Dua bulan berlalu dengan damai setelah kematian Satan, namun, kedamaian itu hanya bertahan sementara, karena lagi-lagi kesulitan menghampiri, dimana sang kaisar iblis mulai menunjukkan taringnya.
Ketiga alampun memulai persiapan karena ini bukan lagi tanggung jawab Kenzi melainkan tanggung jawab ketiga alam yang berada di bawah kendali Kenzi.
"Yang mulia ratu, sebaiknya anda bersembunyi." ucap Cain pelan.
"Tidak paman, apapun yang akan terjadi, aku akan melakukan apa yang ingin dan harus aku lakukan."
"Tapi yang mulia ratu, anda hanya manusia biasa tanpa bakat sihir ataupun pengalaman bertarung." lanjut Cain.
"Meski begitu, aku punya hati, aku tidak mungkin berdiam diri jika keluargaku dalam kesulitan, aku akan tetap melakukannya." tekad Mauza.
Melihat Mauza yang penuh tekad, Cainpun tak bisa berkata apa-apa lagi selain melindungi Mauza sebisa mungkin.
"Percayakan saja pada ibu ratu kakek."
"Tapi tuan muda."
"Aku tau kakek, tapi jika ibu ratu sudah memutuskan sesuatu maka ibu ratu akan melakukannya."
"Putraku benar, dan aku berharap kau tetap mengawasinya."
"Hamba mengerti yang mulia."
Beberapa saat sebelum pertarungan Kenzipun menciptakan penghalang di sekitar area pertarungan, sebuah penghalang yang cukup kuat jika tidak ada sesuatu yang tak terduga terjadi.
Tak lama setelahnya pasukan kaisar iblispun berdatangan, pertarunganpun di mulai.
Sejauh ini, Mauza masih bisa menghindari serangan yang datang padanya, hingga satu serangan kuat tiba-tiba mengarah padanya dengan sangat cepat, beruntung Cain yang cukup peka dalam merasakan bahaya segera menahan serangan itu dengan mudah.
"Fyiuhh, hampir saja." ucap Cain menghela nafas.
"Terimakasih paman." seru Mauza.
Melihat kecakapan Rain menahan serangan lain membuat senyum tipis tersungging di bibir Kenzi dan Kenma.
"Kakek hebat sekali." puji Kenma.
"Tuan muda, kenapa hanya orangtua Cain saja yang di puji?" iri Rain.
"Paman Rain juga hebat." ucap Kenma canggung.
...***...
Pertarungan kembali berlanjut, korban sudah banyak berjatuhan di kedua belah pihak.
Namun, pihak Kenzi lebih unggul, karena korban dari pihak mereka akan berubah menjadi hantu ataupun arwah tergantung tingkat kekuatan mereka. Sedangkan para korban dari pihak kaisar iblis hanya akan menjadi asap hitam lalu menghilang.
Namun, sesuatu terjadi setelah satu jam, yang mana Mauza sudah sangat kelelahan sedangkan pertarungan semakin sengit hingga sebuah serangan tiba-tiba mengenai Mauza yang sudah kelelahan.
Darahpun menetes di lengan Mauza yang tanpa di duga darah Mauza menjadi energi tambahan bagi para iblis.
Mengetahui hal itu, para iblispun mulai memusatkan serangan pada Mauza agar mendapat energi tambahan.
Melihat hal itu, Kenma menjadi sangat murka karena serangan yang di arahkan pada Mauza semakin kuat.
Sehingga Kenma terpaksa mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghalau serangan.
Namun tanpa di duga serangan diam-diam melesat ke arah Mauza dan berhasil mengenainya lagi dan kini darah Mauzapun tak lagi menetes melainkan mengalir deras di lengannya karena serangan itu, Kenmapun menjadi tak terkenadali karenanya.
Kenzi yang merasakan aura membunuh Kenma segera menciptakan formasi perlindungan di sekitar area pertarungan.
Sesaat setelahnya, Kenma yang sudah tak terkendalipun mulai menghancurkan segala yang ada di depannya, beruntung Kenzi sudah menciptakan penghalang yang begitu kuat untuk melindungi kota sesaat setelah Kenzi merasakan aura membunuh dari Kenma, sehingga para penghuni kota tak merasakan guncangan besar seperti sebelumnya.
"Anak nakal, Rain bawa ratu ke tempat aman, dan Cain, perintahkan mereka mundur agar tidak terkena dampak serangan dari putraku yang bodoh itu."
"Baik yang mulia."
"Rain, bawa aku pada putraku."
"Tapi yang mulia ratu, yang mulia raja meminta hamba untuk membawa anda ke tempat yang aman."
"Aku tau, tapi aku tidak ingin melihat anakku menjadi tak terkendali seperti itu, yang mungkin saja akan membuatnya kehilangan sisi manusianya."
"Hamba mengerti."
Mauza yang melihat Kenma sudah di kuasai oleh amarahpun segera mendekati Kenma dengan sisa-sisa tenaganya dan segera memeluk erat tubuh Kenma, karena Mauza tau kata-kata tidak akan sampai kepadanya.
Dengan menahan rasa panas dari tubuh Kenma yang hampir membakarnya, Mauza membisikkan sesuatu.
"Putraku." bisik Mauza penuh kasih sayang.
Satu kata yang Mauza bisikan di telinga Kenma berhasil membuatnya lebih tenang. Merasa ada celah, musuhpun segera melancarkan serangan terakhirnya pada Kenma, beruntung Kenzi datang tepat waktu sehingga serangan itupun berhasil Kenzi tahan.
"Berani mengganggu keluargaku, artinya, MATI." ucap Kenzi penuh tekanan.
Serangan terakhir, antara Kenzi dan kaisar iblispun beradu, bersamaan dengan itu, Mauza dan Kenma tak sadarkan diri, Cain dan Rainpun segera meraih tubuh Kenma dan Mauza lalu segera menjauh dari tempat pertarungan.
Kini pertarungan itu hanya menyisakan Kenzi dan kaisar iblis saja yang lainnya hanya bisa menonton, karena mereka tau pertarungan kali ini bukan lagi tentang perebutan wilayah, melainkan tentang harga diri keduanya.
Kaisar iblis yang kehilangan Satan, dan Kenzi yang kehilangan kesabarannya karena melihat anak dan istrinya terluka.
"Menyerah saja dan biarkan aku membunuhmu dan menggantikanmu mengurus keluargamu dan tiga alam di bawah kendalimu" seru kaisar iblis.
"Kau terlalu percaya diri." balas Kenzi.
"Kalau begitu aku akan memaksa."
"Coba saja jika kau mampu."
Serangan demi serangan kuat kembali beradu tanpa jeda, tidak ada yang mau mengalah dari keduanya.
"Ck, sial, apa dia sekuat ini?" gumam kaisar iblis.
"Ada apa, apa kau lelah? Dimana kepercayaan dirimu tadi, atau kau ingin menyerah?" ucap Kenzi menyeringai.
"Cih, dalam kamus kaisar iblis tidak ada kata menyerah."
"Baiklah, maka aku akan menghabisimu disini dan menghancurkan jiwamu serta anak buahmu."
Bersamaan dengan itu, aura pure-blood menyeruak dari tubuh Kenzi dan menghancurkan semua yang disentuhnya.
Para iblis yang tersisapun menjadi asap hitam dan menghilang menyisakan kaisar iblis seorang.
Ketiga alam hanya bisa membelalakan mata karena ternyata pemimpin tertinggi mereka adalah arwah pemilik pure-blood.
Tak hanya ketiga alam saja, kaisar iblispun terlihat sangat terkejut sekaligus menyesal sudah menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Kenzi sebelumnya.
Ingin rasanya kaisar iblis meminta satu kesempatan lagi, namun apa daya dia sudah kehilangan kesempatan itu dan kematiannya sudah di depan mata.
Satu serangan terakhirpun menghabisi kaisar iblis dan menghancurkan jiwanya tanpa tersisa.
Ketiga alampun bersorak atas kemenangan, formasi perlindungan pun perlahan memudar lalu menghilang.
Kini sebuah kota besar kembali mendapatkan cahayanya, langitpun kembali mendapatkan warnanya, matahari yang bersinar terang serta awan putih yang menari-nari di sekitarnya seakan ikut merayakan kemenangan.
Disisi lain, seorang pemuda dengan mata yang basah karena airmata terus memandang tubuh seorang wanita yang tengah berbaring menutup mata dengan kulitnya yang terbakar, penyesalan pun memenuhi hati pemuda itu.
"Apa kau mengerti sekarang pentingnya mengendalikan emosi?" ucap Kenzi tiba-tiba.
"Mm, aku mengerti, sangat mengerti." isak Kenma.
"Bagus jika kau mengerti, Cain! Kurung dia sampai dia bisa benar-benar mengendalikan dirinya." tegas Kenzi.
"Tapi yang mulia,,,"
"Apa kau juga akan menentangku seperti Rain?" murka Kenzi.
"Ti-tidak berani yang mulia! Ayo tuan muda."
Di sebuah ruangan gelap, terlihat Rain yang tengah duduk merenung saat Kenma dan Cain datang.
"Tuan muda!" seru Rain.
"Tuan muda, maafkan kakek karena tidak bisa membantu."
"Tidak apa-apa kakek, aku tau aku salah dan pantas mendapatkannya."
"Rain, dampingi tuan muda."
"Aku mengerti."
...~To be continued~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
No Hana Ichirin
Selamat datang di novelku Yurei No O, happy reading dan jangan lupa tinggalkan jejak.
Semoga terhibur 😉😉
2022-11-18
0