Bismillahirohmanirohim.
"Mana semua data-data yang sudah kalian ambil dari car group" ceo mix group itu sangat penasaran dengan hasil yang didapat Aini dan Romi.
Mario menatap keduanya dengan bangga, karena rencana yang disusun baru beberapa minggu lalu sudah berjalan dengan lancar dan mereka berhasil mendapatkan apa yang Mario mau.
Aini membongkar tas nya, dia mengeluarkan sebuah flashdisk khusu untuk menyimpan data penting. "Ini pa semua nya sudah saya pindahkan ke dalam flashdisk ini" ujar Aini, sambil menyodorkan sebuah flashdisk berukuran kecil pada Mario sang papa.
Mario membuka laptopnya cepat lalu memasang flashdisk itu ke laptopnya dengan cepat dia memeriksa semua data-data yang sudah Aini dapatkan. "Kalian memang bisa diandalkan" Mario banga pada putrinya dan Romi, karena mereka berdua mau membantu dirinya untuk bisa mendapatkan rahasia yang hanya dimiliki oleh car group.
Sayangnya yang tidak mereka tahu semua informasi yang Aini dapatkan tidaklah lengkap sama sekali.
"Aku akan menaikan gaji kalian berdua. Kinerja kalian berdua memang tidak bisa di ragunan" Mario menatap Aini dan Romi secara bergantian.
"Terima kasih banyak pa" ujar Aini senang.
"Terima kasih banyak pak" ucap Romi juga.
"Kamu boleh cuti Aini untuk beberapa hari ini dari tugas papa, tapi kamu harus ingat terus pantau keadaan di car group. Begitu juga dengan kamu Romi pa-"
"Saya bisa cuti juga pak?" tanya Romi yang memotong pembicaraan Mario.
"Tidak! saya belum selesai bicara" ketus Mario. "Terus awasi car group Romi!" ucap Mario penuh penekanan sambil pergi dari hadapan dua orang itu.
Beralih pada Derrell yang sedang mengumpulkan bukti tentang Diro anak dari Dion kusnan itu, Derrell ingin masalah yang dia punya selesai satu persatu dengan cepat sehingga dia bisa tidur dengan damai.
Derrell sedang berada di kediaman Diro untuk mengambil beberapa bukti tentang Diro yang sekongkol dengan pak Dion yang tak lain ayahnya sendiri.
Derrell yang telah selesai mengirimkan pesan lewat line pada Fian, berfikir jika dirinya harus menemukan bukti tentang Diro malam itu juga.
Derrell sempat mengirim pesan kembali pada Fian sebelum dia benar-benar pergi untuk mencari bukti tentang Diro yang juga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan dan pelecehan seksual yang terjadi 3 tahun silam.
"Yan gue mohon jangan kasih tau siapa-siapa dulu kalau gue udah nemuin semua buktinya dan sudah mengetahui siapa pelakunya"
"Kenapa?"
"Ayolah Yan ikuti saja apa yang gue bilang kali ini" begitulah kira-kira pesan yang ditulis oleh keduanya.
"Magic system katakan dimana letak bukti-bukti itu berada?" Derrell terus berwaspada karena jika ketahuan dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Dekat kamar Diro, di sebelahnya ada kamar lagi dengan pintu yang berbeda disitulah Diro menympain semua bukti-bukti yang menunjuk ke arahnya jika dia dan sang ayah pernah melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan" sebuah tulisan yang diberikan oleh magic system membuat Derrell langsung mencari dimana letak kamar yang dimaksud.
"Ketemu juga" Derrell bicara sambil mengelus dadanya jujur dia juga sedang deg, degan apalagi kalau ketahuan.
"Ingat berhati-hatilah dan jangan ceroboh" peringat magic system lagi.
"Baik kau awasi saja keadaan" ujar Derrell sambil masuk ke dalam ruangan yang sudah dia temukan.
Sepuluh menit berlalu Derrell sudah pergi dari kediaman Diro kini dia sudah kembali berada di kosannya. Derrell yang merasa lelah menyandarkan kepalanya dibipan kamarnya. Walaupun kamar yang Derrell tempati itu sangat sempit tapi Derrell menyukai nya.
"Kurang ajar sekali Diro itu bapaknya sudah lama mendekam di penjara dirinya malah enak-enakan mengambil alih jabatan si bapak" Derrell tak habis pikir dengan Diro. Hanya karena sebuah jabatan Diro menjadi orang yang lupa diri, jika diatas langit masih ada langit, seperti itulah kata-kata yang cocok untuk diberikan pada Diro yang terlalu sombong dan angkuh.
"Lo tenang aja Diro sebentar lagi akan ada berita yang membuat dirimu tidak percaya, jika kebusukan mu akan terbongkar secepat ini" Derrell menatap sinis beberapa foto yang menunjukan gambar Diro sedang tertawa bahagia.
Dengan cepat Derrell mengotak atik laptopnya untuk mengirimkan semua bukti tentang keburukan Diro yang sudah pernah dia lakukan, Derrell mengirim semua bukti tentang Diro pada grand media. Karena Derrell hanya percaya pada kinerja grand media channel tv yang satu ini selalu mengupas tuntas masalah sebelum mereka menyebarkan semua berita yang mereka dapat dari orang-orang yang mengirim bukti-bukti pada mereka.
"Pengiriman anda sudah diterima dan berita akan diluncurkan besok pagi"
Derrell yang membaca tulisan yang dikeluarkan oleh magic system tersenyum senang.
"Ye, ye, ye. Akhirnya bisa tidur dengan nyenyak. Pasti beritanya bapak heboh nih" ujar Derrell sambil terlelap di tempat tidurnya.
Keesokan paginya masyarakat kota X dibuat kaget atas berita yang baru saja diluncurkan oleh grand media.
"Selamat pagi semua, kembali lagi dengan saya Nani, lagi-lagi kami mendapatkan berita yang mengejutkan semua masyarakat kota X, jika Diro anak dari pak Dion Kusna ternyata terlibat dalam kasus pembunuhan dan pelecehan seksual 3 bulan yang lalu"
"Maka dari itu sekarang aparat berwajib sedang membawa Diro ke ruang interogasi, untuk mengintrogasi agar dia mau mengakui kesalahan yang telah dia buat"
"Baiklah cukup sampai disini saja pengumumannya" suara Nani menghilang di balik layar televisi.
"Akhirnya kena juga kau Diro" Derrell merasa sangat senang sekali bisa membantu orang lain masuk ke dalam penjara. Derrell merasa lebih senang lagi karena dirinya mendapatkan uang yang lumayan besar dari grand media.
"Sekarang tinggal masalah di kantor lagi yang harus diselesaikan" gumun Derrell sambil keluar dari kosan untuk berangkat bekerja kembali di car group.
"Hei sistem gila! bisakah kamu memperlihatkan padaku apa motif dari Romi dan Aini sampai tega mencuri data perusahaan car group"
"Aini merupakan anak dari Mario yang merupakan pemilik perusahaan mix group, karena Mario merasa selalu kalah dari car group, akhirnya dia memiliki ide untuk berbuat licik. Mario menyuruh Aini dan Romi untuk bisa mencuri semua data-data di car group"
Derrell berdecak kesal bagimaman bisa Mario itu yang seorang pemimpin bisa melakukan hal yang tidak pantas dia lakukan, begitulah pikir yang sedang mengganggu di kepala Derrell.
Sampai di kantor Derrell bersikap tenang kala Aini dan Romi terus menuduhnya sebagai pencuri di car group.
"Masih berani datang kesini toh" ujar Aini sambil menatap tak suka pada Derrell. "Ternyata muka doang yang kelihatan baik tapi tingkah laku nggak sama sekali" lagi-lagi Aini kembali menyindir Derrell, tapi Derrell seolah-olah menjadi orang yang tidak mendengar ucapan Aini.
"Rel jangan disini ada mak lampir" Dul menarik tangan Derrell gara ikut dengannya.
"Makasih Dul"
"Santai Rel daripada lo ribut sama tu mak lampir" Dul menanggapi ucapan Derrell sambil terus melakukan tugasnya.
"Untung ada magic system yang bisa bantu gue dalam hal apapun" batin Derrell merasa sedikit lega, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika magic system tidak berada pada dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments