Harta di atas segalanya.
💔💔💔💔💔
Donita berjalan mondar-mandir di dalam rumahnya. Donita sedang mencoba menghubungi anaknya, Rehan Alandra yang dari semalam sudah tidak pulang. Gunawan melihat tingkah istrinya hanya menggelengkan kepalanya.
"Mamah gak pusing apa, mondar mandir terus?" tanya Gunawan. Gunawan menutup surat kabar yang sedang dia baca lalu meminum kopinya.
"Mamah lebih pusing mikirin anak kita Rehan, pah!" jawab Donita yang masih tak berhenti berjalan mondar-mandir dan tak berhenti juga
untuk menghubungi Rehan.
Di tempat lain
Di dalam kamar hotel sepasang kekasih sedang tertidur sangat pulas dengan tubuh polos mereka. Jangan ditanya apa yang sudah mereka lakukan semalam. Rehan Alandra masih tertidur bersama kekasih nya Karin Hardika. Rehan masih asyik berjalan di dunia mimpi bersama kekasihnya sampai mengacuhkan dering ponsel yang sedari tadi berteriak memanggilnya.
Dering ponsel kembali terdengar dan membuat Rehan kesal karena tidurnya terganggu. Rehan mengusap wajahnya kesal lalu meraih ponsel dari meja samping ranjangnya. Rehan menerima panggilan telepon itu dengan nada malas.
Pembicaraan di telepon.
"Hallo Mah. Ada apa?" tanya Rehan dengan nada sangat malas.
"Ada apa? Kamu tanya ada apa?" tanya kembali Donita dengan suara nyaring.
"Cepat pulang! Kalau tidak, sekarang juga Mamah block kartu kredit kamu." ancam Donita dari seberang telepon.
Mata Rehan langsung terbuka semua. "Tapi Mah, Mamah?" Rehan berulang kali memanggil Donita, tapi sayang, Donita sudah lebih dulu memutus sambungan teleponnya.
"Aaaah...sial." teriak Rehan lalu melempar ponsel ke sampingnya.
Teriakan Rehan membangunkan Karin. Karin mengusap matanya lalu duduk bersandar kepala ranjang.
"Ada apa, sayang?" tanya Karin lalu mengusap pipi Rehan.
"Aku harus segera pulang." Rehan langsung turun dari ranjang dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari bekas percintaan mereka semalam.
Setelah selesai mandi Rehan langsung bergegas memakai pakaiannya. Rehan merasakan dua tangan yang melingkar di perutnya. Karin sedang memeluknya dari belakang.
"Aku masih ingin bersamamu, Rehan." ucapnya manja.
Rehan memutar badannya untuk berhadapan dengan Karin. Rehan memeluk pinggang Karin dan mengecup kening kekasih hatinya.
"Maafkan aku Karin, aku harus segera pulang. Kalau tidak, orang tuaku akan mencabut semua fasilitas yang mereka kasih ke aku." Rehan berusaha membujuk Karin.
"Oke, baiklah." Karin melepas tangannya yang melingkar di leher Rehan. Rehan tersenyum dan mengecup kilas bibir Karin sebelum keluar dari kamar hotel itu.
-
-
-
-
"Anak itu kenapa lama sekali. Pasti dia sedang bersama si kare itu." omel Donita.
"Karin Mah, bukan kare." protes Gunawan tanpa mengalihkan pandangannya dari surat kabar yang sedang dia baca.
"Mau Karin, mau kare, tetep saja mamah gak suka sama perempuan penjilat itu." Donita memang pernah bertemu tak sengaja dengan Karin. Karin yang tak mengetahui Donita mamahnya Rehan bersikap kasar pada Donita. Dan setelah Karin mengetahui Donita, mamahnya Rehan, sikap Karin langsung berubah lembut pada Donita. Namun sayang Donita sudah terlanjur tak menyukai Karin.
Rehan berlari masuk ke dalam rumah, dan ternyata kedua orang tuanya sudah menunggunya. Rehan duduk di sofa di samping Donita dengan sangat malas.
"Dari mana kamu, kenapa semalam kamu tidak pulang?" tanya Donita.
"Kumpul sama teman lah mah. Namanya juga anak muda." jawab Rehan.
"Habis kumpul kebo sama Karin lagi kan?" Donita mulai geram melihat tingkah anaknya. Donita tahu kalau tingkah anaknya sangat bebas. Bahkan mungkin melakukan sex bebas bukan hal yang sangat baru lagi bagi Rehan.
"Oke, Mamah ke intinya saja. Mamah sama papah sudah sepakat untuk menjodohkan kamu sama Ratna, anak teman mamah."
"Apaaaa!" Rehan terkejut mendengar kata perjodohan. "Maksud Mamah, Rehan mau di nikahin sama anak teman Mamah itu?" tanya Rehan.
"Ya. Mamah sudah mengaturnya."
"Mah, jangan seenaknya gitu dong. Emang ini jaman Siti Nurbaya apa, pake acara jodoh-jodohan. Rehan gak mau."
"Terserah. Kalau Rehan tidak mau. Papah tinggal coret nama kamu dari daftar ahli waris." ancam Gunawan. Donita senang karena Suaminya mau mendukungnya.
"Pikirkan itu baik-baik. Kalau kamu menolak dan tetap memilih perempuan seperti Karin, silahkan tinggalkan rumah ini."
Setelah Gunawan mengucapkan itu, dia langsung meninggalkan Rehan yang sedang sangat kesal. Donita yang melihat Suaminya pergi, langsung mengambil langkah seribu untuk menyusul suaminya.
🌸🌸🌸🌸
Gunawan dan keluarganya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Setelah Rehan memutuskan untuk menerima perjodohan itu, Donita langsung melesat menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Gunawan dan keluarganya langsung menuju ruang operasi.
"Mba Safitri." panggil Donita.
Safitri menoleh kearah Donita. Safitri langsung memeluk Donita dan menangis dipelukannya.
"Yang sabar Mba. Kita berdoa saja yang terbaik buat mas Johan." Donita mengusap lembut punggung Safitri mencoba memberi kekuatan untuknya.
Safitri melepas pelukannya, Donita mengajak Safitri untuk duduk di kursi tunggu.
"Mba Safitri, ini anak saya." Donita menyuruh Rehan untuk memberi salam pada calon mertuanya.
"Rehan Tante!" Rehan mencium punggung tangan Safitri.
"Apa Ratna belum datang?" tanya Donita.
"Belum. Mungkin masih dalam perjalanan."
"Kaya apa sih tuh perempuan. Ngebet banget mamah nyuruh aku nikah sama dia." tanya Rehan dalam hatinya.
Sudah dua jam Safitri dan keluarganya Gunawan menunggu di depan ruang operasi. Safitri dan Donita menunggu dengan sangat cemas, Gunawan dan Rehan sedang keluar untuk mencari makanan.
Safitri melihat Ratna sedang berlari ke arahnya. Rasa lelah tergambar jelas di wajah anaknya. Safitri memeluk Ratna, dia merasa kasihan pada Ratna yang harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi segala kebutuhannya sendiri termasuk biaya sekolah.
Kedatangan Ratna bertepatan dengan datangnya Rehan dan Gunawan. Donita langsung memperkenalkan Rehan pada Ratna.
"Ratna! ini anak Tante, Rehan. Dia yang mau Tante jodohin sama kamu," ucap Donita.
Ratna memandang lekat wajah Rehan yang begitu tampan di matanya.
"Hah. Mamah gak salah mau jodohin aku sama perempuan model kaya dia? Gak ada bagus-bagusnya." guman Rehan dalam hatinya.
"Rehan! Ini Ratna. Calon mantu Mamah sama calon istri kamu. Cantikan?"
Rehan tersenyum terpaksa. "Cantik apaan?" ujarnya dalam hati.
Donita tahu kalau Rehan pasti tak menyukai Ratna. Donita memberi kode mata untuk Rehan supaya bersikap baik pada Ratna.
Rehan langsung mengulurkan tangannya ke hadapan Ratna.
"Rehan." sapa Rehan pada Ratna.
Ratna menyambut tangan Rehan. "Ratna."
Ratna terus memandang wajah Rehan. Jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Kalo bukan karena harta warisan. Aku gak mau baik-baik sama dia." guman Rehan lagi.
Setelah pertemuan itu. Kedua keluarga itu sudah memutuskan untuk melangsungkan pernikahan secepatnya.
Ratna begitu bahagia akan menikah dengan laki-laki yang sangat tampan seperti Rehan, tanpa tahu sifat aslinya. Sedangkan Rehan sangat kesal harus menikah dengan perempuan yang menurutnya biasa saja seperti Ratna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Istri Pertama Seungcheol
hay hey hoy..halo halo semua 😂😂😂😂
mampir yuk di cerita akiuuu 😊
CINYA BEDA NEGARA BICARA SOAL KASTA ⚘
pir mampir bersama teman teman lain nya yaa ✌✌✌
di tunggu 😊
Love Love You ❤❤❤❤❤❤❤❤❤
2021-04-05
1
Kholiana Hwi
nymak dlu y
2021-02-13
0
3 semprul
bagus ceritanya..... sukaaa..👍👍👍
2021-02-10
1