Bab 11

Dewa tertawa remah menatap Renon. Dia mengiyakan saja ucapan anak kecil di depannya itu.

Sementara Paman Lucas segera menghampiri Ren dan menyuruhnya untuk bersikap sopan dan tidak mengatakan hal yang mengada-ada.

"Nak, Kau tidak boleh berkata sembarangan kepada Pak Dewa." Paman Lucas menegur Ren.

"Ren tidak berkata sembarangan, Paman. Ren memang bisa melakukannya. Tapi kumohon Paman berjanji agar tidak menceritakan tentang ini kepada Mommy," ucap Ren memohon.

Paman Lucas merasa bingung. Ia tidak tahu harus percaya pada ucapan Ren atau tidak. Ren adalah anak kecil, jadi mustahil baginya untuk mempercayai anak kecil seperti Ren.

"Tapi, Nak. Sebaiknya kita pulang saja. Paman tidak ingin membuat Pak Dewa kecewa karena ucapan mu yang belum tentu benar."

Melihat perdebatan antara Paman Lucas dan Ren membuat Dewa menghela nafasnya. "Tuan Lucas, biarkan saja anak kecil ini melakukan apa yang ingin dia lakukan. Saya sungguh tidak keberatan," ucap Dewa membuat Lucas akhirnya membiarkan Ren melakukan apapun yang akan dia lakukan.

Ren kemudian berjalan menuju komputer milik Dewa yang sempat Paman Lucas perbaiki tadi. Sementara kedua pria dewasa itu mengikutinya dari belakang.

Renon sedikit mengutak-atiknya namun tetap saja komputer itu tidak menyala. Dan itu semakin membuat Dewa tersenyum remeh.

"Uncle, apa yang terjadi terakhir kali sehingga komputer Uncle menjadi seperti ini?" tanya Ren.

"Apa Kau tidak bisa memperbaikinya, Boy? Uncle tidak akan marah jika Kau tidak bisa memperbaikinya," celetuk Dewa. Ren menatapnya tajam.

"Jawab saja pertanyaan ku, Uncle."

"Baiklah-baiklah, Boy. Sebenarnya kemarin ada virus yang membuat komputer Uncle menjadi seperti ini." jawab Dewa.

Ren mengangguk mengerti. Kemudian Ren mengeluarkan kalung yang ia pakai yang berada di balik bajunya. Liontin kalung itu berbentuk kotak hitam. Ren membuka liontin tersebut dan mengeluarkan sesuatu dari sana. Sebuah chip kecil ia masukkan kedalam MSD dan memasukkan benda itu kedalam tempatnya yang ada di komputer tersebut.

Renon memang memakai kalung itu sejak masih bersama dengan saudara-saudaranya dulu. Dan untungnya kalung itu tidak hilang ketika kecelakaan itu terjadi.

Sementara Dewa dan Paman Lucas menatap heran kepada Ren. Terlebih Dewa. Ia menjadi terdiam dari senyum remehnya terhadap Ren. Mereka hanya memperhatikan tangan mungil Ren yang melakukan hal yang membuat mereka terdiam.

Sebenarnya chip yang Ren masukan adalah sebuah chip yang Ren ciptakan untuk membunuh berbagai macam virus yang terdapat dalam semua perangkat.

Dan tak lama kemudian, komputer itu menyala. Ren segera membersihkan sisa-sisa virus yang masih sedikit terdapat di sana. Kini komputer itu sudah dapat di gunakan kembali.

Ren melihat ada sebuah data di sana. Dan tanpa sengaja ia mengklik data tersebut. Sebuah rencana besar untuk membantai kelompok mafia. Dan terlihat jelas jika itu data yang di kirim oleh agen rahasia dari kepolisian. Ren menyimpannya kembali. Ia sudah tahu jika ternyata Dewa adalah mata-mata dari kepolisian yang mungkin sedang menyamar.

Dan ini akan sangat memudahkan dirinya untuk dapat menemukan Daddy dan kembarannya.

"Lihatlah, Uncle. Aku bisa memperbaiki komputer Uncle," ucap Ren seraya mengambil kembali chip nya dan menaruhnya kedalam liontin miliknya kembali.

Kedua pria dewasa itu tercengang saling menatap. Mereka masih tak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"Uncle, sekarang Uncle harus menepati janji Uncle. Dan Paman, tolong rahasiakan ini dari Mommy." ucap Ren.

Ucapan Ren sontak membuat kedua orang dewasa itu tersadar. Mereka menjadi penasaran dengan sosok anak kecil di depannya.

"Siapa Kau sebenarnya, Boy?" tanya Dewa dengan raut wajah penasaran. Sungguh ia harus menelan kembali pemikirannya yang telah mentertawakan bocah kecil itu.

"Ya, Nak. Paman juga tidak pernah tahu jika Kau lebih pandai dari Paman." timpal Paman Lucas.

"Maaf Paman, Uncle. Ren belum bisa bercerita tentang siapa Ren sebenarnya. Mommy melarang keras Ren untuk bercerita kepada siapapun. Tapi suatu saat nanti Ren pasti akan bercerita kepada Paman dan Uncle." tutur Ren.

Dewa kini menjadi tahu jika Ren pasti bukanlah anak kecil biasa. Ia menjadi sangat penasaran dengan siapa sebenarnya keluarga Ren yang sesungguhnya. Tak serta merta Paman Lucas. Selama ini ia pun juga baru tahu tentang rahasia yang Ren sembunyikan. Dulu ketika dia dan sang istri berhasil menyelamatkan Alexa dan Ren. Alexa selalu bungkam ketika di tanya perihal asal-usul dan juga sebab mereka bisa sampai kecelakaan. Kini perlahan ia mulai sedikit tahu jika mungkin Alexa dan Ren telah memiliki sebuah rahasia besar.

"Baiklah, Boy. Sekarang apa yang Kau inginkan?" tanya Dewa.

"Seperti yang ku minta tadi, Uncle. Ren ingin Uncle menghubungi seseorang yang telah menciptakan alat-alat milik Uncle." jawab Ren dengan sangat yakin.

***

Jangan lupa kasih bintang 5 untuk karya ini ya kk² semua 🤧

untuk pemenang giveaway juara 3, harap segera follow akun author agar author bisa segera mengirimkan hadiahnya 😁

Terpopuler

Comments

Sugiarti Jambi

Sugiarti Jambi

lanjut kak semangat menulis cerita nya keren abis

2022-09-26

1

Widi

Widi

lanjut thorr

2022-09-26

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!