Bismillahirohmanirohim.
"Berhati-hatilah Titan, di car group ada seorang penghianat, ingat yang aku katakan tadi, yang terlihat baik belum tentu baki" peringat Zegra sekali lagi pada Titan.
"Baik tuan saya akan lebih berhati-hati lagi" Titan masih penasaran dengan ucapan sang bos, tapi dia juga harus tepat berhati-hati, Titan tahu sekali setiap prediksi sang bos selalu tepat sasaran. Maka dari itu sampai saat ini Titan mau menjadi tangan kanan Zegra, karena sedari dulu sampai sekarang Zegra selalu berbuat jujur dan bertanggung jawab atas semua pekerjaanya dan amanah yang diberikan pada dirinya.
"Saya permisi dulu tuan"
"Hmm" Zegra hanya membalas dengan deheman tanda memperbolehkan Titan untuk keluar dari ruangnya.
Titan segera keluar dari ruangan Zegra untuk beristirahat, rasanya Titan lupa entah kapan dirinya terakhir istirahat seperti ini. "Capek" keluh Titan dia sudah berada di dalam kamarnya.
"Walaupun capek tapi harus terus dijalankan demi menegakan kebenaran" molong Titan, jadi walaupun dia capek masih ada semangat untuk dirinya melakukan tugas yang sudah menjadi tanggung jawab dirinya, sebenarnya Zegra bisa saja terjun langsung untuk mengurusi semua ini dan memimpin langsung car group tapi tidak dia lakukan, karena Titan tahu jika Zegra keluar dari persembunyiannya maka orang-orang munafik itu akan mengincar Zegra. Dan musuh Zegra akan terus mengincar Zegra sampai bisa membunuhnya, karena yang mereka tahu Zegra sudah tiada sejak lama.
Zegra merupakan seorang pemimpin yang paling adil 5 tahun silam saat kota X berada ditangannya. Kota X menjadi kota yang paling damai jarang sekali kasu kekerasan, pembunuhan dan lainnya terjadi disaat kepemimpinan Zegra, namun entah apa yang terjadi saat itu Zegra yang sudah dikenal baik oleh masyarakat kota X, hilang secara tiba-tiba hingga sebuah kabar mengatakan jika Zegra sudah tiada.
Sejak saat itu ada seorang yang memanfaatkan kesempatan ini dan mengendalikan kota X di atas kepemimpinannya sampai saat ini, tapi tidak ada satupun orang yang mengetahui siapa dia, karena orang itu selalu menggunakan pejabat dan aparat berwajib untuk memenuhi keinginannya.
***
Di sisi lain seorang pria paruh baya sedang mengamuk, karena anak buah yang dikerahkan belum juga menemukan magic system yang sedang dia cari.
"Bodoh! bagaimana bisa pemilik aplikasi itu belum ditemukan" maki laki-laki itu dengan nada marah, anak buahnya tak luput terkena imbasnya dia menampar satu persatu anak buahnya yang tidak becus bekerja menurutnya.
"Dengar baik-baik cari aplikasi itu sampai ditemukan, jangan pernah berani menampakan muka kalian jika apa yang aku inginkan belum ada ditangan kalian!"
"Kalian semua mengerti maksud saya kan? kalian mengerti bahasa manusia bukan? atau kalian ingin aku gunakan bahasa binatang agar lebih paham!" ucap laki-laki paruh baya itu penuh penekanan.
"Kami mengerti bos!" jawab mereka kompak, ada sekitar 10 orang yang berdiri di depan laki-laki paruh baya itu.
"Bagus kalau kalian mengerti. Jefri awasi mereka"
"Baik ayah"
Setelah selesai mendengarkan ocehan ayah Jefri luka yang ada pada mereka semua segera diobati, setelah itu mereka harus bekerja menjalankan tugas dari bos arrogant mereka, padahal mereka masih terluka parah, bagi anak buah ayah Jefri lebih baik mereka bekerja walaupun sedang terluka daripada terus berhadapan dengan bos yang kejam itu.
"Ingat baik-baik apa yang ayah katakan, jangan pernah memperlihatkan muka kalian, jika kalian belum menemukan aplikasi itu" ujar Jefri sambil menatap mereka semua dengan tatapan tajam.
"Baik tuan muda kami mengerti" mereka bicara dengan kompak lalu pergi melaksanakan tugas masing-masing, setelah selesai diobati luka mereka.
"Aku berharap semua cepat berlalu" keluh Jefri, entah apa yang dia maksud, hanya jefri lah yang tahu akan maksud dari ucapan nya barusan.
***
Tak terasa hari demi hari terus berganti, bahkan Derrell saja tidak menyadari jika dia sudah seminggu ini masuk bekerja lagi
di car group.
Derrell yang sedang membuat kopi untuk dirinya di dapur car group terlihat bingung saat melihat para karyawan berlarian kocar-kacir entah apa yang sedang terjadi.
"Dul ada apa?" tanya Derrell saat melihat team kerjanya.
Sama seperti orang-orang Dul juga tengah berlari tadinya, dia berhenti di depan Derrell kala Derrell memanggil namanya. "Kagak tau Rel, tapi kita semua disuruh kumpul di lapangan sama ibu Aini" ujar Dul.
"Ayo Rel" Dul segera menyadarkan Derrell yang terlihat bingung.
Sampai di lapangan Dul dan Derrell seperti melihat lautan manusia. Mereka baru sadar ternyata karyawan car group banyak sekali.
"Mohon perhatiannya sebentar, hari ini kalian pulang lebih awal, kecuali orang-orang yang saya sebutkan namanya" suara bu Aini terdengar di seluruh lapangan car group.
"Ingat setelah ini kalian langsung pulang kerumah masing-masing ok"
"Iya bu" mereka semua menjawab serentak, walaupun tidak menggunakan speaker tapi suara mereka ramai, sedangkan bu Aini haru menggunakan speaker karena hanya suaranya sendiri.
"Untuk Derrell dari ob atas jangan pulang dulu. Romi dari divisi IT rendah dan Fian dari divisi IT juga jangan pulang dulu" ada sekitar 20 orang yang namanya disebut oleh bu Aini.
Setelah selesai memberikan pengumuman bu Aini langsung menyuruh karyawan yang tidak berkepentingan lagi segera pulang.
Disini lah mereka saat ini, di ruangan rapat car group. "Baiklah sebelum saya memulai rapat ini saya akan mengangkat Derrell menjadi ketua divisi bagikan keamanan" ujar Ceo car group.
"Saya keberatan pak, bukankah kita berkumpul disini untuk membahas data-data kita yang bocor" ujar Aini yang langsung memotong ucapan Ceo car group.
"Mau anda keberatan saya tetap akan mengakat Derrell menjadi ketua divisi keamanan!" ujar Titan tegas tak ingin dibantah.
"Maaf pak menyela, bukah benar apa yang dikatakan ibu Aini bahwa kita harus menyelesaikan masalah data-data yang bocor terlebih dahulu"
"Saya juga setuju dengan bu Aini pak, Jugaan kenapa harus anggota OB yang diangkat menjadi ketua, seharusnya dari kalangan kami yang bisa menjadi ketua. Saya curiga jangan-jangan pembocoran data ini Derrell lah pelakunya, apalagi hanya dia sendiri yang dari ob berada di ruangan rapat ini" Romi angkat bicara sambil memprovokasi Derrell.
"Saya juga curiga dengan Derrell pak" ibu Aini juga ikut membela Romi, sampai ada lima orang yang setuju dengan ucapan Aini dan Romi.
"Tapi apakah kalian ada bukti menuduh orang sembarangan?" Fian saat ini sedang menahan kekesalannya.
"Apalagi yang harus di buktikan, bukankah sudah jelas jika dia pelakunya" lagi-lagi Romi memprovokasi Derrell.
Titan sebagai Ceo ingin melihat sampai sejauh mana mereka berdebat pada akhirnya keheningan pun terjadi. "Begini saja saya memberi Derrell waktu 3 hari untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah" ucapan Titan membuat mereka yang berada di dalam ruang rapat menampilkan raut muka yang berbeda-beda.
"Yes! berhasil kena kau Derrell" batin Aini senang begitu juga dengan Romi.
"Nggak bisa kayak gitu dong bos ini namanya Derrell difitnah" ujar Fian yang tidak terima.
"Nggak papa pak Fian, In Syaa Allah saya bisa membuktikan bahwa saya tidak bersalah dalam waktu tiga hari" ujar Derrell meyakinkan Fian.
"Keputusan sudah dibuat, rapat saya akhirnya sampai disini" ujar Titan.
Menjadi Derrell mungkin sudah sangat pusing masalah terus berdatangan, belum menyelesaikan masalah panti asuhan dharma dan menangkap siapa dalang dari semua kejahatan yang terjadi di kota X, ditambah lagi ada yang sedang mengincar dirinya sekarang masalah di kantor juga melibatkan dirinya padahal dia tidak tahu apa-apa.
Untungnya Derrell sudah memiliki bukti tentang anak pak Dion dibantu oleh magic system jadi pekerjanya berkurang satu, Derrell hanya tinggal mengirimkan semua bukti ke grand media saja.
Sekarang Derrell semakin yakin jika magic system dapat membantunya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments