Bismillahirohmanirohim.
Satu hari setelah Derrell mengirim bukti pelaku yang mencuri data-data pribadi car group pada Fian, hari ini Fian memberikan semua bukti itu pada ceo car group.
"Pak saya mau memberikan bukti terkait pencuri data-data penting car group 3 hari yang lalu" ujar Fian, saat ini Fian sedang berada di dalam ruangan ceo car group.
Titan tersenyum sangat tipis sampai Fian tak tahu jika ceo mereka itu sedang tersenyum. "Coba perlihatkan buktinya Fian" Titan menyodorkan laptopnya pada Fian agar memasukan semua bukti ke dalam laptop tersebut, Fian menerima laptop transparan yang berukuran kecil itu sambil mengetik sesuatu.
Laptop transparan tersebut dirancang oleh Fian untuk diberikan khusu pada ceo car group. "Aini, Aini sungguh kau benar-benar tidak tahu berterima kasih" ucap Titan saat melihat video dan beberapa bukti yang diberikan Derrell pada Fian.
"Sudah gue duga pasti mereka pelakunya" batin Fian, sungguh dia merasa sangat geram pada Aini dan Romi yang seenaknya memfitnah Derrell. Padahal Fian sudah meliat video itu berkali-kali tapi masih saja penasaran.
"Fian suruh Aini dan Romi ke ruangan saya sekarang juga!" suruh Titan tanpa mau dibantah, kali ini Titan merasa sangat geram pada tangan kanan nya itu, padahal Titan selalu dipercaya pada Aini, tapi ternyata Aini sendiri yang menghancurkan kepercayaan Titan pada dirinya.
Padahal saat Zegra mengatakan jika ada hama di car group Titan yakin bukan Aini yang dimaksud Zegra, karena Aini selalu membantunya saat dia sedang kesulitan, tapi ternyata itu semua hanya topeng Aini saja.
Tok…tok…
Suara ketukan dari pintu kerjanya membuat Titan menormalkan dirinya yang sedang menahan amarah. "Masuk" ucapnya dingin.
"Permisi bos, bos memanggil saya?" ujar Romi.
"Hmmm, duduk!"
Romi duduk di kursi yang sudah disiapkan di ruang ceo. "Kenapa bos jadi dingin begini sih" batin Romi tak biasanya ceo mereka bersikap dingin.
Tak lama dari itu Aini juga masuk ke ruang ceo diikuti oleh Fian. "Apa-apaan ini Aini?" tanya Fian mengimitasi, sambil melempar bukti-bukti yang menunjukan Aini dan Romi adalah pelaku asli yang mencuri data data car group.
"Fian putar!" mendengar perintah dari ceo nya Fian langsung memutar sebuah video yang mereka tonton tadi.
"Lihatlah kelakuan kalian berdua, tidak mencerminkan sebagai bagian dari car group, dan kemarin kalian menuduh seorang ob yang mencuri semua datanya!" bentak Titan.
"Nggak bos, itu nggak mungkin, bukan saya pelakunya" elak Aini. "Bos saya tangan kanan car group mana mungkin saya berani membocorkan data-data car group" tambah Aini lagi meyakinkan ceo car group itu, jika dirinya tak mungkin melakukan hal seperti itu, sedangkan Romi hanya bisa diam dia tidak menyangka jika semuanya akan terbongkar.
"Keluar!" bentak Titan.
Mereka semua keluar dari ruang Titan, Titan tidak mau dirinya emosi dan melukai mereka.
Aini dan Romi yang keluar dari ruang ceo langsung mencari keberadaan Derrell, mereka menyuruh seseorang untuk menjebak Derrell. "Derrell dipanggil bu Aini" ucap salah seorang karyawan disana.
"Baik" tanpa rasa curiga Derrell langsung menuju ke tempat yang disuruh Aini.
Ting….
Baru melangkah beberapa langkah Derrell langsung merogoh kantong celananya, karena ada notifikasi dari magic system.
"Berhati-hatilah Aini dan Romi sedang menjebak anda, mereka ingin melenyapkan anda" Derrell menghela nafas pelan setelah membaca pesan dari magic system.
"Ingat Derrell harus hati-hati kalau tidak lenyap nyawa lo saat itu juga" ucapnya pada diri sendiri.
Sampainya Derrell ditempat yang Aini maksud disana tidak ada siapa-siapa. "Bu Aini, pak Romi" teriak Derrell.
"Apakah kalian memanggil saya" Derrell masih berteriak.
Suara getaran dari hendphonnya membuat Derrell kembali membuka handphon tersebut. "Ikuti instruksi yang ada di layar" Derrell mengerutkan keningnya saat membaca apa yang disampaikan oleh magic system.
"Kenapa harus begitu" ucap Derrell ternyata kata-katanya tertangkap oleh magic system.
Karena merasa aman magic system berbunyi. "Dengarkan baik-baik Aini dan Romi sedang merencanakan niat jahat pada anda, mereka berencana akan menabrak anda dengan mobil menggunakan orang bayaran"
"Jadi saat mobil itu mendekat anda pura-pura ditabrak, su-"
"Bagaimana bisa?" sela Derrell, tidak mungkin dirinya menghantarkan nyawanya sendiri karena dia hanya memiliki satu nyawa, tapi memang tidak ada orang yang memiliki lebih dari satu nyawa sih.
"Ikuti saja peraturannya, sistem ajaib akan merekayasa semuanya, seakan anda benar-benar ditabrak"
"Sekarang!" bertepatan dengan itu sebuah mobil melaju kencang ke arah Derrell. "Gue ngapain" Derrell menjadi bingung sendiri.
Yang Aini dan Romi lihat Derrell sudah tertabrak mobil dengan mengenaskan. Tapi aslinya Derrell sedang berdiri ditengah jalan karena bingung. "Mereka ngapain?" Derrell heran melihat Aini dan Romi seperti menggotong-gotong sesuatu lalu mereka masukan ke dalam bagasi mobil.
Derrell yang sudah lelah kembali ke tempatnya yang ada di car group. "Apa yang sistem gila ini lakukan" pikir Derrell.
Sementara itu Aini dan Romi membuang sebuah karung yang mereka kira itu adalah mayat Derrell.
"Akhirnya selesai juga, biar tau rasa ob ini beraninya dia macem-macem sama kita" Aini merasa senang karena rencananya berhasil.
"Aini tapi ini nggak papa?" Romi yang merasa takut membuat Aini jengkel.
"Kalau lo takut ngapain tadi ikut bego!" kesal Aini, dia berlalu pergi meninggalkan Romi yang sedang banyak pikiran.
"Aini dengerin gue bukanya ini nggak bakal nyelesain masalah, malah nambah masalah" Romi menarik tangan Aini agar berhenti sebentar.
"Ya seenggaknya kita udah nyingkirin itu ob sialan!"
"Yang penting sekarang kita hati-hati aja, karena kebusukan kita sudah diketahui oleh situa bangka itu"
"Tapi kalau dia lapor polisi gimana?" tanya Romi dengan gusar.
"Sudahlah Romi nggak usah cemas ada bokap gue yang urus semua nantinya!" Aini sudah tidak minat lagi bicara dengan Romi yang menurutnya sangat menjengkelkan.
Setelah perdebatan itu Aini dan Romi kembali ke kantor car group dengan pikiran masing-masing. Sesampainya di car group kedua orang itu dibuat mematung saat melihat Derrell sedang membersihkan meja.
"D-i-a" ucap Aini terbata-bata. "Bukankah kita sudah membunuhnya" Aini terbelak dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Gue lagi mimpikan?" Aini menampar pipinya sedikit keras. "Au, sakit! ini bukan mimpi" gumunya.
"Lalu siapa yang kita buang ke jurang tadi" ucap Romi pelan.
Tanpa sepengetahuan Aini juga Romi keduanya sudah masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh magic system.
Sistem ajaib itu bisa melakukan apa saja bahkan untuk mengecoh seseorang itu adalah hal yang sangat gampang, maka dari itu jika magic system yang diberi nama sistem gila oleh Derrell, jatuh ketangan orang yang tidak tepat pasti akan sangat berbahaya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
✨Mohammad Yusuf✨🐾🌀🎏
lanjut Thor
2022-10-24
0
Zafrullah Effendy
Mantap, thor. Lanjutken.....
2022-09-25
2