Memilih adalah satu hal yang paling menyakitkan.
💔💔💔💔
Gunawan menceritakan tentang Johan pada Donita. Donita mendengarkan dengan seksama dan seketika itu dia mengingat kalau Johan adalah orang yang pernah menolongnya saat akan melahirkan anak keduanya, Reyvan Alandra. Donita ingat bagaimana Johan dan Safitri tulus membantunya, yang pada saat itu keluarganya belum menjadi orang sukses seperti sekarang.
Ratna menceritakan kalau ayahnya mengidap penyakit tumor ganas dikakinya dan harus segera di operasi. Karena biaya operasi yang begitu mahal, akhirnya memutuskan untuk menunda operasi. Safitri dan Ratna mencoba mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, namun sayang sebelum uang itu terkumpul, kondisi Johan lebih dulu drop.
Gunawan mengingat terakhir kali betemu Johan delapan tahun yang lalu. Gunawan beberapa kali bertemu Johan di tempat kerjanya. Johan memiliki usahanya sendiri. Johan berjualan nasi goreng di pinggir jalan. Beberapa kali Gunawan menawarinya uang untuk modal usahanya, namun Johan menolak karena tak ingin berhutang, takut tidak bisa membayar.
Suatu hari Gunawan datang bersama Donita, tetapi Johan sudah tidak di sana. Gunawan menyuruh orang untuk mencari Johan dan keluarganya, namun mereka bagai ditelan bumi. Beruntungnya dulu Gunawan sempat memberikan kartu namanya kepada Johan. Sekarang Gunawan menemukan Johan, meski dalam keadaan seperti ini.
Sesampainya di rumah sakit, Ratna membawa Gunawan menuju ruang perawatan Johan, tanpa berpikir panjang lagi, Gunawan meminta Dokter untuk melakukan tindakan operasi dan dirinya lah yang akan menanggung semua biaya rumah sakit.
"Terimakasih banyak Bapak, Ibu." ucap Ratna sambil menangis.
Donita mengusap air mata Ratna yang membanjiri pipi Ratna, "sama-sama sayang. Sekarang ganti pakaianmu yang basah ini, nanti kamu sakit." Ratna mengangguk dan pamit untuk mengganti pakaiannya yang basah karena kehujanan.
Donita mengajak Safitri dan suaminya untuk membicarakan sesuatu yang penting.
"Ada apa Mba Donita?" tanya Safitri bingung.
"Mba Safitri, saya suka sama Ratna. Saya ingin menjodohkan Ratna dengan anak pertama saya, Rehan." ucap Donita seraya menggenggam tangan Safitri.
"Mamah serius?" tanya Gunawan.
"Ya serius lah, pah. Masa urusan kaya gini mamah bercanda." jawab Donita penuh keyakinan. Sejak pertama kali melihat Ratna di rumahnya, Donita sudah menyukai Ratna.
"Tapi Mbak, anak saya masih sekolah. Bagaimana Ratna bisa menikah?"
"MENIKAH???"
Semua menoleh kearah pintu, meraka melihat Ratna berdiri di sana. Ratna sudah kembali dari toilet dan mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
Ratna menghampiri ketiga orang di hadapannya. "Maksud Ibu apa?" tanya Ratna pada Safitri.
Safitri diam tak bisa menjawab pertanyaan anaknya. Donita meraih kedua tangan Ratna lalu tersenyum tersenyum kepadanya.
"Iya Ratna. Tante mau kamu menikah sama anak tante namanya Rehan Alandra."
Ratna sangat terkejut, seketika Ratna membayangkan sinetron yang pernah dia lihat dan sama persis seperti posisinya sekarang. Ratna membayangkan kalau sampai pemeran wanita menolak perjodohan itu makan seluruh pengobatan untuk orang tuanya akan dihentikan. Ratna terdiam dan terus terngiang sinetron itu.
"Ratna,,,Ratna,,,Ratna?" panggil Safitri. Safitri melihat Ratna diam saja. Safitri menggoyangkan tubuh anaknya dan langsung menyadarkan anaknya yang sedang membayangkan hal-hal buruk seperti di yang pernah dia lihat.
"Iya Bu, kenapa?" tanya Ratna kepada Safitri.
"Kamu kenapa melamun?" tanya lagi Safitri.
"Ahh tidak Bu."
Ratna berpaling menatap Donita, "maaf Bu Donita. Apa kalau saya menolak perjodohan ini, Ibu Donita sama pak Gunawan akan menghentikan pengobatan bapak saya?" tanya Ratna dengan sangat polos.
Donita menatap suaminya sekilas. Gunawan tahu apa yang dikatakan oleh mata istrinya itu. "Itu mungkin saja," jawab Gunawan sedikit ragu.
Gunawan merasa tidak enak hati kepada Safitri dan Ratna. Dia tak mungkin bisa setega itu untuk tidak menolong sahabatnya yang sedang sakit, tapi Gunawan juga tahu istrinya juga tidak akan melakukan itu. Gunawan belum tahu alasan sebenarnya kenapa istrinya ngotot mau menjodohkan Rehan dengan Safitri.
Ratna menunduk lemas tak terasa air matanya menetes. Safitri menahan perih melihat anaknya menangis. Andai saja tidak seperti ini keadaannya, Safitri akan menolaknya dengan tegas.
"Bu Donita, saya terima permintaan Bu Donita. Tapi tolong izinin saya tetep melanjutkan sekolah saya."
"Tentu sayang, tentu saja." jawab Donita tersenyum penuh dengan kebahagiaan.
Ratna pamit pulang untuk beristirahat sekaligus untuk menenangkan pikirannya. Ratna akan melakukan apapun demi ayahnya. Baginya kesehatan ayahnya lebih penting dari kebahagiannya.
Safitri masih menangis lirih merantapi nasib keluarganya. Sekarang suaminya dirawat di rumah sakit dan anaknya harus menikah di usia yang masih sangat belia demi pengobatan ayahnya. Itu sama saja dengan menjual anaknya sendiri demi uang.
Safitri menghampiri suaminya yang sudah siuman. Johan juga sudah mendengar pembicaraan mereka semua.
"Donita, Gunawan, kenapa kamu tega pada anak ku." tanya Johan dengan suara lemah.
Donita dan Gunawan menghampiri Johan. Gunawan menggenggam tangan sahabatnya itu dan meminta maaf. Gunawan sendiri juga tidak tahu kenapa istrinya melakukan itu.
"Maafkan saya Johan. Bukan maksud saya memanfaatkan kondisi kamu. Entah kenapa dari awal saya melihat Ratna, saya sangat menyukainya. Dan saya berjanji padamu Johan, saya akan menjaga serta memberinya kehidupan yang layak setelah Ratna menjadi menantu saya."
Air mata Johan mengalir dari sudut matanya. Ratna memang dari dulu hidup sangat sederhana bahkan rela bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Tak ada pilihan lain, mungkin dengan cara ini Ratna bisa hidup layak dan tak kekurangan. Meski harus menikah dengan orang yang tak dia kenal sebelumnya. Dan juga karena Johan mengenal Donita dan Gunawan, mereka adalah orang baik.
Donita dan Gunawan pamit untuk kembali ke rumahnya. Donita meminta Safitri dan Johan untuk tak memikirkan semuanya, "Mba Safitri dan Mas Johan tenang saja semuanya kami yang akan mengurus.
"Terima kasih Mbak Donita, terima kasih banyak." ucap Safitri dengan linangan air matanya.
Gunawan dan Donita sudah ada di dalam mobil. Gunawan bertanya pada istrinya kenapa ngotot untuk menikahkan Rehan dengan Ratna. Biasanya Donita sangat pemilih dengan wanita-wanita yang dekat dengan anak-anaknya. Dan ini sungguh keajaiban, baru pertama kali melihat Ratna, Donita langsung melamarnya untuk Rehan.
"Mah! kenapa mamah melakukan ini kepada keluarga Johan?" tanya Gunawan.
"Pah! mamah benar-benar suka sama Ratna, dia sepetinya anak yang baik. Dan mamah berharap Rehan anak kita, bisa berubah sikapnya setelah menikah dengan Ratna, itu saja." jawab Donita penuh keyakinan.
"Apa Rehan akan setuju?" tanya Gunawan, mengingat sifat anaknya yang sangat keras.
"Ya harus. Kalau tidak, kita harus buat dia menerimanya apapun caranya. Mamah sudah bosan mendengar Rehan berhubungan dengan banyak perempuan diluaran sana. Mama tidak mau Rehan salah memilih pasangan hidup." tegas Donita.
Melihat keyakinan istrinya, Gunawan akan mendukung semua keputusan nya kali ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
💞Nia Kurnaen💞
seburuk apa pun sifat & karakter seorang anak,orang tuanya akan selalu menginginkan yang terbaik,termasuk pasangan hidupnya dengan harapan sang anak bisa berubah.
2023-06-07
0
Hasnah Rias Pengantin
lanjut senang dgn visual nya thooorr
2021-04-12
0
Mufitha Alinstya
qu belum trllu fham
2021-02-23
0