Jangan salahkan perasaan
Happy reading 😘😘😘
❤️❤️❤️❤️
Terlahir dari keluarga yang mapan 33 tahun yang lalu, Egi Pramuja dikenal banyak orang karena prestasi di bidang bisnisnya yang luar biasa. Apalagi dengan kadar ketempanan yang bisa di bilang dia atas rata-rata itu masih begitu mempesona meski kini usianya sudah kepala tiga.
Pinter, tampan, mapan, baik hati dan Sholeh itu adalah daya tarik dari seorang Egi Pramuja. Banyak perempuan-perempuan yang mau bertekuk lutut di hadapannya bahkan terang-terangan rela membuka kakinya lebar-lebar untuk laki-laki itu. Namun sayang Egi bukan tipe laki-laki murahan yang mau mengobral tubuhnya ke sembarang wanita, kecuali istrinya kelak.
Namun, saat ini Egi Pramuja sudah menetapkan hatinya pada satu perempuan cantik, anak tunggal Roni Sanjaya, salah satu rekan bisnisnya. Hubungan yang sudah terjalin selama tiga tahun itu belum ingin mereka lanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Mereka ingin menikmati masa-masa berdua sekaligus untuk saling memantapkan hati mereka.
Pesona Egi Pramuja bukan hanya pada perempuan cantik yang ingin bersandingan di pelaminan sebagai istrinya, tetapi juga kalangan ibu-ibu yang ingin menjadikannya sebagai menantu, bahkan juga pada gadis muda yang kini sedang berbaring di ranjang kamarnya. Dia sedang membuka galeri di ponselnya yang berisi foto-foto Egi. Senyumnya mengembang begitu sempurna, dia adalah Monica Alandra Putri.
"Om Egi, makin berumur tapi makin ganteng saja," gumannya. Tak tanggung-tanggung Monica mengusap wajah tampan Egi di layar ponselnya, mencium foto itu lalu menempelkan benda pipih itu ke dadanya sebelum akhirnya Monica menutup matanya tidur.
-
-
-
Kantin menjadi tempat favorit Monica dan teman-temannya. Setelah kejadian di toilet bersama Selina, Monica menjadi akrab dengan Miranti. Monica dan yang lainnya tak berhenti tertawa saat teman-teman Panji selalu melontarkan umpatan yang kasar. Namun terdengar begitu lucu, karena ekspresi wajah mereka yang terlihat begitu konyol.
"Panji dimana?" tanya Monica. Teman-temannya saling tatap kemudian mereka tertawa.
"Cieee, Monica sudah kangen saja sama yayang Panji," ledek mereka.
"Baru juga di tinggal sebentar," timpal yang lainnya.
"Apa sih kalian. Aku kan cuma nanya." ucap Monica dengan wajah yang biasa saja.
Miranti melihat Monica yang nampak biasa saja saat teman-temannya menggoda dirinya. Pasti Monica tidak menyadari kalau Panji menyukai dirinya.
"Panji lagi dampingin salah satu Dewan sekolah kita," ucap Miranti dan diikuti anggukan kepala Monica.
Monica kembali melihat ponselnya, yang menampakkan wajah tampan om kesayangannya, Egi Pramuja. Monica benar-benar terpesona akan wajah tampan laki-laki yang selalu mengajaknya bermain saat kecil.
"Monica..!"
Telinga Monica menangkap suara yang memanggil namanya. Suaranya terdengar sangat familiar, Monica pun menoleh kearah belakang. Senyumnya mengembang saat melihat seseorang yang sangat dia kenal.
"Om Rey..!"
Monica beranjak dari kursinya lalu menghampiri Reivan Alandra. Monica memeluk dan bergelayut di tubuh kekar adik ayahnya itu.
"Om Rey, ngapain kesini?" tanya Monica dengan nada manja.
"Loh Om kan salah satu Dewan di sekolah ini. Masa kamu gak tahu." Reivan menarik hidung Monica.
Monica terkikik geli, "Om belum kasih tahu Monica kan." Sekarang Reivan yang kikuk, karena memang dia belum memberitahukan itu pada keponakan tersayangnya.
"Ciee, si Panji ternyata udah ketemu sama calon Om mertua." ledek salah satu teman Panji.
Panji mendelik ke arah temannya yang bernama Noval itu. Sedang Noval malah semakin gencang menggoda Panji.
"Eh liat deh, si Panji nya malu tuh, wajahnya merah sudah kaya kepiting rebus," gelak tawa tak bisa ditahan oleh Noval dan yang lainnya termasuk Reivan sendiri.
"Wah.. Monica sudah punya pacar rupanya," ujar Reivan sembari mengacak-acak rambut keponakan kesayangannya.
"Bu..."
Belum sempat Monica mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, Noval sudah lebih dulu mencelanya.
"Wuih, si Panji sudah dapat lampu hijau tuh. Pepet donk Monica nya."
"Diem kampret," seloroh Panji yang malah membuat Noval dan yang lainya tergelak. Sedang Reivan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak-anak remaja itu. Dia seperti mengingat masa-masa SMA nya dulu.
"Kalau sama Panji, Om setuju loh," ujar Reivan pada Monica.
Monica melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang disudah di ucapkan oleh Reivan.
"Enggak kok Om Rey. Aku sama Panji cuma temen kok. Lagian Om kan juga tahu, cuma ada satu nama di hati Monic yaitu Egi Pramuja."
Mendadak sepeti ada tanah yang runtuh di sekitar Panji saat mendengar ucapan Monica. Ternyata dia sudah punya pacar, pikir Panji.
Reivan tersenyum tipis mendengar ucapan Monica, dia memang tahu kedekatan Monica dengan Egi dan masih menganggap itu biasa saja. Namun, yang Reivan belum sadari, keponakan kecilnya itu kini sudah tumbuh dewasa, dia sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Reivan masih menganggap rasa sayang Monica terhadap Egi masih sama seperti dulu, tetapi tidak dengan Monica. Monica mulai menyukai Egi bukan lagi sebagai keponakan dan Om nya, melainkan menyukai layaknya seorang perempuan menyukai laki-laki.
"Ya sudah, Om Rey pulang dulu ya. Kapan-kapan Monic main ke rumah Om, Tante Renata (istri Reivan) kangen sama Monica."
"Oke, Om Rey..!" ucapnya sembari mengacungkan jempol tangannya.
"Ayo Om Rey. Monica anter ke parkiran," ajak Monica di sambut senyuman tulus dari Reivan.
"Aku duluan semua." Monica melambaikan tangannya ke teman-temannya dan di balas lambaian tangan teman-temannya.
Monica masih betah mengalungkan tangannya di lengan Reivan. Reivan juga sedikit tak percaya waktu berputar begitu cepat. Keponakan kesayangannya yang dulu imut, dan bertumbuh gempal kini sudah menjadi gadis yang cantik, postur tubuhnya pun berubah drastis yang dulu gendut menjadi tinggi semampai. Wajahnya pun perpaduan yang pas antara Rehan dan Ratna.
Panji terus memperhatikan Monica yang sedang bergelayut manja di lengan Reivan Alandra. Dia tak pernah terpikir kalau ternyata Monica adalah keponakannya salah satu Dewan di sekolahnya. Panji terus memandang sampai bayangan mereka hilang dari pandangannya.
"Hei semua, denger deh. Kalian dengar sesuatu enggak?" tanya Noval kepada temannya.
Panji dan teman-temannya terheran dengan ucapan Noval.
"Apaan sih, Val?" tanya Miranti penasaran.
"Lo gak dengar hatinya Panji patah dengar Monica sudah punya pacar," seloroh Noval di sambut gelak tawa teman-temannya.
Panji terbelalak mendengar ledekan Noval.
"Bangke emang lo, Val," dengus Panji.
Noval terkikik geli mendengar omelan Panji. Noval merangkul pundak teman dekatnya itu, "tenanglah Nji, sebelum janur kuning melengkung, lo masih punya kesempatan buat dapetin Monica."
Panji tersenyum tipis menanggapi ucapan Noval, tetapi memang benar, dia masih punya kesempatan untuk menjadikan Monica kekasihnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
pacaran bertahun2 tdk menjamin dia Jodoh kita..
2024-05-12
0
Tatik Ajach
kirain tuaan prmpnnya trnyata yg tua lakinya...itu mah udah biasa...😀
2021-12-02
0
Dewi Suherman
Thor maaf Karena Aku nyimak Dari awal, mm nya monic ngelahirin monic usia 20, egi teman SMA nya mamanya monic, tapi ko usianya 33, monic aj sekarang dah 18tahun. klu seusia mamanya berarti 38tahunan dong Thor, maaf🙏
2021-02-23
0