bab 13

Sesuai janji yang Dewa katakan. Pria itu mengabulkan apa yang Ren inginkan, yakni menghubungi Mr Zero.

Ren sudah begitu berdebar saat ini. Ia menunggu apakah akan ada balasan. Ren menunggu sepanjang hari di rumah Dewa.

Sebelumnya Ren mengatakan jika di ajak Dewa ke taman bermain. Awalnya Alexa tak mengizinkannya. Tapi setelah Dewa yang menjemputnya sendiri dan memberikan pengertian kepada Alexa. Akhirnya Alexa pun mengizinkannya.

"Uncle, sebenarnya apa yang Uncle lakukan di desa terpencil seperti ini? Apakah Uncle sedang merencanakan sesuatu?" tanya Ren.

Dewa langsung menyipitkan matanya menatap Ren. "Apa maksudmu, Boy?"

"Ren tahu sebenarnya Uncle adalah anggota kepolisian yang menyamar," celetuk Ren membuat Dewa terperangah. Ia tidak menyangka Ren mengetahuinya. Selama tinggal bertahun-tahun di sana, tidak ada yang tahu tentang siapa dirinya sebenarnya.

"Katakan siapa Kau sebenarnya, Boy. Kau terlalu banyak tahu mengenai ku. Jangan lagi berbelit-belit pada Uncle."

"Ren sebenarnya...." Perkataan Ren terhenti kala mendapatkan balasan email dari Mr Zero. "Uncle, lihat. Mr Zero sudah membalas email Uncle." tunjuk Ren pada komputer milik Dewa.

Dewa segera menatap ke arah depan. Ia segera membuka email tersebut. "Kau benar, Boy."

"Biar Ren saja yang membalas email nya, Uncle." Ren menampilkan wajah memohon, dan itu terlihat begitu imut dan manis menurut Dewa. Pria itupun mengangguk menyetujui. Ia sendiri juga ingin segera tahu siapa Ren sebenarnya.

Ren menatap balasan email itu dengan haru. Walaupun ia tidak tahu siapa sebenarnya yang berperan sebagai Mr Zero saat ini. Tapi ia yakin jika bukan Daddy nya pasti itu adalah saudara kembarnya. Akhirnya ia bisa kembali berkomunikasi dengan keluarganya.

Ren menuliskan kata kunci yang sering ia katakan kepada saudara kembarnya. Jika itu memang dirinya, pasti dia akan segera meresponya.

Sementara di tempat Rion saat ini. Bocah kecil itu tangannya seolah bergetar menerima balasan email dari seseorang. Jantungnya berdebar menerima setiap pesan demi pesan yang ia terima dari seseorang tersebut. Bahkan saking bahagia, haru dan senang, Rion sampai tercengang dan terdiam untuk waktu yang lama.

"Ren, ini kamu? Kamu masih hidup," ucap Rion tak percaya. Bahkan air matanya berlinang saat ini.

Tapi Ren tak ingin senang dulu. Ia takut jika ini adalah jebakan musuh. Jadi untuk memastikannya,ia meminta titik koordinat seseorang yang Ia yakni adalah Ren.

***

"Ren masih hidup," ucap Rion kepada George dan Sachi. Saat ini mereka berada di sekolahan.

Kedua anak itu terkejut dan juga senang mendengarnya.

"Lalu sekarang bagaimana? Di mana Ren saat ini?" George sudah tidak sabar menunggu jawaban Rion.

"Aku sudah menemukan lokasinya. Nanti kita akan ke sana. Kita membutuhkan Liam untuk ini," jawab Rion dan langsung di angguki oleh George dan Sachi.

"Aku sudah sangat merindukan Kak Ren. Semoga dia baik-baik saja," ucap Sachi.

Rion menatap Sachi tajam. Bukan karena marah, namun karena Sachi memanggil kembarannya dengan kakak, sementara dengannya hanya sering memanggil nama saja.

"Kau selalu memanggil Ren kakak. Kenapa dengan ku tidak pernah?" protes Rion. Sachi hanya terkekeh menanggapi Rion.

"Lalu bagaimana dengan pria bernama Jav, Ron? Apa dia benar-benar Uncle Ars?" George merasa penasaran.

"Aku belum menemukan data untuknya. Tapi Aku yakin jika Jav itu adalah Daddy. Aku hanya menemukan datanya ketika keluar dari rumah sakit beberapa tahun lalu." jawab Rion.

"Kalau begitu kita harus menemukan kak Ren terlebih dahulu. Baru setelah itu kita akan mencari tahu tentang pria bernama Jav itu. Kita gunakan alasan kepada para orang tua jika kita ada tugas dari sekolah untuk penelitian, bagaimana?" Sachi memberi ide.

Sementara George dan Rion saling berpandangan. Terdengar tidak masuk akal memang. Mereka baru sekolah dasar, namun sudah ada tugas penelitian semacam sekolah tinggi saja.

Tapi itu memang ide yang tepat untuk mereka. Jadi mereka setuju. Rion akan membuat surat palsu. Surat persetujuan untuk agar para orang tua mengizinkan mereka.

***

"Jadi di sekolah mu mengadakan acara seperti ini, Son?" tanya Dexter mengerutkan keningnya.

"Ya, Paman. Apa Aku boleh mengikutinya seperti yang lainnya?" tanya Rion. Ia harap-harap cemas karena Dexter bukanlah orang yang mudah di tipu.

Namun karena saat ini Dexter juga memiliki hal lain yang harus dia kerjakan, ia langsung menyetujuinya.

"Berhasil!" seru Rion dalam hati ketika Dexter menandatangani surat palsu yang ia buat.

...----------------...

Sedikit informasi. untuk pemenang lomba giveaway juara ke 3. jika sampai besok masih belum meng follow akun author. maka hadiah akan author akumulasi kan kepada pendukung terbanyak nomor 3 saat ini 🙏

Terpopuler

Comments

Torogan'micin Fram

Torogan'micin Fram

gasssss lahhh udah nanggung thorrr😁

2024-01-29

0

Raisya adinda

Raisya adinda

up lg donk kak

2022-09-30

1

Ema Taher

Ema Taher

lanjut Thor bnyakin up-nya dong

2022-09-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!