Menikah adalah hal paling dinantikan oleh setiap pasangan. Tetapi bagaimana kalau pernikahan terjadi karena adanya sebuah perjanjian.
💔💔💔💔
Johan sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Safitri dan Ratna sedih melihat kondisi Johan. Karena tumor yang sudah menjalar di kakinya, terpaksa harus di lakukan tindakan operasi di kakinya, dan Johan harus mengikhlaskan kehilangan satu kakinya.
Safitri dan Donita sepakat untuk melangsungkan ijab kabul di rumah sakit. Dua keluarga sudah berkumpul. Donita dan keluarganya sudah datang beserta penghulu. Ratna sudah siap dengan kebaya putih yang sudah terpakai di badannya.
Ratna terkejut saat keluarga calon suaminya datang, ternyata ada salah satu dari mereka yang sangat Ratna kenal.
"Kak Reyvan?"
Reivan adalah adik dari Rehan dan juga kakak kelasnya. Reivan pun tak kalah terkejut melihat calon kakak iparnya yang ternyata adik kelasnya.
"Ratna?" panggil Reivan.
"Loh kalian sudah saling kenal?" tanya Donita.
"Dia adik kelasnya Reivan, mah!" jawab Reivan.
Jantung Ratna berlari kencang, dia merasa cemas bagaimana kalau Reivan menceritakan kepada teman-temannya di sekolah? Pasti pada detik itu juga, Ratna akan langsung di keluarkan dari sekolah.
Johan sudah membuka matanya meski kondisinya masih sangat lemah. Johan tersenyum melihat Ratna memakai kebaya putih dan terlihat sangat cantik. Johan meminta Ratna untuk mendekat padanya. Johan mengusap pipi Ratna dan tersenyum.
"Anak Bapak cantik." ucap Johan lirih.
Ratna meraih tangan Johan di pipinya, lalu mencium punggung tangan Johan. Air mata Ratna mengalir melihat kondisi ayahnya dan juga harus menikah secepat ini. Johan menghapus air mata Ratna yang mengalir membasahi pipi Ratna.
Setelah semua siap, Rehan dan Ratna duduk berjejer, segera Rehan mengucapkan ijab kabul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ratna Amelia binti Johan Aryawan dengan mas kawin tersebut, tunai!"
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu.
"Saaah!" jawab mereka serempak.
Kini, Ratna dan Rehan sudah sah menjadi sepasang Suami-Istri.
Johan tersenyum bahagia. Dengansuara lemas, Johan berkata pada Rehan untuk menjaga Ratna.
"Nak Rehan, Bapak nitip Ratna sama kamu."
Rehan mengangguk namun dalam hatinya sedang mengumpat kesal.
Johan tersenyum lalu perlahan memejamkan matanya. Ratan dan Safitri terkejut. Ratna mencoba memanggil Johan, namun tak ada respon. Begitu juga dengan yang lainya. Gunawan langsung keluar untuk memanggil Dokter.
Dokter tiba dan langsung memeriksa keadaan Johan. Dokter menggelengkan kepalanya dan menutup seluruh tubuh Johan.
"Maaf Bu, Bapak Johan sudah meninggal dunia."
Tangis Ratna dan Safitri langsung pecah. Donita berusaha untuk menguatkan keduanya.
"Sabar Ratna, Safitri." lirih Donita.
Meski sudah melakukan upaya apapun untuk menyelamatkan nyawa Johan, namun memang kondisi Johan yang sudah sangat parah membuat nyawa Johan tidak bisa di selamatkan lagi.
"Safitri, kuatkan dirimu Mbak. Ini sudah takdir. Mungkin dengan ini Johan sudah tidak merasakan sakit lagi." ucap Gunawan yang juga merasa kehilangan Johan.
-
-
-
-
Proses pemakaman Johan sudah selesai, dan malamnya dilanjutkan dengan acara tahlilan.
Beberapa orang berkumpul di kediaman Safitri untuk membacakan doa. Terdengar alunan surat Yasin di ruang tamu rumah kontrakan Safitri. Safitri dan Ratna mencoba untuk menguatkan diri.
Donita dan Gunawan ikut membacakan surat Yasin. Keduanya nampak sangat iba melihat kondisi Safitri dan Ratna sekarang. Mereka ingat betul dulu saat masih sama-sama hidup susah, keluarga inilah yang selalu membantu hidup mereka. Setelah kelahiran anak keduanya Donita dan Gunawan mencoba mengadu nasib ke kota dan berkat kegigihan dan kepintaran Gunawan kini keluarganya keluar dari kemiskinan.
Malam semakin larut, Donita dan Gunawan pamit pulang. Donita meminta kepada Ratna untuk ikut bersamanya karena kini Ratna adalah menantu mereka.
Ratna memohon kepada kedua mertuanya untuk mengizinkan dirinya tinggal beberapa hari di rumahnya, sampai hari ke tujuh kematian Johan.
"Boleh ya, Tante, Om." pinta Ratna.
Donita mengusap wajah Ratna, "kok masih manggilnya Om sama Tante?" tanya Donita.
"Iya nih. Panggil kami Mamah sama Papah dong Ratna," sambung Gunawan.
Dengan malu-malu, Ratna mencoba memanggil mereka dengan sebutan Mamah dan Papah. "Baik Mah, Pah."
Donita dan Gunawan serta Safitri tersenyum melihat wajah wajah malu-malu Ratna.
"Ya sudah kami pulang dulu. Dan maaf Rehan tak bisa ikut ke sini, dia sedang ada urusan." ucap Donita bohong dan dia tahu jelas kalau anaknya itu pasti menemui kekasihnya, Karin.
Rehan dan Karin sedang makan malam di salah satu restoran mewah. Terlihat banyak makanan yang ada di meja sepeti keduanya sedang berpesta dan merayakan sesuatu. Apa yang rayakan? tentu saja pernikahan Rehan dan Ratna. Karin tahu tentang semua itu, sakit hati? tentu tidak. Dari awal menjalin hubungan dengan Rehan, Karin hanya menginginkan sebuah kesenangan dari Rehan.
🌸🌸🌸🌸
Setelah tujuh hari, Ratna di jemput oleh keluarga Gunawan, namun lagi-lagi Rehan tak menampakkan batang hidungnya, ya terlihat hanya Reivan. Ratna masuk kedalam mobil Donita setelah berpamitan dengan Safitri dan adiknya, Yuli.
Didalam mobil kecanggungan terjadi antara Reivan dan Ratna. Bagaimana bisa Ratna mempunyai adik ipar yang mempunyai sifat dingin seperti Reivan. Mobil hitam itu memasuki gerbang rumah besar dan luas. Ratna mengingat awal datang ke rumah itu dan mendapat sebuah penolakan dari penjaga rumah. Namun siapa sangka kini Ratna masuk bahkan akan tinggal di rumah besar itu.
Ratna membuka pintu mobil setelah sampai di garasi rumah besar itu. Ratna terperangah melihat betapa besarnya rumah mertuanya.
"Ayo Ratna masuk!" ajak Donita.
Donita menggandeng tangan Ratna dan mengajak masuk ke dalam rumah. Donita menyuruh Ratna untuk beristirahat di kamar atas, tepatnya di kamar Rehan. Ratna mengangguk dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Rehan. Namun Ratna menghentikan langkahnya saat melihat Reivan.
"Kak Reivan. Tolong jangan kasih tahu ke siapapun di sekolah. Aku gak mau dapat masalah, tolong kak," pinta Ratna dengan wajah memelas.
"Gak penting juga buat aku. Dan satu lagi, kamu gak perlu manggil aku Kaka lagi. Sekarang kamu kakak ipar aku." jawab Reivan datar, lalu melangkah masuk kedalam kamarnya, tepatnya di sebelah kamar Rehan.
Reivan sebenarnya anak yang baik, seratus kali lebih baik dari pada kakaknya, Rehan. Namun sikapnya yang dinginnya lebih dominan dari pada sifat hangatnya. Reivan sebenarnya merasa kasian harus melihat Ratna yang harus menikah dengan kakaknya, dia tahu kalau Rehan punya sifat liar terutama saat di atas ranjang. Reivan pernah sekali melihat kakaknya membawa Karin ke rumah saat orang tuanya pergi keluar kota.
Reivan ingat betul saat keduanya pulang dalam keadaan mabuk dan langsung masuk kedalam kamar. Saat Reivan akan kembali ke kamarnya, Reivan melihat kamar kakaknya sedikit terbuka, Reivan bisa dengan jelas mendengar desahan-desahan kenikmatan di dalam kamar kakaknya dan Reivan tahu apa yang sedang keduanya lakukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Rini Rusmini
ljt
2021-05-28
0
Bundanya Robby
lanjut Thor nyimak dulu ya..💪💪💪💪
2021-02-18
0
3 semprul
suka ceritanya..., 👍👍👍👍
2021-02-10
0