Istana Kerajaan menjadi medan pertempuran yang sengit antara Kelompok Faramis dan Raja Ibils yang menyamar sebagai Raja Kerajaan Arcane. Meski sepertinya keadaan kelompok Faramis terpojokkan, tapi Faramis tenang-tenang saja.
Morgan yang telah diambang kematiannya saat tebasan kari Kuro mengarah kepadanya.
...[ Slash, Cring ... . ]...
Tebasan Kuro berhasil ditangkis oleh Ruby yang datang tepat waktu. " Oe, kenapa kau babak belur begitu. Mana semangatmu yang tadi? "
" Hem, kau seolah-olah seperti Pahlawan kesiangan yang datang dimalam hari. " Morgan tersenyum.
Ruby langsung mengambil alih pertarungan. Dia tidak lagi berbasa-basi. Dia langsung menggunakan Sabit kematian untuk menebas Kuro.
...[ Slash- slash - slash. ]...
Tanpa perlawanan Kuro tertebas menjadi beberapa keping. Tapi belum berakhir begitu saja. Tubuh Kuro masih bisa kembali menjadi satu, jadi sebelum itu terjadi. Ruby menggunakan Sihir segel kematian.
" Demi jiwa yang telah tiada, aku menyegelmu dalam belegenggu rantai Neraka. Segel kematian aktifkan." Ruby berhasil menyegel Kuro yang tidak lagi bisa menyatukan tubuhnya.
...[ Sementara itu. ]...
Silvana yang terpojokkan oleh Oracle, dan Checil yang terluka parah karena anak panah yang menancap terlalu banyak pada tubuhnya. Tiba-tiba hujan anak panah berhenti. Mhilty keluar dari persembunyian Hana yang memanah tadi dan menunjukkan sebuah jantung yang berada di genggamannya. Dan menghancurkannya.
Mhylti turun dan membantu Silvana. Serangan mereka berdua menjadi lebih efektif dan membuat Oracle terpojok. Satu tebasan mengenai Oracle dan memotong lengannya.
...[ Slashh ... . ]...
" Oh jadi kalian masih punya bala bantuan ya. Hahaha, aku sampai kerepotan begini. Mungkin hanya satu lengan cukup untuk membunuh kalian bertiga. " Oracle berubah menjadi monster dengan tinggi 10 meter.
Sementara itu Mikasa kewalahan menghadapi Sabrina dan hampir terbunuh saat yang tepat Firo berubah dan memegang pedang yang diarahkan ke dada Mikasa. " Firo? Kau menyelamatkanku. Dan kau berubah wujud. Sebenarnya kau ini siapa? "
" Aku hanya Ras Iblis yang membenci Iblis karena melukai teman-temanku. " Firo berubah wujud menjadi manusia setengah Iblis seperti Sabrina, tapi ada perbedaan. Firo memiliki dua sayap dan tanduk dikelanya.
" Kau ini adalah penghianat Ras Iblis, Kau memiliki tanduk Naga itu. " Sabrina terlihat membenci Firo.
" Terserah apa katamu, tapi aku akan membunuhmu karena melukai temanku. " Firo memanggil pedang mana Hitam dan ditebaskan ke Sabrina dan tinggal lengan Sabrina yang tersisa. Kemudian lengan itu di buang Firo.
Firo merupakan Ras Iblis yang telah berhianat kepada Rasnya sendiri dan dia mendapatkan tanduk Naga sebagai tanda dia penghianat Ras Iblis, dan selama ini dia menjalani hidupnya menjadi Naga yang menjaga gua tempat Faramis menemukannya. Dan dia bisa terbebas dari hukumannya itu untuk tetap berada di gua tersebut.
Silvana dan Mhylti memikirkan cara untuk mengalahkan raksasa didepan mereka. Mhylti meminta Checil memanah dua mata raksasa itu sementara dia mengalihkan perhatiannya.
Panah dilontarkan dan mengenai mata Raksasa tepat, kemudian Silvana menebas dada Raksasa itu untuk membuat luka pada dadanya. Mhilty mengambil ancang-ancang dan memusatkan mananya untuk satu serangan. Mhylti melesat dan tepat di luka yang ditebas Silvana. Ia menembus Dada Raksasa itu sampai tembus dan dia keluar dari punggungnya kemudian raksasa itu tumbang.
" Bagaimana ini bisa terjadi, pasukanku, Pilarku bisa dibunuh oleh mereka. " Raja Iblis itu kaget karena semua itu bisa terjadi.
Faramis yang berdarah akibat serangan tadi, memanggil pedangnya dan pedangnya merespon dengan melesat ke genggaman Faramis. " Sekarang giliranmu selanjutnya. " Faramis tersenyum.
" Tolong bisa beritahu Namamu, supaya aku bisa memberitahu Raja, siapa sebenarnya identitasmu. Setelah mengalahkanmu. " Faramis mengacungkan pedangnya ke Raja Iblis itu.
