Bismillahirohmanirohim.
Ting……
Derrell segera membuka hp nya, setelah dia selesai membaca Al-quran, ada berita apa yang diberikan magic system pada dirinya, subuh-subuh sistem ajaib itu sudah berbunyi saja.
"Selamat anda mendapatkan 5 milyar atas misi anda kali ini" Derrell kembali terbelak setelah membaca tulisan yang terdapat di magic system, tanpa menunggu lama Derrell langsung mengecek saldonya.
"Ternyata gue udah jadi orang kaya" kata Derrell pada diri sendiri dia merasa sangat senang. Apalagi setelah melihat isi saldo yang dia miliki.
Yah walaupun nyawanya terancam beberapa kali setiap menjalankan misi Derrell tak pernah merasa ingin berhenti menjalankan misinya, semakin hari Derrell memiliki tekad semakin kuat jika dia ingin melindungi kotanya dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Pagi harinya seperti biasa Derrell sudah kembali berangkat kerja menuju car group. Sesampainya di perusahaan tersebut, Derrell mendapatkan kabar yang tidak menyenangkan.
Aini dan Romi ternyata sudah bebas dari hukuman, entah siapa yang menembus kedua tahan car group itu sampai belum ada satu hari satu malam keduanya sudah keluar dari lapas.
"Apa-apaan ini, bagaimana bisa kedua orang itu sudah menghirup udara segar kembali" Derrell tak habis pikir dengan apa yang dia saksikan.
"Rel disuruh ke ruang ceo tuh" ucap Dul, sambil menepuk pundak Derrell.
"Oke dul terima kasih, kalau gitu duluan ya" Derrell pergi meninggalkan Dul yang sedang membersihkan meja-meja di car group.
"Siap Rel" sahut Dul walaupun dia telat, menjawab ucapan Derrell, karena Derrell sudah tidak terlihat lagi di tempatnya.
Saat Derrell masuk ke dalam ruang ceo car group disitu sudah ada Amira gadis yang bertemunya beberapa kalian.
"Kamu" ucap Amira tak percaya, sedangkan Derrell hanya tersenyum, karena tidak mungkin dia menunjukan ekspresi kaget di depan ceo nya, seperti yang Amira lakukan.
"Bos, apakah bos memanggil saya?" tanya Derrell sopan.
"Duduklah dulu Derrell"
Derrell duduk di kursi yang ada di ruang ceo car group tersebut. "Baik bos"
"Karena kalian berdua sudah disini langsung saja saya akan mengatakan apa yang membuat saya memanggil kalian, terutama anda nona Amira" Titan memulai pembicaraannya.
"Kamu sudah tahukan Derrell berita jika Aini dan Romi sudah bebas dari lapas padahal mereka belum ada satu hari satu malam masuk ke dalam lapas tersebut"
"Iya bos benar sekali, kenapa mereka bisa bebas dengan sangat cepat?" Derrell masih merasa bingung.
"Itulah tugas yang akan kalian berdua lakukan, cari tahu siapa yang ada di belakang Aini juga Romi, dan satu lagi cari tahu juga apakah mereka berdua adalah orang suruhan" ucap Titan.
"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak pada nona Amira, karena sudah berkenan mau membantu perusahaan kami" tambah Titan lagi.
"Tentu saja saya mau membantu car group, asalkan bisa mendapatkan teknologi canggih yang ditawarkan ceo ini" batin Amira senang.
"Tidak usah sungkan dengan saya" ucap Amira.
Ting….
Masih ditempat yang sama suara hp Derrell kembali berbunyi, Derrell yakin ada informasi penting yang diberikan oleh magic system.
"Maaf bos apakah saya boleh keluar sebentar?" tanya Derrell sopan.
"Tidak papa kamu boleh membuka hp mu disini" ucap Titan.
Derrell menatap Titan dan Amira secara bergantian dia tidak tahu apakah dia akan membuka aplikasi itu di depan dua orang ini, walaupun Derrell mengetahui jika Titan dan Amira orang baik, tapi tetap saja dia harus waspada, Derrell tidak mau dirinya ketahuan oleh siapapun jika memiliki magic system.
