Awal baru

Menyambut awal baru dengan senyuman

🌸🌸🌸🌸

Akhirnya selama 10 tahun Monica terpisah dari ibu kandungnya, kini akhirnya ia bisa berkumpul kembali dengan ibu kandungnya. Kesalahpahaman yang dulu ada antara Monica dan Ratna, ibu kandungnya itu, akhirnya terselesaikan. Monica baru mengetahui ternyata itu ulah ibu tirinya. Ah bukan! Monica menyebut Winda hanya istri papahnya, Dia tidak mau menyebut Winda sebagai seorang ibu. Sepertinya memang wanita tidak pantas mendapat gelar sebagai seorang ibu.

Setelah Ratna dan Angga mengurus surat kepindahan Monica, kini Monica resmi menjadi salah murid di salah satu sekolah elit di Jakarta, SMA Nusantara.

Untung saja Monica masih bisa berbicara menggunakan bahasa Indonesia jadi Monica tidak kesulitan untuk berkomunikasi di sekolah barunya itu.

Monica masuk ke kelas 11 dan guru yang membawanya menyuruh Monica untuk memperkenalkan diri.

"Hallo, namaku Monica Alandra Putri. Kalian bisa memanggilku Monica," ucap Monica.

"Katanya dari luar negeri, ko kayaknya lancar banget bicara pake bahasa Indonesia?" tanya salah seorang siswa perempuan dengan nada mengejek.

Monica menghela nafas untuk meredam emosinya, "Kalau seandainya aku berbicara menggunakan bahasa Inggris, apa kamu bisa membalas semua ucapan ku?" tanya Monica yang berniat membalas ejekan murid yang sudah mengejeknya.

Semua orang tertawa, ternyata tebakan Monica benar, siswi yang mengejeknya tadi tidak pintar dalam bahasa Inggris.

"Huff, menyebalkan sekali," gerutu Monica.

Lalu guru itu menyuruh Monica untuk duduk di bangku kosong, di sebelah seorang murid laki-laki. Dari penampilannya seperti bad boy, kemeja seragamnya saja tidak terkancing semua dan menampakan kaos putih polos di dalamnya, tetapi setelah Monica perhatikan dari dekat, menurut Monica anak laki-laki itu terlihat tampan dan manis.

"Hai, aku Monica," sapa Monica.

"Udah tahu, kan tadi kamu udah kenalin diri kamu di depan kelas," jawab siswa itu.

Monica melebarkan matanya setelah mendengar kalimat yang keluar dari siswa itu, "Menyebalkan."

"Aku Panji." Siswa itu berucap setelah melihat Monica duduk dengan wajah cemberut.

Monica menoleh ke arah siswa menyebalkan itu saat mendengar suaranya dan Monica melihat dia tersenyum.

"Sungguh manis," batin Monica.

Monica pun membalas senyuman dari siswa yang bernama Panji itu.

Pelajaran sudah dimulai dan Monica belum mempunyai buku. Beruntung teman sebangkunya itu sangat baik, karena mau membagi bukunya dengan Monica.

Jam istirahat tiba, Monica ingin keluar dari kelas namun ia belum tahu setiap sudut sekolah ini.

"Kamu tidak ke kantin?" tanya Panji.

Monica langsung menoleh ke arah Panji, "Tidak, aku belum tahu area sekolah ini," jawab Monica.

"Oke kalau begitu …." Panji beranjak kursinya lalu mengulurkan tangannya ke arah Monica. "Ayo kita berkeliling sekolah, aku akan menjadi tour guide mu hari ini."

Monica terpaku saat melihat Panji tersenyum dan itu makin membuat Panji terlihat tampan, tetapi bagi Monica, Panji masih kalah sama pesona om Egi nya.

Monica nampak ragu untuk menerima uluran tangan Panji namun Panji dengan cepat meraih tangan Monica dan langsung menggenggamnya, dengan erat.

Monica bisa merasakan tangan Panji yang sedikit kasar. Sepetinya dia pekerja keras dan suka bermain gitar.

Monica dan Panji berjalan menelusuri koridor sekolah dan Panji menunjukan semua sisi sekolah itu pada Monica.

Dan pada saat itu juga Monica baru mengetahui jika Panji adalah ketua OSIS di sekolah itu. Monica sedikit kurang percaya atas apa yang ia dengar karena penampilan Panji sama sekali tidak mencerminkan ketua OSIS.

Panji mengajak Monica ke lapangan sepak bola dan tanpa melepas genggaman tangan mereka. Panji langsung memperkenalkan Monica pada teman-temannya.

"Wiiih … pacar baru nih," ledek salah seorang dari teman Panji.

"Sembarangan, dia anak baru di sini. Namanya Monica," ujar Panji.

"Ooooooooh," sahut mereka bersama sebelum tertawa serempak. Panji menggeleng kecil menanggapi teman-temannya dan Monica hanya diam saja karena dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa.

"Sudahlah kalian puas-puasin tertawa, gue pergi dulu," pamit Panji.

Panji kembali membawa Monica dan sekarang Panji mengajak Monica ke kantin sekolah itu. Panji mengajak Monica duduk kursi kosong di sudut kantin itu.

Sesampainya di kantin, Monica melihat tempat itu ramai sekali. Monica bingung harus bagaimana dan pesan apa. Suasananya berbeda sekali dengan kantin sekolahnya dulu, tempatnya tidak seperti itu karena Monica bersekolah di sekolah asrama dan makanan nya pun langsung di sajikan di atas meja.

"Kamu mau pesan apa?" tanya Panji membuat Monica kembali fokus pada laki-laki itu.

Monica mengerutkan keningnya, karena merasa bingung apa yang harus ia lakukan. "Terserah kamu saja, aku tidak tahu menu apa saja disini," jawab Monica.

Panji terlihat bingung juga, Panji menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Aku dulu tinggal di asrama, dan kamu pasti tahu lah seperti apa asrama," ucap Monica.

Panji manggut-manggut sebelum ia berdiri dan berjalan ke salah satu pedagang makanan. Setelah itu Panji kembali ke kursinya dengan dua botol air mineral di tangannya.

"Ini untukmu." Panji memberikan satu botol air mineral pada Monica.

Monica menerima botol air mineral yang diberikan oleh Panji, "Terima kasih banyak."

"Sama-sama."

Tidak lama kemudian dua mangkok berisi bakso yang Panji pesan datang. Panji memberikan satu mangkok bakso itu pada Monica dan satu mangkok lagi untuk dirinya sendiri.

Monica menoleh ke kanan dan ke kirinya ada banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. Dalam benak Monica mungkin mereka tidak suka melihatnya bersama Panji.

Monica dan Panji mulai memakan makan bakso itu dan bagi Monica ternyata rasanya cukup enak. Monica memakan satu mangkok bakso dengan lahap tanpa Monica tahu Panji sedang memperhatikan dirinya.

Setelah sadar jika Panji sedang memperhatikan dirinya, Monica pun bertanya, "Ada apa? Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Monica.

"Kamu laper apa doyan?" tanya balik Panji.

Spontan Monica melepaskan tawanya, ini sungguh memalukan bagi Monica. Panji hanya menanggapi itu dengan senyumannya saja.

"Maaf aku tidak pernah memakan makanan seperti ini, dan ternyata ini rasanya lumayan," ucap Monica

"Kamu mau tambah, aku pesenin lagi." Panji kembali beranjak dari tempat duduknya tetapi Monica langsung mencegahnya.

"Aaah tidak! Tidak usah," tolak Monica cepat.

Setelah berada di kantin cukup lama, dan saling berbicara tentang diri mereka, Panji dan Monica memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Belum sehari mereka saling mengenal mereka terlihat sudah sangat akrab.

Keduanya masih melanjutkan obrolan mereka di sepanjang koridor menuju ke kelas mereka. Dan dalam perjalanan telinga mereka mendengar bunyi bel masuk.

"Ayo cepat kita harus segera masuk ke dalam kelas," ajak Panji.

Panji kembali mengandeng tangan Monica seolah takut jika anak baru itu tersesat ke tempat lain.

Monica pun tidak menolak saat Panji kembali menggenggam tangannya ia sendiri juga takut jika ia tersesat di sekolah barunya itu.

"Hay Panji, barang baru nih?" ucap seorang siswa saat berpapasan dengan meraka.

"Kampret," umpat Panji.

Monica hanya tersenyum melihat candaan mereka, lalu mereka pun berjalan kembali menuju kelas mereka.

"Jangan dengerin omongan mereka tadi. Mereka memang suka ngejekin aku kalau lihat aku jalan sama perempuan," ucap Panji saat mereka sudah duduk di kursi mereka.

Monica hanya mengangguk dan tersenyum kepada Panji. Monica merasa senang bisa mengenal Panji dan menurut Monica Panji sudah menjadi tour guide yang baik untuk dirinya. Monica juga menilai Panji adalah orang yang sangat asyik untuk di ajak berteman. Mereka kembali fokus pada pelajaran saat guru masuk ke kelas mereka.

Jam pulang sekolah akhirnya datang, Monica sedang berdiri di depan pintu gerbang untuk menunggu mobil yang menjemputnya. Berulang kali Monica melihat jam yang melingkar di tangannya, Monica sudah setengah jam berdiri di sana tetapi belum ada tanda-tanda kemunculan supir keluarganya. Dan berulang kali juga Monica mencoba menghubunginya, tetapi tidak ada jawaban.

"Sebeeel …," gerutu Monica sambil menghentakkan kakinya berulang-ulang.

"Monica kamu ngapain berdiri di situ? Kamu belum pulang?"

Suara yang tiba-tiba muncul itu mengejutkan Monica dan membuat Monica berbalik. Monica mendapati Panji yang tengah duduk di motor gedenya tepat di sampingnya.

"Ah iya, jemputan ku belum datang," sahut Monica.

"Ya sudah, ayo aku antar!" ajak Panji.

"Tidak usah! Aku tidak bisa naik motormu," tolak Monica.

Monica melihat Panji tidak merespon ucapannya, "Apa dia kesal?" batin Monica.

"Maksudku, aku pakai rok sekarang … dan aku tidak mungkin naik ke motormu pasti kakiku..." Monica menjeda kalimatnya, "sebenarnya aku malu, saat ini aku rok yang pendek dan saat aku naik ke motormu, membuat pahaku terekspos," jelas Monica dengan suara lirihnya namun bisa di dengar oleh Panji.

Panji manggut-manggut mengerti maksud dari ucapan Monica.

"Baiklah kalau begitu aku akan menemanimu di sini sampai jemputan mu datang," ucap Panji

"Tidak, aku tidak mau merepotkan mu." Lagi-lagi Monica menolak tawaran Panji.

"Tidak apa-apa. Aku takut perempuan secantik kamu kenapa-napa jika disini sendiri."

Monica langsung tersipu malu saat mendengar ucapan Panji.

Panji masih setia menemani Monica untuk menunggu jemputannya dan kini sudah satu jam, mereka menunggu. Monica mengerutu kesal, kalau saja dirinya sudah hafal jalan menuju sekolah, Monica lebih memilih untuk membawa mobil sendiri.

Panji mengajak Monica mengobrol untuk mengalihkan rasa kesal Monica. Dan tidak lama mobil yang menjemputnya terlihat sedang melaju ke arahnya. Pak teguh keluar dari mobil dengan terburu-buru.

"Maaf, Non Monica, saya telat jemput nya. Ban mobilnya bocor, jadi harus ganti ban dulu,"

jelas pak teguh. Monica ingin marah tetapi saat melihat wajah cemas pak Teguh Monica mengurungkan niatnya.

"Iya, Pak. Tapi lain kali jangan gini lagi ya. Untung ada Panji yang nemenin aku," ucapku sedikit kesal.

"Maaf ya sudah merepotkan Den Panji," ucap pak teguh.

"Gak apa-apa, Pak," balas Panji.

"Mari Non Monica." Pak teguh membukakan pintu mobil untuk Monica dan Monica masuk ke dalam mobil setelah berpamitan pada Panji.

"Makasih Panji atas waktunya. Sampai ketemu besok." Monica pun melambaikan tangannya dari dalam mobil dan Panji pun membalas lambaian tangan Monica diiringi senyuman yang sangat manis. Pak Teguh mulai melajukan mobilnya dan melesat meninggalkan sekolah.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Pasti Panji ini Playboy ya,Novel ini ternyata kusah Monica ya,Ku pikir kisah mamanya..

2024-05-12

0

Ratna0789

Ratna0789

Mampir lagi kak aku di sini 🤗🤗🥰

2021-12-17

0

Bundanya Robby

Bundanya Robby

semoga Panji sahabat yg baex ya...dn gak mecem2

2021-02-18

2

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan tokoh
2 Lamaran
3 Pertemuan awal
4 Kebimbangan
5 Cinta yang tulus
6 Malam pertama
7 Cemburu
8 Penghianatan
9 Hadirnya malaikat kecil
10 Berpisah
11 Kembalinya Monica
12 Kejutan
13 Perebutan anak dan harta
14 Anakku lebih berharga
15 Awal baru
16 Sahabat baru
17 Pesona Egi Pramuja
18 Kenakalan Monica
19 Ketulusan Angga
20 Kasih sayang yang tulus
21 Cinta tak bisa dipaksa
22 Nyatakan cinta
23 Bahagiamu menjadi bahagiaku
24 Jangan memaksa
25 Because I love you
26 Rasa kagum
27 Surprise untuk Panji
28 Surprise untuk Panji 2
29 Jadian
30 Kekhawatiran Alena
31 Rahasia Panji
32 Ingin dicintai bukan dikasihani
33 Love
34 Kekhwatiran Monica
35 Hal yang tidak terduga
36 Penghiantan Talita
37 Cinta yang lain
38 Rasa Yang Tertinggal
39 Cinta dan Kesedihan
40 Bertahan
41 Maaf Aku Harus Pergi
42 Kehancuran Egi
43 Bocil
44 Kedekatan Egi dan Monica
45 Luka Di Hati
46 Masuk Rumah Sakit
47 Mencoba Melupakan
48 Move on
49 Merindukanmu
50 Sedikit Rasa
51 Melangkah Maju
52 Kebersamaan Monica dan Egi
53 Mulai Nyaman
54 Antara Kau dan Dia
55 Lamaran Untuk Monica
56 Resmi Menikah
57 Semanis Rasa Obat
58 Berusaha Menerima
59 Mulai terbiasa
60 Mulai cemburu
61 Misi Egi
62 Akan Selalu Menunggu
63 Terbiasa Bersama
64 Kembalinya Panji
65 Kebimbangan Monica
66 Harus Memilih
67 Kekecewaan Egi
68 Kesalahpahaman
69 Maaf
70 Ketulusan Hati
71 Satu Hati
72 Pesta Mewah
73 Malam Pertama
74 Kehidupan Baru
75 Panggil Aku 'Sayang'
76 Cinta Apa Adanya
77 Cinta Apa adanya 2
78 Q- Time
79 Harapan Besar
80 Story Panji
81 Story Panji 2
82 Story Panji 3
83 Story Panji 4
84 Kabar Bahagia
85 Nyidam
86 Panji dan Sheila
87 Kecemburuan Talita
88 Talita VS Monica
89 Mimpi Buruk
90 Waspada Pelakor
91 Waspada pelakor 2
92 Waspada pelakor 3
93 Pertahanan
94 Kejutan Untuk Egi
95 Hormon Ibu hamil
96 I Love You Forever
97 Suamiku Yang Manis
98 Iblis Berwajah Malaikat
99 Istriku Yang Manja
100 Kecemburuan Egi
101 Tidak Bisa Marah
102 Trust Me
103 Telepon Tengah Malam
104 Kenyataan Pahit
105 Luka Di Hati
106 Kekecewaan Egi
107 Pertengkaran Egi dan Monica
108 Permintaan Maaf Dari Sheila
109 Maaf dan Memaafkan
110 Mencoba Saling Memahami
111 Selamat Jalan, Sahabat
112 Bagian Lain Panji
113 Pemakaman Panji
114 Tetaplah Hidup bersamaku
115 Indahnya Kebersamaan
116 Kabar Rehan
117 Kebaikan Egi
118 Ketulusan Egi
119 Hari Yang Cerah
120 Perasaan Yang Berbeda
121 Perasaan Yang Berbeda
122 Persahabatan
123 Sejuta Kebahagiaan
124 Sejuta Kebahagiaan 2
125 Kasih Sayang Ratna
126 Makhluk Berbahaya
127 Cinta Egi Untuk Monica
128 Sebuah Harapan
129 Siang Yang Panas
130 Bertemu Talita
131 Perdebatan Egi dan Monica
132 Perselingkuhan Diki dan Niken
133 Kemarahan Egi
134 Tujuh Bulanan
135 Hal Yang Tidak terduga
136 Konferensi Pers
137 Balas Dendam
138 Egi VS Diki
139 Kegelisahan Egi
140 Kecelakaan
141 Kecemasan Monica
142 Perencanaan Pembunuhan
143 Sebuah Penantian
144 Penculikan Monica
145 Menemukan Diki
146 Monica VS Niken
147 Penuh Harap
148 Menemukan Monica
149 Masalah Selesai
150 Akhir Sebuah Penantian
151 Akhir Yang Bahagia
152 Happy Anniversary
153 Kebahagiaan Akhir Tahun
154 Happy New Year (End)
155 Ucapan Terima kasih
156 Exrta Part 1
157 Exrta Part 2
158 Extra Part 3
159 Extra Part 4
160 Extra Part Diki dan Talita
161 Exrta Part Diki dan Talita
162 Extra Part Diki dan Talita
163 Extra Part Diki dan Talita
164 Exrta Part Diki dan Talita
165 Extra Part Diki dan Talita
166 Extra Part Diki dan Talita
167 Ekstra Part Diki dan Talita
168 Extra Part 5
169 Extra Part 6
170 Extra Part 7
171 Exrta Part 8
172 Extra Part 9
173 Extra Part 10
174 Extra Part 11
175 Extra Part 12
176 Extra Part 13
177 Extra Part 14
178 Exrta Part 15
179 Exrta Part 16
180 Extra Part 17 (Lamaran Untuk Sheila)
181 Exrta Part 18
182 Extra Part 19
183 Exrta Part 20
184 Evelyn Melidia Putri Pramuja
185 Kasih Sayang Keluarga
186 Triple E
187 Sisi lain Evano.
188 Kebersamaan Monica dan Triple E
189 Persahabatan Evano dan Pasha
190 Sakit Hati Evano
191 Menuju Kehidupan Baru
192 Maura Larasati Wirawan
193 Antara Cinta dan Sahabat
194 Hasrat Terlarang
195 Penyesalan Evano
196 Pencarian
197 Menemukannya
198 Violetta Putri Anjani
199 Perasaan Aneh
200 Kekecewaan Egi dan Monica
201 Sebuah pertanggungjawaban
202 Calon Menantu
203 Restu Egi dan Monica
204 Satu Hati
205 Mencoba Saling Mengenal
206 Tidak Pernah Terbayangkan
207 Kecemburuan Evelyn
208 Pertunangan Evano dan Violetta
209 Malam Perpisahan
210 Sebuah Janji
211 Evelyn Vs Violetta
212 Violetta Vs Maura
213 Aku Mencintaimu
214 Memastikan Sesuatu
215 Satu Kesempatan Untuk Evelyn
216 Kesepakatan Evelyn dan Violetta
217 Kegilaan Maura
218 Trust Me
219 Sakit Hati Evelyn
220 Perasaan Pasha
221 Curhatan Sahabat
222 Ucapan Maaf Pasha
223 Berakhir Untuk Memulai
224 Gaun Pengantin Yang Robek
225 Ingin Selalu Bersamamu
226 Putih Berlumur Merah
227 Permohonan Maaf Author
228 Curhatan Dua Perempuan
229 Gara-gara Gaun Yang Sobek
230 Menjauhlah Dari Ku
231 Aku Percaya Padamu
232 Pingitan
233 Hari Pernikahan
234 Mengejar Cinta Evelyn
235 Mengejar Cinta Evelyn 2
236 Mengejar Cinta Evelyn 3
237 Ungkapan Rasa Cinta Pasha
238 Akhir Dari Penantian
239 Malam Kedua
240 Awal Baru
241 Hal Tidak Terduga
242 Mengejutkan
243 Orang Dari Masa Lalu
244 Cemas
245 Kebingungan
246 Kabar Gembira Di tengah Kecemasan
247 Fase Ngidam
248 Kejutan Besar
249 Penyekapan Violetta.
250 Kegilaan Dion
251 Rencana Evano
252 Kemarahan Evano
253 Penyesalan Violetta.
254 Pemintaan Maaf Egi dan Diki
255 Permintaan Maaf Violetta
256 Kebahagiaan Bersama
257 Extra Part
258 Extra Part Evelyn dan Pasha
259 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
260 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
261 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
262 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
263 Selamat Hari Raya Idhul Fitri
264 Eksta Part Evelyn dan Pasha
265 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
266 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
267 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
268 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
269 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
270 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
271 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
272 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
273 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
274 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
275 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
276 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
277 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
278 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
279 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
280 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
281 Ekstra Part Evelyn dan Pasha
282 Ekstra Part (End)
283 Promosi
284 Selamat hari raya Idhul Adha
285 Promosi
286 Bab 286
287 Bab 287
288 Bab 288
289 Bab 289
290 Bab 290
291 Bab 4
292 Bab 8
293 Bab 9
294 Bab 10
295 Bab 11
296 Bab 12
297 Bab 13
298 Bab 14
299 Bab 15
300 Bab 16
301 Happy new year
302 Pengumuman
303 Promosi Karya
Episodes

Updated 303 Episodes

1
Perkenalan tokoh
2
Lamaran
3
Pertemuan awal
4
Kebimbangan
5
Cinta yang tulus
6
Malam pertama
7
Cemburu
8
Penghianatan
9
Hadirnya malaikat kecil
10
Berpisah
11
Kembalinya Monica
12
Kejutan
13
Perebutan anak dan harta
14
Anakku lebih berharga
15
Awal baru
16
Sahabat baru
17
Pesona Egi Pramuja
18
Kenakalan Monica
19
Ketulusan Angga
20
Kasih sayang yang tulus
21
Cinta tak bisa dipaksa
22
Nyatakan cinta
23
Bahagiamu menjadi bahagiaku
24
Jangan memaksa
25
Because I love you
26
Rasa kagum
27
Surprise untuk Panji
28
Surprise untuk Panji 2
29
Jadian
30
Kekhawatiran Alena
31
Rahasia Panji
32
Ingin dicintai bukan dikasihani
33
Love
34
Kekhwatiran Monica
35
Hal yang tidak terduga
36
Penghiantan Talita
37
Cinta yang lain
38
Rasa Yang Tertinggal
39
Cinta dan Kesedihan
40
Bertahan
41
Maaf Aku Harus Pergi
42
Kehancuran Egi
43
Bocil
44
Kedekatan Egi dan Monica
45
Luka Di Hati
46
Masuk Rumah Sakit
47
Mencoba Melupakan
48
Move on
49
Merindukanmu
50
Sedikit Rasa
51
Melangkah Maju
52
Kebersamaan Monica dan Egi
53
Mulai Nyaman
54
Antara Kau dan Dia
55
Lamaran Untuk Monica
56
Resmi Menikah
57
Semanis Rasa Obat
58
Berusaha Menerima
59
Mulai terbiasa
60
Mulai cemburu
61
Misi Egi
62
Akan Selalu Menunggu
63
Terbiasa Bersama
64
Kembalinya Panji
65
Kebimbangan Monica
66
Harus Memilih
67
Kekecewaan Egi
68
Kesalahpahaman
69
Maaf
70
Ketulusan Hati
71
Satu Hati
72
Pesta Mewah
73
Malam Pertama
74
Kehidupan Baru
75
Panggil Aku 'Sayang'
76
Cinta Apa Adanya
77
Cinta Apa adanya 2
78
Q- Time
79
Harapan Besar
80
Story Panji
81
Story Panji 2
82
Story Panji 3
83
Story Panji 4
84
Kabar Bahagia
85
Nyidam
86
Panji dan Sheila
87
Kecemburuan Talita
88
Talita VS Monica
89
Mimpi Buruk
90
Waspada Pelakor
91
Waspada pelakor 2
92
Waspada pelakor 3
93
Pertahanan
94
Kejutan Untuk Egi
95
Hormon Ibu hamil
96
I Love You Forever
97
Suamiku Yang Manis
98
Iblis Berwajah Malaikat
99
Istriku Yang Manja
100
Kecemburuan Egi
101
Tidak Bisa Marah
102
Trust Me
103
Telepon Tengah Malam
104
Kenyataan Pahit
105
Luka Di Hati
106
Kekecewaan Egi
107
Pertengkaran Egi dan Monica
108
Permintaan Maaf Dari Sheila
109
Maaf dan Memaafkan
110
Mencoba Saling Memahami
111
Selamat Jalan, Sahabat
112
Bagian Lain Panji
113
Pemakaman Panji
114
Tetaplah Hidup bersamaku
115
Indahnya Kebersamaan
116
Kabar Rehan
117
Kebaikan Egi
118
Ketulusan Egi
119
Hari Yang Cerah
120
Perasaan Yang Berbeda
121
Perasaan Yang Berbeda
122
Persahabatan
123
Sejuta Kebahagiaan
124
Sejuta Kebahagiaan 2
125
Kasih Sayang Ratna
126
Makhluk Berbahaya
127
Cinta Egi Untuk Monica
128
Sebuah Harapan
129
Siang Yang Panas
130
Bertemu Talita
131
Perdebatan Egi dan Monica
132
Perselingkuhan Diki dan Niken
133
Kemarahan Egi
134
Tujuh Bulanan
135
Hal Yang Tidak terduga
136
Konferensi Pers
137
Balas Dendam
138
Egi VS Diki
139
Kegelisahan Egi
140
Kecelakaan
141
Kecemasan Monica
142
Perencanaan Pembunuhan
143
Sebuah Penantian
144
Penculikan Monica
145
Menemukan Diki
146
Monica VS Niken
147
Penuh Harap
148
Menemukan Monica
149
Masalah Selesai
150
Akhir Sebuah Penantian
151
Akhir Yang Bahagia
152
Happy Anniversary
153
Kebahagiaan Akhir Tahun
154
Happy New Year (End)
155
Ucapan Terima kasih
156
Exrta Part 1
157
Exrta Part 2
158
Extra Part 3
159
Extra Part 4
160
Extra Part Diki dan Talita
161
Exrta Part Diki dan Talita
162
Extra Part Diki dan Talita
163
Extra Part Diki dan Talita
164
Exrta Part Diki dan Talita
165
Extra Part Diki dan Talita
166
Extra Part Diki dan Talita
167
Ekstra Part Diki dan Talita
168
Extra Part 5
169
Extra Part 6
170
Extra Part 7
171
Exrta Part 8
172
Extra Part 9
173
Extra Part 10
174
Extra Part 11
175
Extra Part 12
176
Extra Part 13
177
Extra Part 14
178
Exrta Part 15
179
Exrta Part 16
180
Extra Part 17 (Lamaran Untuk Sheila)
181
Exrta Part 18
182
Extra Part 19
183
Exrta Part 20
184
Evelyn Melidia Putri Pramuja
185
Kasih Sayang Keluarga
186
Triple E
187
Sisi lain Evano.
188
Kebersamaan Monica dan Triple E
189
Persahabatan Evano dan Pasha
190
Sakit Hati Evano
191
Menuju Kehidupan Baru
192
Maura Larasati Wirawan
193
Antara Cinta dan Sahabat
194
Hasrat Terlarang
195
Penyesalan Evano
196
Pencarian
197
Menemukannya
198
Violetta Putri Anjani
199
Perasaan Aneh
200
Kekecewaan Egi dan Monica
201
Sebuah pertanggungjawaban
202
Calon Menantu
203
Restu Egi dan Monica
204
Satu Hati
205
Mencoba Saling Mengenal
206
Tidak Pernah Terbayangkan
207
Kecemburuan Evelyn
208
Pertunangan Evano dan Violetta
209
Malam Perpisahan
210
Sebuah Janji
211
Evelyn Vs Violetta
212
Violetta Vs Maura
213
Aku Mencintaimu
214
Memastikan Sesuatu
215
Satu Kesempatan Untuk Evelyn
216
Kesepakatan Evelyn dan Violetta
217
Kegilaan Maura
218
Trust Me
219
Sakit Hati Evelyn
220
Perasaan Pasha
221
Curhatan Sahabat
222
Ucapan Maaf Pasha
223
Berakhir Untuk Memulai
224
Gaun Pengantin Yang Robek
225
Ingin Selalu Bersamamu
226
Putih Berlumur Merah
227
Permohonan Maaf Author
228
Curhatan Dua Perempuan
229
Gara-gara Gaun Yang Sobek
230
Menjauhlah Dari Ku
231
Aku Percaya Padamu
232
Pingitan
233
Hari Pernikahan
234
Mengejar Cinta Evelyn
235
Mengejar Cinta Evelyn 2
236
Mengejar Cinta Evelyn 3
237
Ungkapan Rasa Cinta Pasha
238
Akhir Dari Penantian
239
Malam Kedua
240
Awal Baru
241
Hal Tidak Terduga
242
Mengejutkan
243
Orang Dari Masa Lalu
244
Cemas
245
Kebingungan
246
Kabar Gembira Di tengah Kecemasan
247
Fase Ngidam
248
Kejutan Besar
249
Penyekapan Violetta.
250
Kegilaan Dion
251
Rencana Evano
252
Kemarahan Evano
253
Penyesalan Violetta.
254
Pemintaan Maaf Egi dan Diki
255
Permintaan Maaf Violetta
256
Kebahagiaan Bersama
257
Extra Part
258
Extra Part Evelyn dan Pasha
259
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
260
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
261
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
262
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
263
Selamat Hari Raya Idhul Fitri
264
Eksta Part Evelyn dan Pasha
265
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
266
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
267
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
268
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
269
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
270
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
271
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
272
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
273
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
274
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
275
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
276
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
277
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
278
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
279
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
280
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
281
Ekstra Part Evelyn dan Pasha
282
Ekstra Part (End)
283
Promosi
284
Selamat hari raya Idhul Adha
285
Promosi
286
Bab 286
287
Bab 287
288
Bab 288
289
Bab 289
290
Bab 290
291
Bab 4
292
Bab 8
293
Bab 9
294
Bab 10
295
Bab 11
296
Bab 12
297
Bab 13
298
Bab 14
299
Bab 15
300
Bab 16
301
Happy new year
302
Pengumuman
303
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!