Alexa terdiam mencerna semua penuturan putranya. Dari yang ia tangkap, saat ini suaminya masih hidup. Ya, Alexa sangat yakin jika pria yang putranya ceritakan itu pasti suaminya.
Kini Alexa memeluk kedua putra yang sangat di cintainya.
"Mommy, maafkan Ron. Karena Ron semuanya jadi kacau," ucap Rion tiba-tiba menangis. Anak kecil itu sangat menyalahkan dirinya sendiri.
"Ini bukan hanya salah mu, Ron. Tapi ini juga salah ku. Kita berdua bersalah. Karena kita, keluarga jadi terpisah seperti ini." Kedua putra Alexa menangis sesenggukan.
Alexa tersenyum dan menciumi pipi kedua putranya. "Jangan menyalahkan diri kalian terus menerus. Ini semua adalah jalan takdir. Sudah jangan menangis lagi, Sayang. Kita pasti akan membuat Daddy kalian berkumpul bersama kita lagi," ucap Alexa mengusap lembut rambut kedua putranya.
"Lalu apa rencana kita sekarang?" tanya Dewa yang tiba-tiba hadir di antara mereka.
"Tuan, terimakasih telah menyelamatkan putraku." Alexa membungkuk di depan Dewa.
"Anda tidak perlu berterimakasih, Nyonya. Putramu sungguh sangat pintar dan cerdas. Saya sendiri tidak menyangka jika anak sekecil ini dapat melakukan hal besar."
"Jangan melupakan kami, Uncle. Karena kami juga ikut andil dalam semua ini," serobot George dan Sachi yang menghampiri mereka.
"Ya, kalian memang para anak-anak yang hebat. Tapi sebaiknya kita segera pergi dari sini. Aku sudah menghubungi teman ku untuk mengantar kalian kembali."
***
"Liam, tolong jangan katakan kepada Paman Dexter yang kita alami saat ini."
"Baiklah. Tuan muda." Liam mengangguk patuh. "Lalu bagaimana dengan Nona Alexa dan juga saudara kembar Anda?"
"Aku akan meminta Paman Dexter agar mengizinkan Mommy dan juga Ren tinggal bersamaku." Liam hanya manggut-manggut mendengarnya.
Kedua anak kembar itu merencanakan sesuatu untuk membuat pria bernama Jav itu mengingat tentang mereka. Karena mereka yakin jika pria itu adalah Daddy mereka. Walaupun Ren belum melihat wajah pria yang bernama Jav itu, tapi ia meyakini perkataan Ron.
Sesampainya di mansion milik Dexter, Ron segera mengajak Mommy dan juga kembarannya untuk menemui Dexter.
Ketika sampai di dalam, kebetulan Dexter sedang berada di ruang tengah. Pria itu menyipitkan matanya melihat pemandangan di depannya.
Dua Ronald, pikirnya.
"Paman...." Rion langsung menghambur memeluk Dexter. Sementara pria itu masih belum bisa mencerna yang ia lihat saat ini.
"Ron, ada apa ini sebenarnya? Kenapa ada anak lainnya yang begitu mirip dengan mu? Dan siapa Nona ini?" tanya Dexter. Pandangan matanya menatap kearah Liam yang kini memasuki ruangan.
"Paman, mereka adalah keluarga ku. Dia adalah Ren saudara kembar ku, dan ini ada Mommy ku. Ternyata mereka selamat, Paman. Bolehkah mereka ikut tinggal di sini juga, Paman? Ron sangat merindukan mereka, ku mohon boleh ya, Paman?" ucap Ron dengan penuh permohonan.
Dexter mengamati Alexa dan juga Ren bergantian. Pria itu berpikir sejenak, lalu kemudian ia mengangguk menyetujuinya.
Dexter menatap ke arah Alexa, pria itu seolah pernah bertemu dengannya sebelumnya namun dia masih belum mengingatnya.
"Jadi Anda selamat dari kecelakaan itu, Nona?" tanya Dexter menatap Alexa. Ia masih ingat saat menemukan Rion waktu itu.
Alexa tersenyum dan mengangguk. "Ya, Tuan. Ternyata Tuhan masih melindungi kami."
"Syukurlah, Aku sangat iba saat melihat Rion yang menangis seorang diri di hutan waktu itu. Dan Kau Nak, kemarilah," ucapnya pada Ren.
Ren segera mendekat. Dexter dengan sigap menggendong Ren dan Ron di tangan kanan dan kirinya. Postur tubuh kekarnya menjadikannya sangat mudah hanya dengan menggendong kedua bocah kembar itu.
"Aku telah kehilangan putraku. Dan kini Aku mendapatkan dua putra kembar. Jangan pernah sungkan tinggal bersamaku. Aku sudah menganggap kalian sebagai putraku sendiri."
"Terimakasih, Paman," ucap Rion dan Renon bersamaan.
"Lalu bagaimana dengan suami mu, apakah dia juga selamat?" Dexter bertanya bersamaan ketika Javies memasuki ruang tengah untuk mencari Dexter. Ada hal yang harus di laporkan nya.
Deg...
Alexa menutup mulutnya sendiri. Pria bernama Javies itu benar-benar mirip dengan suaminya.
Ingin rasanya dirinya memeluk pria itu untuk meluapkan segala kerinduannya pada suaminya. Namun dia menahannya. Alexa teringat jika pria itu bernama Javies. Jadi dia tak ingin salah orang. Alexa akan menyelidikinya terlebih dahulu tentang pria tersebut.
Namun firasatnya mengatakan jika pria itu adalah suaminya. "Ars, apakah itu Kau, Sayang?" batin Alexa.
Sementara Javies mengerutkan dahinya kala melihat Alexa yang sejak kehadirannya di sana terus saja menatapnya. Ada getaran aneh saat dia menatap wanita yang saat ini juga menatapnya.
"Liam, Kau antarkan mereka ke kamar lantai dua. Pastikan mereka mendapatkan kenyamanan tinggal di mansion milikku," titah Dexter.
"Baik, Tuan." Liam patuh dan segera menuntun Alexa untuk ke kamar yang sudah di siapkan. Namun nampaknya Alexa masih terfokus pada sosok pria bernama Javies.
"Mari, Nona," ucap Liam. Namun tak ada respon dari Alexa.
Rion dan Renon tahu jika Mommy nya begitu merindukan daddy-nya. Namun untuk saat ini mereka harus menahannya lebih dulu sebelum semuanya jelas.
"Mommy...." panggil kedua putranya dan berhasil membuat Alexa tersadar.
"Ah, iya, Sayang."
"Mommy istirahat dulu. Liam akan mengantar Mommy ke kamar Mommy dan Ren," tutur Rion.
Rasanya Alexa tak ingin beranjak dari sana. Ia masih ingin menatap wajah yang selalu di rindukannya itu.
"Baiklah, Nak." Alexa mengangguk dan langsung mengikuti langkah kaki Liam.
"Terimakasih, Paman," ucap Rion girang. Kedua bocah kembar itu pun langsung turun dari gendongan Dexter dan mengikuti Liam yang akan menunjukkan kamar mereka.
Sementara Javies pun mematung di tempatnya. Dia berpikir jika wanita yang baru di lihatnya itu adalah istri Dexter. Karena yang ia tahu, Rion adalah putra dari bosnya itu. Entah mengapa ada rasa yang begitu aneh ketika ia melihat wanita yang baru saja ia lihat tadi. Mungkinkah sebelumnya dirinya mengenalnya?
Ars menepis pikirannya sendiri. Ia akan fokus pada pekerjaannya saat ini. Dan jika ini selesai, ia akan langsung melamar kekasihnya.
"Tuan, Saya menemukan sesuatu yang mencurigakan," ucap Jav dan membuat Dexter langsung menatapnya.
"Ke ruangan ku sekarang!"
Keduanya langsung pergi ke ruangan Dexter untuk memeriksa kejanggalan yang Jav temukan.
***
"Sial! Aku tidak menyangka jika ternyata supir ku sendiri bekerjasama dengan Martinus! Pantas saja kelompok mafia itu berhasil menerobos masuk kedalam dan mencuri barang yang akan di kirim." Dexter tampak begitu gusar.
"Apa Kau bisa mengecohnya?"
Jav berpikir sejenak. Kemudian dia menganggukkan kepalanya. "Akan ku coba, Tuan."
Jav mengunci data penjualan yang baru-baru ini akan di kirimkan. Lalu ia membuat lagi yang palsu, agar para pencuri itu terkecoh.
"Sudah ku lakukan, Tuan."
"Bagus." Dexter tersenyum puas. Sungguh Javies sangat bisa di andalkan. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
"Cepat Kau bawa sebagian anak buah kita menuju ke dermaga X. Kita akan menangkap pencuri di sana," ucapnya pada seseorang di seberang sana. Kemudian Dexter segera mematikan ponselnya.
"Kerja yang bagus, Jav. Setelah penangkapan para pencuri ini, Aku akan mengadakan sebuah pesta. Kau boleh mengajak kekasih mu untuk datang nanti," ucap Dexter. Suasana hatinya begitu senang hari ini.
Sepertinya kedatangan orang-orang baru dalam hidupnya itu membawa hoki tersendiri untuknya.
"Baiklah. Terimakasih, Tuan."
Dexter berjalan mendekati Jav dan menepuk pundaknya. "Aku ingin Kau melakukan satu hal lagi, Jav."
"Apa itu, Tuan?"
Bisakah Kau mengajak kedua putraku dan Mommy nya membeli pakaian untuk pesta yang akan ku adakan nanti? Karena Aku akan membawa Liam ikut bersamaku dalam penangkapan para pencuri. Aku ingin Kau mengawal mereka untuk beberapa saat."
"Baiklah, Tuan. Aku akan mengawal mereka untukmu," ucap Jav patuh.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Siti Nurjanah
kesempatan untuk keluarga kecil ars untuk bersama setelah beberapa tahun belakangan ini terpisah
2022-11-05
0
Noona Han
akhirnya yg dtunggu up juga wkwk
2022-10-17
1
sri sumarsih
lnjti kk
2022-10-15
1