Walaupun ragu Derrell tetap membuka hp nya di depan Amira dan Titan. Derrell yang membaca informasi dari magic system mengertikan dahinya tanda tak mengerti.
"Ada apa Derrell?" tanya Titan saat melihat perubahan dari raut wajah Derrell.
"Anu bos, saya dapet info kalau Aini dan Romi ditolong oleh Mario mix group" ucap Derrell bingung.
"Kamu dapat info dari siapa?" tanya Amira penasaran.
"Dari teman saya mbak" alibi Derrell, dia tak bisa berkata dengan jujur jika menyangkut magic system.
"Ternyata dua orang itu bekerja sama dengan perusahaan pesaing" ucap Titan.
"Tenangan saja bos saya bisa mengehacurkan mix group dengan mudah"
"Bagaimana cara nya?" tanya Titan tak percaya, Titan menyadari jika gadis di depannya ini memang bukan gadis sembarangan. Sementra Derrell belum mengerti apa yang dibicakan ceo nya itu dengan gadis bernama Amira yang duduk disebelahnya.
"Bagaimana bisa seperti itu?" Titan bertanya tidak terlalu yakin, walaupun Amira gadis yang hebat tapi dia belum percaya jika tidak menyaksikan langsung.
"Saya adalah salah satu investor di perusahaan mix group, hampir setengah saham yang ada di mix group itu saham milik saya" ucap Aimra enteng.
"You're serious?" tanya Titan tak yakin.
"Yes, I am serious!" Amira menjawab dengan mantap.
"Baiklah kalau begitu saya percayakan semuanya pada nona Amira"
"Tapi saya butuh seseorang untuk menjalankan misi ini"
"Derrell akan membantu anda nona Amira"
Tanpa menunggu waktu lama lagi Amira dan Derrell langsung menuju perusahaan mix group yang merupakan perusahaan pesaing car group. Amira dan Derrell sudah berada di depan gedung mix group.
Derrell yang mengetahui jika Aini anak dari ceo mix group sudah memberi tahu Titan dan Amira terlebih dahulu.
Sampai di mix group Amira disambut ramah oleh semua karyawan disana, tanpa basa-basi Amira langsung mencabut semua saham memilikinya yang ada di mix group.
Mario yang mengetahui jika Amira mencabut semua sahamnya yang ada di mix group segera menemui Amira.
"Ada apa nona Amira kenapa anda mencabut semua saham anda di perusahaan kami?" tanya Mario was-was.
Dia tahu jika saham yang dimiliki Amira di perusahaan dicabut, maka mix group sedang berada diambang kehancuran.
"Bukankah kita sudah sepakat pak Mario yang terhormat, jika perusahaan anda berbuat licik maka saya akan mencabut semua saham saya dari mix group tanpa terkecuali"
"Ini surat perjanjiannya yang telah anda tanda tangani dulu, dan ini bukti bahwa perusahaan ini berbuat licik" Amira menyodorkan surat perjanjian mereka, juga bukti kelicikan yang dilakukan oleh pemilik perusahan mix group yaitu Mario sendiri.
"Anda tidak tahu terima kasih pak Mario, saya sudah menolong anda saat perusahaan ini diambang kehancuran, tapi sekarang anda mengingkari perjanjian yang pernah kita buat, jadi jangan salahkan saya jika mix group kembali diambang kehancuaran" ucap Amira santai.
Tak ingin berlama-lama di mix group Amira dan Derrell langsung pergi dari perusahan itu setelah urusan mereka telah selesai.
Seketika itu juga mix group mengalami kerugian yang sangat besar.
Satu persatu investor yang menanam saham mereka mencabut saham mereka di mix group setelah melihat berita jika mix group telah berbuat licik dengan perusahaan pesaing, ditambah lagi investor terbesar mix group sudah mencabut sahamnya dari perusahaan tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments