Strata sosial

...**Setelah berjalan cukup lama dengan kereta kuda, Faramis berfikir untuk menanyakan mau kemana selanjutnya....

"Woe, kau ingin kemana sekarang?" Faramis sedikit kaku bertanya karena dia berhati-hati kalau salah bicara Silvana bisa tahu kalau dia bukan dari dunia ini.

"Hem ... bukankah kita akan ke ibukota? menurutku kau sedang mengarah kesana karena jalan ini akan menuntun langsung ke Ibukota. " Jawaban yang lempeng dari Silvana.

"O-oh iya aku sedang menuju ke Ibukota. " Faramis mencoba menyesuaikan.

...[Padahal aku sendiri tidak tahu mengarah kemana, huft ... .]...

...Untung Silvana menjawab begitu jadi Faramis tidak perlu repot-repot mencari alasan....

"Oh iya, ini pertama kalinya aku ke ibukota, adakah tempat yang ingin kamu tuju di ibukota? " Pertanyaan yang tepat dari Faramis.

"Hem... aku sebenarnya ingin ke ... Akademi Sihir, aku ingin melihat kesana, katanya satu bulan lagi akan di adakan seleksi masuk jalur beasiswa bagi murid yang berprestasi, karena di Akademi Sihir selain orang yang berprestasi tidak bisa masuk dari kalangan masyarakat. Hanya Bangsawan yang bisa masuk kesana. "

...Jelas sekali tatanan Strata Sosial di negeri ini. Terlalu membedakan kasta....

"Hem ... aku akan mengikutimu sementara waktu, karena aku sedang bosan berada di hutan terus. " Faramis akhirnya mengikuti Silvana dan tujuannya.

...Karena bagi Faramis memiliki teman sangat menguntungkan baginya yang tidak tahu apa-apa tentang dunia ini....

...Setelah melalui pemeriksaan masuk ibukota, Faramis dan Silvana akhirnya sampai di Ibukota....

"Hem ... aku merasakan hawa keberadaan yang aneh dari bangunan tinggi disana. " Faramis melihat istana kerajaan.

"Oh ada apa Komandan? Oh itu istana kerajaan Arcane. suatu hari aku ingin kesana. " Ucapan polos dari Silvana.

"Oh jadi itu istana kerajaan ya, indah sekali. Woe apa kamu lapar? ayo kita cari makan! " Setelah dipikir Faramis harus tahu nilai mata uang yang dimilikinya, jalan satu-satunya yang terlintas adalah dengan membelanjakannya.

...Setelah berkeliling Ibukota, Faramis dan Silvana tiba di Akademi Sihir....

"Jadi ini tempat dimana perbedaan status terlihat jelas. Hah, ingin kubantai orang-orang di dalam sana. " wajah Faramis berubah setelah melihat Akademi Sihir.

"Apa kamu mengatakan sesuatu? " Silvana mengagetkan lamunan Faramis.

"O-o-oh tidak apa-apa, ayo kita lihat tempat lainnya. " Untung Silvana tidak dengar ucapan Faramis.

Satu bulan berlalu dan kini Akademi Sihir telah membuka pendaftaran bagi siswa berprestasi.

"Selama satu bulan aku telah mempelajari konsep sihir yang di ajarkan oleh Silvana, dan banyak hal yang kupelajari darinya, mungkin ini akan menjadi langkah awalku membongkar kejanggalan di kerajaan ini. " Faramis melamun lagi

...Setelah satu bulan di Ibukota, Faramis melihat banyak kejanggalan dari kerajaan ini, terutama para Bangsawan dan orang-orang Istana yang terlalu membebani pajak yang tinggi pada masyarakat kecil dan pedagang....

...[Untuk peserta seleksi masuk Akademi kami persilahkan mengikutinya dengan tertib. Selamat berjuang. "...

...Yang pertama adalah ujian pemakaian sihir dasar. Faramis tidak mengalami sedikitpun dengan masalah ini. Kemudian ujian menyerang memakai senjata, disini ada sedikit kendala....

