Suara langkah kaki itu semakin terdengar mendekat. Rion masih tak bersuara dan memperhatikan siapa seseorang yang datang ke sana.
Dua orang laki-laki sedang membawa sebuah bungkusan. Sementara yang satunya lagi melihat ke sekitar.
"Cepatlah, kita harus menyembunyikan dengan rapi. Jangan sampai polisi mengendusnya. Jika sampai polisi mengetahuinya, nyawa kita ada dalam bahaya. Tuan Dexter pasti akan mencincang tubuh kita dan memberikannya kepada harimau peliharaannya!"
"Iya-iya, Aku mengerti. Kau tidak memberitahu ku pun Aku sudah tahu," sahut lelaki satunya.
Rion masih memperhatikan mereka. Ia tahu jika kedua pria tersebut bukan berasal dari kelompok mafia yang tadinya datang ke sana.
Ia mengingat nama Dexter yang di bicarakan kedua pria itu. Dexter adalah gembong narkoba kelas kakap yang tidak pernah tertangkap oleh siapapun, bahkan FBI sekalipun.
Rion memikirkan bagaimana dia dapat membalaskan dendam kepada mafia yang sudah membunuh keluarganya. Ia harus bertahan hidup dalam kehidupan keras ini.
Bocah kecil itu akan tumbuh dewasa sebelum waktunya. Dan itu di sebabkan oleh takdir. Namun ia masih merasa sangat bersalah karena tak menuruti perintah daddy-nya waktu itu.
Bocah kecil yang masih berusia 5 tahun itu kini berpikir keras. Jika dia ingin hidup dan membalaskan dendamnya, maka ia harus memulai semuanya dari awal. Yaitu ia harus bisa bergabung dengan Dexter.
Dengan bergabung dengan gembong narkoba kelas kakap itu, dia akan bisa lebih leluasa untuk menemukan siapa musuh yang sudah menghabisi keluarganya.
Walaupun Rion tahu jika Dexter adalah penjahat, tidak ada salahnya bukan jika ia bisa memanfaatkannya?
Tapi ia masih memikirkan bagaimana caranya agar bisa bergabung dengan si Dexter itu.
Bocah kecil itu terus berpikir. Hingga ia mendapatkan sebuah ide. Senyum kecil nampak dari sudut bibir Rion.
Setelah dua orang tadi pergi dari sana. Dengan hati-hati Rion pergi ke tempat dua orang pria tadi mengubur bungkusan yang diyakini Rion adalah narkoba yang bernilai tinggi.
Rion kembali ke tempat persembunyiannya dan menunggu seseorang yang akan mengambil barang itu.
Di saat menunggu, Rion meringis merasakan perih pada tubuhnya yang penuh dengan luka-luka. Namun demi apapun, ia menahannya.
Mungkin jika anak lainnya akan menangis jika mengalami banyak luka seperti yang di rasakan Rion saat ini. Namun berbeda dengan Rion. Mau tak mau ia harus menahannya. Takdir yang akan telah membawanya pada sebuah hidup yang begitu pahit. Hingga waktu yang akan menjadikan bocah itu menjadi kuat nanti.
Masih dengan menunggu. Rion hampir tertidur karena mungkin sudah hampir satu jam tidak ada tanda-tanda seseorang yang datang.
Namun beberapa saat kemudian, ia kembali mendengar suara langkah kaki. Tapi kali ini bukan hanya satu orang Rion lihat, melainkan 3 orang.
Dua orang berbadan besar berjalan menuju ke tempat dua orang sebelumnya mengubur barang yang ia pegang. Sementara satu orang menunggu agak jauh di belakang mereka.
Rion memperhatikan pria yang menunggu dua orang berbadan besar itu dengan seksama. Mungkinkah dia Dexter? pikir Rion. Tapi jika memang benar dia adalah Dexter, ini adalah suatu keberuntungannya.
"Tuan, barang itu tidak ada di tempatnya. Sepertinya dua orang bodoh itu telah menipu kita," ucap dua orang berbadan besar.
Seseorang yang memerintah kedua orang berbadan besar itu menggeram marah.
"Sialan mereka! Rupanya mereka benar-benar ingin keluarganya di habiskan!" Ketika pria itu hendak menelpon orang suruhannya, Rion segera keluar dari persembunyiannya.
"A-apa Paman mencari ini?" Suara Rion membuat semuanya menoleh ke arahnya.
Mereka semua terkejut mendapati seorang anak kecil di sana.
"Siapa Kau, bocah kecil?" Tanya kedua orang bertubuh besar. Refleks kedua pria itu menodongkan senjata ke arah Rion.
