"Baiklah, Boy. Tapi tidak sekarang. Ini sudah terlalu larut untuk seorang anak kecil. Lebih baik besok saja. Biarkan Uncle yang akan menjemputmu ke rumah Tuan Lucas." saran Dewa.
"Ya, Nak. Pak Dewa benar. Paman tidak tahu ada perjanjian apa antara kalian. Tapi Paman membenarkan ucapan Pak Dewa jika tidak baik seorang anak kecil tidur terlalu larut. Saat ini Mommy mu pasti sedang cemas menunggu mu. Lebih baik sekarang kita pulang saja dahulu," timpal Paman Lucas.
Ren terdiam memikirkan perkataan dua pria dewasa itu. Ia pun mengangguk setuju. Saat ini pasti Mommy nya sedang cemas memikirkannya.
"Baiklah, tapi Uncle harus menepatinya."
"Tentu saja, Boy." jawab Dewa tersenyum. Tentu saja Dewa akan menepati janjinya. Pria itu masih sangat penasaran dengan sosok Renon sebenarnya.
"Dan, Paman. Tolong jangan memberitahu Mommy tentang yang Ren lakukan tadi. Ren tidak ingin membuat Mommy sedih," pinta Renon.
Paman Lucas mengangguk. Walaupun ia begitu penasaran dengan siapa Renon, namun dia menghargai privasi bocah kecil itu. Kedatangan Alexa dan Renon dalam hidupnya saja sudah membuatnya begitu bahagia.
"Sekarang Ayo kita pulang, Nak," ajak Paman Lucas. Ren mengangguk dan menggandeng tangan Paman Lucas.
"Sampai jumpa besok, Uncle," ucap Ren dengan melambaikan tangannya kepada Dewa.
Setelah kepergian Ren dan juga Paman Lucas, Dewa segera menuju komputernya. Dia meneliti data-data miliknya. Dan ternyata sudah tersimpan rapi di sana. Kini ia pun bernafas lega. Ia menduga jika Ren lah yang telah menyimpannya.
"Siapa Kau sebenarnya, Boy?" gumam Dewa.
***
Di sisi lain, seorang wanita tengah tersenyum bahagia. Pasalnya sang kekasih mengatakan akan segera menikahi dirinya. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Ini adalah impiannya untuk menikah dengan pria yang akan melamarnya.
"Apa Kau senang, Sayang?" tanya sang pria padanya. Beberapa saat lalu kekasihnya memberikan sebuah cincin berlian kepadanya sebagai tanda cintanya.
"Aku sangat senang. Aku sangat mencintaimu, Jav," ucap sang gadis. Ia merasa begitu bahagia akhirnya bisa meraih cinta kekasihnya.
"Aku juga mencintaimu, Mia," ucap Jav. Dia kemudian memeluk tubuh Mia dengan hangat.
Sungguh suatu kebahagiaan bagi Mia karena kini Ars membalas cintanya. Lebih beruntungnya lagi Ars telah melupakan segalanya.
Beruntunglah Mia yang beberapa tahun lalu menemukan Ars. Ada seseorang yang membawa tubuh Ars ke rumah sakit kala itu. Kebetulan dia sedang berada di rumah sakit itu. Mia melihat Ars yang saat itu sedang kritis. Dirinya sempat bertanya kepada seseorang yang telah menolong Ars apakah ada anggota keluarga Ars yang ada di sana. Namun seseorang itu mengatakan jika tidak ada. Karena orang itu mengatakan jika dirinya hanya melihat Ars saja ketika sedang melakukan pendakian.
Mia mengesampingkan keluarga Ars. Saat itu yang ada dia ingin Ars segera sembuh. Jadi Mia memutuskan untuk merawat dan membayar semua tagihan rumah sakit.
Namun semua tindakan Mia mendapat kecaman keras dari keluarganya. Mereka tidak setuju jika Mia menghamburkan uangnya hanya untuk pria asing.
Mia tetap bersikeras. Ia tahu jika Ars memiliki perusahaan besar. Jadi ia bisa membungkam keluarganya dengan mengatakan siapa Ars sebenarnya di depan keluarganya.
Namun ketika Ars tersadar, Ars malah tak mengingat lagi siapa dirinya dan masalalunya. Ars juga tidak mengenali Mia.
Hal itu membuat Mia merasa begitu senang. Ia memanfaatkan situasi untuk kebahagiaan dirinya sendiri. Mia mengatakan kepada Ars jika dirinya adalah kekasihnya. Mia juga memperlihatkan foto-foto dirinya dan Ars dulu yang masih tersimpan di dalam ponselnya. Mia juga mengatakan jika namanya adalah Javies.
Tapi semua itu tak serta merta membuat keluarga Mia setuju. Mereka mengharapkan uang dari Ars. Namun karena Ars mengalami amnesia, mereka tidak bisa mendapatkan apa-apa.
Orang tua Mia menyuruh Ars, jika Ars ingin menikahi Mia, maka Ars harus memberikan uang yang setara dengan jumlah Mia mengeluarkan biaya rumah sakit Ars.
Dan sekarang, Ars mampu memberikan uang itu kepada keluarga Mia. Namun Ars harus bekerja bersama Tuan Dexter untuk beberapa bulan ke depan. Jadi ia harus mengundur lamarannya kepada Mia.
"Apa Kau akan bekerja lama, Sayang?" tanya Mia sendu. Ia tidak ingin Ars pergi darinya terlalu lama. Mia selalu di rundung ketakutan. Ia takut jika Ars akan mengingat kembali semuanya dan membencinya karena sudah berbohong.
Mia memberikan obat untuk penghambat ingatan kepada Ars. Sangat egois memang, tapi itu Mia lakukan agar ia tidak lagi kehilangan pria yang ia cintai dalam hidupnya. Mia tak pernah memikirkan konsekuensi dari yang ia lakukan.
"Mungkin beberapa Minggu, atau mungkin lebih, Sayang. Memangnya kenapa?" jawab Jav.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu, Sayang." ucap Mia memeluk erat Ars. Rasanya ia enggan untuk melepaskan Ars.
"Ini demi kehidupan kita nantinya, Sayang. Setelah ini kita akan bersama sebanyak yang Kau mau." ucap Ars yang langsung mencium kening Mia. Dia tahu kekasihnya pasti akan sangat sedih jika ia tinggalkan.
"Jav," panggil Mia manja.
"Hmm...."
"Ayo kita lakukan sekarang, Jav. Selama ini Kita tidak pernah berciuman ataupun bercinta. Bagaimana kalau kita lakukan sekarang? Kau akan pergi lama, Aku pasti akan sangat merindukanmu," bujuk Mia.
Wanita itu terlalu terobsesi terhadap Ars. Jadi sebisa mungkin ia harus mendapatkan Ars.
"Mia, dengarkan Aku. Bukankah kita sudah sepakat untuk melakukannya nanti setelah kita saling memiliki? Percayalah padaku. Aku tidak akan pernah mengkhianati mu," Ars meyakinkan Mia.
Mia merasa begitu kecewa. Namun jika ia terus memaksa Ars. Ia takut nanti malah Ars akan semakin menjauhinya.
"Baiklah, tapi Kau harus berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkan ku," Mia berkata dengan begitu posesif.
"Aku berjanji." Ars tersenyum. Lalu ia kembali memeluk Mia dengan hangat.
Namun tiba-tiba saja Ars mengingat sesuatu. Ia pun langsung memegangi kepalanya karena terasa sangat pusing.
"Jav, Kau kenapa?" Mia terlihat begitu panik. Lalu ia mengambil air putih dan juga obat untuk Ars.
Setelah meminumnya, beberapa saat kemudian Jav merasa pusingnya perlahan menghilang. Ars tidak pernah tahu jika yang Mia berikan padanya ada obat untuk menghambat ingatannya.
***
Keesokan harinya, Ars mulai bekerja untuk Dexter.
Pagi ini, Ars kembali bertemu dengan Rion.
"Selamat pagi, Uncle. Apa Uncle sedang mencari Paman Ex?" Rion tersenyum menatap Daddy nya. Rasanya Rion ingin sekali memeluk sang Daddy. Perasaan bersalah kembali menyeruak. Karena dirinya, kini Daddy nya tak mengenalinya.
"Daddy, Aku merindukanmu," ucap Rion dalam hati.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Siti Nurjanah
oh ternyata yg menolong itu adalah Mia yg dulu bekerja dgn ars yg di pecat dr perusahaan. semoga ars cepat ingat dengan masa lalunya
2022-11-05
0
Sugiarti Jambi
lanjut kak semangat menulis cerita nya
2022-09-27
1
Liiaa
siapa sih mia,,,hadehh,,,cari masalah aja,,,,
2022-09-27
1