Malam hari di Desa Arcyd yang di hiasi bintang dan bulan yang terang. Suasana malam yang tidak terlalu dingin dan membuat setiap insan terbuai dalam mimpi yang indah. Tapi tidak dengan Faramis dan teman-temannya. Sebagai pemimpin, Faramis mencoba mencari cara agar apa yang dialami oleh Desa Arcyd ini segera usai, yaitu sumber pertanian yang kurang suplai akan air. Dan hewan ternak yang sulit mendapatkan rumput untuk pakannya.
Di sebuah sungai yang tidak jauh dari desa. Faramis melihat aliran sungai yang begitu saja melewati Desa Arcyd. Semakin menjauh dari desa dan tidak ada aliran yang mengarah kedesa.
Faramis berfikir bahwa warga desa kesulitan membuat aliran sungai itu mengalir ke desa karena disamping bebatuan yang mengelilingi sungai. Air juga kesulitan untuk naik ke Desa. Jadi Faramis membuat sebuah lingkaran penahan sihir yang di letakkan dibawah dasar sungai. Dan sebelum itu.
"Firo? Kau bisa mengisi lingkaran ini dengan energi apimu? " Faramis bertanya kepada Firo.
" Tentu saja bisa tuan. " Firo menyemburkan energi api kedalam setiap lingkaran yang dibuat Faramis.
...[Burrr ... . ]...
Semua lingkaran itu sudah terisi oleh energi api dari Firo. Kemudian Morgan sudah menyiapkan pipa-pipa yang bisa menampung efek penguapan air. Mereka bekerja keras untuk membuat air bisa mengalir ke desa.
Di desa sudah disediakan bak tampungan yang bisa menampung air yang banyak. Pekerjaan Morgan yang di bantu teman-temannya berasa lebih cepat. Morgan memang pandai besi yang hebat. Hari hampir pagi. Dan banyak dari warga desa yang sudah bangun dan ingin pergi ke ladang mereka.
Saat melihat ladang ada sumber air yang keluar dari pipa dan mengairi tanaman mereka. Warga desa kaget.
" Air dari mana ini? Dan ini adalah aliran air yang diambil dari sungai. " Salah satu warga desa melihatnya kaget dan tercengang.
Morgan dan Silvana muncul dari balik warga desa. " Yah, ini pekerjaan Faramis, dia yang membuat ide seperti ini. Tanpa idenya, aku juga tidak bisa membuat ini jadi bisa mengalirkan air. Dia membuktikan bahwa dia bisa membuat desa ini berangsur pulih dari keterpurukan.
Seorang paman yang memprotes pada saat pengenalan Tuan Tanah yang baru berjalan menuju Morgan. " Baiklah, memang ini mengejutkan bagi kami. Tapi masalah desa ini bukan itu saja. "
Tiba-tiba Faramis menepuk pundak paman itu dan berkata. " Iya, memang ini masih langkah awal kita semua memulai desa yang baru kita akan bangun kembali. Maka dari itu aku memerlukan bantuan dari kalian semua, para warga Desa Arcyd untuk membantuku. Termasuk kau juga paman, kau juga harus membantu kami ya paman! "
Faramis mulai berbaur pada warga desa dan semua menjadi pemandangan yang hangat seolah mereka benar-benar keluarga yang telah menyatu. Marsa melihat Faramis yang berbaur dengan warga Arcyd tersenyum.
Tiba-tiba di belakangnya ada Silvana. " Kau sedang melihat Faramis? "
Marsa terkejut dan langsung berbalik dan menatap Silvana. " Oh, Silvana. Iya, dia orang yang hebat ya. Dia mampu membuat warga desa Arcyd mengakuinya sebagai pemimpin dan sekaligus keluarga bagi mereka. Aku kagum padanya, Hem. "
" Oh, kau mengaguminya ya. Yah aku kembali dulu. " Silvana berbalik dan meninggalkan Marsa.
" Eh, tunggu Silvana! Ah dia sudah pergi. " Marsa kembali dan mengikuti Silvana.
Dalam hati yang cemburu melihat Marsa yang mengagumi Faramis dari kejauhan.
...[ Hah, kenapa juga aku harus memikirkannya. Aku juga tidak akan terlalu peduli tentang Marsa. Hem, tapi ini sedikit menjengkelkan. ]...
Waktu satu minggu berlalu dari saat pertama kali Faramis ke Desa Arcyd. Baik dari kelihatannya dan memang dari keadaanya. Desa Arcyd telah berubah menjadi lebih asri dan hijau. Hewan ternak tidak lagi kesusahan mendapatkan pakan. Dan pertanian maupun perkebunan juga perlahan memperlihatkan pertumbuhan yang baik.
Faramis menggunakan kemampuan sihirnya dalam membuat berbagai macam perubahan yang ada bersama teman-temannya dan warga desa yang dengan senang hati membantu Faramis. Dan pekerjaan sekarang sudah dibagi-bagi.
Ruby sekarang menjadi penggembala domba yang hebat di Desa Arcyd, Kemudian Mhilty diberitugas oleh Faramis untuk mengurusi tambak ikan yang baru dibuat Faramis di pinggir sungai. Ini akan menjadi pendapatan tambahan bagi Desa Arcyd nantinya. Dan Morgan juga membina para pemula untuk belajar menjadi pengrajin alat-alat rumah tangga yang dapat dijual. Berbeda dengan Desa Dwarf, desa tempat asal Morgan yang hanya memproduksi senjata saja. Tapi Morgan tidak mengajarkan penduduk Desa Arcyd menjadi ahli pembuat senjata, tapi mereka diajarkan untuk membuat sesuatu yang bisa digunakan sehari-hari. Ini ide Faramis yang melihat peluang yang ada sebagai pemimpin yang akan membuat desa Arcyd lebih maju.
" Yah, sepertinya pekerjaanku untuk memonitor semua akan segera dimulai. Berhubung masih pagi. Aku akan membuat segelas kopi untuk menikmati sapaan mentari pagi kali ini. " Faramis berjalan ke dapur dan terhenti saat ada Marsa membuat kopi.
" Eh, anu. Ini kopi untukmu. " Wajah Marsa memerah saat melihat Faramis.
" Uoh, terimakasih untuk kopinya. Eh, kenapa kamu tahu aku mau minum kopi? " Faramis melihat Marsa dan membuat semakin memerah nya wajah Marsa.
Dari belakang, Silvana datang. " Kenapa kau hanya membuatkan Faramis? Aku juga mau satu. "
" Hoe, jangan begitu Silvana, dia kan seorang putri. " Faramis mencoba menghentikan Silvana.
" Terserah, aku mau keluar dan mencari sesuatu hal lain. " Silvana berjalan keluar.
Faramis dan Marsa melihat Silvana dengan pandangan yang bingung. " Silvana kenapa ya? "
" Entahlah, mungkin efek bangun tidur. " Faramis mengangkat pundaknya dan dia sendiri menganggap itu tidak apa-apa.
" Apakah aku harus membuatkan Silvana kopi juga? Mungkin itu bisa meredam amarahnya. " Marsa berfikir ini tentang masalah kopi.
" Sudahlah, lagian dia juga sudah jauh. Nanti malah dingin kopinya menunggu dia kembali. Eh, Marsa mau nemenin aku ngopi gak di teras rumah? " Faramis membuyarkan suasana.
" Eh, apa tidak apa-apa, aku menemanimu? " Marsa sedikit caggung.
" Tentu saja, jika kamu mau. Lagian kamu sendiri kan disini juga tidak ngapa-ngapain. Lebih baik nikmati pagi ini dan aku akan membuatkan kopi untukmu, tidak baik seorang putri membuatkanku kopi. Aku mau membuatkan satu cangkir untukmu sebagai tanda terimakasih mau menemaniku ngopi. " Faramis langsung mengambil air untuk di panaskan.
" Eh, tidak perlu serepot itu, aku akan membuatnya sendiri." Marsa memegang cangkir yang sama yang akan dibuat kopi oleh Faramis.
" Eh, tidak apa-apa. Apa kau menolak ucapan terimakasihku ini? " Faramis memegang tangan Marsa.
... [ Ehem. ]...
" Apa kalian melihat Silvana? " Checil membuat Faramis dan Marsa kaget.
" Oh- oh, Silvana tadi keluar mencari angin segar katanya. " Faramis sedikit gugup.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments