Mulai menyusun rencana

"Sekarang katakan, siapa Paman yang menghampiri mu tadi, Ron?" tanya George. Sachi mengangguk-angguk kan kepalanya juga ingin tahu.

Rion menghela nafas panjang. "Aku akan menceritakannya, tapi tidak sekarang dan bukan di tempat ini," ujar Rion. Semakin menambah penasaran kedua saudaranya itu.

"Dan dimana Ren?" tanya George kembali.

Rion terdiam dan menjadi begitu murung dengan pertanyaan George.

"Aku akan bercerita, tapi tidak di sini," ucap Rion menundukkan kepalanya.

Melihat gurat kesedihan di wajah Rion, membuat George pun mengerti. Pasti ada sebuah kejadian yang membuat Rion menjadi bersedih mendapatkan pertanyaan seputar Ren.

Bel masuk kelas pun berbunyi. Ketiga bocah kecil itu mulai memasuki kelas masing-masing.

Karena Rion dan Sachi berada di satu kelas yang sama, maka mereka mulai saling mengoceh seperti dahulu saat mereka masih bermain bersama.

"Ron, sekarang Kamu tinggal di mana? Aku masih penasaran siapa Paman yang menghampiri mu tadi. Apa Uncle Ars yang menyuruhnya untuk mengawal mu?" Sachi terus saja bertanya tentang apa saja yang muncul di kepalanya.

Rasanya kepala Ron hampir pecah mendapatkan pertanyaan bertubi-tubi dari Sachi. Bahkan di saat pelajaran pertamanya setelah istirahat sekolah, Sachi masih terus bertanya.

Hingga guru yang mengajar di kelasnya menghampiri Sachi dan berdiri tepat di samping gadis kecil yang masih saja mengoceh itu.

Sachi tak mengetahuinya karena dirinya saat ini menghadap ke samping di mana Rion berada saat ini.

"Ron, bagaimana kalau nanti kita pulang bersama?" Sachi masih bertanya. Dia belum menyadari jika Mrs Anna berdiri di sampingnya dengan tangannya yang bersedekap di dada menatap tajam ke arah Sachi seraya berdehem.

"Ehm...ehm...."

Sachi masih tak mendengar dan enggan memalingkan tubuhnya melihat siapa yang berdehem di sampingnya. Ia malah semakin gencar untuk bertanya kepada Rion.

Rion memberikan isyarat lirikan matanya kepada Sachi agar melihat siapa yang berdiri di sampingnya itu. Namun Sachi masih saja belum mengerti.

"Kamu kenapa, Ron? Apa matamu sedang sakit?" Sachi bertanya ketika melihat Ron yang terus saja menggerakkan bola matanya ke samping Sachi.

"Kalian, perkenalkan nama kalian." Suara Mrs Anna membuat Sachi menoleh ke samping. Gadis kecil itu nyengir mengetahui Mrs Anna di sana.

"Saya Ronald Steven, Mrs." ucap Rion saat Mrs Anna menunjuknya.

"Saya Sachi Kim, Mrs."

"Kalau begitu mulai besok dan seterusnya kalian yang akan menjadi ketua dan wakil kelas ini." ucap Mrs Anna dan kembali berjalan ke meja depannya.

Sementara Rion dan Sachi membola mendengar penuturan dari Mrs Anna. Mereka tidak ingin terbebani dengan tanggungjawab tersebut.

Memprotes pun tak bisa. Karena itu sudah keputusan mutlak.

"Kamu membuat posisi kita menjadi seperti ini, Sachi. Kamu harus di hukum." ucap Rion datar.

"Tapi Rion...," Sachi hendak memprotes.

"Panggil kakak. Aku lebih tua darimu!"

"Baiklah, kak Rion." jawab Sachi lesu.

***

Rion sudah menceritakan tentang yang terjadi mengenai keluarganya kepada George dan Sachi. Kedua bocah itu sangat terkejut. Mereka tahu jika orang tua mereka juga mencari di mana keberadaan keluarga Ars.

Namun sampai saat ini tidak juga menemukan di mana keberadaannya.

Rion menangis ketika menceritakannya. Bayangan ketika mobil Daddy nya yang terjatuh ke jurang terlihat begitu jelas di benaknya.

Melihat Rion yang menangis membuat George dan Sachi ikut menangis. Ketiganya menangis dengan begitu keras. Membuat Liam kembali menghampiri ketiganya. Saat ini mereka masih berada di dalam kelas.

Jam pulang sekolah sudah sejak tadi selesai. Rion menunggu kelas sepi baru dia menceritakan semuanya kepada para saudaranya itu. Namun kini mereka semua malah menangis dan membuat Liam kembali terburu-buru menghampiri mereka.

"Apa yang terjadi, Tuan muda?" Liam berjalan cepat menuju ketiga bocah itu.

"Hwaaaaaa, Aku mau Mommy, Daddy dan Ren ..., Aku mau mereka huhuuuhuu...." Rion menangis dengan kencang.

George dan Sachi pun juga menangis tak kalah kencangnya. Membuat Liam benar-benar kebingungan saat ini. Pria itu tidak mengetahui bagaimana cara mendiamkan anak yang sedang menangis. Dia hanya di tugaskan untuk melindungi Rion saja.

"Tuan muda, tolong jangan menangis. Lihatlah, sekarang teman-teman Anda jadi ikut menangis."

"Tapi Aku ingin Mommy, Daddy dan Ren. Apa kamu bisa membawa mereka pada ku, Liam. Aku rindu mereka, huhuuuhuu...."

Liam semakin di buat bingung saat suara tangisan ketiga bocah itu semakin keras saja.

"Baiklah, Saya akan membantu Anda untuk mencari dimana mereka, Tuan muda. Sekarang berhentilah menangis. Nanti Saya akan membelikan ice cream untuk kalian jika kalian bisa menghentikan tangisan kalian." Liam mengiyakan saja keinginan Rion.

Ketiga bocah itu menghentikan tangisannya dan langsung menatap Liam. "Memangnya Kamu mau mencari Mommy dan Daddy ku kemana, Liam?" tanya Rion yang mulai berhenti menangis.

Liam mengerutkan keningnya. Dexter memang pernah menceritakan kepadanya, jika waktu itu Dexter menemukan Rion dalam keadaan tubuh penuh luka-luka. Dan mengatakan jika mobil yang di tumpangi kedua orang tua Rion terjatuh ke dalam jurang. Hanya Rion yang selamat dari kecelakaan tersebut.

"Itu akan menjadi urusan Saya, Tuan muda. Sekarang mari kita pulang. Tuan Dexter pasti akan bertanya kenapa kita belum sampai di rumah sekarang."

"Tapi Kau sudah berjanji akan membelikan ku ice cream tadi, Liam. Apa Kamu lupa? Kau juga harus membelikannya untuk teman-teman ku," ucap Rion menampilkan senyumnya.

Liam di buat heran dengan bos kecilnya itu. Apalagi dengan kedua teman baru Rion. Mereka seolah begitu kompak. Tadi menangis bersama, dan sekarang mereka saling melempar senyum menatap kearahnya. Liam merasa seperti ada yang sedang di rencanakan oleh ketiga bocah kecil itu.

***

Terpopuler

Comments

Ellania sweethearth

Ellania sweethearth

Liam kamu dah janji tuh beliin es krim

2022-09-07

1

Widi

Widi

Begitulah anak2 🤣🤣

2022-09-06

1

Sumawita

Sumawita

namanya juga anak-anak Liam ya gitu deh

2022-09-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!