" Baiklah, Namaku Arcail, lagian aku tidak mungkin bisa kau kalahkan, jadi itu hadiah untuk kematianmu saja. " Arcail mengeluarkan mana hitam dalam dirinya yang membuat susana sekitar menjadi mencekam.
" Baiklah, kita lihat saja nanti. "
...[ set- set - set ]...
Faramis bergerak dengan cepat.
...[ **Duak ]...
...[ Brell**. ]...
Arcail terlontar saat ditentang Faramis. " Sebenarnya aku tadi tidak tahu seberapa levelmu, jadi aku membiarkanmu menyerangku, kau memiliki Skill untuk menyembunyikan identitasmu dan Skillmu, jadi aku harus menerima seranganmu dulu supaya aku tahu levelmu, tapi sangat disayangkan, levelmu berada dibawahku."
Arcail bangkit. " Tidak mungkin manusia bisa melampui level Iblis, aku akan menunjukkan perbedaan level kita sekarang. "
Arcail mengangkat tangannya dan mengayunkannya kebawah, sebuah meteor jatuh dan ukurannya cukup besar mengarah ke Istana kerajaan. Faramis diam dan mengangkat tangannya keatas.
" Jadi begitu kau menghadapi lawanmu? Baiklah, penghalang tingkat tinggi. " Sebuah penghalang level tinggi dibuat Faramis menyelubungi Istana, bahkan satu Kerajaan.
Meteor itu menghantam penghalang itu dan hancur berkeping-keping. Faramis memegang pundak Arcail dan berteportasi kesuatu tempat.
" Apa ini? Sihir teleportasi. Ternyata kau cukup hebat dengan menahan meteor itu dan juga bisa menggunakan Sihir Teleportasi. Mungkin aku sedikit meremehkanmu. " Arcail menyerang Faramis.
...[ **Duak. ]...
...[ Duar**. ]...
Efek dari pertarungan mereka di sebuah gurun pasir membuat daerah sekitar menjadi badai pasir yang hebat. Tidak berakhir begitu saja, mereka berdua saling membenturkan Mana satu sama lain tanpa henti, sampai Faramis mengangkat pedangnya dan mengumpulkan Mananya menjadi satu titik di pedangnya.
Arcail membuat penghalang level tinggi, Dan Faramis tidak ragu mengayunkan pedangnya yang dipenuhi Mana yang tak terhitung jumlahnya, diayunkan ke Arcail.
...[ **Slash ... . ]...
...[ Brueelll** ... ]...
Penghalang yang dibuat Arcail tidak sanggup menahan serangan Faramis, Gurun pasir yang dipenuhi oleh pasir kini sudah terbelah menjadi dua akibat tebasan Faramis. Dan tidak menyisakan sedikitpun keberadaan Arcail. Dengan arti bahwa Arcail sudah lenyap dan Faramis menang. Kemudian Faramis berteportasi ke Istana.
Disana dia sudah ditunggu oleh teman-temannya. " Uwoe, Faramis ... "
Morgan berteriak, sepertinya lukanya sudah disembuhkan oleh Silvana. Dan kemudian mereka berkumpul.
" Aku harus menyelamatkan seseorang. Jadi tunggulah disini. " Faramis pergi menuju ruangan yang kemarin dia tidak bisa masuk karena ada penjaganya.
" Jadi Raja yang sebenarnya ada disini. " Faramis perlahan membuka pintunya. Dan,
...[ cuing ... ]...
...[ duak ]...
Faramis dilempar dengan sebuah gelas yang terbuat dari kaca yang tebal dan tidak dimungkinkan pecah. " Ad-duh-duh. "
Kepala Faramis mengeluarkan darah karena serangan mendadak itu. " Kau siapa? Jangan mendekat. "
Seorang gadis ternyata yang ada disana dan bukan Raja. " Kenapa bukan Raja? Kau siapa? "
Faramis bertanya kepada gadis itu. dan dia memegang kepalanya yang berdarah karena dilempar gelas tadi oleh gadis itu.
" Kau bukan orang jahat ya? Maaf, karena tadi pelayan memberitahu kalau ada penyerangan ke Istana, jadi aku berfikir kamu adalah orang jahat. Oh kamu berdarah. " Gadis itu berlari dan mengusap dahi Faramis dengan sapu tangannya.
" Jadi Raja ada dimana? Dan kau siapa? " Faramis sambil memandang gadis yang mengusap dahinya bertanya kepada gadis itu.
" Oh maksudmu Ayah? Dia ada di ruangan didepan sana. " Gadis itu menunjukkan ruangan didepan ruangan yang berhadapan dengan ruangannya.
" Hah, Ayah? Maksudmu kau anak dari Raja? Jadi kau Putri Kerajaan ini? " Faramis kaget dan bengong.
Gadis itu memandang Faramis dengan polos sambil memiringkan kepalanya yang membuatnya kelihatan manis sekali. Akhirnya Faramis menyelamatkan Raja beserta Putrinya yang dikurung di kamar yang berbeda. Dan mengakhiri sebuah Tirani yang menyiksa rakyat Kerajaan ini oleh Arcail.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments