Bab 19

"Kalian saling mengenal?" tanya Dexter dan Javies bersamaan.

Untuk sesaat kedua wanita itu saling menatap. Alexa menatap Mia dengan tatapan penuh kecurigaan. Sementara yang ditatap memalingkan wajahnya.

"Dia Mia. Dulu dia adalah sekretaris suamiku," ucap Alexa masih dengan menatap penuh selidik ke arah Mia.

"Ya, dulu memang aku adalah sekretaris suami Nona Alexa. Tapi sudah lama aku tidak bekerja lagi dengannya. Dan sekarang aku akan menikah dengan pria yang aku cintai," ucap Mia dengan melingkarkan tangannya pada lengan Javies dan bergelayut manja. Dia seolah tengah memamerkan kemesraannya kepada Alexa.

Sementara javis masih mencerna kata tiap kata yang diucapkan oleh Alexa dan juga kekasihnya.

"Jadi kau dulu sekretaris Tuan Dexter?" tanya Javies menatap kekasihnya. Javies masih menganggap jika Dexter adalah suami Alexa.

Alexa menyipitkan matanya menatap Javies. Dia hendak menjawab ucapan Javies. Namun Dexter lebih dulu menjawabnya.

"Nona Alexa ini bukanlah istri Ku, Jav. Jadi selama ini Kau salah mengira?" Dexter tertawa terbahak. " Alexa ini adalah ibu dari anak angkatku. Tapi mungkin jika Alexa tidak keberatan, Aku akan menggantikan suaminya yang sudah tiada karena kecelakaan tersebut." Dexter menatap lekat ke arah Alexa.

Sementara Javies merasa hatinya begitu ngilu mendengar ucapan dari Dexter. Dia menjadi bingung dengan perasaannya. Setelah mengetahui kebenarannya, hatinya kacau mendengar jika Dexter akan menggantikan suami dari Alexa.

"Maaf Dexter. Tapi saya sangat mencintai suami saya. Dan saya masih meyakini jika suami saya masih hidup," jawab Alexa membalas tatapan Dexter.

"Aku tidak memaksamu, Alexa. Tapi aku salut dengan keteguhan hatimu akan cintamu pada suamimu. Aku bukanlah pria yang memaksakan kehendak orang lain untuk mendapatkan apa yang ku mau. Aku menghargai setiap keputusan yang kamu ambil."

"Kau pria baik, Dexter. Semoga kau juga mendapatkan gadis yang baik," ucap Alexa begitu tulus.

"Aku akan membantumu untuk menemukan suamimu, Lexa. Tapi sebelum aku menemukan suamimu, aku akan melindungimu."

"Terima kasih, Dexter. Kau sungguh baik." Alexa tersenyum manis ke arah Dexter.

Javies speechless. Ternyata dia salah mengira selama ini. Lalu dia menatap ke arah Alexa. Jantungnya berdebat merasakan sesuatu yang mengguncang dalam hatinya.

"Sama-sama, Lexa. Oh ya, Kau tidak perlu khawatir, karena aku mempunyai seseorang yang handal untuk menemukan di mana suamimu. Kau bisa mengatakan bagaimana ciri-ciri dari suamimu itu, biar Javies yang mencari di mana keberadaannya saat ini." Dexter menatap Javies.

Sangat khawatir dengan pembicaraan ini. Rasanya ia ingin menarik Javies untuk pergi dari hadapan orang-orang ini. Ia menyesal karena telah mengizinkan servis untuk bekerja dengan Tuan Dexter yang ternyata malah akan membuat Javies bertemu dengan istrinya.

Tidak! Mia tidak akan membiarkan itu semua. Sudah susah payah dia mendapatkan Ars dalam genggamannya.

"Ah maaf, Sayang, bisakah kau mengantarku pulang? Kepalaku sangat pusing," ucap Mia memotong pembicaraan.

Sontak fokus Javies tertuju pada Mia. "Apa kau sakit? Baiklah aku akan mengantarmu pulang." Javies merasa sedikit khawatir dengan calon istrinya itu. "Maaf tuan Dexter, sepertinya saya tidak bisa mengikuti pesta ini sampai akhir. Mia sedang sakit dan aku harus mengantarkannya," ucap Javies menyesal.

"Baiklah, Jav. Antarkan kekasihmu pulang. Tapi jangan lupa besok datanglah kembali karena masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan."

"Baiklah, Tuan." Javies sedikit membungkuk kemudian ia mengajak Mia pergi dari pesta tersebut.

Gangster dan Alexa hanya bisa menatap punggung Javies dan Mia yang mulai menjauh.

"Apakah mau tahu bagaimana ciri-ciri dari suamiku?" Pertanyaan Alexa yang tiba-tiba membuat Dexter menatap ke arahnya. Pria itu mengerutkan keningnya.

"Dia seperti Javies. Bahkan tidak seperti lagi. Karena mereka terlalu mirip dan sulit untuk membedakan dia orang yang sama atau bukan."

"Maksudmu...?"

"Ya, Dexter. Perasaanku mengatakan jika Jav adalah Suamiku."

"Dia memang Daddy, Mom." Suara Ren membuat Alexa menoleh ke arah kedua putranya yang datang menghampirinya.

"Apa maksud kalian?" Alexa merasa bahagia mendengarnya, namun dia juga tak ingin menaruh harapan yang belum pasti.

Ren memberikan sebuah amplop yang sejak tadi sudah di kantonginya.

Alexa menerima amplop tersebut dan membukanya.

"Aku sudah melakukan tes DNA kepada Jav dengan mengidentifikasi rambutnya dengan rambut kami. Dan Mom lihat apa hasilnya," ucap Ron menimpali.

Tubuh Alexa menegang saat membaca tes DNA tersebut yang menyatakan jika DNA antara putranya dan Jav adalah 99,9%.

Gadis itu menangis terharu. Dia sangat bahagia karena ternyata memanglah Jav suaminya. Alexa hendak pergi dari pesta untuk mengejar Javies. Namun Dexter menghentikannya.

"Jangan terburu-buru. Sepertinya wanita bernama Mia itu menutupi sesuatu. Sepertinya jika Kau datang pada Javies sekarang dan mengatakan jika Kau adalah istrinya, sulit untuknya percaya. Karena ini begitu tiba-tiba. Kita rencanakan semuanya terlebih dahulu," ucap Dexter begitu tenangnya.

"Ya, Mom. Sebaiknya kita rencanakan semua secara matang. Wanita tadi sepertinya sangat tidak menyukai Mom. Pasti dia akan berusaha untuk menjauhkan Mommy dan Daddy," Ren menimpali. Dia setuju dengan usulan Dexter.

Alexa terdiam mencerna setiap saran dari Dexter dan putranya. Akhirnya dia menyetujuinya. Alexa masih tidak habis pikir dengan Mia.

***

"Sayang. Aku tidak ingin Kau kembali bekerja dengan Tuan Dexter!" serunya ketika mereka sudah sampai di apartemen Mia.

Sejak perjalanan pulang tadi, Mia sudah terus merengek pada Jav agar tidak lagi bekerja di tempat Tuan Dexter.

"Bagaimana mungkin Aku tidak kembali, Sayang? Sementara Aku sudah menerima surat kontrak kerja dengan beliau. Apalagi separuh gaji ku selama enam bulan sudah ku berikan kepada keluarga mu. Sesuai kontrak kerja, Jika Aku memutuskan kerja dengan beliau maka Aku harus mengembalikan 10 kali lipat gaji yang sudah di bayarkan. Dan Kau tahu sendiri jika Aku tidak akan mungkin bisa membayar dendanya."

"Bisa, Kau bisa membayarnya. Bahkan Kau bisa saja membeli perusahaan miliknya itu!" Mia berkata dengan lantangnya tanpa memikirkan setiap ucapan yang keluar dari mulutnya.

Javies mengerutkan keningnya mendengar ucapan kekasihnya yang tak masuk di akal.

"Bagaimana bisa Kau mengatakan bahwa Aku bisa membeli perusahaan Tuan Dexter? Apa Kau sedang bermimpi, Sayang?" Javies terkekeh.

Mia menyadari ucapannya. Dia hampir saja mengatakan kebenarannya.

"Maaf, Sayang. Itu karena Aku begitu sangat khawatir."

"Memangnya Apa yang Kau khawatirkan, hum?"

"Aku takut Kau akan pergi dariku. Dan lagi, Aku tidak suka Kau dekat-dekat dengan Alexa. Dia bukan orang baik, jadi Aku melarangmu keras untuk menjauhi dia," ucap Mia mencoba mempengaruhi Javies.

"Tapi sepertinya dia orang yang baik. Bagaimana Kau bisa mengatakan jika dia bukan orang baik, Sayang?"

"Kau tidak tahu saja apa yang dia lakukan padaku dulu. Dia sudah memfitnah ku dan mempermalukan ku di depan semua orang atas apa yang tidak pernah ku lakukan, makanya Aku memutuskan untuk resign dari perusahaan milik suaminya. Dia itu adalah orang yang sangat licik, Sayang." Mia pura-pura menangis untuk membuat Javies percaya.

"Baiklah, Aku akan menjauhinya. Sudah, jangan menangis lagi." Javies memeluk Mia untuk menenangkan gadis itu.

Namun dalam hatinya ia masih tidak mempercayai jika Alexa gadis sejahat yang Mia tuturkan.

***

Terpopuler

Comments

Siti Chayank

Siti Chayank

menunggu kelanjutan nya thorrr

2022-10-18

1

Sumawita

Sumawita

Ars cepat lah ingat siapa dirimu kasian ank dan istrimu merindukan mu

2022-10-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!