojo itupun menjadi korban pembantaian itu.

Mendengar hal itu, sontak membuat Kenma sangat terkejut dan tak menduganya.

Segera setelah pelajaran berakhir, Kenmapun menuju tempat kejadian, tak butuh waktu lama untuk mencari keberadaan dojo itu, karena di kota Geheimnis ini tak ada lagi dojo selain dojo yang sudah hancur tak jauh dari akademi.

Dengan perlahan Kenma melangkahkan kakinya, ada sisa-sisa energi gelap yang masih tertinggal disana.

"Sepertinya aku tau siapa yang melakukannya. Guanlin, hatimu sangat lemah sehingga dengan mudahnya kau terhasut oleh iblis, jika sudah seperti ini, jangan salahkan aku karena berbuat kasar padamu." gumam Kenma.

"A-ano,,,a-apa kau yang bernama Kenma?"

Sebuah suara menyadarkan Kenma dari lamunannya, saat Kenma membalikkan badan, seorang gadis yang terlihat lebih tua dua atau tiga tahun dari Kenma sudah berdiri sambil memegang erat sebuah kertas yang mungkin adalah sebuah surat dan segera menyerahkan kertas itu pada Kenma.

"Siapa? Dan apa ini?"

"A-aku Mili, aku di minta untuk memberikannya padamu?"

"Siapa yang memberikannya, dan bagaimana kau bisa tau aku adalah Kenma?"

Dengan sedikit ragu, Mili pun menjelaskan semuanya pada Kenma yang ternyata orang yang menolak bahkan malah memarahi Guanlin yang sudah memintanya untuk memberi pelajaran pada Kenma waktu itu adalah kakaknya.

Dan alasan Mili tau bahwa pemuda di depannya adalah Kenma karena sesaat setelah Kenma meninggalkan akademi, Mili datang ke akademi untuk mencarinya, dan saat itu Mili bertemu dengan seseorang yang pernah menantang Kenma.

Setelah menjelaskan semuanya pada Kenma, Mili pun berpamitan.

Dengan segera Kenma membaca isi dari surat itu yang hanya menuliskan sebuah kata "HATI-HATI" yang di sertai tetesan darah yang sudah mengering, yang berarti dia menulisnya sesaat sebelum kematiannya, dan Kenma tau benar maksud dari kata-kata itu.

...~To be continued~...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!