Beberapa hari berlalu.
Alexa mencoba untuk mendekati Jav. Namun pria itu selalu menghindarinya.
Seperti saat ini misalnya, Alexa terus mengajak Jav mengobrol di dalam mobil ketika Dexter menyuruhnya untuk menjemput Ren dan Ron di sekolahnya.
Namun pria itu seperti orang bisu saja. Jav tak menjawab apapun setiap kata ataupun pertanyaan yang keluar dari mulut Alexa. Membuat Alexa bingung bagaimana lagi untuk mendapatkan perhatian dari suaminya.
Semuanya terasa seperti Dejavu menurut Alexa. "Sepertinya Aku harus berusaha keras untuk membuat Suamiku mengingat ku lagi," gumam Alexa. Ia tahu suaminya tengah amnesia. Ren dan Ron sudah menceritakan tentang yang mereka tahu kepada Mommy nya.
"Jav, kenapa Kau mengacuhkan semua pertanyaan ku? Apa Aku punya salah padamu?" tanya Alexa yang tak tahan dengan diamnya Jav.
"Tanyakan semua pada diri Anda sendiri, Nona. Anda telah menyakiti hati kekasih ku di masalalu. Dan Aku tidak suka dengan sikap Anda yang sudah berbuat jahat kepada calon istri Saya." Ucapan Javies membuat Alexa terkejut. Sepertinya Mia telah mencuci otak suaminya hingga suaminya ini membencinya.
"Memangnya Apa yang ku lakukan pada Mia, Jav? Sepertinya Aku tidak pernah melakukan apapun padanya. Justru dia yang berusaha untuk merebut suamiku. Bahkan dia menantang ku secara terang-terangan bahwa Aku tak pantas untuk suamiku!" Alexa tak terima.
"Cukup, Nona! Aku tidak suka Kau menjelekkan kekasih ku!" Jav membentak Alexa yang seketika membuat Alexa menitihkan air matanya.
Kebetulan mobil telah sampai di area parkir sekolah Ren dan Ron.
"Aku tidak mengenali mu lagi, Ars. Ku pikir walaupun Kau melupakan semua tentang ingatanmu, Kau masih bisa membedakan mana yang bohong dan mana yang benar. Tapi ternyata Aku salah." Alexa langsung keluar dari mobil dan meninggalkan Ars.
Sementara Ars bingung dengan apa yang Alexa ucapkan barusan. "Kenapa dia menyebutkan nama Ars? Namaku kan Javies," Javies hanya menggelengkan kepalanya. Ia tetap menunggu di mobil.
Tak berapa lama, Alexa dan kedua putranya memasuki mobil. Namun Alexa masih sangat kesal kepada Javies, jadi tak berkata apapun apalagi menatap ke arah Javies.
Yang ada hanya hawa dingin yang ada di dalam mobil tersebut. Membuat kedua putranya itu saling pandang satu sama lain.
"Uncle, kenapa Uncle yang menjemput kami? Bukankah biasanya Liam yang melakukannya?" tanya Ron.
"Tuan Dexter meminta ku untuk menjemput kalian karena ada perlu dengan Liam," jawab Jav.
"Kami lapar, dan kami mau makan di restoran Jepang yang ada di ujung jalan sana, Uncle. Bisakah kita kesana sebentar, kami sudah sangat kelaparan," rengek keduanya.
Javies melirik Alexa yang menatap ke arah jendela. Sepertinya gadis di sampingnya itu marah padanya.
"Bagaimana, Nona?" tanya Jav meminta persetujuan dari Alexa. Dia berusaha bersikap biasa saja di depan para bocah kembar itu.
"Kita ke restoran itu," ucap Alexa datar.
Javies langsung menuju ke tempat yang Ren dan Ron inginkan.
Mereka semua turun dari sana dan memasuki restoran tersebut. Javies berjalan di belakang mereka.
Mereka sudah duduk dan memesan makanan yang Ren dan Ron mau.
Dor!
Suara tembakan membuat seluruh pengunjung restoran tersebut berhamburan keluar.
Javies langsung mendekap Alexa dan juga kedua putranya.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Javies khawatir.
"Alexa menggeleng. Namun dari raut wajahnya terlihat jelas jika gadis itu sangat ketakutan.
Salah satu tangan Jav sudah siap siaga memegang senjata api yang ia bawa. Sementara Ren dan Ron memperhatikan dari celah dekapan daddy-nya melihat beberapa pria berjas hitam yang memasuki restoran tersebut.
Javies membawa Alexa dan kedua putranya ke belakang kasir. "Tetaplah di sini. Jangan keluar sebelum Aku menjemput kalian!" titah Jav. Alexa mengangguk mengerti. Namun ia begitu khawatir dengan suaminya yang akan menghadapi orang-orang itu.
"Berhati-hatilah, Ars," ucapnya.
Javies hanya mengangguk saja dan langsung menghadapi seseorang yang melesatkan timah panas tadi.
"Akan ku bunuh Kau seperti yang telah Kau lakukan pada keluarga ku!" ucap pria yang terlihat mencolok, sepertinya dia ada bos-nya.
Ars sungguh tak tahu dengan apa yang pria itu ucapkan. "Apa maksudmu? Aku tidak pernah mengenalmu."
"Jangan banyak bicara! Cepat habisi dia!" titah pria itu kepada beberapa anak buahnya.
Mereka langsung menyerang Javies. Ada yang menembak dan ada yang melawannya dengan tendangan dan tinjuan.
Entah kemampuan darimana, Jav mampu menghindar dari serangan-serangan para musuh. Bahkan dalam sekejap Jav melumpuhkan para anak buah pria berbadan jangkung tersebut.
"Sepertinya kita tidak perlu membantu Daddy," ucap Ren yang melirik ke arah daddy-nya bertarung dengan para musuh.
"Ya, Daddy memang melupakan ingatannya, tapi sepertinya Daddy tidak lupa cara bertarung dengan para musuhnya," sahut Ron.
"Tapi Daddy kalian melupakan Mommy," ucap Alexa dengan wajah cemberut menatap kedua putranya.
Kedua bocah kembar itu menatap sang Mommy dengan hati-hati. Lalu mereka memamerkan rentetan gigi mereka.
"Hehehe, Mommy jangan khawatir. Daddy kan sangat mencintai Mommy, pasti Daddy akan segera mengingat Mommy. Karena kami sudah mengganti obat Daddy dengan obat yang seharusnya ia minum untuk memulihkan ingatannya," ucap Rion.
"Apa maksudmu, Ron? Jadi selama ini Daddy mu salah minum obat?" tanya Alexa terkejut.
"Ya, Mom. Sepertinya wanita bernama Mia itu telah mengganti obat yang seharusnya Daddy minum."
"Kurang ajar sekali Mia! Lihat saja, Mommy akan melakukan sesuatu padanya. Dia sudah mengganggu rumah tangga ku untuk kedua kalinya. Aku tidak akan pernah memaafkan mu, Mia!" Alexa benar-benar geram dengan kelakuan Mia yang begitu beraninya.
Pertarungan sengit itu pun akhirnya di menangkan oleh Javies.
Namun tiba-tiba saja Jav merasa kepalanya begitu pusing. Ia seperti mengingat kilasan potongan masalalunya.
Melihat hal tersebut, pria yang berhasil di lumpuhkan Jav tadi menyeringai. Ia berusaha meraih pistolnya yang sempat Jav tendang tadi.
Tapi Alexa yang melihatnya berlari dan menghadang pria tersebut ketika mengarahkan senjata api itu ke arah Javies.
"Jangan tembak suamiku!" suara lantang Alexa membuat Javies berusaha menyadarkan dirinya menahan rasa sakit di kepalanya.
"Bravo... bravo... Jadi Kau membawa istri mu rupanya. Bagus jadi sekarang Aku bisa sekaligus menghabisi istri mu juga," pria itu nampak tersenyum miring.
"Dia bukan istri Ku. Jadi jangan macam-macam!"
"Ars, Aku istri mu Alexa! Apa Kau masih belum mengingatnya?!"
"Aku bukan Ars. Sekarang menyingkirlah!"
"Diam kalian! Aku akan membuktikan apakah ucapan Nona cantik ini benar adanya." Pria itu semakin menyeringai. Lalu dengan cepat ia menarik Alexa dan menguncinya. Pria itu menodongkan pistolnya ke kepala Alexa.
Javies terbelalak. Tangannya mengepal. Rasa khawatir menyeruak masuk hingga ke tulang-tulangnya.
"Lepaskan Dia! Atau Aku akan membuat mu hancur tak bersisa!" Javies sangat marah, pandangannya menghunus tajam hingga siapa saja yang melihatnya pasti akan sangat ketakutan.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Raisya adinda
lajuuuuut kk
2022-10-19
1
Siti Aminah
jadikan bab selanjutnya dramatis Thor munchkin dengan alexa terluka dulu baru ingatan ars kembali
2022-10-19
1
Ema Taher
lnjut Thor buat ars ingat semuanya dan hncurkan mia
2022-10-18
1