"Uwoe para Rakyat jelata, aku adalah kakak kelas kalian yang hebat, ayo bermain denganku dan tunjukkan kemalangan kalian. huehehehe. " Salah satu orang yang menjadi Penguji keahlian berpedang yang sombong.

...Penilaian yang tidak wajar di alami oleh peserta, baik secara mental dan serangan yang merusak mental para peserta. Namun, tiba giliran Faramis....

"Oh ... kau terlihat sedikit ahli dalam memakai senjata ya anak kampungan ... hahaha, ayo kita lihat kamu dapat bertahan sampai mana. Hehe. " Senyuman penuh kejijikan terpancar.

...Faramis tidak membalas kata-kata nya, karena baginya tidak elegan jika harus membalas kata-kata tidak bernilai dari sosok yang tidak punya wibawa seperti itu....

...[Slash ... ]...

...[criing ... .]...

...[Tling-tinggi-ting.]...

...Pedang Penguji itu patah di tebas Faramis....

"Hah, apa-apan ini, aku minta tanding ulang, tidak mungkin Rakyat jelata membuatku kalah seperti ini. " Omelan yang tidak terlalu bermakna, tiba tiba ... .

...Dengan cepat Faramis berlari dan menghantam Penguji itu....

...[Gubrak ... .]...

...Dengan keadaan pedang Faramis yang dihadapkan ke leher Penguji itu akhirnya si Penguji menyerah, tapi saat Faramis berbalik dan berjalan....

"Sambaran petir.... " Penguji itu menggunakan Sihir penyerangan ke Faramis.

"Anti Magic aktif. " Faramis mengaktifkan teknik Anti Magic untuk menangkal serangan tiba-tiba itu.

"Sudah-sudah, siapa yang menyuruh kalian menggunakan Sihir di uji coba berpedang ini?, sudah aku ganti Pengujinya." Seorang sepertinya guru di Akademi Sihir ini menghentikan.

...**Suara hati guru itu. **...

...[Apa itu tadi? Bukankah anak itu sedang menggunakan Anti Magic, bahkan dari sekian guru disini tidak ada yang bisa menggunakannya, dan lagi, pedang dari lawannya di patahkan dan dibuat tumbang dengan begitu cepat. Siapa anak ini sebenarnya?]...

"Wah komandan hebat sekali tadi, dan itu sihir apa yang di gunakan? aku bahkan tidak mengajari itu? " Silvana bertanya heran.

"hehehe, itu cuma variasi dari penggabungan sihir. " Faramis mengelak.

...**Suara hati Faramis.**...

...[Untung aku bisa beralasan, kalau aku berbicara kalau itu sihir ciptaanku pada orang yang lebih mengerti sihir, aku akan kerepotan menjawabnya nanti. ]...

"Wah hebat sekali Komandan, bisa ajari aku nanti? " Silvana menatap penuh harap.

"Eh ... e-t-to, iyah nanti akan kucoba ajari caranya. " Faramis bingung harus menerangkannya bagaimana nanti.

"Iiyyyeee, terimasih komandan ... ." Sambil memeluk Faramis.

...**Suara hati Faramis. **...

...[Aaaa, Aset Silvana menekakanku... Hem tapi ini hangat dan bertekstur. Hem ... .]...

...Wajah Faramis sedikit aneh sekarang, memerah dan yasudahlah....

"Pengumuman sebentar lagi, semoga kita bisa masuk Akademi bersama ya Komandan? " Pengaharapan Dari Silvana.

"Yah kuharap kita bisa bersama masuk kesana. "

...Setelah menunggu akhirnya nama orang yang masuk dalam Akademi terpampang di papan pengumuman, Dan di nomer satu Ada Faramis kemudian nomer dua ada Silvana dan terus sampai 20 peserta yang lolos dari banyaknya peserta yang mendaftar....

