Liam masih tak percaya dengan apa yang dia lihat kemarin. Semua alat-alat yang dia lihat, dan juga betapa lincahnya Rion berselancar dengan benda-benda elektronik yang sudah tertata rapi di tempat persembunyian yang ia datangi kemarin.
Bahkan kini Liam memakai sebuah alat yang di berikan oleh George, yaitu jam tangan dan juga pulpen. Jika orang melihatnya mungkin itu adalah benda-benda biasa. Namun benda itu adalah benda untuk melindungi diri.
"Liam, ada yang ingin ku bicarakan dengan mu," ucap Dexter. Dia langsung memasuki ruangannya. Liam tersadar dari lamunannya. Pria itu lantas mengikuti bos-nya ke ruangannya.
"Kau carilah informasi tentang keberadaan Mr Zero. Kita membutuhkan bantuannya untuk menghadapi seseorang yang begitu berbahaya."
Liam langsung terperanjat. Dia teringat tentang semua cerita dari Rion mengenai Mr Zero dan juga kecelakaan itu.
"Tapi, Tuan. Sepertinya Mr Zero sudah tidak bisa membantu kita," ucap Liam yakin.
Dexter mengerutkan keningnya. "Bagaimana Kau bisa mengatakan jika Mr Zero tidak bisa membantu kita? Walaupun dia sudah jarang sekali muncul. Tapi dua tahun lalu dia sempat membantu Derrick mengalahkan musuhnya dengan alat yang dia ciptakan dan teknik berperang dari aplikasi yang dia ciptakan. Hubungi Derrick dan tanya padanya bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan Mr Zero." titah Dexter.
Sementara Liam tidak tahu bagaimana caranya dia menjelaskan jika sebenarnya Mr Zero mungkin sudah tewas dalam kecelakaan mobil seperti yang Rion ceritakan kemarin.
Namun perintah bosnya adalah mutlak. Jadi dia harus menurutinya.
"Baiklah, Tuan." ucapnya patuh.
"Dan satu lagi, nanti akan ada bawahan ku di kantor yang akan mengantarkan berkas. Suruh dia masuk ke ruangan ku!"
"Baiklah, Tuan.
Liam segera pergi dari sana. Dan menuju ke depan. Kebetulan di sana ada seseorang yang mengatakan ingin mengantarkan berkas kepada penjaga rumah ini.
Liam segera menghampirinya. " Tuan Dexter sudah menunggu Anda di ruangannya. Silahkan ikuti Saya, Tuan," ucap Liam.
Pria itu mengikuti Liam di belakangnya, menuju ruangan bos-nya.
"Permisi, Tuan. Saya datang ingin mengantarkan berkas yang Anda minta." ucap pria itu.
Dexter menyuruhnya untuk menaruhnya di mejanya. Setelah itu Dexter meminta bawahannya itu untuk segera pergi. Namun pria itu nampak terlihat begitu ragu-ragu. Seolah ia ingin berkata sesuatu.
"Kenapa masih di sini? Cepat kembali dan selesaikan pekerjaan di kantor!" titah Dexter. Dia nampak begitu frustasi karena ada seseorang yang telah membobol data perusahaan miliknya. Dan kini ia masih belum menemukan siapa pelakunya.
"Tuan, sepertinya berkas itu sudah di manipulasi," ucap pria itu takut-takut.
Dexter menatap bawaannya dengan mata menyipit. "Apa maksudmu?"
"Semua berkas itu ada yang merubahnya. Terlihat begitu jelas dalam hitungan dari bulan lalu. Dan sepertinya itu di lakukan oleh orang dalam," tutur pria itu.
Dexter mulai membuka berkas yang di bawa pria itu tadi. Dan benar saja ada perubahan yang signifikan dalam bulan lalu. Dexter kembali menatap pria itu. Sejujurnya Dexter sedikit ragu dengan bawahan barunya ini.
"Apa Kau bisa membuktikan jika ada orang dalam yang ingin menghancurkan perusahaan milik ku?"
Pria itu mengangguk ragu. "Apakah Saya bisa meminjam laptop dan juga data perusahaan yang sebelumnya, Tuan?"
Dexter nampak ragu, tapi Ia juga ingin tahu apakah perkataan bawahannya ini benar adanya.
Dexter terus memperhatikan bagaimana lihainya bawahannya itu mengoperasikan komputer miliknya. Dan benar saja. Bawahannya mampu mengetahui tentang kecurangan dan juga data yang telah di curi. Dan ternyata semua itu berasal dari orang kepercayaan Dexter.
"Tuan, Saya akan mengunci semua data perusahaan dengan sistem antivirus yang siapapun tidak akan ada lagi yang bisa membobolnya. Jadi mulai sekarang Anda bisa tenang," ucap bawahannya.
Dexter begitu takjub dengan kelihaian bawahan barunya itu. Ia merasa jika bawahannya bukanlah orang sembarangan.
"Siapa namamu? " tanya Dexter.
"Saya Javies, Tuan."
"Jav, terimakasih atas bantuannya. Mulai sekarang Aku tidak akan menempatkan mu lagi di kantor."
"T-tapi, Tuan. Saya membutuhkan uang untuk biaya menikah. Dan jika Saya di pecat, bagaimana Saya bisa melamar kekasih Saya nanti."
"Jadi kau mau menikah? Kau tenang saja, Aku tidak akan memecat mu. Justru Aku akan mengangkat mu menjadi asisten pribadi ku. Aku sangat membutuhkan mu untuk hal lainnya. Aku akan membayar mu dengan banyak uang jika Kau setuju menjadi asisten ku."
Jev nampak begitu girang. Akhirnya ia akan melamar sang kekasih hatinya. Dia merasa begitu beruntung dengan sebuah ingatannya itu. Terkadang Jav bertanya-tanya mengenai masalalunya, tapi itu tidaklah penting. Karena yang terpenting adalah masa depannya. Yaitu melamar kekasihnya dan hidup bahagia selamanya.
Jev berhutang nyawa kepada kekasihnya. Karena beberapa tahun lalu, kekasihnya lah yang sudah menyelamatkan nyawanya.
"Baiklah, Tuan. Terimakasih telah memberikan pekerjaan kepada Saya. Saya akan mengabdi kepada Anda."
"Tapi sepertinya Kau harus menunda untuk melamar kekasih mu itu, Jav. Karena Aku ingin Kau menyelesaikan pekerjaan dariku. Dan mungkin dalam beberapa waktu Kau harus stay di sini."
Jav berpikir sejenak. Setelah pekerjaan ini, ia pasti akan dapat melamar sang kekasih. Ini adalah cara tercepatnya untuk mendapatkan banyak uang.
"Baiklah, Tuan. Saya setuju."
Dexter dan Javies saling berjabat tangan. Lalu Javies segera keluar dari ruangan Dexter. Ia sudah tidak sabar untuk memberitahukan kepada kekasihnya jika sebentar lagi dia akan melamarnya.
Bersamaan dengan itu, Rion ingin bertemu dengan Dexter.
Ketika pintu terbuka, Rion mematung melihat Javies yang keluar dari ruangan Dexter.
Sementara Javies. Menghentikan langkahnya menatap anak kecil yang berdiri di depannya. Javies tersenyum menatap Rion,Javies berpikir anak kecil di depannya adalah putra dari Tuan Dexter. lalu ia melangkahkan kakinya meninggalkan Rion yang masih mematung di tempatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Siti Nurjanah
apa jev itu Mr zero Daddy nya Rion di temukan seseorang yg lupa ingatan?
2022-11-05
0
Ellania sweethearth
jangan bilang itu mr Zero wah rion kau sepertinya akan dapat mamah baru kalo tdk cepat bertindak
2022-09-08
1
Sumawita
Siapa javies
2022-09-08
1