Warning! Bab ini mengandung konten dewasa. Bagi yang dibawah umur jangan baca, takut tergoda 😂😂😂😂😂.
Happy reading 🌸🌸🌸🌸
Malam itu adalah malam pertama Rehan mau berbicara panjang dengan Ratna. Hati Ratna sangat bahagia tak kala saat Rehan memuji masakannya.
"Masak kan kamu enak juga." puji Rehan, membuat Ratna tersipu malu.
"Makasih Mas."
"Oh ya, aku mau tanya? kenapa kamu mau dijodohkan sama aku?" tanya Rehan tanpa berhenti makan.
"Aku tak punya pilihan lain. Bapakku butuh biaya operasi dan juga aku.." Ratna menghentikan ucapannya. Ratna malu harus mengatakan kalau dirinya sebenarnya sudah jatuh cinta pada Rehan sejak pertama mereka bertemu.
"Kok diem. Dan juga apa tadi, kok gak dilanjutin?" tanya Rehan sedikit penasaran.
"Bukan apa-apa kok, Mas. Lupain aja." pinta Ratna.
Rehan tersenyum sambil menggeleng Kepalanya. "Jangan bilang, kalo kamu suka sama aku." tanya Rehan dengan pe-de nya. Dan sayangnya semua itu memang benar.
Wajah Ratna langsung memerah. Rehan bisa menebaknya dengan melihat mimik wajah Ratna. Rehan tertawa kecil dan menatap ke arah Ratna.
"Kalau diperhatikan memang dia cantik." guman Rehan dalam hatinya. Sekilas dia membayangkan bagian tubuh belakang Ratna yang tadi sempat dia lihat.
"Mas Rehan, Mas Rehan." panggil Ratna berulang-ulang.
"Ah iya, ada apa?" Rehan terkejut saat Ratna mengguncangkan badannya.
"Mas Rehan kok malah melamun?" Ratna bertanya pada Rehan dengan kening berkerut.
"Mmmmmmm, aku sudah kenyang. Aku ke kamar dulu." Rehan langsung beranjak dari meja makan dan berjalan menuju kamarnya.
Ratna menatap heran pada Rehan, Ratna mengedikan kedua bahunya lalu Ratna membereskan meja makan.
Di dalam kamarnya Rehan berjalan mondar-mandir. Naluri lelakinya datang melihat lekuk tubuh Ratna. Aaaah sial, Karin sedang di luar kota. Rehan mengacak-acak rambutnya. Dia tak mau menyewa wanita ****** untuk menyalurkan hasratnya.
Ratna berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Senyumnya mengembang membayangkan wajah Rehan. Baru pertama kali Ratna melihat wajah Rehan dari jarak yang cukup dekat. Ratna mulai menarik gagang pintu. Dia melihat Rehan sedang duduk di tepi ranjang. Sepetinya dia sedang gelisah.
Tentu saja gelisah, dia sedang menahan hawa panas yang sedang melanda tubuhnya.
"Mas Rehan, kenapa?" tanya Ratna.
"eeeem tidak, aku tidak apa-apa." jawabnya gelisah.
Ratna diam dan memperhatikan Rehan. Ratna mencoba mencairkan suasana. "Mas Rehan, Mamah sama Papah kapan pulang?"
Rehan menatap kearah Ratna. "Mungkin 3 sampai 4 hari lagi, kenapa?"
"Tidak, aku hanya merindukan mereka." jawab Ratna kaku.
Rehan melihat Ratna duduk di sofa di sudut kamarnya. Rehan melangkahkan kakinya menghampiri Ratna dan duduk disebelahnya.
"Kamu gak dingin apa tidur di lantai terus?" tanya Rehan lebih tepatnya basa-basi.
"Gak kok. Aku udah biasa tidur di lantai." bohong Ratna. Sebenarnya Ratna merasakan dingin saat malam, karena Rehan dengan sengaja menyetel suhu AC nya sangat dingin.
Ratna tak ada pilihan lain selain menerima keadaannya, Ratna ingin berbicara dengan ibu mertua tapi tak enak hati.
"Ya sudah, kamu tidur di kasur aja." suruh Rehan.
Ratna terbelalak, dia mengira kalau dirinya salah mendengar. "Mas Rehan, nyuruh aku tidur di kasur. Lalu mas Rehan tidur di mana nanti?" tanya Ratna dengan polosnya.
"Ya kita satu ranjang lah, kan kamu sekarang istri aku." Rehan meraih dagu Ratna dan tiba-tiba mengecup bibir Ratna. "Manis." Rehan mengusap bekas kecupan di bibir Ratna dengan ibu jarinya.
Wajah Ratna memerah, ini ciuman pertamanya. "Mas, ini sudah malam. Ayo kita tidur." ajak Ratna.
