Setelah situasi di Desa Arcyd, Faramis mendatangi Raja dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi, dan Raja memberitahu pada Faramis untuk besiap akan adanya perang antara Kerajaan Arcane dan Kerajaan Vender. Ini akan menjadi perang yang akan menguras sumber daya di kedua Kerajaan tersebut. Dan untuk itu Faramis membuat sebuah rencana yang bisa menguntungkan Kerajaan Arcane. Meski belum tentu juga bisa mengalahkan Kerajaan Vender, karena masih banyak yang belum dia ketahui tentang Kerajaan Vender.
" Baiklah kita akan menggunakan rencanaku jika Raja telah mempercayakan perang ini padaku. " Faramis membungkuk dengan rasa hormat yang di berikan Raja padanya.
Sebuah peperanagan akan menjadi medan dimana semua orang akan berbondong - bondong untuk berbenturan dan hanya memandang maju kedepan membunuh setiap lawannya. Faramis membuat sebauh rencana yang sedikit berbeda dari apa yang dia ketahui. " Apa yang membuat peperangan usai dengan cepat adalah siapa pemimpin mereka. "
Seminggu berlalu dan kini Hari dimana peperangan besar antara kedua Kerajaan telah dimulai. Faramis berdiri di sebuah menara memantau dan memberi koordinasi. Sebagai pihak yang akan diserang oleh lawan, dia menunggu dan memberi pertahanan serta serangan balik yang harus membungkam lawan.
Barisan depan Kerajaan Vender mulai membuat pergerakan dan maju menyerang. Sebuah medan yang sudah disiapkan Farmis. Sebuah Rapalan sihir dari ujung barat sampai timur membentuk sebuah barisan mengeluarkan panah yang banyak sekali, melesat menuju para prajurit Kerajaan Vender. dan membunuh mereka semua.
" Heh, dasar orang itu. Aku akan maju sekarang untuk menemuinya. " Elfergo maju ke garis depan.
Sebuah rapalan sihir terbentuk dan membuat sebuah pusaran angin yang kencang yang melaju menuju prajurit yang berada di garis depan. Tapi Faramis tidak membiarkan itu. " Firo. Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan? "
" Baiklah Tuanku. Firo maju kedepan medan pertempuran. " Firo berubah menjadi Naga Hitam dan terbang ke garis depan.
Sebuah tembakan Api hitam di tembakkan kearah pusaran angin itu dan berhasil menembusnya sampai kemana Raja Kerajaan Vender duduk dan melihat peperangan ini.
Sebuah Perisai yang kuat dari putra Kerajaan Vender, Arden menangkis serangan Firo. Dia memakai baju Zirah dan pedang sebagai senjatanya dan menangkis serangan Firo dengan perisainya.
" Sepertinya terlalu cepat bagi kalian untuk menyerang kesini. Tapi jika itu mau kalian, akan kulayani jika itu bisa membuat Kerajaan Arcane bertekuk lutut.
" Sombong sekali orang itu. " Firo berubah menjadi sosok manusia iblis yang menandakan dia sedang serius.
Firo melesat ke arah Arden. tapi dihentikan oleh seorang dengan bagaimana menyebutnya. dia memiliki sayap seekor burung dan tanduk di tengahnya. terbang menghalangi Firo.
" Jangan menghalangi jalanku! " Firo dengan tidak senang memandang kearah orang itu.
" Meski aku benci untuk memperkenalkan diri kepada lawanku, tapi tidak baik jika orang yang akan kubunuh tidak mengetahui siapa pembunuhnya. Namaku Guardiola aku adalah ras Pegasus yang berevolusi. Dan sepertinya kau ini adalah Ras Iblis yang sama seperti orang yang dikirim ke Arcane untuk merusak Kerajaan dari dalam. Ah, sepertinya dia gagal ya. Dasar iblis tidak berguna. "
Firo langsung melesat menyerang Guatdiola.
... [ Suet, brell. ]...
"Jadi orang itu adalah bawahan dari Kerajaan Vender. Aku tahu sekarang kenapa ini semua terjadi. Jadi kalian yang memulai ini semuanya. " Firo terlihat marah dan melihat kebawah tempat jatuhnya Guardiola.
Peperangan masih berlangsung, sekarang Kerajaan Vender mengerahkan pasukan berkudan dan pemanah dibelakang pasukan penombak dengan tameng, tapi disisi Kerajaan Arcane telah berdiri dua sosok yang kuat. Ruby dan Mhilty berdiri memimpin peleton yang akan menahan dan melawan pasukan Kerajaan Vender yang maju.
" Itu kan Ruby dengan sabit kematiannya dan di sampingnya adalah rasa manusia hewan yang dikatakan kekuatannya melebihi kewajaran. " Seorang prajurit yang berada dibelakang mereka berdua membicarkan mereka berdua.
" Jika kalian takut pulanglah, dan jika kesetiaan kalian kepada Kerajaan Arcane lebih besar dari rasa takut kalian maka ikutilah aku membabat habis mereka yang ada di depan sana. " Ruby menyuarakan genderang perang.
" Aku juga ada disini dasar perumput domba. " Milty yang berada di samping Ruby membuat Ruby jengkel.
" Jika bukan karena ini perang, aku juga tidak akan mau untuk bersamamu disini. " Ruby menghunuskan sabitnya ke leher Milty.
" Hah, itu kan Ruby dan Milty, kenapa kau membuat mereka bersama? apakah tidak apa-apa? " Silvana bertanya kepada Faramis.
Faramis tersenyum dan melihat Silvana. " Kau tidak akan pernah tahu orang yang tidak bisa akur itu kalau sedang bekerja sama akan seperti apa. Kau akan melihatnya sekarang. "
" Hah, aku sungguh tidak tahu jalan pikiranmu. "
Saat itu juga Pasukan Kerjaan Vender sudah mendekat. Dan suara gemuruh itu membuat keributan di depan Ruby dan Milty. " Hoahh ... ayo serang ... "
" Apa kalian tidak tahu kami sedang ribut disini? " Ruby memandang kepada prajurit yang sedang melaju menuju kearahnya.
Sebuah sabit yang konon katanya bisa menebas sejauh mata memandang itu diayunkan dan menebas kaki kuda yang di pakai para pasukan berkuda Kerajaan Vender.
... [ **Slash ... ] ...
...... [ gubrak-gubrak-gubrak**. ]......
Semua kaki kuda dipotong oleh sabit Ruby. " Apa-apaan ini, pasukan berkuda telah terjatuh semua. "
" Kalian juga sedikit mengganggu. " Milty menyerang pasukan pemakai tombak dari ujung sampai ujung. tanpa tersisa.
" Mereka berdua memang monster, untung mereka ada dipihak kita. " Prajurit yang menghembuskan nafas leganya melihat Ruby dan Milty.
" Hoe, kenapa diam saja, ayo maju menyerang, ini giliran kita yang melakukan penyerangan! " Ruby memberi aba-aba untuk menyerang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments