Bismillahirohmanirohim.
Tak disangka hanya dalam sekali bergerak Derrell bisa membuat kekacauan yang sangat luar biasa di kantor pemerintahan kota X, untuk pertama kalinya kantor pemerintahan kota X mengalami kekacauan yang sangat besar, hanya ulah seorang laki-laki biasa dengan dibantu oleh sebuah sistem yang luar biasa.
Derrell sendiri masih belum bisa memahami apa yang baru saja terjadi apa yang sedang dia alami saat ini, kenapa dia bisa melakukan itu semua hanya dalam sekejap, banyak pertanyaan yang muncul dibenak Derrell, jika benar hal ini terjadi karena adanya Magic system itu, maka itu bukan lagi sistem ajaib tapi lebih dari itu semua.
"Sungguh hari yang sangat melelahkan" keluh Derrell, dia masih berada ditempat yang sama, masih berada di area kantor pemerintah, entah apa yang sedang Derrell pikirkan, ah iya juga dia sepertinya sedang memikirkan kejadian saat ini seperti yang tadi dikatakan.
"Bagaimana cara agar bisa pulang, lagi pula gadis tadi yang udah nolong gue kemana kenapa pergi begitu saja" Derrell hanya berputar-putar saja ditempat itu. Sepertinya Derrell melupakan sesuatu bahwa dia sekarang memiliki sistem yang bisa membantunya keluar dari tempat itu, ya karena sistem ajaib yang Derrell punya bisa mengakses lokasi juga.
Kekacauan di kantor pemerintah terus terjadi sampai satu jam berlalu belum ada pihak berwajib yang menanganinya padahal kekacauan yang terjadi di kantor pemerintah sudah masuk ke awak media.
Aneh kan belum ada satupun yang bergerak untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di kantor pemerintahan kota X, sedangkan Derrell sudah tidak peduli lagi dengan kekacauan yang terjadi, karena misinya hanya mencari tahu siapa dalang dibalik kejadian yang masih ganjal 1 minggu lalu, bagi Derrell yang penting sudah keluar dari dalam kantor pemerintahan dia sudah merasa aman dan lebih lega dari sebelumnya.
***
Di tempat lain seorang laki-laki paruh baya sedang menatap kekacauan di kantor pemerintahan dengan mata yang bersinar, dia bangga akan Derrell yang dapat membuat kekacauan di kantor pemerintah hanya dalam hitungan beberapa menit saja.
Laki-laki paruh baya itu menyaksikan kekacauan di kantor pemerintahan lewat laptop kesayangannya yang hanya terdapat satu saja di dunia ini, laptop yang dapat mengakses semua informasi penting yang ada di dunia, dia tau segala hal tentang dunia ini tapi lebih detailnya dia mengetahui tentang kota X.
"Aku tak pernah memuji orang, tapi sekarang aku akui dia sangat pandai dan lihai walaupun terlihat seperti orang biasa pada umumnya"
"Ternyata dia lebih dari apa yang aku pikirkan, baiklah kau sangat hebat anak muda" ucap laki-laki paruh baya itu sedang memuji Derrell di depan laptopnya.
Setelah merasa puas menonton kekacauan secara langsung di laptopnya laki-laki paruh baya itu beranjak dari kursinya entah akan pergi kemana dia.
"Anak muda ini tak bisa diragukan, walaupun dia seperti itu tapi sangat terlihat menonjol sekali jika dia seorang jenius, sayang nya dia belum menyadari kepintaran yang dia miliki" batin laki-laki paruh baya itu, ternyata dia hanya meletakan jas nya di tempat gantungan baju di ruangan yang sangat luas itu . Lalu setelah itu dia kembali ke kursi kebesarannya sambil mengotak atik laptop entah apa yang sedang laki-laki paruh baya itu kerjakan.
Sementara itu di waktu yang sama dengan tempat yang berbeda dua orang pria dengan terpaut usia yang berbeda satu usai masih terlihat muda dan yang satu lagi sudah tidak muda lagi, mereka berdua sedang menonton kekacauan yang terjadi di kantor pemerintahan kota X, dengan menggunakan televisi rahasia mereka yang ternyata sudah terhubung langsung dengan kantor pemerintah kota X. Keduanya menatap kekacauan itu dengan senyum sini dan kehancuran.
"Tak disangka ada yang bisa membuat kekacauan yang sangat besar di kantor pemerintahan" ujar seorang laki-laki yang terlihat lebih tua, sepertinya dia menonton kekacauan itu dengan sangat seru, dia menikmati setiap adegan yang dia tonton apalagi disaat adegan tembak menembak sesama pejabat.
"Sudah ayah lebih baik sekarang kita kerahkan orang untuk menangani kekacauan yang terjadi di kantor pemerintah"
"Tapi jika ayah belum puas untuk menontonya silakan ayah tonton sampai paus" ujar laki-laki yang memanggil laki-laki yang lebih tua darinya itu dengan panggilan ayah.
Laki-laki yang dipanggil ayah itu menoleh lalu menatap sang putra dengan tajam. "Aku memaklumi ketidak sopanan mu hari ini Jef, tapi jika kau ulangi, kamu tau konsekuensinya apa" ujar laki-laki itu dingin.
"Karena aku sedang berbaik hati maka suruh orang-orang itu untuk membereskan kekacauan yang terjadi di kantor pemerintahan, aku mau kekacauan ini bisa mereka tuntaskan dengan cepat, ingat itu harus cepat dan segera mungkin" tambah laki-laki paruh baya itu lagi.
"Baik ayah" Jefri segera pergi dari hadapan sang ayah untuk menangani kekacauan yang terjadi di kantor pemerintahan kota X.
Ada banyak anggota polisi dan tentara yang hadir untuk menuntaskan semua kekacauan yang terjadi beberapa pihak ditangkap, karena sudah melakukan aksi tembak menembak. Entah kenapa bisa ada aksi tembak menembak terjadi di kantor pemerintahan, sepertinya ada yang memanfaatkan kekacauan ini dengan mengkambing hitamkan pemerintah yang bekerja di kantor.
"Bawa semua yang setelah menembak sesama pejabat dan tangkap orang yang mencurigakan untuk diinterogasi terlebih dahulu, jika mereka bersalah maka mereka akan masuk kerana hukum" ujar komandan tentara yang ada disana.
"Baik" ujar mereka semua kompak.
Hanya dalam satu jam kekacauan yang terjadi sudah dapat dikendalikan, oleh para pihak berwajib, bukan hanya itu saja kekacauan yang terjadi di kantor pemerintahan yang sudah tersebar luas awak media hilang tanpa jejak begitu saja dalam sekejap tanpa menyisakan jejak apapun, satu jam kemudian pula kantor pemerintahan sudah berjalan lancar seperti biasa, seakan tidak terjadi apa-apa di kantor itu, padahal berapa menit yang lalu kekacauan sangat mengerikan sudah terjadi disana.
"Tolong antarkan saya ke ruangan bapak Dion" ujar Jefri dingin pada salah satu staf di sana.
"Baik mari ikut saya pak" ujar orang yang disuruh Jefri tadi dengan sopan. Keduanya berjalan menuju lantai 3 lantai paling atas kantor tersebut.
"Tok, tok, tok" mendengar ada yang mengetuk pintu ruangannya Dion langsung menyuruh orang itu untuk masuk.
Setelah keduanya masuk Jefri mengisyaratkan orang yang mengantarnya tadi untuk keluar dari ruangan Dion.
"Apa pekerjaan anda bapak Dion kusna? kenapa kekacauan sebesar ini bisa terjadi di kantor pemerintahan?" tanya Jefri datar, dia berjalan mendekat ke arah kursi Dion.
"Maafkan saya tuan Jefri, saya akan lebih hati-hati lagi" ujar Dion sopan.
"Cih! anak muda yang memiliki kekuasaan dari ayahnya saja banga" batin Dion tak terima.
"Jangan mengumpat tua bangka, atau aku pastikan anda tidak akan duduk di kursi ini lagi" ancam Jefri.
"Baik nak, maafkan saya, dan saya akan membuat penjagaan yang lebih ketat lagi di kantor ini dan maaf juga atas masalah barusan, saya berjanji tidak akan ada kekacauan yang sama untuk kedepannya"
"Satu lagi pak tua, saya harap kejadian yang anda lakukan 1 minggu lalu tidak ada yang mengetahuinya" peringat Jefri.
"Anda beruntung pak tua, karena bukan ayah saya yang turun langsung untuk menangani kekacauan ini"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
REY ASMODEUS
ganjal ganjal emang mobil gak bisa nanjak makanya di kasih pengganjal ?
2022-11-14
0
Jimmy Avolution
Terus...
2022-11-07
0
PASYA VOLDIGOD
lanjott
2022-10-12
0