Kisah Ratna kok malah jadi panjang ya🤦🤦🤦, aku persingkat aja.
Happy reading 😘😘😘
Malam pertama sudah terlewati oleh Rehan dan Ratna. Hubungan mereka pun sudah lebih baik, bahkan sesekali Rehan mau mengantar jemput Ratna di sekolahnya. Ratna yang sudah di akhir sekolahnya, ia sangat berkonsentrasi di dalam ujian akhir sekolahnya. Karena Ratna ingin mendapat bea siswa masuk ke universitas favoritnya.
Meski dibelakang Ratna Rehan masih berhubungan dengan Karin, tapi Rehan jarang bermain di atas ranjang bersama Karin. Setiap kali bersama Karin, Rehan pasti akan selalu terbayang tubuh polos Ratna yang sangat menggoda. Dan itu membuat Rehan tak berminat pada Karin. Tapi bukan Karin namanya, jika tak mampu membuat Rehan tetap bersamanya.
Hari yang di tunggu-tunggu Ratna datang, yaitu hari kelulusannya. Ratna bersama teman-temannya berlari ke mading sekolah untuk melihat hasil ujinanya. Dan ternyata Ratna lulus dengan nilai terbaik. Ratna bersorak gembira bersama teman-temannya.
"Selamat ya, Na. Kamu selalu jadi nomer satu di sekolah." ucap salah satu teman Ratna.
"Makasih semua. Tapi aku sedih kita akan berpisah." ucap Ratna sedih kepada teman-temannya. Mereka saling memeluk, pertemanan yang manis itu terjalin dari saat mereka baru pertama kali menginjakan kakinya di sekolah itu, mereka saling mengenal saat acara Mos di sekolah meraka. Meski kedua temannya memiliki status sosial diatasnya, tapi Ratna bersyukur mereka tak pernah membedakannya.
Malam harinya Donita datang bersama keluarganya, dan juga Safitri, mereka datang untuk acara perpisahan sekolah Ratna. Ratna naik ke atas panggung setelah namanya di panggil oleh Kepala sekolah. Ratna menduduki peringkat pertama di sekolahnya dan sesuai janji, kepala sekolah memberikan beasiswa masuk ke Universitas yang diinginkan oleh Ratna.
"Selamat Ratna, saya selalu bangga kepada mu." ucap kepala sekolah sembari menjabat tangan Ratna.
"Terima kasih banyak, Ibu kepala sekolah."
Teman-teman Ratna bersorak gembira serta bertepuk tangan bersama-sama.
Ratna berjalan menghampiri keluarganya, dan dia mencari sosok Rehan, suaminya. Tetapi dia harus menelan pil pahit karena sosok yang dia cari tak datang diacara perpisahan sekolahnya.
"Selamat ya Ratna, mama bangga sama kamu." ucap Safitri.
"Iya sayang, kami semua bangga sama kamu. Selamat juga kamu berhasil masuk ke universitas favorit dan meraih beasiswa juga." ujar Donita senang.
"Makasih ya semua, ini juga berkat dukungan kalian juga." ucap Ratna.
Rehan menghentikan mobilnya di parkiran sekolah Ratna. Sebenarnya Rehan ingin memberi kejutan untuk Ratna. Rehan sudah membelikan buket bunga mawar merah untuk Ratna.
Setelah memarkirkan mobilnya Rehan membuka pintu dan keluar dari mobilnya. Perlahan Rehan melangkahkan kakinya ke dalam area sekolah. Rehan sudah sampai di lapangan tengah sekolah dimana acara perpisahan sekolah diadakan. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut, matanya membelalak, rahangnya mengeras dan juga Rehan mengepalkan tangannya. Rehan merasa ada api yang membakar tubuhnya saat melihat Ratna sedang foto berdua dengan teman sekolahnya, laki-laki.
Rehan tak suka kalau Ratna di sentuh oleh laki-laki selain dirinya. Tanpa pikir panjang, Rehan langsung melangkah cepat menghampiri Ratna. Di tariknya tangan Ratna dan menyeretnya ke luar sekolah, meninggalkan orang-orang yang menatap heran.
Ratna terkejut melihat siapa yang menarik tangannya. "Mas Rehan," gumannya.
Ratna diam, tapi dia meringis kesakitan karena pergelangan tangannya di cekam kuat oleh laki-laki berstatus suaminya.
"Mas, tangan aku sakit." keluh Ratna.
Rehan yang sedang diliputi rasa cemburu tak menggubris keluhan istrinya. Rehan terus melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir di area parkir sekolah, dengan kesal Rehan memasukan Ratna ke dalam mobil, sedangkan dirinya berjalan memutar ke kursi kemudi di samping Ratna.
Ratna melihat Rehan hanya diam di dalam mobilnya, tapi Ratna bisa melihat Rehan sedang dalam keadaan emosi.
"Mas Rehan, kenapa?" Ratna mencoba bertanya, tapi tak ada satu pun kata yang keluar dari mulut Rehan. Ratna hanya bisa menghela nafas dan duduk diam di samping suaminya, mengikuti kemana Rehan akan membawanya.
Mobil Rehan memasuki gedung yang menjulang tinggi. Ratna tidak tahu itu dimana. Dan lagi-lagi Rehan menarik kasar tangan Ratna keluar dari mobil itu dan membawanya masuk kedalam gedung, yang ternyata gedung apartemen. Rehan terus melangkah tanpa kata dan terus mencengkram kuat tangan Ratna.
Masih menarik tangan Ratna, Rehan membuka pintu apartemennya dan membawa Ratna ke dalam kamarnya. Rehan membuka pintu kamar mandi lalu memutar keran shower dan menepatkan Ratna di bawah shower. Ratna tak bisa melawan, dia masih bingung kenapa suaminya begitu marah.
"Mas, ini dingin." keluh Ratna.
"Bersihkan dirimu, aku tidak mau ada bekas laki-laki lain yang menempel di badan kamu." tegas Rehan.
Ratna diam, dia berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh suaminya. Ratna mengingat apa yang terjadi sebelum ini. Senyum merekah di bibir Ratna setelah tahu alasan suaminya begitu emosi. Diraihnya wajah suaminya yang mengusap sisi wajah Rehan.
"Kamu cemburu, Mas?" tanya Ratna. Akhirnya setelah sekian lama, Ratna bisa merasakan api cemburu dari dalam diri suaminya.
Cemburu, apa benar?
Keduanya diam hanya saling beradu pandang dan melempar senyum. Mereka masih berdiri dibawah aliran air dari shower. Dan keduanya mulai mendekatkan wajah masing-masing seakan ada sesuatu yang menarik mereka. Mata mereka tertutup setelah saling menempelkan bibir. Kecupan demi kecupan dan sekarang berubah menjadi ******* kecil.
Keduanya sudah menyatukan bibir mereka. Suara decitan bibir mereka beradu dengan suara aliran air. Mereka hanyut dalam penyatuan bibir di bawah dan guyuran air tak bisa mendinginkan hawa panas di tubuh mereka, dan pasti yang terjadi selanjutnya adalah pergulatan mereka akan terjadi di atas ranjang.
Tubuh mereka sudah menyatu cukup lama, kini keduanya akan mencapai puncak kenikmatan. Rehan mempercepat gerakannya dan menekan terus sampai ke dalam tubuh Ratna hingga menyentuh dinding rahim. Ratna mencengkram kuat rambut Rehan, merasakan kenikmatan dunia yang luar biasa. Ratna memejamkan matanya merasakan sesuatu yang hangat mengalir ke dalam rahimnya. Rehan ambruk di atas tubuh Ratna.
"Mas Rehan, Ratna engap." Ratna menepuk pelan pundak Rehan. Rehan berguling kesamping istrinya setelah sebelumnya mengecup kening Ratna.
Keduanya bergantian ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka. Dan setelah itu, keduanya tidur dengan saling memeluk, Ratna menjadikan tangan kekar Rehan sebagai bantal, sedang Rehan melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya.
Di tempat lain
Donita mondar-mandir cemas karena Ratna pergi secara mendadak dari acara sekolah. Gunawan dan Safitri sudah memberi tahu kepadanya untuk tidak merasa cemas karena yang membawa Ratna itu Rehan, suaminya sendiri.
"Mah, duduk saja apa tidak pusing berjalan mondar-mandir sepeti itu." tanya Reivan.
"Tidak," tegas Donita.
"Tapi Papah yang pusing." seloroh Gunawan.
Donita berdesis menanggapi celotehan Gunawan lalu duduk disamping suaminya itu.
"Lagian Mamah itu kenapa? Ratna kan pergi sama Rehan, tidak usah khawatir sepeti itu." ucap Gunawan.
"Tapi bagaimana kalau mereka melakukan hal yang tidak-tidak?" ucap Donita cemas.
"Tidak-tidak, bagaimana ini Mamah?" tanya lagi Gunawan.
"Papah sok polos." cibir Donita.
Gunawan dan Reivan hanya tersenyum-senyum menanggapi cibiran Donita. Reivan berfikir bagaimana kalau mamanya tahu kalau mereka sudah pernah berhubungan jauh sebelum hari ini. Reivan tahu itu, karena pernah melihat Ratna berjalan seperti menahan rasa sakit di area intinya. Tepatnya di pagi hari, setelah malam di mana Rehan telah menembus keperawanan Ratna. Dan Reivan sudah bisa menebak, apa yang sudah terjadi pada Ratna.
"Ya gak apa-apa, Mah. Lagian Ratna sudah lulus sekolah juga. Papah ini sudah tua, sudah ingin gendong cucu." seloroh Gunawan.
Donita berfikir sejenak sampai akhirnya dia menggerakkan kepalanya naik turun tanda setuju dengan ucapan sumainya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
hani yukino
idiiih.. rehannya enaenaan terus sama karin. giliran ratna dpegang dikit ga boleh. egois..
2021-11-06
0
Ilawati Sweet
akhirnya jebol juga pertahanan Ratna😂😂😂
2021-04-15
0
3 semprul
😁😁😁👍👍👍
2021-02-10
1