Bab 10

Dewa tersenyum samar. Pria itu langsung mempersilahkan keduanya untuk segera masuk.

Dewa langsung mengajak mereka untuk ke ruangannya, dimana komputer miliknya berada. Sementara dirinya beralasan untuk mengambil minuman untuk mereka.

Paman Lucas langsung melakukan keahliannya dalam bekerja. Sementara Renon. Berjalan melihat-lihat ke sudut ruangan tersebut. Banyak barang-barang elektronik lainnya di sana. Renon sedikit curiga jika Dewa bukanlah orang sembarangan.

"Apa yang Kau lihat, Boy?" tanya Dewa seraya meletakkan dua gelas teh hangat untuk Paman Lucas dan juga Renon di atas meja.

Renon berbalik menatap Dewa. Lalu ia menampilkan senyum manisnya. "Aku melihat benda-benda milik Uncle banyak sekali. Dan semua adalah benda-benda yang sangat keren," ucap Ren.

"Memangnya Kau tahu semua kegunaan benda-benda ini, Boy?" Dewa menyipitkan matanya menatap Ren.

"Nak, jangan membuat masalah dengan Pak Dewa." tegur Paman Lucas yang mendengar pembicaraan Renon. Dia takut jika Renon menyinggung Dewa.

"Tidak apa-apa, Tuan. Saya menyukai seorang anak yang penuh keingintahuan." sahut Dewa. "Bolehkah Saya mengajak cucu Anda untuk berkeliling rumah Saya, Tuan?" tanyanya. Paman Lucas mengangguk mengizinkannya.

Lalu kemudian, Dewa mengajak Renon untuk pergi dari ruangan tersebut. Pria itu mengajaknya ke ruangan yang banyak sekali benda canggih di sana.

Renon takjub melihat banyak sekali alat-alat canggih di dalam ruangan itu. Dan yang menyita perhatiannya adalah sebuah alat yang ada inisial MZ.

Renon berjalan menuju alat tersebut. "Uncle, darimana Uncle mendapatkan alat-alat ini?" tanya Ren penasaran. Jantungnya berdebar melihat banyak inisial MZ di beberapa alat canggih milik Dewa.

"Apa Kau menyukainya, Boy?"

"Ya, Uncle. Darimana Uncle mendapatkan alat-alat ini? Sepertinya ini model terbaru." tanya Ren penasaran. Harapannya semakin tinggi meyakini jika saudara kembarnya masih hidup.

"Ya, itu memang model terbaru. Satu Minggu yang lalu Aku memesannya dari seorang legend. Sudah lama dia tidak pernah aktif. Saat melihatnya aktif kembali Uncle langsung memesan semua alat canggih ini. Bukankah ini keren, Boy?"

Ren semakin yakin jika yang telah menciptakan alat-alat itu adalah saudara kembarnya. Ren sangat merindukan saudaranya. Keinginan untuk menghubunginya menjadi begitu kuat. Tapi ia telah berjanji kepada Mommy nya untuk tidak menyentuh alat yang bisa membahayakan mereka.

Tapi ini adalah kesempatannya untuk dapat kembali bertemu dengan saudaranya.

"Uncle," panggil Ren dengan menghela nafasnya.

"Ya, Boy. Apa Kau mau meminta salah satu alat-alat canggih ini? Tapi sayangnya Uncle tidak akan memberikannya kepada siapapun," ucap Dewa terkekeh. Dia memang hanya ingin pamer kepada Renon. Entah mengapa bocah kecil itu begitu menyita perhatiannya.

"No, Uncle. Ren tidak tertarik dengan alat-alat canggih Uncle ini. Bisakah Uncle membantu ku?"

Dewa mengerutkan keningnya, "membantu apa, Boy?"

"Membantu Ren untuk kembali menghubungi pencipta alat-alat canggih itu. Ren ingin berkomunikasi dengannya," ucap Ren membuat Dewa melongo. Setelahnya ia tertawa terpingkal-pingkal.

"Boy, Kau masih sangat kecil. Memangnya apa yang ingin Kau tanyakan kepadanya? Apa kamu mau dia membuatkanmu mainan anak?" Dewa kembali terbahak. Membuat Renon mengerucutkan bibirnya karena kesal. Sejak tadi Dewa terus saja mentertawakan dirinya.

"Uncle tidak perlu tahu apa yang ingin ku bicarakan atau tanyakan kepada pencipta alat-alat ini. Ren juga bisa jika hanya membuat mainan canggih. Apalagi alat-alat seperti ini," Ren berkata dengan sombongnya. Namun semua itu semakin membuat Dewa terus tertawa.

"Baiklah-baiklah, Boy. Uncle akan membantumu. Tapi sayangnya komputer pintar milik Uncle sedang dalam perbaikan." Dewa kembali terkekeh. Dia mengiyakan saja permintaan Ren. Karena Dewa yakin jika komputer miliknya akan sangat sulit di perbaiki. Karena terakhir Dewa menggunakannya, ada virus yang membuat komputer miliknya rusak.

Sebenarnya bisa saja Dewa membeli komputer baru. Tapi ada data penting yang belum dia simpan. Jadi Dewa masih berharap jika data tersebut masih bisa terselamatkan.

"Permisi, Pak Dewa. Sepertinya komputer Anda tidak bisa lagi di perbaiki." ucap Paman Lucas berdiri di seberang pintu.

Dewa dan Ren menoleh. Dewa begitu kecewa mendengar penuturan dari Paman Lucas. Sejujurnya dia begitu berharap komputer miliknya bisa di perbaiki. Namun sepertinya dia harus kecewa.

"Apakah sungguh tidak bisa di perbaiki lagi, Tuan?" tanya Dewa kecewa.

"Maafkan Saya, Pak Dewa." ucap Paman Lucas merasa bersalah karena tidak dapat memperbaiki komputer milik Dewa.

Renon menyunggingkan senyumnya kala mendengar jika komputer milik Dewa tak dapat di perbaiki lagi.

"Ren akan memperbaiki komputer Uncle. Tapi nanti Uncle harus berjanji akan mengabulkan permintaan ku yang tadi ku katakan." ucap Renon membuat Dewa dan Paman Lucas menatap kearahnya.

***

Hai reader tercinta 😍, sesuai janji author. Hari ini author akan mengumumkan pemenang giveaway dari karya ini. Jangan lupa untuk follow akun author ya, untuk para pemenang, agar author bisa menghubungi kalian 🥰 Dan jangan berhenti memberi dukungan di karya ini ya 🥰 karena sewaktu-waktu author akan mengadakan giveaway lagi 😍🥰😘

untuk juara 1 pulsa senilai 50k

untuk juara 2 pulsa senilai 25k

untuk juara 3 pulsa senilai 15k

Terpopuler

Comments

Sugiarti Jambi

Sugiarti Jambi

lanjut kak

2022-09-26

1

Virzhy 24

Virzhy 24

thor upnya jgn lama2…sya salah satu penggemar ceritamu,kenapa ga dibikin kaya tetangga sebelah,up nya selalu ontime di waktu yg sma jdi berasa nton filem…dan ga’bikin kecewa…pasti para pembaca bakal like n kasih hadiah…bentuk apresiasi kita.!!!kususnya sya sebagai pengemar krya mu😊

2022-09-25

1

Ema Taher

Ema Taher

up nya jgn lama" thor

2022-09-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!