Insiden malam ini telah sepenuhnya selesai, Raja dan Tuan Putri sudah di selamatkan. Faramis dan teman-temannya diundang ke Istana kerajaan besok untuk mendapatkan hadiah dari Raja karena jasa mereka yang telah mengalahkan Iblis yang menguasai Kerajaan.
" Menurutmu kita akan diberi hadiah apa dari Raja? " Morgan bertanya kepada Faramis.
" Entahlah, seingatku kita cuma diundang besok ke Istana kerajaan dan dia bilang akan memberikan kita hadiah." Faramis mengingat kejadian di Istana tadi.
...[ Kejadian penyelamatan Raja malam itu. ]...
" Oh ... terimakasih karena kau telah menyelamatkanku. Apakah putriku juga baik-baik saja? " Raja melihat kebelakang Faramis.
Tuan putri berlari memeluk Raja. " Ayah ... aku kangen memelukmu seperti ini lagi. Aku tadi kaget dan melemparnya dengan gelas karena aku pikir dia adalah orang jahat, tapi dia malah menyelamatkanku. "
" Oh, syukurlah kau baik-baik saja, Hei. Pemuda, siapa namamu? " Raja bertanya kepada Faramis.
" Namaku Faramis. Dan maaf kami telah mengacau di Istanamu. " Faramis menundukkan kepalanya.
" Angkat kepalamu anak muda, kau tidak perlu meminta maaf, ini adalah Insiden yang aku sendiri tidak bisa memperkirakan. Dan apakah benar kau telah mengalahkan Arcail? "
Faramis menganggukkan kepala. " Iya, Arcail sudah binasa, jadi Kerajaan sekarang bisa dipimpin yang Mulia Raja seperti sediakala. "
" Aku ingin berterimakasih atas kerja kerasmu wahai anak muda. Bisakah kau dan teman-temanmu besok datang ke sini lagi untuk menerima hadiah dariku? " Raja mengulurkan tangannya.
Faramis ragu-ragu apakah harus menjabat tangan Raja, karena ini seperti dia setara dengan Raja. Jadi dia memilih untuk menundukkan kepalanya untuk menjaga wibawa Raja. " Baiklah, saya akan datang kesini besok bersama teman-temanku. "
" Ayo kita ke Istana besok teman-teman! " Suara Silvana yang selesai mendengar cerita Faramis.
" Uwoe, tunggu dulu! Aku sedang memikirkan sesuatu, jadi tenang dulu, dan ini hanya saranku saja jika kalian ingin mengikutinya. Tapi jika tidak ya tidak apa-apa. " Faramis melihat ke Silvana yang kegirangang tadi.
Silvana menghampiri Faramis. " Tenang Komandan, aku akan selalu mengikuti langkahmu. Karena kau adalah Komandan kami. Iya kan teman-teman? "
" Tentu saja, kami akan selalu mengikutimu. Jika jalan yang kau ambil nanti itu terjal, maka kita akan melewatinya bersama dan menanggung bebannya bersama. " Ruby yang duduk di pojokan menambahkan.
" Dasar sok puitis. " Mhilty bergumam.
" Apa kau bilang tadi? Dasar kucing jalanan. " Ruby memandang Mhilty dengan tatapan tajam.
" Sarungkan kembali sabitmu! Wahai penggembala domba. " Mhilty tak terima dengan ejekan Ruby.
Seperti biasanya, mereka tidak bisa akur dan bertengkar karena masalah sepele. Atau mungkin mereka memang seperti minyak dan ikan, akan meletup-letup kalau sedang disatukan dalam sebauh penggorengan.
Faramis tersenyum dan berdiri. " Baiklah jika kalian masih ingin mengikutiku. Jadi kita akan tetap datang ke Istana, tapi ada hal yang harus kita diskusikan dengan Raja. "
Haripun berganti, Suasana Istana Kerajaan sangat meriah untuk menyambut kedatangan Faramis dan teman-temannya.
Faramis dan teman-temannya berjalan menghadap Raja. Dan bunyi terompet dan drum mengiringi Faramis.
...[ Tet-tet-teret, drum-dum-dum-dum. ]...
Lagu tentang Pahlawan dilantunkan. Dan sang Raja mengecupkan kedua jarinya membuat musik pengiring ini berhenti.
" Faramis, dan teman-temannya. Karena jasa yang kalian perbuat untuk Kerajaan ini. Aku menobatkan kalian sebagai Ksatria Kerajaan Arcane. Dan untuk pemimpin kalian. Faramis, aku memberikanmu posisi sebagai Komandan tertinggi dari Prajurit Kerajaan Arcane. Dan untuk memberikan hadiah yang pantas kepada Pahlawan Kerajaan Arcane, para petinggi Kerajaan Arcane sepakat memberikan Faramis sebagai tuan tanah di daerah Arcyd yang merupakan tanah yang telah di tinggal Tuan tanahnya karena meninggal dunia. Dengan ini Saya Geraldo Raja ke 19 Kerajaan Arcane mengesahkan hal tersebut. " Raja memberikan sebuah pedang sebagai tanda diangkatnya Faramis sebagai Komandan tertinggi Prajurit Kerajaan Arcane.
Faramis berjalan kearah Raja dan berhenti tepat didepan pedang yang akan diberikan padanya. " Aku menghargai atas semua yang Raja dan Kerajaan Arcane berikan padaku dan teman-temanku. Tapi, ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa menerima jabatan tersebut. Maaf karena ketidaksopanan saya, tapi aku memiliki alasan tersendiri. "
" Apa kau tidak waras? Maafkan aku Rajaku. Aku tidak peduli mereka adalah Pahlawan Kerajaan ini. Tapi mereka telah menghina sebuah pemberian Raja. " Seorang petinggi Kerajaan yang hadir di situ berteriak dan memberikan masukan yang tidak terlalu baik.
" Bukankan lebih tidak sopan orang yang berteriak tidak jelas di acara yang harusnya membahagiakan ini. " Charles, Mentri Kerajaan Arcane membungkam orang yang barusan bersuara keras.
" Hem, aku tidak tahu alasanmu kenapa menolak posisi yang kuberikan kepadamu. Tapi aku akan tetap memberimu hadiah sebagai Tuan tanah di daerah Arcyd, para penduduk menantikan Tuan tanah baru yang bisa mengelola daerah itu. Dan apakah kau juga menolak untuk membantu mereka? " Raja tidak marah dengan keputusan Faramis. Tapi Raja tetap menghadiahi Faramis dengan menjadi Tuan tanah di daerah Arcyd.
Faramis sebenarnya tidak keberatan dengan menjadi Tuan tanah, yang dia tidak mau adalah menjadi seorang Komandan Prajurit Kerajaan Arcane. Jadi Faramis dengan senang hati menerima pemberian Raja. " Untuk membantu penduduk disana dan juga Kerajaan Arcane. Saya bersedia menerima hadiah tersebut. Dan terimakasih atas apa yang Raja berikan kepadaku. "
" Sebagai ganti dari jabatan yang kau tolak, Aku memberikanmu 500 koin emas, dan untuk masing-masing dari temanmu kuberikan 200 koin emas." Raja menambah lagi hadiah untuk Faramis.
Faramis menerima hadiah dari Raja dan melanjutkan acara selanjutnya dengan pesta dan makan- makan di Istana Kerajaan. Saat Faramis sedang ingin menelan satu teguk minuman putri datang menghampirinya. Semua mata tertuju kepada gadis cantik Kerajaan Arcane ini.
" Siapa dia? " Silvana menaruh cemburu karena Putri menghampiri Faramis.
" Dia tuan putri, apa kau tidak tahu itu. Dan sekarang dia sedang mendekati Faramis, hehehe, sepertinya posisimu terancam oleh Tuan Putri ... hei, Silvana ... . " Ruby yang asik memanasi Silvana.
" Hei, dombamu lepas. " Mhilty menepuk pundak Ruby.
Dengan Tololnya Ruby mempercayainya. " Hah, dimana? dima-na? Hoe, kucing liar tak beradab, apa yang kau lakukan. Aku tidak punya domba. Dan kau tahu itu. "
" Em, Anu. Faramis ya? Eh, terimakasih untuk yang kemarin karena telah menyelamatkanku dan Ayahku. " Putri malu-malu dan wajahnya memerah.
" Oh iya, Tuan putri. "
" Panggil saja aku Marsa, tolong jadikan aku sebagai temanmu. Dan panggil aku Marsa." Tuan Putri tambah tertunduk.
Faramis tersenyum dan mengulurkan tangannya. " Baiklah, kita berteman mulai sekarang. "
Marsa menatap Faramis dan menjabat tangannya. " Ah, iya-iya. "
... [ Aku tidak tahu harus ngomong apa pada Faramis. ]...
Marsa masih merasa malu-malu di dekat Faramis, dan Faramis tahu itu. " Marsa, mau bergabung dengan teman-temanku? Mereka pasti menyambutmu dengan senang hati.
Faramis menarik tangan Marsa untuk berkenalan dengan teman-temannya. Pesta selesai dan besok Faramis akan resmi menjadi Tuan tanah Arcyd. Dia berencana akan kesana besok pagi bersama teman-temannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments