Di pelosok sebuah desa kecil, seorang wanita telah duduk di pinggir jalan kecil. Matanya melihat ke sekitar tempat tersebut. Berharap seseorang yang ia tunggu sejak dua tahun lamanya akan muncul dan menjemput dirinya dan putranya.
Pikirannya kembali menerawang ke kejadian dua tahun lalu. Itu adalah kenangan terburuknya sepanjang perjalanan hidupnya.
Tadinya ia berpikir jika dirinya dan keluarganya tidak akan selamat. Namun suatu keajaiban membuatnya merasa sangat bersyukur karena dirinya dan satu putranya masih dapat menghembuskan nafas hingga saat ini.
Ya, wanita itu adalah Alexa.
Semenjak kecelakaan beberapa tahun lalu, ia harus terpisah dengan suami dan satu putranya. Kerinduan yang mendalam terus ia rasakan kepada suaminya dan satu putra kembarnya.
Walaupun kecil kemungkinan jika mereka masih hidup, Alexa selalu meyakini jika suami dan putranya akan selamat. Ia hanya pasrah dengan sebuah harapan.
Tapi dia bukanlah wanita yang begitu kuat. Dia sangat membutuhkan suaminya saat ini. Pernah ia hampir menyerah pada kehidupan. Tapi putranya selalu meyakinkan dirinya jika seluruh keluarganya pasti akan selamat.
Renon lah yang selama ini selalu menguatkan sang Mommy.
Semenjak kecelakaan waktu itu, Alexa dan Renon di tolong oleh seorang pria paruh baya bersama dengan istrinya. Mereka kebetulan tidak memiliki seorang anak. Jadi kehadiran Alexa dan Renon begitu berharga bagi mereka.
Alexa juga pernah bertanya kepada pasutri paruh baya yang menolongnya. Apakah mereka menemukan korban lainnya. Namun kedua pasutri itu tidak menemukan orang lainnya kecuali dirinya dan putranya.
Bahkan kedua pasutri itu juga membantunya mencari ke sekitar pemukiman warga apakah ada dari mereka yang menemukan seseorang yang terjatuh dari jurang. Namun semuanya tidak ada yang tahu.
Kebanyakan dari warga malah mengatakan bahwa jika ada yang selamat dari dari jurang tersebut, itu adalah sebuah keajaiban.
"Mommy...," panggil Renon dari kejauhan.
Melihat kehadiran putranya, Alexa segera menghapus air matanya. Ia tidak boleh membuat putranya merasa cemas padanya.
"Kenapa Kau kemari, Sayang?" Alexa tersenyum lembut menatap putranya.
Renon berjalan semakin mendekat. Ia menatap iba pada Mommy nya. Renon tahu jika Mommy nya sangat merindukan Daddy nya.
"Ren khawatir karena Mommy begitu lama."
"Maafkan Mommy, Sayang. Mommy hanya ...."
"Merindukan Daddy?"
Alexa mengangguk samar. Sekuat mungkin ia menahan untuk tidak mengeluarkan air matanya. Namun kali ini sulit sekali untuk menahannya. Rasanya rindu Alexa kepada sang Suami sudah menggunung. Hingga tangisnya pun pecah seketika. Dia memeluk putranya dengan air mata yang mengalir kian menderanya.
Ingin sekali Ren menangis melihat Mommy nya yang seakan tersiksa karena rindunya. Dirinya pun juga sangat merindukan Daddy nya, apalagi kepada saudara kembarnya Rion.
Tapi dia adalah seorang anak laki-laki. Sebisa mungkin ia akan melindungi Mommy nya. Ia harus bisa menjadi tempat sandaran untuk sang Mommy. Walaupun begitu dia tetaplah seorang anak-anak.
"Mommy jangan bersedih. Ren yakin jika Daddy dan Rion akan menjemput kita suatu hari nanti." Ren berusaha membesarkan hati Mommy nya.
Alexa merasa begitu beruntung memiliki Renon di sampingnya saat ini. Putranya menjadi penyemangat dirinya untuk memiliki sebuah harapan.
"Ya, Kau benar, Sayang," ucap Alexa berusaha mengusap air matanya. Lalu ia tersenyum menatap putranya yang seolah bersikap dewasa itu. Ia harus bisa menjadi kuat untuk putranya.
"Kalau begitu Ayo kita kembali, Mom. Paman dan Bibi sudah menunggu kita untuk makan malam," ajak sang putra.
"Baiklah, Ayo kita kembali. Maafkan Mommy yang sering kali seperti ini ya, Sayang. Mulai hari ini Mommy janji akan menjadi lebih kuat lagi sampai Daddy mu datang dan menjemput kita," ucap Alexa. Tangannya menggandeng tangan Ren dengan hangat.
"Iya Mom. Emm... Apakah nanti Ren boleh ikut Paman Lucas? Komputer milik salah satu warga ada yang rusak. Apa Aku boleh membantu Paman, Mom?" tanya Renon hati-hati.
Sebelumnya Alexa menyuruhnya untuk menjauhi barang-barang elektronik. Dia takut jika sang putra kembali menyentuh benda-benda tersebut, nyawa mereka kembali terancam.
Alexa berpikir sejenak. Ia tahu jika putranya pasti bosan jika dirinya terus melarangnya untuk melakukan sesuatu.
"Boleh, asalkan jangan melakukan hal-hal yang bisa mengakibatkan kita dalam bahaya, Ren. Mommy tidak ingin lagi kejadian buruk menimpa kita. Mommy hanya memiliki mu saat ini," ucap Alexa menyetujui.
Alexa tahu jika dia dan putranya berada di sebuah pedesaan yang masih jauh dari kata alat-alat canggih seperti misalnya ponsel, komputer dan lainnya. Hanya ada beberapa saja dari mereka yang mempunyai.
Kebetulan Paman Lucas, suami dari bibi Viona, pasutri yang telah menolong mereka adalah seorang ahli elektronik. Jadi setiap ada barang elektronik milik warga yang rusak, pasti akan mencari Paman Lucas untuk memperbaikinya.
Ren sangat senang Alexa mengizinkannya. Ini adalah kali pertamanya Ren di izinkan pergi.
***
"Syukurlah kalian sudah kembali. Paman dan Bibi khawatir karena kalian belum kembali juga." ucap bibi Viona. Ia begitu menyayangi Alexa dan juga putranya.
"Maaf sudah membuat Paman dan Bibi menunggu kami. Sekarang Ayo kita makan malam, Paman, bibi." ajak Alexa.
Mereka segera menuju ruang makan untuk menyantap makan malam mereka.
"Paman, malam ini bolehkah Ren ikut Paman bekerja? Mommy sudah mengizinkannya," ucap Renon dengan senangnya.
"Akhirnya Kau mengizinkan putramu untuk ikut dengan ku juga, Lexa. Aku akan mengajari putramu, dia sangat antusias dengan pekerjaan yang ku lakukan ini. Putramu ada anak yang begitu pintar." puji Paman Lucas.
Alexa hanya tersenyum menanggapinya. Sebelumnya ia sudah berpesan agar Ren tidak melakukan hal macam-macam. Jadi ia merasa sedikit tenang.
Usai makan malam, Paman Lucas segera mengajak Ren untuk melakukan pekerjaannya. Mereka berangkat menuju rumah warga dengan menggunakan motor. Kebetulan Paman Lucas memiliki sebuah motor lawas.
Sampailah mereka di sebuah rumah yang lebih menonjol di bandingkan dengan yang lainnya.
"Selamat datang, Tuan Lucas. Saya sudah menunggu Anda sejak tadi. Apa Anda bisa langsung memperbaiki komputer Saya? Banyak pekerjaan yang belum Saya selesaikan," ucap pria bernama Dewa. Pria itu berasal dari Indonesia. Namun pandangan pria itu tertuju pada sosok anak kecil di belakang Paman Lucas. Karena baru kali ini Paman Lucas membawa seorang anak kecil.
Padahal pria itu tahu jika Paman Lucas tidak memiliki seorang anak.
"Dia adalah cucu Saya, Tuan." ucap Paman Lucas ketika melihat arah pandang Dewa.
***
Hai para readers tercinta 😍😘. Untuk giveaway, akan othor umumkan besok ya 🥰 jangan lupa untuk follow akun author agar author bisa langsung menghubungi pemenangnya ya 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Widi
Thor cepat pertemukan mereka, jangan sampe Ars nikah sama wanita yg nolongin dia
2022-09-24
1
Sumawita
Jangan lama-lama up nya kak
2022-09-24
1
Noona Han
Akhirnya yang ditunggu-tunggu, up juga thor
2022-09-24
1