"Oh jadi cuma duapuluh orang yang terpilih ya, hem, ini akan menjadi minoritas disini dan tidak begitu menguntungkan. Tapi minoritas yang mendominasi bisa aku atur, hehehe. " Rencana Faramis kedepannya adalah mendominasi Akademi Sihir meski dia termasuk kaum minoritas disini.

...Seperti yang terlihat sebelumnya bahwa kebanyakan yang ada di Akademi merupakan anak para Bangsawan, dan jika melalui Strata Sosial yang ada, Faramis tidak diuntungkan karena berada di Strata paling bawah, jika Strata paling bawah hanya kelompok orang lemah, itu hanya akan terjadi sebuah penindasan, dan sepertinya Faramis sudah mengetahui tentang hal itu, tapi jika Strata paling bawah itu kuat, maka saat mereka bangkit, menggulingkan mereka yang ada di atas itu bukanlah hal yang sulit lagi, jadi Faramis akan menggunakan siasat mereka sebagai batu bumerang bagi mereka yang menciptakan Sistem ini**....

Episodes
1 Reinkarnasi
2 Strata sosial
3 Naga hitam
4 Desa Dwarf Dan Pengrajin Senjata Hebat
5 Konflik Dua Naga Dimasalalu
6 Menculik Tuan Putri Bangsa Elf
7 Ruby Sang Gadis Pembawa Sabit Yang Memiliki Dua Kepribadian
8 Kemenangan Faramis Dan Pembalasan Dendam Dimasalalu
9 Seorang Pembunuh Darah Dingin Yang Dibuka Hatinya Oleh Faramis
10 Sosok Seorang Pemimpin Yang Masih Melekat Pada Faramis
11 Penyamaran Masuk Ke Istana Kerajaan
12 Rencana Faramis Meruntuhkan Tirani Kerajaan
13 Penyelamatan Raja dan Putrinya
14 Hadiah Dari Raja Kerajaan Arcane
15 Hari Pertama Menjadi Tuan Tanah
16 Perkembangan Desa Arcyd Yang Perlahan Tumbuh
17 Awal Dari Peperangan Antara Kerajaan Arcane dan Kerajaan Vender
18 Genderang Perang Telah Dimulai.
19 Seorang Dengan Pertahanan Dan Serangan Yang Seimbang
20 Prajurit Bayangan Yang Menerobos Ke Garis Depan
21 Duel Antara Cahaya Dan Kegelapan
22 Karena Berbagi Itu Indah
23 Kedua Anak Yang Pemberani
24 Kedatangan Ruby Dan Cerita Srigala Putih
25 Pertarungan Pertama Bagi Xavi
26 Kilas Drama Dipagi Hari Yang Penuh Dengan Bisikan Kesungguhan Hati
27 Keputusan Xavi Dan Vani Serta Rencana Faramis
28 Hari Pertama Xavi Dan Vani Di Akademi Sihir
29 Melelahkan Sekali Hari Ini
30 Senjata Yang Sama Seperti Senjata Ayah
31 Seorang Petualang Yang Berbeda Dari Yang Lain.
32 Lelah Boleh Nyerah Jangan!
33 Teman Berpetualang Baru Xavi
34 Ketika Xavi Tertawa Seperti Itu Membuatku Yakin Dia Memiliki Rencana Gila
35 Kerja Keras Hari Ini Terbayarkan
36 Rencana Xavi Yang Perlahan Mulai Dijalankan
37 Misi Untuk Prajurit Bayangan
38 Rencana berjalan lancar
39 Pembukaan Restoran Milik Xavi
40 Aku Kembali
41 Kemarahan Xavi Karena Saudaranya Merasa Tidak Nyaman Dengan Mereka Semua
42 Ternyata Sisi Lain Vani Yang Jarang Terlihat
43 Sebuah Dungeon Yang Tersembunyi Berhasil Ditemukan Oleh Cid
44 Wizard King Dan Tombak Pembelah Air
45 Sebuah Senjata Untuk Vani
46 Sihir Kuno Pemanggilan Orang Dari Dunia Lain
47 Ketika Cid Menjadi Sangat Berguna
48 Wajah Yang Tak Asing Dari Balik Topeng
49 Soerang Yang bisa Diandalkan Sebagai Pengintai
50 Drama Xavi Dimulai
51 Seorang Pengawas Dan Pengajar Baru
52 Hari Pertama Xavi Menjadi Seorang Pengajar.
53 Raja Baru Kerajaan Hailink
54 Orang Yang Bisa Diandalkan Dalam Situasi Apapun
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Reinkarnasi
2
Strata sosial
3
Naga hitam
4
Desa Dwarf Dan Pengrajin Senjata Hebat
5
Konflik Dua Naga Dimasalalu
6
Menculik Tuan Putri Bangsa Elf
7
Ruby Sang Gadis Pembawa Sabit Yang Memiliki Dua Kepribadian
8
Kemenangan Faramis Dan Pembalasan Dendam Dimasalalu
9
Seorang Pembunuh Darah Dingin Yang Dibuka Hatinya Oleh Faramis
10
Sosok Seorang Pemimpin Yang Masih Melekat Pada Faramis
11
Penyamaran Masuk Ke Istana Kerajaan
12
Rencana Faramis Meruntuhkan Tirani Kerajaan
13
Penyelamatan Raja dan Putrinya
14
Hadiah Dari Raja Kerajaan Arcane
15
Hari Pertama Menjadi Tuan Tanah
16
Perkembangan Desa Arcyd Yang Perlahan Tumbuh
17
Awal Dari Peperangan Antara Kerajaan Arcane dan Kerajaan Vender
18
Genderang Perang Telah Dimulai.
19
Seorang Dengan Pertahanan Dan Serangan Yang Seimbang
20
Prajurit Bayangan Yang Menerobos Ke Garis Depan
21
Duel Antara Cahaya Dan Kegelapan
22
Karena Berbagi Itu Indah
23
Kedua Anak Yang Pemberani
24
Kedatangan Ruby Dan Cerita Srigala Putih
25
Pertarungan Pertama Bagi Xavi
26
Kilas Drama Dipagi Hari Yang Penuh Dengan Bisikan Kesungguhan Hati
27
Keputusan Xavi Dan Vani Serta Rencana Faramis
28
Hari Pertama Xavi Dan Vani Di Akademi Sihir
29
Melelahkan Sekali Hari Ini
30
Senjata Yang Sama Seperti Senjata Ayah
31
Seorang Petualang Yang Berbeda Dari Yang Lain.
32
Lelah Boleh Nyerah Jangan!
33
Teman Berpetualang Baru Xavi
34
Ketika Xavi Tertawa Seperti Itu Membuatku Yakin Dia Memiliki Rencana Gila
35
Kerja Keras Hari Ini Terbayarkan
36
Rencana Xavi Yang Perlahan Mulai Dijalankan
37
Misi Untuk Prajurit Bayangan
38
Rencana berjalan lancar
39
Pembukaan Restoran Milik Xavi
40
Aku Kembali
41
Kemarahan Xavi Karena Saudaranya Merasa Tidak Nyaman Dengan Mereka Semua
42
Ternyata Sisi Lain Vani Yang Jarang Terlihat
43
Sebuah Dungeon Yang Tersembunyi Berhasil Ditemukan Oleh Cid
44
Wizard King Dan Tombak Pembelah Air
45
Sebuah Senjata Untuk Vani
46
Sihir Kuno Pemanggilan Orang Dari Dunia Lain
47
Ketika Cid Menjadi Sangat Berguna
48
Wajah Yang Tak Asing Dari Balik Topeng
49
Soerang Yang bisa Diandalkan Sebagai Pengintai
50
Drama Xavi Dimulai
51
Seorang Pengawas Dan Pengajar Baru
52
Hari Pertama Xavi Menjadi Seorang Pengajar.
53
Raja Baru Kerajaan Hailink
54
Orang Yang Bisa Diandalkan Dalam Situasi Apapun

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!