Ratna yang gugup berada dekat dengan Rehan langsung berdiri. Niatnya berjalan ke ranjang tertahan karena Rehan menarik tangannya. Ratna kehilangan keseimbangan tubuhnya lalu jatuh di atas pangkuan Rehan.
Rehan menahan pinggang Ratna untuk tetap berada di pangkuannya.
"Mas Rehan mau apa?" tanya Ratna gugup.
"Kamu pasti tahu. Aku mau minta hak aku, Ratna."
Ratna memang polos, tapi dia tahu apa yang Rehan mau darinya.
"Tapi Mas, aku masih sekolah. Dan aku takut kalau aku nanti hamil."
"Kamu tenang saja, aku gak akan ngeluarin didalam." Ratna yang polos tak mengerti yang Rehan maksud. Ratna masih sangat bimbang untuk menyerahkan tubuhnya atau tidak.
"Kamu suka kan sama aku?" bisik Rehan ditelinga Ratna. Ratna mengangguk malu. "Aku juga suka kok sama kamu," bisiknya lagi.
"Aku takut, Mas. Bagaimana kalau Mamah Donita tahu."
"Ya jangan sampai tahu. Lagian kalau Mamah tahu, dia juga ngerti kok. Kita sekarang sudah sah menjadi suami-istri."
Ratna mengangguk malu, Rehan tersenyum sumringah. Tanpa menunggu lama, Rehan kembali menyerang bibir Ratna. Ratna kewalahan menghadapi serangan Rehan. Ratna mengalungkan tangannya ke leher Rehan.
Tangan Rehan sudah berkeliaran kemana-mana. Bahkan sudah masuk kebalik baju Ratna. Rehan me****s dua gundukan di balik baju Ratna. Rehan mengangkat tubuh Ratna dan membaringkan tubuh Ratna di atas ranjang. Kini Rehan sudah berada di atas tubuh Ratna dengan bertopang pada kedua tangan dan juga lututnya, dia bersiap untuk mengoyak tubuh istrinya.
Ratna menjerit ketika merasakan sesuatu yang keras akan memasuki tubuhnya. Rehan terus mendorong tubuhnya untuk memasuki Ratna. Benar-benar masih tersegel. Ratna mencoba berbicara kepada Rehan untuk berhenti, namun Rehan tak menghiraukan ucapan Ratna.
Rehan melihat Ratna menangis dan menutup mulutnya untuk tidak berteriak. Rehan menyingkirkan tangan Ratna dari mulutnya. Rehan mengusap air mata di wajah Ratna. Rehan masih terus berusaha mendorong tubuhnya dan membuat Ratna semakin kesakitan. Rehan menghentakkan tubuhnya dan berhasil membenamkan miliknya sepenuhnya di dalam tubuh Ratna. Rehan berhasil membelah tubuh Ratna di sertai darah perawan yang mengalir dari pusat inti Ratna.
Ratna menangis histeris, meminta Rehan untuk berhenti. "Mas, tolong berhenti. Ini sakit banget." racau Ratna.
Rehan kembali mengusap air mata Ratna yang sudah membanjiri wajahnya. "Gak apa-apa sayang. Sakitnya cuma bentar kok. Nanti kamu juga bakalan merasakan nikmat yang luar biasa." bujuk Rehan.
Merasa Ratna sudah lebih tenang Rehan kembali menggerakkan tubuhnya. Ratna sudah kehilangan kendali atas tubuhnya karena hujaman yang diberikan oleh Rehan. Rehan benar-benar menikmati kebersamaan dengan Ratna.
Tubuh Ratna menegang merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari dalam tubuhnya, beriringan dengan cepatnya gerakan Rehan. Keduanya sudah akan mencapai puncak kenikmatan dunia. Rehan segera mencabut miliknya dari dalam tubuh Ratna setelah berhasil mencapai kenikmatan dunia.
Rehan menggulingkan tubuhnya kesamping Ratna, keduanya masih mencoba menetralkan deru nafas mereka yang tersengal-sengal. Rehan melihat kesamping tepatnya kearah Ratna.
Rehan mengusap pipi Ratna, "makasih ya , aku puas banget." ujar Rehan. Puas lah perawan. Ratna mengangguk malu kearah laki-laki yang pertama kali menyentuhnya.
Rehan berbisik ke telinga Ratna, "aku suka sama kamu." bisiknya. Lebih tepatnya suka tubuhnya.
Terimakasih sudah mampir ke sini.
Bantu like, koment, vote dan juga share.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Bundanya Robby
kok GT shi rehan😭
2021-09-03
0
Indah Putri Indriani
memang sangat sakit ratna😭😭😭
aku sudah merasakan nya. sama seperti melahirkan sangat sngat sakit aku juga sudah merasakan nya🤣
2021-08-05
0
Meylla
kasian😭
semoga rehan secepatnya bucin sama ratna...
2021-03-01
1