Bismillahirohmanirohim.
Derrell sudah sampai di kosan nya, seperti biasa dia akan membersihkan diri lalu setelahnya dia akan memasak untuk dirinya sendiri, kegiatan yang tak pernah Derrell buang walaupun setelah pulang dari dalam lapas, kegiatan itu terus Derrell lakaukan.
"Akhirnya selesai juga" ujar Derrell pada diri sendiri, setelah dia membereskan semua pekerjaan kosan nya.
Derrell menatap laptop buluknya yang berada di atas meja, dengan langkah pasti dia membuka laptop itu, tidak tahu kenapa ada daya tarik sendiri pada Derrell untuk membuka laptop jelek kesayangannya.
Baru saja Derrell membuka aplikasi magic system di laptopnya Derrell langsung dibuat terkejut kala mengetahui semua kejadian 3 bulan lalu di kota X terekam jelas di dalam magic system.
"Ternyata selama tiga bulan gue di dalam lapas banyak sekali hal yang tak terduga terjadi di kota X" gumun Derrell, sambil terus menonton video yang ada di laptopnya, tangan Derrell beralih memencet tombol enter saat itu juga dia menemukan banyak sekali video yang merekam kejadian yang terjadi di kota X.
"Tunggu ada apa dengan panti asuhan itu" tanya Derrell pada magic system. Saat melihat salah satu video yang ada di magic system.
" Itu terjadi di panti asuhan Dharma, satu bulan lalu terjadi kekacauan yang tak terduga, ada beberapa anak panti yang hilang tanpa sebab, dan sekarang mereka sedang mengharapkan dana bantuan dari pemerintah, sayangnya Diro sebagai pengganti Dion kusna tidak memandang mereka sama sekali"
"Lalu kenapa tidak masuk ke awak media, jika perlakuan pemimpin kota X tidak adil apalagi terhadap warga kecil" Derrell sedang menahan kekesalan, bagaimana dia tidak kesal Derrell sangat tahu hidup tidak bersama kedua orang tua tidaklah mudah. Ditambah lagi pemerintah tidak peduli dengan anak panti.
Walaupun Derrell masih memiliki sang ayah, tapi Derrell tidak tahu dimana keberadaan ayah nya saat ini. Dia hanya tahu makam ibu nya saja, ibu Derrell sudah tiada sejak Derrell berumur 12 tahun.
"Ada yang mengancam semua stasiun tv, jika berani menyiarkan berita tersebut makan stasiun tv itu akan ditutup secara keseluruhan" magic system kembali memberikan penjelasan pada Derrell.
"Apakah grand madia juga tidak bisa membantu" Derrell kembali melontarkan pertanyaan pada magic system.
"Grand media tidak akan meluncurkan sebuah berita jika tidak ada bukti kuat dan pelapor. Sayangnya tidak ada satupun orang yang mau melaporkan kejadian ini, mereka semua seperti tutup mata"
"Huh! gue pusing" ucap Derrell tiba-tiba sambil memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing yang datang secara tiba-tiba di kepalanya.
"Gue harus pergi ke panti asuhan Dharma" ucap Derrell yakin dia berkata pada diri sendiri.
"Dimana alamat panti asuhan Dharma?"
Magic system langsung memberikan alamat panti asuhan Dharma dengan sangat detail pada Derrell. Ternyata panti asuhan itu terletak diujung utara kota X.
"Mari kita berangkat" karena tempatnya yang lumayan jauh Derrell harus menyewa sebuah motor untuk sampai ke panti asuhan Dharma, memang sulit jika tidak memiliki kendaraan pribadi.
Derrell juga ingin singgah sebentar ke pusat perbelanjaan untuk membawa buah tangan saat berkunjung ke panti asuhan Dharma. Dan membelikan beberapa mainan untuk anak-anak disana.
Selesai belanja semua yang dia rasa dibutuhkan oleh panti asuhan Dharma, Derrell segera menuju lokasi yang mau dituju yaitu panti asuhan Dharma.
"Assalamualaikum" sapa Derrell dari gerbang masuk.
"Waalaikumsalam" seorang wanita paruh baya mendekati arah gerbang untuk mempersilahkan tamu mereka masuk.
"Ada keperluan apa ya?" tanya penjaga panti merasa was-was.
"Saya hanya ingin berkunjung kesini bu, ibu tenang saja saya bukan orang jahat" ucap Derrell meyakinkan pengurus panti, Derrell dapat melihat raut wajah waspada pengurus panti.
"Mari silahkan masuk" ajak penjaga panti setelah yakin jika Derrell orang baik.
Pengasuh panti membawa Derrell ke ruang tamu, sambil menyediakan minuman untuk tamu mereka.
"Bu saya bawa sedikit makanan dan mainan untuk anak-anak, saya sudah tahu apa yang terjadi disini, dan saya juga tak habis pikir dengan kelakuan para pemerintah terhadap menyikapi kekacauan yang terjadi di panti asuhan Dharma" jujur Derrell, dia berniat ingin membantu panti asuhan dharma.
"Terima kasih nak Derrell, ibu sangat terbantu oleh ini semua, ibu juga tidak bisa keluar dari panti karena tidak ada yang mengawasi anak-anak" ujar ibu Meta sedih.
Sebelumnya Derrell dan pemilik panti sudah berkenalan terlebih dahulu.
"Begini saja bu, ini saya ada uang tidak terlalu banyak sih, tapi in syaa Allah cukup untuk kebutuhan panti, nanti jika ibu butuh barang untuk anak-anak ibu tinggal hubungi saya saja" Derrell memberi solusi sambil menyodorkan segepok uang pada ibu Meta, jumlahnya mungkin sekitar 30 juta.
"Apa ini tidak terlalu banyak nak Derrell?" ibu Meta merasa terharu, disaat pemerintahan di kotanya tidak memperdulikan mereka ada orang baik yang Allah kirim untuk membantu mereka. Melalui Derrell, Allah memberikan jalan pada panti asuhan Dharma.
"Sudah bu tidak papa" ucap Derrell. "Ibu tidak usah sungkan dengan saya" tambahnya lagi.
"Terima kasih banyak nak Derrell" sungguh ibu Meta sangat bersyukur dan terharu ternyata masih ada orang baik yang mau menolong mereka.
Setelah berbincang ibu Meta mengajak Derrell untuk mengenal anak-anak disana.
"Anak-anak sini ada yang mau kenalan" ucap ibu Meta pada mereka semua, tanpa menunggu lama semua anak-anak panti sudah berkumpul di depan ibu Meta dan Derrell.
"Anak-anak kenalin ini nama nya kak Derrell, kakak Derrell punya hadiah buat kalian" ujar ibu Meta sambil menyodorkan mainan yang dibeli Derrell tadi saat menuju ke panti asuhan dharma.
Mereka mengambil satu persatu mainan yang sedang dibagi oleh ibu Meta. Derrell tersenyum senang melihat pemandangan di depannya.
"Terima kasih banyak kakek Derrell" ucap mereka semua kompak.
"Sama-sama adik-adik" sahut Derrell, rasa bahagia yang dirasakan oleh anak panti ikut Derrell rasakan pula.
"Bu kalau begitu saya pamit pulang dulu" ujar Derrell sopan.
"Baik nak Derrell terima kasih banyak untuk semuanya"
"Sama-sama bu"
"Assalamualaikum" salam Derrell.
"Waalaikumsalam" anak-anak juga ikut menjawab salam Derrell.
Ting…..
Derrell yang baru saja hendak menyalakan motornya terpaksa dia urungkan karena ada suara notifikasi dari magic system.
"Hati-hati ada orang yang sedang mengincar anda, mereka sedang mencari orang yang memiliki aplikasi ini" tulisan dari magic system membuat Derrell langsung pasang kuda-kuda waspada.
"Apakah mereka ada disekitar sini?" Derrell bertanya dengan khawatir.
"Mereka ada dimana-mana, jangan pernah berhubungan dengan orang yang belum anda kenal dengan raut mencurigakan" peringati magic system.
"Terima kasih banyak"
"Berhati-hati lah, mereka terus mencari anda tanpa lelah, jangan sampai ada yang tahu jika anda memiliki aplikasi ajaib, ingat jangan beritahu siapapun itu!"
"Baik saya mengerti" setelahnya Derrell langsung pergi dari kawasan panti dharma, Derrell merasa ada yang mengintainya saat di panti asuhan dharma.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2022-11-07
0