Semua hal buruk yang terjadi di kehidupan ini anggap saja sebuah ujian dalam hidup kita. Meski sulit untuk menjalani, namun AKAN INDAH PADA WAKTUNYA, itu lah kata-kata yang membuatku semangat untuk melewati kesulitan dalam hidupku.
🌸🌸🌸🌸
Sepuluh tahun sudah Ratna berpisah dari Monica, anak kandungnya karena mantan suaminya, Rehan Alandra membawanya ke luar negeri. Saat dirinya dan Rehan berpisah, suaminya sama sekali tidak mempermasalahkan hak asuh anak mereka, Monica Alandra Putri. Namun lima tahun berlalu saat Ratna memutuskan untuk menikah kembali dengan sahabatnya, Angga Pratama, Rehan mulai mengusik kehidupan Ratna kembali, Rehan mendadak meminta hak asuh atas Monica.
Aneh?
Saat itu Rehan mengatakan jika dirinya tidak bisa jauh dari Monica karena istri barunya, Winda, tidak bisa memberikannya seorang anak. Aneh, padahal saat Ratna menggugat cerai dirinya, Winda selingkuhannya itu sedang hamil, tetapi ternyata anaknya meninggal bahkan sebelum dia lahir ke dunia.
Kondisi keuangan keluarga baru Ratna yang saat itu sangat memprihatinkan, membuat Ratna harus merelakan Monica di bawa oleh mantan suaminya. Ratna dan Angga tidak bisa berbuat apapun saat itu karena uang di atas segalanya saat itu.
Tiga tahun kepergian Monica Ratna melahirkan anak laki-laki dari pernikahan keduanya. Ratna dan Angga memberikan dia nama, Rangga Pratama.
Saat itu Ratna beruntung karena di pertemukan dengan keluarga baik dari sahabat temannya Egi Pramuja. Keluarga itu meminjamkan modal untuk Ratna memulai bisnis barunya. Bisnis cake and bakery Ratna sukses dan Ratna berhasil membuka cabang di beberapa kota.
Ratna menyibukkan diri untuk membuang rasa sedihnya karena anak kandungnya membenci dirinya dan Ratna tidak tahu kenapa.
Suatu hari, satu hal yang membuat Ratna terkejut adalah saat suaminya memberikan kejutan untuk dirinya, Ratna merasa heran saat itu, jarang sekali suaminya memberikannya sebuah kejutan. Ratna sudah tidak sabar menunggu kejutan dari suaminya.
Ratna terkejut saat itu karena kejutan dari suaminya adalah anak perempuan yang sangat Ratna rindukan, Monica Alandra Putri. Ratna begitu bahagia, bahkan kebahagiaannya saat itu tidak bisa Ratna lukiskan. Ratna akhirnya bisa bertemu dengan Monica kembali. Ratna langsung mencium dan memeluk anaknya itu.
Ratna sangat terkejut saat mengetahui kalau suami dan sahabatnya yang membawa Monica tanpa sepengetahuan Rehan. Dan ternyata semua itu di dalangi oleh Reivan, mantan adik iparnya.
Monica juga menceritakan pada ibunya kalau ternyata dia sengaja di sekolahkan di sekolah asrama, karena Winda tidak ingin mengurus dirinya, Monica mengaku tidak kekurangan uang tetapi dia kekurangan kasih sayang.
Ratna takut semua ini akan menimbulkan masalah baru untuknya dan Rehan, dan benar saja, baru beberapa hari Monica tinggal di rumahnya, Rehan datang bersama Winda dan ingin membawa Monica kembali. Ratna berusaha menahan Rehan untuk tidak membawa Monica. Apalagi setelah Ratna tahu ternyata Rehan memanfaatkan Monica untuk mendapatkan harta warisan orang tua kandungnya yang akan menyerahkan 50% dari harta mereka termasuk aset perusahaan.
Keterlaluan Rehan, bahkan dia sanggup berbuat kasar pada Ratna didepan suaminya sendiri.
Beruntung Ratna mendapatkan suami sebaik Angga, yang tidak tinggal diam saat melihat Rehan menarik rambut Ratna secara kasar serta memaki Ratna. Angga langsung menghajar Rehan sampai babak belur dan menyeretnya keluar dari rumah.
Ratna merasa beruntungn dulu sudah memutuskan untuk berpisah dari Rehan. Saat Angga menyeretnya keluar rumah, saat itu juga Reivan datang bersama keluarganya.
Mereka bertanya apa yang terjadi, kenapa Rehan babak belur?
"Maaf Bapak-ibu Alandra, sebaiknya bawa mereka berdua pergi dari rumah kami," ucap Angga, menunjuk Rehan dan Winda dengan tangannya dengan penuh emosi.
Rehan tidak terima di perlakukan seperti itu oleh Angga. Rehan balas memukul Angga. Namun sebelum kepalan tangannya sampai ke wajah Angga, Egi lebih dulu menahannya.
"Rehan, jangan membuat malu kami dengan sikap kasar mu," bentak Gunawan.
"Mereka dulu yang mencari masalah dengan ku. Mereka membawa Monica tanpa sepengetahuan ku," bela Rehan.
"Mas Rehan sendiri yang tidak mengizinkan Monica untuk bertemu dengan ibu kandungnya," ucap Reivan yang mulai menaikan nada bicaranya. "Jangan pikir aku tidak tahu alasan kamu mengambil Monica dari Mbak Ratna, itu karena separuh harta Mamah sama Papah yang akan di berikan untuk Monica dan Mbak Ratna lah yang akan menjadi wakilnya sampai Monica dewasa, Mas Rehan tidak terima dan mengambil Monica dari Mbak Ratna, iya, 'kan Mas Rehan?" Reivan menekan kata-kata terakhirnya.
Rehan tidak terima dengan kebenaran yang di ungkapkan oleh adik kandungnya sendiri. Rehan mencengkram kerah kemeja Reivan dan mendorongnya ke dinding.
"Diam, jangan ikut campur urusan ku," bentak Rehan.
Semua orang syok melihat perkelahian saudara kandung itu. Tiba-tiba Gunawan merasa sakit di dada kirinya. Donita terkejut dan berteriak memanggil suaminya.
Ratna dan Angga langsung menghampiri mereka dan langsung membawa Gunawan ke rumah sakit.
"Pah, papah kenapa?" tanya Ratna saat melihat mantan mertuanya kesakitan. Angga langsung melesat menuju rumah sakit mengunakan mobil dengan kecepatan penuh.
Sebelumnya Ratna juga meminta tolong pada Egi dan Talita untuk menjaga Monica dan Rangga, karena aku takut jika Rehan dan Winda akan mengambil Monica saat mereka tidak di rumah.
Tidak menunggu waktu lama, mobil yang Angga kemudikan melesat cepat menuju di rumah sakit terdekat.
"Sepertinya papah Gun terkena serangan jantung," ujar Ratna. Ratna menoleh ke jok belakang dan melihat Donita menangis melihat kondisi suaminya.
Ratna kembali teringat pada ibu kandungnya, Safitri, beliau meninggal beberapa tahun yang lalu.
Di belakang mobil mereka ada mobil Reivan, dengan Rehan dan Winda berada di dalamnya. Ada rasa lega di dalam hati Ratna dan Angga karena kedua orang itu ikut mereka ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Angga membawa Gunawan ke ruang IGD. Dokter pun langsung menanganinya, beliau benar terkena serangan jantung.
Setelah dipindahkan ke ruang perawatan, Gunawan tersadar, beliau meminta Ratna untuk mendekat ke arahnya.
"Ratna …." Panggilannya lirih. "maafkan kami … gara-gara kami menikahkanmu dengan Rehan dulu, kamu jadi menderita," ucap Gunawan lirih.
Ratna menggenggam tangan mantan mertuanya itu. "Tidak Pah, itu sudah berlalu. Ratna sekarang sudah bahagia," ucap Ratna lirih.
"Ratna, saya minta tolong …setelah saya pergi nanti, saya mohon jangan lupakan keluarga ini. Tolong tetaplah menganggap istri saya dan Reivan seperti keluarga kamu," pinta Gunawan.
"Tentu, Pah. Untuk selamanya kalian tetaplah keluarga ku." Ratna tidak sanggup lagi untuk menahan air matanya
"Cepatlah sembuh, biar kita bisa bersama lagi," ucap Ratna.
Ratna melihat Gunawan tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, "papah tidak kuat lagi."
Donita menghampiri suaminya dan Ratna diraihnya tangan suaminya dan menggenggamnya lalu menciumnya. Donita menangis karena tidak sanggup melihat kondisi lemah suaminya. Meski tidak muda lagi tetapi rasa cinta mereka tidak pernah pudar.
Gunawan mengulurkan tangannya ke wajah istrinya, beliau menghapus air mata Donita. "Jaga diri mamah baik- baik."
Setelah itu beliau langsung tidak sadarkan diri, Reivan segera memanggil Dokter dan setelah dokter memeriksanya ternyata Gunawan telah berpulang, beliau meninggalkan mereka semua selamanya. Tangisan semua orang langsung pecah di ruangan itu. Rehan secara mendadak langsung memukul wajah Reivan.
"Ini semua gara-gara kamu, Reivan," bentak Rehan.
Angga langsung memisahkan keduanya, "Kalau kalian mau ribut jangan di sini! Ini rumah sakit." Rehan langsung melepas cengkraman tangan nya dari kerah kemeja Reivan.
Setelah itu mereka langsung mengurus kepulangan jenazah Gunawan dari rumah sakit itu.
Beberapa hari setelah kepergian Gunawan, pengacara keluarganya membacakan surat wasiat yang di tinggalkan oleh beliau. Benar saja, setengah dari hartanya di berikan untuk Monica termasuk aset perusahaan.
Rehan tidak terima dan mengatakan jika dirinya lebih berhak untuk menjadi wakilnya sampai Monica dewasa nanti. Ratna dan Angga sudah sepakat akan memberikan semua itu pada Rehan anggap saja itu sumbangan untuk orang serakah seperti Rehan.
"Oke. Aku akan memberikan 50% itu padamu Rehan, tetapi jangan pernah usik kehidupan kami lagi. Dan biarkan Monica bersama kami," ucap Angga.
Reivan terdengar tidak terima, "Monica juga berhak untuk mendapatkannya."
"Mas Rehan, jangan keterlaluan. Kamu akan mengambil semua hak anakmu?" tanya Reivan.
"Kenapa Reivan, mereka sendiri yang memberikannya. Tapi baiklah aku akan memberikan 15% untuk Monica."
Setelah semua itu selesai Ratna dan Angga memutuskannya untuk segera pergi dari rumah masa lalu Ratna itu. Ratna sangat bahagia akhirnya akan ia bisa berkumpul dengan anak perempuannya. Keduanya pun langsung secepatnya mengurus kepindahan Monica.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Tiwik Refresi Wiyono
dasar si Rehan serakah
2022-08-20
0
Bundanya Robby
reivan bijaksana ......💪💪💪🙏🙏
2021-02-18
1
itin
keserakahan rehan karna hasutan winda istrinya. karna istrinya menganggap rehan bak bank keliling 🤣🤣 yang bodoh dan mudah untuk dimamfaatkan
2021-02-12
4