Waktu berlalu Satu Bulan di Desa Arcyd dan perkembangan desa sangat pesat di tangan Faramis, mereka bekerja sama demi tercapainya sebuah desa yang makmur.
Profesi-profesi baru bermunculan. Tapi yang paling dominan mereka menjadi pedagang yang berada di Ibukota Kerajaan untuk memasarkan barang dagangan mereka, baik itu hasil alam Desa Arcyd maupun kerajinan yang dibuat oleh warga Desa Arcyd.
Disaat Faramis sedang memantau perkebunan Desa Arcyd. Seorang yang berjalan dengan kaki pincang yang merupakan penduduk Desa Arcyd menghampiri Faramis.
"Tuan, ada yang sedang menyerang Desa kita. dan aku saat perjalanan dirampas barang-barang yang akan dibawa ke Ibukota Kerajaan. " Orang itu terjatuh, tapi dengan sigap Faramis menangkapnya.
Marsa melihat kearah orang yang diserang tadi dan melihat sebuah lambang yang melekat pada baju yang dipakai orang itu. " Apakah kau tau siapa orang dan darimana asalnya dia? "
" Aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku diserang oleh mereka dan mereka hanya mengatakan ini baru dimulai. " Penjelasan orang yang diserang tadi.
" Apa kau tahu sesuatu Marsa? " Faramis bertanya kepada Marsa.
Marsa kemudian berjalan kearah orang yang terluka tadi dan melihat ada sebuah lambang yang menempel di kaos belakang orang itu. " Ini lambang dari Kerajaan Vender. Maaf ini mungkin salahku. "
" Apa kau tahu sesuatu tentang mereka Marsa? " Faramis bertanya kepada Marsa.
Lalu Marsa menceritakan kepada Faramis dan yang lainnya.
" Sebenarnya saat aku datang kesini bukanlah hanya sekedar untuk melihat sampai mana Desa Arcyd berkembang, tapi sebenarnya yang terjadi adalah, aku pergi karena lari dari tanggung jawabku sebagai putri Kerajaan Arcane. Karena sebuah hubungan diplomatik antar Kerajaan Arcane dan Kerajaan Vender, putra Kerajaan Vender Arden akan melangsungkan pernikahan yang berkedok hubungan diplomatik dengan Putri Kerajaan Arcane. Tapi aku menolak itu. "
Pada saat itu di Kerajaan Arcane yang sedang menjamu kedatangan Keluarga Kerajaan Vender dan membicarakan sebuah hal penting hubungan Diplomatik.
" Maaf sebelumnya, Raja Geraldo Raja dari kerajaan Arcane. Sebagai bentuk hubungan Diplomatik antar Kerajaan apakah rencana kita sudah Siap? " Pertanyaan dilontarkan oleh Raja dari Kerajaan Vender, Algard.
" Hem, maaf sebelumnya. Tapi aku sebagai ayah dari Marsa menyerahkan keputusan ini padanya karena dia juga yang akan menjalaninya, bagaimana Marsa pendapatmu? " Geraldo bertanya kepada putrinya.
" Aku. Aku, tidak mau dengan cara seperti ini. Maaf. " Marsa menundukan kepalanya.
" Jadi, pihak dari Kerjaan Arcane menolak niat baik dari Kerajaan Vender. " Arden Putra Raja Kerajaan Vender membuat suasana terhening.
" Marsa kau bisa pergi kebelakang sekarang, biar Ayah yang mengurus ini. " Geraldo memerintahkan Marsa untuk pergi duluan.
Sepertinya terjadi hal yang lebih menegangkan dari apa yang dibayangkan Marsa, dan Keluarga Kerjaan Vender akhirnya pergi dan keputusan untuk sementara adalah Kerajaan Arcane tidak akan menjalin hubungan Diplomatik dengan Kerajaan Vender.
Tapi tidak sampai disitu. Ternyata Putra dari Kerajaan Vender berani mengancam akan melakukan tindakan yang lebih jauh lagi yaitu perang antar Kerajaan atas penghinaan yang telah dia terima. Maka dari itu Marsa pergi ke Desa Arcyd dimana Faramis dan teman-temannya ada disana.
" Maaf ini salahku. " Marsa menangis.
Faramis berjalan kearah Marsa dan memegang dagu Marsa dan mengangkatnya supaya Marsa tidak tertunduk.
" Marsa, kenapa tidak cerita dari awal? Kami pasti akan membantumu. "
" Aku takut, aku takut kalau kalian tidak akan membantuku. Aku takut jika kalian akan berpaling dan meninggalkanku. " Marsa berkata sambil menangis.
Faramis memeluk Marsa dan menenangkan suasana hati Marsa yang sedang tidak baik-baik saja.
" Kau tidak perlu memikirkan itu. Kami ada dipihak Kerajaan Arcane dari awal. Aku tidak akan membiarkan mereka seenaknya saja di daerah kita. " Faramis menenangkan Marsa yang sedang menangis dan membuat tenang keadaan Marsa.
Keadaan menjadi tidak terkendali. Salah seorang Warga berlari dan melaporkan keadaan kepada Faramis. " Tuan ... Tuan Faramis ... keadaan darurat, Tuan Morgan sedang bertarung dengan beberapa orang tidak dikenal di tengah desa. "
Faramis sedikit menurunkan alisnya dan menajamkan pandangannya. Sementara itu keadaan di tengah Desa Arcyd sedang terjadi pertarungan antara Morgan dan beberpa orang yang belum diketahui identitasnya.
" Jika kau menyerah dan menyerahkan Tuan Putri ke kami tentu ini akan lebih mudah kan. " Seorang sepertinya dari kerajaan Vender yang telah menyerang Morgan.
" Bangsa Elf, aku sedikit ada urusan dengan kalian juga, jadi ini tidak ada hubungannya dengan Tuan putri. " Morgan mengacungkan pedangnya kearah orang itu.
Sebuah panah melesat dari kejauhan mengarah kepada orang yang menyerang Morgan.
... [ Slash, cring. "]...
Orang tersebut menangkisnya dengan tongkat sihirnya. Dia adalah seorang penyihir dari Kerajaan Vender, dia juga merupakan bangsa Elf dari Kerajaan Vender.
" Sepertinya urusan kita akan lebih panjang. " Silvana dan Checil muncul di belakang Morgan.
" Oh, siapa yang kita dapatkan disini. Silvana. Ternyata kau juga disini. Memang awalnya aku bukan berurusan kesini untuk urusan kita yang belum selesai. Tapi sepertinya ini seperti menangkap ikan dengan menjaring, aku dapat tangkapan yang tak terduga disini. " Elfergo Elf yang merupakan putra dari pemimpin bangsa Elf di Vender yang dulu telah dikecewakan dengan keputusan Silvana karena sebuah hal tentang menjalin hubungan lebih antara bangsa Elf Arcane dan Vender yang telah kacau, tak disangka juga melibatkan masalah itu.
" Apa kalian para Bangsa Kerajaan Vender selalu seperti ini? Keputusanku sebelumnya sepertinya tidaklah salah. " Silvana membidikkan panah kearah Elfergo.
" Oh, tapi apa kau lupa dengan siapa kau melawan? Kau tidak ingat kekuatanku seperti apa hei Silvana. hehe. " Elfergo tersenyum ke Silvana.
Elfergo mengangkat tongkat sihirnya dan membuat Rapalan Sihir yang besar menyelimuti desa Arcyd. " Akan kutunjukkan dengan siapa kalian mencoba melawan. Akan kuhancurkan desa ini bersama dengan kalian disini sekarang. Badai petir penghancur. "
Sebuah petir menyambar tanpa henti di Desa Arcyd.
" Penghalang sihir. Aktifkan. " Faramis membuat sebuah penghalang yang menyelimuti semua desa.
" Oh ternyata kau pemimpin disini. Kau cukup hebat dalam membuat penghalang ini. Jadi kau yang bernama Faramis. Kau yang sudah mengacaukan rencanaku sebelumnya kan? jadi tepat sekali ya. " Elfergo membuat serangan explosion tembakan api ke Faramis dengan daya hancur yang lumayan hebat.
... [ Brelll ... ]...
Sebuah tembakan api di tangkis oleh Firo dan di lontarkan ke atas.
...[ Daur ... ]...
" Sepertinya ini akan sedikit sulit. Tapi waktuku disini sudah habis dan Tuan Arden memerintahkan untuk kembali. Kita akan bertemu lagi di peperangan nanti, ini hanya sebuah sapaan dari Kerajaan Vender untuk kalian penduduk Kerajaan Arcane, bersiaplah untuk hancur dan tunduk dibawah Kerajaan Vender. Hahaha. " Sebuah portal dibawah kaki Elfergo muncul dan membuat dia perlahan pergi melalui portal itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments