Malam dimana sebuah bulan sabit bersinar, dengan sedikit awan yang menyelimuti langit biru gelap. Faramis dan teman-temannya berkumpul.
" Kami akan melakukan penyerangan malam ini. aku sudah menghalalkan denah di Istana Kerajaan." Faramis berpamitan dengan Charles.
" Jadi tekad kalian sudah bulat ya? Berhati-hatilah, tolong selamatkan mereka! " Charles memandang Faramis dengan penuh harapan.
Faramis tahu apa maksud dari Charles, dia pergi bersama teman-temannya. Lalu didepan Istana penjaga ada enam orang.
... [ Suet, Jreb-jreb. ]...
Silvana dan Checil menyelesaikannya dengan cepat menggunakan busur mereka. Lalu mereka masuk dan alarm berbunyi.
" Menjalankan Rencana B, Firo. Berubah jadi Naga! " Faramis menyuruh Firo berubah menjadi Naga.
... [ Groammm ... . ]...
Para prajurit berkumpul dan mengelilingi Firo. " Hah, kenapa bisa ada naga disini. "
Para parajurit seperti ketatuktan dan pada saat yang bersamaan ada seorang Pilar Sabrina datang. " Jangan takut dengan kadal itu. Ayo serang! "
Tiba-tiba Mikasa meloncat dan menyerang Sabrina.
... [ Cring ... . ]...
" Jangan terlalu cepat, lawanmu adalah aku. " Mikasa mundur sedikit dari Sabrina.
" Kau kan? Mikasa, ketua Assasin kerjaan, kenapa denganmu? Jadi kau memutuskan untuk berhianat pada Raja ya. Baiklah, akan kubunuh kau dengan cepat sebagai tanda perpisahan kalau kita pernah menjadi rekan. " Sabrina mengenal Mikasa yang merupakan Assasin yang dipercaya di Kerajaan.
" Maaf, tapi aku telah berpindah haluan karena Raja tidak seperti dulu lagi. " Mikasa maju menyerang Sabrina.
Sementara itu. Faramis segera mencari keberadaan Raja dan didepannya dihalangi oleh Kuro. " Aku tahu kalau kau bukan sekedar Pengawal Mentri, jadi ini keputusanmu? Aku akan menghentikanmu disini. "
" Kau lanjut saja, aku akan menahannya. " Morgan mengeluarkan dua bilah pedangnya.
" Oh, kau ingin melawanku? baiklah, sepertinya aku akan kesulitan untuk menahanmu Alberd. " Kuro terdiam.
Faramis memilih jalan memutar untuk menghindari Kuro yang ditahan oleh Morgan. Tiba-tiba anak panah melesat dari jauh.
... [ Ssslleessshh - Cring - jleb. ]...
Anak panah itu di tahan oleh Checil. " Oh, Terimakasih Checil. "
"Sekarang tinggalkan aku dan Silvana disini. Mereka akan kutahan. "
Anak panah Checil dilontarkan dan menyapa mereka. " Ini akan menjadi pertarungan dua sahabat kecil. Kau pergilah dulu. "
Faramis melanjutkan mencari keberadaan Raja. Dan salah satu dari Pilar meloncat dari atap dan berjalan kearah Silvana dan Checil. " Perkenalkan namaku Oracle dan si pemanah itu bernama Hana. Jadi kalian yang akan menjadi lawan kami? tapi sepertinya dua pemanah akan kutebas sekaligus itu kan tidak menarik? "
Silvana maju dan merubah busurnyan menjadi sebuah pedang panjang dengan bilah yang tajam. " Aku akan mengurusnya. Kau bantu aku dengan menjaga punggungku. "
" Uwo, ini mengejutkan karena seorang pemanah juga bisa menggunakan pedang, ini menarik sekali. Akan kucoba kemampuanmu sampai mana, anak dengan kemampuan lebih. " Oracle maju menyerang Silvana.
Dari kejauhan Hina melontarkan dua anak panah. Dan berhasil di tangkis oleh Checil. Silvana sedikit kesulitan menahan Oracle karena perbedaan kekuatan, dari segi kekuatan penghancur Oracle lebih untung karena memakai pedang yang besar dan merusak sesuatu yang di hantamnya. Tapi Silvana bukanlah Ahli pedang yang baru saja memegang pedang. Dia lihai dalam menggunakan pedangnya. Berkali-kali dia mencoba menebas Oracle, tapi memang masih belum cukup untuk menebasnya karena Oracle juga memiliki kemampuan berpedang yang hebat.
sementara itu. Morgan yang sedang berhadapan dengan Kuro sepertinya mengalami sebuah kelelahan. Yah meski bukan Morgan saja yang kelelahan. Tapi Kuro juga kelelahan saat menahan serangan duabilah pedang Morgan. Pertarungan mereka semakin sengit dan menguras tenaga.
Sampai akhirnya Kuro melakukan ancang-ancang untuk melakukan serangan yang berpusat pada satu titik. Kuro melesat cepat sekali.
