Bab 17

Alexa terus menatap Jav dari spion dalam mobil. Kini mereka akan mengunjungi pusat perbelanjaan di kota bersama kedua putranya.

Kedua bocah kembar itu melirik ke arah Mommy nya dan juga Jav yang sedang menyetir.

Jav tampak fokus menyetir, sementara Alexa sesekali melirik ke arah Jav yang fokus menyetir.

"Uncle," panggil Ren.

"Ya, ada apa Tuan muda?" jawab Jav. Dan sontak saja membuat Ren dan Ron terkekeh, karena daddy-nya memanggilnya Tuan muda.

"Apa Uncle tidak mengenal Mommy?"

Jav mengerutkan keningnya. Ia bingung dengan pertanyaan dari bocah kecil yang duduk di kursi belakang itu.

"Bagaimana Saya bisa mengenal Nona Alexa, sementara Saya baru bertemu kemarin, Tuan muda?" Jav menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari bocah kembar itu.

"Jadi Uncle samasekali tidak mengenal kami?"

"Tidak, Tuan muda," jawab Jav dengan gelengan kepala.

Ren dan Ron saling berpandangan satu sama lain. Mereka sudah mengetahui dari data rumah sakit yang sempat mereka curi, yang mengatakan jika pasien yang bernama Javies adalah korban jatuh dari jurang. Pasien tersebut mengalami amnesia. Dan ada seseorang yang menanggung semua biaya rumah sakit tersebut. Dia adalah orang yang membawa Jav pulang.

Kedua bocah kembar itu masih saling berpandangan. Walaupun mereka yakin jika itu adalah Daddy mereka, tapi mereka masih membutuhkan bukti jika Jav memanglah Daddy yang di carinya.

Ren menaik turunkan alisnya dan tersenyum menatap Ron yang membalas tatapannya dengan tersenyum mengangguk.

Ren melepaskan sabuk pengaman dan berdiri di dalam mobil mendekati kursi kemudi di depannya.

"Uncle, di rambut Uncle ada apanya?" Ren berpura-pura melihat sesuatu di rambut Jav.

"Wah iya, sepertinya ada ubannya," sahut Ron dari belakang.

"Benarkah? Bisakah Tuan muda mengambilnya?" Jav tampak cemas. Karena sebentar lagi dirinya akan menikahi kekasihnya. Apa dirinya sudah tua sekarang? Bahkan dirinya pun tak tahu berapa usianya saat ini.

"Dengan senang hati, Uncle." Ren menyeringai dan langsung mencabut satu rambut Jav. Dia langsung memasukkan rambut Jav ke saku celananya.

Ron mengacungkan jempolnya kepada saudara kembarnya itu.

Sementara Alexa, dia mengerutkan keningnya menatap ulah kedua putranya itu. Ia merasa ada sesuatu yang sedang di rencanakan para putranya.

"Terimakasih, Tuan muda."

"Sama-sama, Uncle." Ren kembali duduk di tempatnya.

***

Tak berapa lama mobil yang Jav kendarai telah sampai di parkiran pusat perbelanjaan.

Alexa turun dari mobil dan menggandeng tangan kedua putranya. Sementara Javies berjalan di belakang mereka, memperhatikan ibu dan anak itu.

Namun tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang di area parkiran tersebut. Mobil itu melaju kencang ke arah Alexa dan kedua putranya. Alexa menyadarinya dan refleks mendorong kedua putranya.

Sementara dirinya masih di tempatnya berdiri. Alexa merasa sudah tak ada waktu lagi untuk menghindar. Namun tangannya seolah ada yang menariknya sehingga ia pun terjatuh dan menimpa dada bidang seseorang.

"Kau tidak apa-apa?" tanya suara yang terdengar begitu khawatir.

Alexa mendongak menatap wajah seseorang yang menolongnya. Wajahnya tercekat menatap pria tersebut.

"Ars," ucapnya dan langsung memeluk tubuh pria tersebut dengan diiringi isak tangisnya yang pecah.

Tak ubahnya dengan pria tersebut. Dia pun terpaku mendengar Alexa memanggilnya dengan nama lain. Hatinya bergetar saat mendengar Alexa memanggilnya dengan nama Ars. Apalagi ia merasa terluka saat melihat tangisan gadis yang kini memeluknya erat.

"Mommy, apa Mommy tidak apa-apa?" tanya Ron dan Ren khawatir.

Seketika Alexa tersadar. Dia langsung melepaskan pelukannya dan langsung berdiri.

Dia menyadari jika pria yang kini mulai beranjak berdiri itu belum tentu adalah suaminya. Sementara dirinya begitu merindukan sosok suaminya, Ars.

"Apa Anda tidak apa-apa, Nona?" tanya Jav sekali lagi. Bibirnya terus terdorong untuk menanyakan hal itu kembali. Entah perasaan apa yang ia rasakan itu, tapi dia sungguh mengkhawatirkan gadis yang mengusap air matanya itu.

"Aku tidak apa-apa, terimakasih, Jav," ucap Alexa. Dia langsung menggandeng tangan kedua putranya.

"Ayo, Sayang." Alexa dan kedua putranya berjalan meninggalkan Jav yang saat ini mematung menatap Alexa dan dua bocah kembar yang saat ini menoleh kearah dirinya.

Jav merasa begitu familiar dengan mereka. Entah itu hanya perasaannya saja atau hal lainnya. Namun pria itu menepis pikirannya sendiri. Dia lebih memilih fokus pada pekerjaannya, yaitu mengawal mereka atas perintah dari Dexter.

Ketika Jav hendak melangkah mengikuti Alexa dan duo kembar itu, ponselnya berdering. Jav melihat layar ponselnya yang ternyata adalah kekasihnya. Dia mengangkat sejenak panggilan tersebut.

"Halo, Sayang." Jav tersenyum mengangkat panggilan tersebut.

"Halo Jav. Kau dimana? Apa kau sedang bersama seseorang saat ini?" Suara Mia begitu mengintimidasi. Ada kecemasan yang tersirat dari suara Mia.

"Tentu saja Aku bekerja, Sayang. Kenapa Kau terdengar begitu cemas seperti ini? Apa terjadi sesuatu?"

"Tidak, Jav. Tapi Aku takut kamu meninggalkan ku. Aku sangat mencintaimu, Jav. Aku tidak ingin kehilangan mu. Berjanjilah Kau akan selalu bersamaku, Jav." Suara Mia semakin terdengar putus asa.

"Hei, Sayang. Tenanglah. Aku akan terus bersamamu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Sayang. Kau jangan khawatir." Jav berusaha menenangkan Mia. "Lusa Aku akan menjemputmu, Sayang. Aku akan mengajakmu ke pesta Tuan Dexter."

"Benarkah? Baiklah, Aku akan menunggumu, Sayang."

"Yasudah, Kau jangan khawatir lagi, Sayang. Aku harus bekerja, demi kita agar bisa secepatnya menikah."

"Baiklah, Jav. Aku percaya padamu. Sampai jumpa lusa."

Keduanya langsung mematikan panggilan tersebut. Sementara Javies langsung mempercepat langkahnya untuk segera menyusul kemana istri tuannya itu pergi.

Sementara di sisi lainnya, seorang wanita terlihat begitu kesal dan memukul setir mobilnya. Dia kesal karena tak berhasil melenyapkan wanita yang akan menjadi penghalang hubungannya dengan sang kekasih.

"Aku tidak akan pernah membiarkan mu merebut apa yang sudah ku dapatkan, Alexa!" ucap wanita itu dengan kekesalan yang menguar. Kemudian dia segera menjalankan mobilnya keluar dari area parkir pusat perbelanjaan tersebut.

***

Jav tertegun tak berkedip melihat tampilan Alexa yang tampak begitu cantik. Bahkan ia susah untuk menelan ludahnya sendiri.

Ren mendekat ke arah Jav. "Mommy sangat cantik kan, Uncle?" tanya Ren.

"Ya, sangat cantik," jawab Jav tanpa sadar.

Namun sesaat kemudian ia segera mendapatkan kesadarannya dan membola ketika sadar apa yang dia ucapkan.

"Ah, maaf. Maksud Saya bukan seperti itu, Tuan muda...." Jav merasa tidak enak karena sudah memuji istri dari bosnya.

"Tidak apa-apa, Uncle. Mommy kami memang sangat cantik." Kedua bocah itu tersenyum menyeringai. "Uncle juga boleh menyukai Mommy kami," sambung Ren.

Jav semakin melotot dengan ucapan anak kecil di sampingnya itu.

"Nak, Kau tidak boleh berkata seperti itu. Apa Kau tidak takut ayahmu akan menghukum mu kalau sampai mengetahui tenang perkataan mu ini? Dan Uncle sebentar lagi mau menikah, jadi tidak mungkin Uncle menyukai gadis lain selain calon istri Uncle," ucap Jav.

Alexa yang tak jauh dari sana pun mendengar semua perkataan Jav. Sungguh hatinya begitu sakit kala mendengar jika Jav telah memiliki calon istri. Alexa sangat berharap jika Jav adalah Ars, suaminya. Jadi salahkah dirinya jika merasakan sakit?

***

Terpopuler

Comments

Sumawita

Sumawita

Kak bikin jav kembali ingatan secepatnya dong sebelum wanita ular itu memaksa jav menikahi

2022-10-17

2

Anita Firdiyah Permatasari

Anita Firdiyah Permatasari

llanjutttt,, jngan lama" thor

2022-10-17

1

Sugiarti Jambi

Sugiarti Jambi

lanjut kak semangat menulis cerita nya keren abis Kak

2022-10-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!