"Maafkan Saya, Paman. Tadi Saya melihat ada dua orang yang mengubur sesuatu di sana. Ku pikir itu makanan. Aku sangat kelaparan, Paman. Tapi ternyata isinya hanya tepung. Mana bisa aku memakan tepung mentah." Rion mulai terisak.
Sejujurnya Rion begitu ketakutan saat ini. Ia takut jika mereka malah akan menembaknya. Namun ia tak boleh panik. Ars pernah berkata padanya, jika dirinya berada di pihak yang tersudutkan atau terancam, dia tidak boleh panik. Panik hanya akan menyumbat otaknya untuk berpikir luas.
Rion akan mempertaruhkan nyawanya di sana. Ia berharap ketiga orang di depannya akan percaya dengan ucapannya.
"Bagaimana anak kecil seperti mu bisa berada di tempat seperti ini? Dan semua tubuhmu penuh luka. Sepertinya apa yang terjadi dengan mu son?" Tanya pria yang Rion yakini adalah Dexter.
Rion semakin mengeratkan tangisannya.
"Hwaaa... Tolong Ron, Paman. Mobil kami masuk kedalam jurang. Keluarga Ron ikut jatuh di sana. Ron sendirian, Ron mau Mommy dan Daddy," ucap Ron dalam tangisnya. Ron mengatakan hal yang sejujurnya, tapi untuk mengatakan siapa keluarganya, itu tidak akan dia lakukan.
Ron harus mengambil simpati mereka agar mau membawanya ikut dengan mereka.
Dan terbukti. Pria itu menyuruh kedua pria bertubuh besar itu menurunkan senjatanya. Pria itu menghampiri Ron dan langsung menggendongnya.
"Jangan menangis, Son. Paman akan membawamu dan mengobati lukamu. Kau tidak perlu takut. Siapa namamu, Nak?" tanya pria itu melunak.
'Yes, berhasil' batin Rion.
"Nama Saya Ronald, Paman."
"Kalau begitu panggil Saya, Paman Ex. Paman akan mengajak mu pulang dan mengobati lukamu." ucap pria bernama Ex.
Ya, Ex adalah Dexter. Pria itu akan kejam terhadap siapapun yang menentang dirinya. Bahkan dia tak segan untuk langsung membunuh lawannya. Dia adalah gembong narkoba yang tidak pernah tertangkap oleh siapapun.
Namun pria sepertinya akan begitu lunak jika menyangkut seorang anak kecil. Ada cerita tersendiri dari hidupnya mengapa ia begitu luluh dengan anak kecil. Dan itu adalah keberuntungan untuk Rion. Dia akan memanfaatkan hal tersebut untuk dirinya bertahan hidup.
Dari sinilah Rion akan menjadi kehidupannya yang penuh dengan intrik politik, kejahatan bahkan ia akan melihat pembunuhan di depan matanya sendiri.
Namun dari sana Ia akan menjadi anak yang begitu kuat. Dia akan mengambil apa yang menurutnya baik untuknya. Ia pun juga harus belajar dari sisi gelap kejahatan.
Dan di saat waktunya tiba, Ron akan membalas dendam kepada mafia kejam yang sudah dengan teganya membunuh keluarganya.
Rion juga menyamarkan namanya dari siapapun. Ia semakin beruntung lagi karena Dexter menjadikannya menjadi anak angkatnya.
Dexter merasa begitu beruntung menemukan bocah seperti Rion. Karena selain pintar. Terkadang Rion membantu pekerjaannya menjadi semakin mudah. Karena Rion begitu pandai dalam mengatur strategi untuknya.
Dexter juga menyekolahkan Rion di sekolah terkenal di kotanya. Pria itu ingin Rion menjadi penerusnya kelak dalam menjalankan bisnisnya. Bisnis sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri dan juga bisnis narkoba yang ia jalani selama ini.
***
Kehaluan othor terlalu tinggi 😂😂 mohon di maafkan yak 🙏✌️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Ellania sweethearth
Rion harus tumbuh besar agar kelak bisa tahu kebenaran dan membalas semuanya semoga mabar kematian tentang prtu dan kembaranmu tidak benar😭
2022-09-03
1
Umi Patmi
lanjut thor yg bnyk
2022-09-03
1
Noona Han
kok aku malah nangis Thor 😭 bahas anak kecil 5th sendirian, gak kebayang kalau keluarga sendiri yg begitu 😭😂 tp dari judul harus nya kembaran Rion juga masih hidup ya 😂👍 iya kan Thor. iyainlah Thor obat sedih ini
2022-09-03
1