Pagi hari dengan kelembapan tinggi di lembah yang sunyi. Faramis terbangun oleh auman Naga lembah.
"Siapa yang berani kesini untuk mencari harta disini akan aku lenyapkan. " Naga lembah itu muncul didepan Faramis dan teman-temannya.
Dengan cepat Morgan menyiapkan pedangnya dan menyerang Naga lembah itu.
......[Cring ... , pyar ... . ]......
Tidak disangka pedang Morgan langsung patah saat diayunkan pertama kali ke Naga lembah itu.
"Hahaha, pedang seperti itu tidak akan bisa menembus kulitku. Matilah kalian semua dihadapanku. " Naga lembah itu tertawa dan membuat tebing-tebing disekitarnya seperti ingin runtuh.
...[ Suet ... . Brell ... . ]...
Hempasan ekornya sangat kuat membuat bebatuan di sekitarnya hancur. "Apa kalian berencan melawan setelah melihat kemampuanku ini? "
"Kami sedang buru-buru. Jadi, tolong beri kami sedikit kelonggaran. Atau segera berikan kami Batu Rhune yang kau simpan! " Faramis berjalan kearah Naga lembah. tapi dari belakang tiba-tiba Firo berlari.
...[Suet, duak, brull ... . "...
Firo menendang Naga lembah dan membuatnya tersungkur. "Apa-apan ini. Sekarang aku murka pada kalian. "
Naga lembah menarik nafas dan berencana menyemburkan sesuatu dari mulutnya.
...[ Buurrr ... . ]...
Semburan api dan beberapa duri tersembur dari mulut Naga lembah itu ke Firo.
Silavana panik dan berlari kearah Firo. "Firo ... hah, kenapa dia tidak kenapa-kenapa? " Silvana bingung dan berhenti berlari.
Naga lembah kaget dengan apa yang terjadi, karena dia sudah menyemburkan api dan duri beracun kepada Firo, tapi tidak terjadi apa-apa. "Ini tidak mungkin, eh tunggu ... . Kau? "
"Hahaha, sepertinya Firo hebat juga, aku serahkan dia padamu ya Firo, ayo semangat Firo! " Faramis duduk santai melihat aksi Firo.
"Kenapa kau tidak menolongnya? Dia bisa mati nanti. " Silvana bicara dengan Faramis dengan nada kesal.
"Tenang saja. Firo itu kuat, coba lihat siapa sekarang yang terpojokkan? Si Naga itu telah mengeluarkan jurus andalannya. Tapi Firo berhasil menahannya. Lalu kita lihat apa yang akan terjadi. " Faramis mengangguk-angguk menikmati pertarungan ini. Tiba-tiba.
"Maafkan aku ... tolong ampuni aku! " Si Naga lembah malahan bersujud meminta maaf pada Firo.
"Eh, apa yang terjadi. Kenapa dia menyerah semudah itu? " Silvana kaget.
Ternyata Firo merupakan seekor Naga yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan si Naga lembah ini, Naga lembah tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Firo.
" Maaf? Saya tidak tahu kalau itu adalah Anda, karena perubahan wujud menjadi sosok manusia. Jadi, saya tidak begitu mengerti, sekali lagi tolong maafkan saya! Mohon maaf ada keperluan apa Anda datang ke lembah yang lusuh ini?.
"Tuanku sedang mencari Batu Rhune yang kau lindungi, bisakah kamu memberikannya kepadaku? " Firo meminta Batu Rhune itu kepada Naga lembah.
"Tapi, Batu itu kan cuma mitos? Aku sendiri sebagai penjaga lembah ini belum pernah melihatnya. " Naga lembah menjelaskan kepada Firo.
"Oh kau mencoba menyembunyikan itu dari aku, bagaimana kalau kau kubunuh saja. " Firo terdengar kejam kali ini.
" Maafkan saya, tapi saya benar-benar belum pernah melihatnya. " Naga itu berkata sungguh-sungguh kepada Firo.
Faramis menghampiri mereka berdua. " Tunggu, Firo. Sepertinya dia berkata jujur, aku tidak melihat kebohongan padanya. Lalu kalau memang dia sendiri tidak tahu bagaimana bentuk dari Batu Rhune itu sendiri, besar kemungkinan batu itu tidak ada. "
" Kau salah, batu itu benar adanya, legenda mengatakan bahwa Batu Rhune memang tidak mudah didapatkan meski kamu sudah berusaha. Itu seperti sebuah teka-teki. Dan konon katanya Batu Rhune akan muncul saat dua Naga bertemu dan saling menyemburkan api bersama ditengah lembah ini. " Morgan menerangkan legenda yang ada.
" Apa kau tahu sesuatu tentang itu Firo?" Faramis bertanya pada Firo. Firo mencoba mengingat sesuatu.
Dalam ingatan Firo 100 Tahun lalu, dia pernah bertarung dengan Naga lembah, mereka beradu kekuatan, dan semburan api, medan pada waktu merupakan bebukitan, dan kini menjadi lembah yang curam. Dia mengingat bahwa saat mereka berdua beradu semburan api dan mengakibatkan bebatuan di sekitarnya berubah warna menjadi hitam diamond. Dan Naga lembah kalah karena kekuatan Firo lebih unggul. Itu kejadian 100 tahun lalu, mungkin Naga lembah tidak terlalu tahu kalau itu adalah batu yang di cari-cari. Dan kemungkinan efeknya sudah hilang. Jadi selama ini, Naga lembah menjaga sesuatu yang dia sendiri tidak tahu apa itu.
Firo menceritakan kisahnya 100 Tahun yang lalu kepada Faramis.
" Oh jadi, ada sebuah material khusus yang terkandung dalam bebatuan di lembah ini dan hanya bereaksi setelah ada benturan mana dari Firo dan Naga lembah. Firo, kau bisa berubah kewujud nagamu lagi dan melakukan hal yang sama pada 100 Tahun lalu? " Faramis meminta Firo menjadi Wujud Naganya.
Firo berubah menjadi Naga Hitam yang besar membuat Morgan kaget. " Uwoe, apa ini. Siapa sebenarnya dia? "
Faramis menepuk pundak Morgan. " Tenang saja, kita akan segera mendapatkan Batu Rhune yang kita cari."
Morgan terheran melihat penampakan dua ekor Naga di hadapannya.
"Hei kau bisa menahan seranganku sebentar kan? Jangan sampai mati. " Firo meminta Naga lembah untuk beradu semburan api.
... [ **Burrr ... . ]...
...[Duar** ... . ]...
Efek dari hantaman mana mereka berdua terpercik ke babatuan sekitar lembah, akhirnya warna hitam Diamond muncul karena benturan mana mereka berdua.
"Ah ... indah sekali pemandangan ini. " Faramis melihat dengan kagum.
...[Klotak! ]...
Kepala Faramis dijitak oleh Silvana. " Kau gila, kita bisa mati kepanggang karena ulahmu ini meminta mereka beradu. "
"Tapi, memang ini satu-satunya cara mengeluarkan Batu Rhune dan mengaktifkannya. " Morgan memandang kedua Naga itu sedang beradu kekuatan.
"Tenang saja, penghalang yang kubuat tidak akan rusak meski terkena serangan itu secara langsung, apalagi ini cuma percikannya saja. " Faramis telah membuat penghalang yang cukup kuat untuk menahan berbagai kemungkinan.
" Wo ... indah sekali bebatuan di sekitar lembah ini. Hihihi, tolong ya Morgan buatkan aku kalung dari batu itu! Hihihi. " Silvana menarik Morgan untuk mengambil Batu Rhune yang sudah jadi.
Tapi saat Silvana mencoba memungut satu. " Au, panas sekali. "
"Hah, sudah tahu baru matang, malah langsung di pegang, tunggu sebentar kalau mau mengambil itu. " Faramis memegang tangan Silvana dan menyembuhkannya dengan Sihir penyembuh.
Setelah Morgan selesai memungut bahan yang diperlukan, mereka kembali ke Desa Dwarf dengan menaiki Naga Firo.
Setelah satu Minggu, Morgan menyelesaikan senjata buat Faramis dan teman-temannya. Faramis di buatkan pedang katana dengan perpaduan antara warna hitam dan putih. Dengan Warna hitam sebagai bagian yang tajam. Lalu Silvana di buatkan kalung dengan hiasan Batu Rhune dan busur panah dari Batu Rhune. Kemudian Firo dibuatkan Baju zirah yang bisa menahan perubahan wujudnya saat menjadi Naga, dan ini Fleksibel sekali. Lalu Morgan membuat pedang dua bilah yang kembar.
"Oh iya, apakah kalian akan melanjudkan perjalanan kalian, apakah aku boleh ikut. " Morgan menunduk dan ingin ikut serta dalam perjalanan Faramis.
"Tentu saja kamu boleh ikut, besok kita akan berpamitan kepada warga desa dan Ayahmu, dan berterimakasih telah mengijinkan kami tinggal di desa ini. "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments