Bismillahirohmanirohim.
Magic system telah menjelaskan semuanya pada Derrell, jika magic system telah memanipulasi Romi dan Aini, tentang dirinya yang Aini dan Romi kira sudah melayang nyawanya ditempat kejadian, ketika mereka berdua membayar seseorang untuk menabrak Derrell. Tapi nyatanya mereka berdua salah besar.
Membaca penjelasan yang diberikan magic system pada dirinya, Derrell hanya bisa menahan tawa, ingin sekali Derrell tertawa sekeras-kerasnya saat itu juga setelah membaca sebuah tulisan yang diberikan oleh magic system. Tapi waktunya tidak tepat, karena masih berada di area kantor membuat Derrell sebisa mungkin menahan tawanya yang ingin pecah sekarang juga, setelah selesai membaca informasi yang diberikan oleh magic system.
Setelah selesai membaca informasi yang diberikan magic system tentang rencana Romi dan Aini, Derrell kembali bekerja dia mendapatkan tugas untuk membersihkan meja yang berada di depan pintu car group. Derrell yang sedang memberikan meja kebetulan sekali meliah Aini dan Romi yang syok saat mengetahui dirinya masih hidup. Tanpa mereka sadari Derrell tersenyum penuh kemenangan.
Derrell berjalan mendekati Aini dan Romi yang belum paham apa yang mereka alami beberapa menit lalu. "Bu Aini pak Romi, kenapa kalian melamun disini?" tanya Derrell sambil tersenyum penuh arti pada keduanya.
"K-a-m-u" ucap Aini terbata-bata.
"Iya bu kenapa dengan saya?" Derrell kembali bertanya, dia pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Sudah lupakan!" Aini berbalik arah meninggalkan Romi dan Derrell menuju ruangan nya, tapi baru beberapa langkah Aini berjalan meninggalkan Romi dan Derrell, seseorang berjalan tergesa-gesa ke arah Aini, yang posisinya belum jauh dari Romi dan Derrell.
"Bu Aini dipanggil Ceo keruangannya, dan pak Romi juga" ucap karyawan tersebut, setelah dia menyampaikan pesan ceo mereka pada Aini juga Romi, karyawan tadi langsung kembali ke tempatnya, untuk meneruskan pekerjaanya yang sedikit tertunda.
"Apalagi maunya tua bangka itu" gerut Aini kesal. "Papa semoga kau cepat bertindak" batin Aini penuh harapan.
Sampai di depan ruang ceo keduanya langsung masuk ke dalam sana setelah ada orang yang mempersilahkan mereka untuk masuk.
Saat membuka knop pintu ruang ceo betapa kagetnya mereka berdua, karena di ruang ceo sudah ada beberapa orang polisi.
Dengan langkah gemetar Aini mendekat kearah dimana Titan duduk. "Bos memanggil saya?" tanya Aini sedikit takut. Sedangkan Romi dia sudah tidak dapat berkutik sama sekali.
"Hmmm" hanya sebuah deheman yang keluar dari mulut ceo car group itu. Tanpa sepatah katapun Titan langsung menunjukan sebuah bukti jika Aini telah menggelapkan dana car group sekitar 5 triliun, disamping itu juga sebuah video memperlihatkan Aini dan Romi yang sedang melakukan rencana mereka untuk membunuh Derrell.
Keduanya langsung kembali gemetar, bagaimana tidak semua kelakuan mereka disaksikan langsung oleh polisi.
"Apa gue bilang, semua yang direncanakan nggak bakal menyelesaikan masalah, tapi malah menambah masalah. Awas lo Aini gue bakal bales semuanya ke lo dan bopak lo, gara-gara kalian berdua gue harus mendekam di penjara" batin Romi tidak terima.
"Bawa mereka!" satu kata yang keluar dari mulut Titan langsung membuat para polisi itu menahan Aini juga Romi, tak ada perlawanan dari keduanya, karena nasi sudah menjadi bubur. Toh mau melawan saja percumah hanya buang-buang tenaga saja untuk Aini dan Romi, apalagi nama mereka langsung jelek seketika di car group.
Aini dan Romi yang diseret oleh para polisi tentu saja disaksikan oleh seluruh karyawan car group. "Terima kasih magic system, lagi dan lagi lo nolong gue" batin Derrell merasa sangat bersyukur.
"Rel dipanggil ceo suruh ke ruanganya sekarang juga" ucap Fian, setelah mereka semua selesai menonton acara mendadak yang diperankan oleh Aini dan Romi.
"Baik pak Fian" ucap Derrell sopan.
Romi dan Aini benar-benar dikeluarkan secara tidak hormat dari car group. Ceo car group sengaja melakukan hal itu pada dua orang pengkhianat car group agar tidak ada lagi karyawan yang berani berbuat curang di car group seperti mereka, Titan ingin setelah mereka melihat Aini dan Romi diperlakukan seperti itu bisa menjadi pelajaran untuk seluruh karyawan car group kedepan.
***
Berbeda dengan Derrell yang merasa senang karena satu demi satu misinya dia kerjakan dengan baik. Ayah Jefri sedang mengamuk pada seluruh anak buahnya, karena melihat berita yang diluncurkan oleh channel tv grand media tadi pagi.
"Kurang ajar! tidak ada satupun yang becus bekerja!" maki ayah Jefri dengan penuh amarah.
"Ayah sabarlah dulu" ucap Jefri berusaha menenangkan sang ayah.
Ayah Jefri menatap putranya dengan tajam. "Jangan menggurui ku Jefri! kau urus saja Diro itu, ternyata dia sama seja dengan ayahnya tidak bisa bekerja dengan benar! Ingat Jefri pastikan Diro tutup mulut sama seperti ayahnya, jika dia berani buka mulut tentang semua ini maka bunuh saja orang tak berguna itu" geram laki-laki paruh baya tersebut yang disegani oleh semua anak buahnya, bahkan anaknya sendiri segan dengan laki-laki paruh baya tersebut.
"Baik ayah, semua yang ayah perintahkan akan Jefri lakukan, kalau begitu Jefri pamit untuk membesarkan semua ini" ucap Jefri.
"Pergilah, ingat kamu harus berhati-hati jangan sampai ada yang curiga" pesan ayah Jefri pada anaknya itu.
"Baik ayah"
Jefri segera pergi dari rumah mereka untuk menemui Diro dia ingin tahu apa yang sudah terjadi. Dan pastinya juga Jefri akan membuat Diro untuk tutup mulut.
Tanpa Jefri sadari dua orang yang berbeda tempat sedangkan mengingat dirinya. Satu seorang perempuan yang sedang menatap Jefri dengan curiga dari tempat yang tidak jauh dari keberadaan Jefri.
Sedangkan yang satu lagi orang yang sedang menatap kelakuan Jefri dari arah jauh dengan menggunakan teknologi canggih.
"Apa yang sedang dia lakukan?" gumun Amira saat melihat gerak-gerik mencurigakan dari Jefri. Ya seorang yang sedang mengamati Jefri dari kejauhan adalah Amira, gadis mata-mata kota X yang sangat terkenal.
Amira memiliki tugas sendiri, dia memang sedang mengintai pekerjaan apa yang dilakukan oleh pemerintahan kota X.
Itulah tugas Amira jadi dia tahu apa yang dilakukan oleh para pemerintah walaupun tidak semua diketahui.
Amira melebarkan matanya saat melihat siapa yang sedengan dikunjungi oleh Jefri. "Siapa orang itu sebenarnya, kenapa dia sangat mencurigakan?" batin Amira apalagi setelah melihat Jefri yang bisa bertemu dengan Diro.
Padahal kota X memiliki peraturan untuk seluruh kantor polisi yang ada di kota mereka, jika tidak ada yang boleh bertemu dengan tahanan selama prose pengadilan belum dijalankan.
Tapi yang membuat Amira merasa aneh, kenapa laki-laki yang mengenakan pakaian seperti orang kantoran itu bisa bertemu dengan Diro yang baru saja akan melakukan proses hukum nya 3 minggu lagi. Yang artinya Diro dapat dikunjungi setelah 3 minggu kedepan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
✨Mohammad Yusuf✨🐾🌀🎏
semangat Thor...💪💪💪💪💪
2022-10-24
1
PASYA VOLDIGOD
mantip
2022-10-13
1