Diantara dua hati
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Tengah malam segerombolan orang di dalam rumah besar sedang berjalan mengendap-endap, sekiranya ada lima orang. Perlahan salah satu diantara mereka membuka salah satu pintu kamar di rumah itu. Mereka melihat ada seseorang yang tertidur sambil memeluk boneka kesayangnnya. Salah satu diantara mereka mengulurkan tangannya ke sakelar lampu di kamar itu dan
"AAAAAAAAA, MAMAH."
Suara perempuan menjerit ketakutan. Namun tak berselang lama, lampu kembali menyala dan SURPRISE.
Angga, Ratna, Talita dan Egi, Nani, mereka memberikan kejutan ulang tahun untuk Monica. Monica yang tadinya ketakutan karena gelap sekarang menjadi berbinar, dia bahagia karena sekarang begitu banyak orang yang memerhatikan dirinya.
Ratna membawa kue ulang tahun dengan lilin angka 18 diatasnya. Ratna mencium pipi anak kesayangannya, setelah melewati 10 kali ulang tahun anaknya, kini Ratna bisa kembali merayakan ulang tahun bersama Monica.
"Terima kasih, ayah, Bunda," ucapnya pada Angga dan Ratna.
"Kok terimakasihnya cuma sama ayah sama Bunda, Om Egi sama Tante Talita enggak nih," tanya Egi dengan wajah di buat sedih.
Monica tersenyum malu, "Makasih om Egi dan Tante Talita." Ada yang aneh saat menyebut nama Talita. Monica menyebut nama Talita dengan sangat malas.
"Sama-sama sayang," ucap Talita.
Talita memberikan kado boneka Tedy bear berwarna ungu kepada Monica. Monica menerima boneka itu, lalu membuangnya begitu saja dan itu mengejutkan semua orang yang ada disana.
"Monica gak suka hadiah Tante. Kalau mau ngasih hadiah yang berkelas dikit napa sih. Kaya kalung apa cincin berlian gitu," ucap Monica kasar.
"Monica enggak boleh gitu sama Tante Talita loh. Dia ngasih ini karena dia tahu kalau kamu suka boneka," bela Ratna.
"Enggak.! bonekanya jelek. Monica mau tidur saja."
Monica menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya. Ratna menghela nafas berat, dia berbalik menatap kearah Talita yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Maafin sikap Monica ya Lit." ucap Ratna yang sangat tak enak hati pada sahabatnya itu.
Sebenarnya bukan tidak suka pada boneka, tetapi Monica tidak suka pada yang memberikannya, mungkin efek kecemburuannya pada Talita.
Ratna dan yang lainya memutuskan untuk keluar dari kamar Monica. Ratna sungguh tak enak hati pada Talita, apalagi Talita terlihat sangat sedih sampai menitihkan air matanya.
"Lit, aku minta maaf atas nama Monica ya." ucap Angga.
"Enggak apa-apa kok, Mas Angga," balas Talita.
Egi merangkul pundak Talita, kasih sayangnya untuk Talita sangat tulus. Kebaikan hati Talita mampu meluluhkan hati es Egi. Egi dan Talita, keduanya, memutuskan untuk pulang.
Angga dan Ratna mengantar keduanya sampai depan rumah mereka. Keduanya menunggu sampai mobil itu keluar dari halaman rumah mereka. Egi membunyikan klakson sebelum melajukan mobilnya, Ratna dan Angga melambai ke arah Egi dan Talita lalu kembali masuk kedalam rumahnya.
Angga melingkarkan tangannya ke pinggang Ratna, keduanya berjalan memasuki kamar mereka. Ratna masih tak enak hati atas sikap Monica pada Talita, Angga terus memperhatikan wajah sedih istrinya.
"Kenapa, Bun. Kok keliatan sedih? ini hari ulang tahun anak kita loh." tanya Angga yang sudah merebahkan dirinya di atas ranjang.
Ratna ikut merebahkan dirinya ke ranjang di samping suaminya. "Yah, aku masih enggak enak sama Talita atas sikap Monic padanya."
Angga memalingkan wajahnya ke samping menatap istrinya. "Ya memang, tapi kamu tahu kan Monica kenapa bisa bersikap seperti itu pada Talita." Ratna mengangguk.
Ratna menoleh kearah suaminya, "aku tahu alasannya, tapi ini sudah tidak benar. Monica kita sudah dewasa, mungkin kalau dia masih kecil itu aku masih bisa memakluminya. Ayah mengerti kan maksud Bunda?"
Sesaat Angga diam, dia mencoba mencerna kata-kata istrinya. Itu benar, Monica kecilnya sudah dewasa, dia sudah punya ketertarikan pada lawan jenisnya. Angga takut kalau Monica akan berbuat lebih jauh dari sekarang.
"Ayah ngerti, Bun."
Ratna dan Angga sama-sama takut kalau Monica akan menjadi benalu di antara hubungan Egi dan Talita. Keduanya mencoba untuk berfikir positif, mereka juga percaya pada Egi, percaya dengan sikap Egi yang dewasa dia pasti bisa mengendalikan keadaan nanti.
"Sudah Bun, jangan terlalu dipikirkan. Kita istirahat saja sekarang," ajak Angga di ikuti anggukan Ratna.
Keduanya membungkus diri mereka dengan selimut tebal. Angga tidur dengan posisi menyamping memeluk Ratna.
"Bun," panggil Angga.
"Hmmmmm," jawab Ratna.
"Bikin adik buat Rangga sama Monic yuk." Mata Ratna terbelalak dan satu cubitan berhasil mendarat di perut Angga dan Angga langsung menarik selimut menutupi seluruh tubuh mereka.
Di tempat lain....
Egi menghentikan mobilnya saat sampai di depan pintu gerbang di kediaman keluarga Sanjaya.
"Sudah sampai tuan putriku," ujar Egi.
Tak ada sahutan dari wanita di sampingnya, Egi menoleh ke arah Talita yang nampak masih sedih. Egi meraih tangan Talita lalu mencium punggung tangan Talita membuatnya tersentak.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Egi.
"Enggak kenapa-napa kok, ⁰0⁰Mas," jawab Talita.
"Bohong. Buktinya mata kamu sampai keluar air mata." Egi mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata di sudut mata kekasihnya itu.
"Kamu masih kepikiran soal sikap Monica?" tanya Egi yang membuat Talita terdiam.
"Dia kayaknya benci banget sama aku, Mas."
Egi tersenyum lalu mengecup kening Talita. "Dia marah sama aku, sayang. Kamu tahu dulu aku sangat dekat dengan Monica bahkan dia selalu menangis saat aku tinggal pergi, dan saat aku pindah kuliah ke luar negeri aku ninggalin dia pas dia tertidur."
Egi mengingat saat Angga menghubungi dirinya dan mendengar Monica menangis sampai sesegukan, bahkan Monica tak memperbolehkan Angga untuk mematikan sambungan video call nya dengan dirinya. Cukup lama Egi duduk memandang Monica kecil yang menangis sesegukan. Dan mungkin karena lelah menangis, Monica tertidur, baru setelah itu Egi bisa memutuskan sambungan video call nya, dan itu terakhir kalinya Egi melihat Monica kecil, karena setelah itu Egi mendapat kabar kalau Monica di bawa oleh mantan suami Ratna keluar negeri.
Talita mendengarkan cerita kilat Egi, bukannya dia tak mau mengerti akan perasaan Monica, tetapi kini Monica sudah dewasa dan pasti Monica menyimpan perasaan khusus untuk Egi, bukan sebagai Om kesayangnnya lagi, mungkin sudah lebih dari itu.
"Tapi bagaiman jika dia menyukaimu bukan sebagai Om nya, melainkan menyukai mu seperti pada lawan jenisnya?"
"Dia lebih muda dariku, bahkan dia juga lebih cantik dariku." lanjut Talita.
"Apa kau sedang cemburu sayang?" Egi menggoda Talita. "Aku tidak peduli dengan itu semua. Yang aku cintai hanyalah dirimu. Soal Monica, dia memang cantik, tapi kau juga tahu, umurnya setengah dari umurku. Monica selamanya hanya akan menjadi keponakanku." Talita mengangguk mencoba untuk tidak memikirkan hal lain selain dirinya dan Egi.
Keduanya saling pandang di dalam mobil, sejenak mereka melupakan Monica. Egi memberanikan diri untuk mendekatkan wajahnya terlebih dahulu. Egi mengecup kilas bibir Talita untuk memberikan ketenangan pada Talita.
Talita tersenyum begitu juga dengan Egi. Keduanya saling berbalas kecupan. Egi semakin memperdalam ciuman mereka, bahkan tangannya sudah mulai berkeliaran kemana-mana. Talita langsung melepas tautan bibir mereka dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Mas Egi, tolong jangan lakuin lebih dari ini." pinta Talita.
"Maaf," ucap Egi seraya mengusap salah satu pipi Talita.
Masa pacaran tiga tahun tak membuat mereka melakukan hal lebih dari cium bibir. Keduanya sepakat akan melakukan hal lebih dari itu setelah terikat hubungan yang sakral.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Ikanovita Wati
Monica lahir tahun berapa ya kok sudahengenal video call
2021-03-28
1
Lisa Mazna
Monica suką yg sdh matang karn dr kcil kurang kasih sayang ayah..
2021-03-12
5
Bundanya Robby
cepet nikah aja biar minicka mengerti.....Thor🙏🙏💪💪💪
2021-02-18
1