... [ Wuzzz ... . ]...
Serangan yang tidak bisa dihindari oleh Morgan menusuk perutnya.
... [ Tes-tes-tes. ]...
Sebuah cairan merah yang keluar dari perut Morgan membuatnya sedikit lemas. Tapi keadaan segera berbalik. Karena Kuro tidak bisa menarik pedangnya kembali. Dan saat itu Morgan dengan sekuat tenaga mengangkat kedua pedangnya, dan.
... [ Slasshhh ... . ]...
Leher Kuro ditebas oleh Morgan. dan Morgan sendiri kehabisan banyak darah dan kemudian dia terjatuh.
disisi lain, Mikasa yang telah mengalahkan Sabrina dan para Prajurit yang telah ditumbangkan Firo. mikasa tidak mengalami luka yang Fatal. Sementara Sabrina telah tertusuk dan berbaring di tanah. " Oh jadi ini kekuatan Assasin Kerajaan, aku ternyata masih jauh ya. Hahaha. Aku kalah dari Assasin Kerajaan dengan cepat sekali. Tapi semuanya belum berakhir. "
" Apa maksudmu? Semua sudah berakhir dan kau tidak bisa lagi melawan. " Mikasa melihat ke Sabrina dengan pandangan yang tajam.
" Sebentar lagi kau akan mengerti bahwa Raja yang kalian lawan bukanlah hanya sekedar Raja. " Sabrina tersenyum
" Apa maksud orang ini dengan bukan sekedar Raja. Atau mungkin. Tekanan Mana macam apa ini? " Mikasa merasakan tekanan mana jahat yang teramat kuat.
Faramis telah menemukan Raja. Dan kini mereka sedang berhadapan. " Oh kau rupanya ya, tidak kusangka kau masih hidup sampai sekarang, kau juga menyamar menjadi Pengawal Mentriku untuk bisa masuk ke Istana Kerajaan, dan kemudian kau melakukan sebuah penyerangan. Aku ingat namamu. Namamu adalah Faramis kan? Murid dari sekolah sihir yang kukirim untuk mengambil kembali kucingku yang hilang. Tapi kau malah kesini sendiri tanpa membawa kucingku. Sangat disayangkan ya. Kira-kira hukuman apa yang pantas untukmu? "
Raja berjalan kearah Faramis. Dengan cepat dia berada didepan Faramis, Faramis ingin menebas Raja itu tapi.
... [ Slash. ]...
Tebasan Faramis di hentikan dengan satu tangan dan pedang Faramis di pegang oleh Raja. Kemudian Faramis ditendang dan terpental ke dinding.
... [ Duk, suet - bregg ... . ]...
" Kau cukup ahli dalam menyusun sebuah rencana, tapi kau sedikit mengambil kesalahan dengan tidak tahu siapa yang kau lawan. Sepertinya Pilarku juga dibuat kesusahan oleh ulah kalian. Aku akan membuatnya semakin menarik. " Raja itu mengumpulkan mana hitam ditelapak tangannya dan kemudian menyebar.
Mana itu masuk kedalam tubuh setiap Pilar. Dan membangkitkan mereka dengan kekuatan yang lebih kuat 100 kali lipat.
Tubuh Kuro yang telah terpotong lehernya, kembali tersambung dan kemudian tumbuh satu sayap iblis di punggung Kuro. Morgan yang berdiri melihat hal tersebut ditentang dan terpental menatap tembok.
... [ **Duezzz ... . ]...
...[ Brell**. ]...
Morgan terbaring tak berdaya saat ini dihadapan monster yang bisa membunuhnya kapan saja. " Hehehe, apa sampai disini saja hidupku? "
Sabrina yang sudah tidak berdaya juga bangkit dan menyerang Mikasa. " Sudah kubilang ini belum berakhir. "
Oracle yang melawan Silvana menjadi lebih kuat dan memojokkan Silvana. Hina dengan kekuatan yang merasukinya membuat anak panahnya lebih kuat, dan menembus anak panah Checil. Checil terluka di bahunya karena anak panah Hina.
Sementara itu Faramis yang sedang berhadapan dengan Raja hanya tersenyum. " Apa kau yakin sudah mengalahkan kami? Pesta baru saja dimulai Wahai Raja palsu. "
" Hahaha, kau membual disaat kau akan mati. Kau juga tahu aku bukanlah Raja sesungguhnya. Jadi aku tidak perlu berpura-pura lagi didepanmu. Akan kuhabisi kau dengan wujud asliku. "
Raja berubah menjadi Iblis dengan dua sayap di punggungnya, dia mengapung di udara. Dan dia memakai sebuah pedang Iblis kegelapan sebagai senjatanya. Nasib teman-teman Faramis berada di ujung tombak kematian. Tapi kenapa Faramis malah tersenyum dan bilang ini masih permulaan. Jadi Faramis sedang merencanakan sesuatu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments