Bismillahirohmanirohim.
Derrell sudah dua hari ini berada di dalam lapas, karena saat dirinya melakukan misi keduanya dia ketahuan oleh para penjaga gedung pemerintah. Untungnya Derrell hanya dipenjara selama 3 bulan atas tuduhan menjadi mata-mata itu saja tidak terbukti. Dan lebih leganya lagi Derrell saat mengetahui jika handphone nya mati secara tiba-tiba itu berarti semua info yang dia dapatkan aman, tidak akan ketahuan.
Di dalam lapas Derrell menemukan bermacam-macam sifat orang ada yang di sana ada yang bersifat dingin sekali, ada yang memiliki sifat brutal dan ada juga yang memiliki sifat baik masih peduli dengan teman satu lapasnya.
"Jadi kenapa kalian bisa masuk ke dalam sini?" tanya Derrell pada para penghuni lapas di situ. Mereka sedang berkumpul disana. Hanya ada tiga orang di dalam lapas yang Derrell tempati.
Derrell sudah menceritakan pada mereka kenapa dirinya bisa masuk ke dalam lapas. Dan sekarang gantian untuk Derrell yang balik bertanya pada mereka berdua.
"Gue masuk kesini atas kasus pembunuhan" sahut seorang laki-laki yang usianya hampir sama dengan Derrell.
"Wahai anak muda sudah berapa banyak kamu membunuh orang?" seorang kakek tua ikut bertanya, sepertinya kakek itu orang yang paling tua di dalam lapas tersebut.
"Mungkin sekitar 50 orang lebih, tapi semenjak aku masuk ke dalam lapas kedua kalinya, aku sangat menyesali semua perbuatanku" sesal laki-laki itu dengan sungguh-sungguh.
"Kenapa lo ngelakuin ini semua?" tanya Derrell penasaran.
"Itu karena gue butuh uang"
"Kadang orang akan mencari uang dengan cara apapun tanpa peduli itu uang yang halal atau haram" batin Derrell. " Uang sungguh merajalela, tapi tak semua data dibeli dengan uang" batin Derrell lagi.
"Berarti lo pembunuh bayaran doang?" tebak Derrell, laki-laki tadi mengangguk, membenarkan ucapan Derrell.
Setelahnya mereka berdua menoleh pada kakek tua tadi. Keduanya saling pandang seakan mengisyaratkan sesuatu sampai Derrell angkat bicara. "Lalu kenapa kakek bisa masuk ke dalam lapas ini?" tanya Derrell sopan.
Kakek itu menghela nafasnya sejenak seakan membayangkan sesuatu yang dulu pernah terjadi pada dirinya, setelah merasa lebih baik kakek tersebut mulai bicara.
"Saya bukan orang baik, seperti yang dikatakan oleh orang-orang yang ada di lapas ini. Dulu saya seorang pemakai, peminum dan juga tukang judi sampai akhirnya saya berada di dalam lapas ini, saya juga seorang pembunuh, karena anak dan istri saya mati ditangan saya sendiri" ujarnya sedih.
"Maaf kek" ujar Derrell tak enak hati.
"Tak apa anak muda, semua ini memang salah saya"
"Lalu apa tujuan kakek setelah keluar dari lapas ini?" tanya laki-laki tadi penasaran.
"Saya tidak tahu yang pasti saya ingin membuat sisa hidup saya berguna, dan mendekatkan diri pada sang pencipta"
"Apakah taubat kita masih diterima?" tanya laki-laki itu penasaran. Mereka yang di dalam lapas memang belajar banyak hal terutama sadar akan perbuatan mereka dahulu.
"Selagi kita benar-benar mau taubat kenapa nggak, Allah maha pemaaf, tapi ingat taubat nasuha bukan tobat-tobatan aja" Derrell kembali bersuara. Lagi-lagi laki-laki yang duduk disamping Derrell mengangguk tanda dia mengerti.
"Oh iya, ngomong-ngomong siapa nama lo, dan kakek juga siapa nama kakek?" tanya Derrell sedari tadi mereka banyak bercerita tapi tak mengenal nama masing-masing.
"Panggil saja saya kakek Harto" ujar sang kakek.
"Baik kek Harto" Derrell dan laki-laki itu menjawab kompak.
"Gue Ajo, biasa dipanggil Jo" sahut laki-laki itu.
"Ajo, Jo. Bukankah itu nama pembunuh bayaran yang sangat terkenal di kota X?" ucap Derrell penasaran.
"Iya itu gue"
"Nggak nyangka gue bisa ketemu langsung sama lo dan tanpa menutup topeng"
"Tapi ingat ya sekarang gue bukan lagi Jo pembunuh bayaran gue udah tobat"
"Iya"
"Lalu bagaimana dengan kamu anak muda siapa namamu?"
"Saya Derrell kek"
Saat mereka terus mengobrol tiba-tiba di depan lapas mereka terdengar suara keributan.
"Lepas! sudah saya katakan saya tidak bersalah, tapi komandan sialan itu yang bersalah!" bentak laki-laki yang ditarik-tarik oleh para aparat polisi.
"Diam! mana ada maling ngaku yang ada penjara malah penuh kalau maling ngaku. Sekarang kamu malah menuduh komandan kami" bentak seorang polisi.
"Kalau maling pada ngaku polisi kagak ada kerjaan doang, terus mereka nganggur" gumun Ajo saat mendengar ucapan polisi barusan, juga perkataannya masih bisa di dengan oleh Derrell dan kakek Harto.
"Dasar kalian polisi tak berguna! tidak mencari kebenarannya malah menuduh orang sembarangan yang pantas dipenjara itu kalian bodoh!" makinya.
Karena terus membantah laki-laki itu didorong secara paksa agar masuk ke dalam lapas, kebetulan sekali laki-laki itu satu lapas dengan Derrell.
"Apakah begitu cara para polisi memperlakukan tahanan seperti hewan" ujar Derrell tak habis pikir.
"Tidak semua polisi seperti itu tapi kalau anggota mereka iya" kakek tua itu menjawab pertanyaan Derrell.
Mereka membantu berdiri laki-laki tadi yang diperlakukan secara kasar oleh polisi tadi.
"Ayo pak bangun" ujar kakek tua pada bapak laki-laki itu.
"Terima kasih" ujarnya lemas sambil menerima uluran tangan sang kakek.
Mereka mengajak bapak-bapak yang baru saja masuk ke dalam lapas mereka untuk duduk dan Derrell memberikan segelas air putih pada bapak-bapak barusan.
Diam-diam ternyata Derrell sedang memperhatikan keadaan di kantor polisi dia yakin jika apa yang bapak ini katakan benar dirinya tidak bersalah melainkan dia difitnah oleh seseorang. Derrell tidak menyangka ternyata bukan hanya pemerintahnya saja yang berbuat tidak baik terhadap masyarakatnya sendiri, tapi juga aparat polisi yang seharusnya bertanggung jawab atas semua kasus yang terjadi di kota X, Derrell curiga jangan-jangan pemerintahan dan aparat polisi di kota X sudah bekerja sama. Atas semua yang terjadi.
***
Sementara itu tanpa Derrell ketahui magic system yang dia punya terus bekerja untuk mengawasi keadaan yang akan terjadi di kota X. Sistem itu bekerja dengan sendirinya dia juga mengirimkan gmail pada perusahan Car Group jika untuk tiga bulan kedepan Derrell belum bisa masuk kantor. Karena ada urusan keluarga mendadak, beruntungnya Ceo Car Group menanggapi email yang Derrell kirim dengan baik, karena selama ini Derrell berkejar dengan baik dan selalu membantu orang yang kesulitan di Car Group walaupun posisinya hanya seorang ob di Car group.
"Sistem akan terus bekerja, sistem telah diaktifkan"
"Sistem akan menunggu king Derrell keluar dari penjara" system magic itu terus berbunyi di dalam kamar Derrell dengan pelan.
Untung saja kosan yang Derrell tempati kedap suara jadi tak akan ada yang mendengar suara sistem itu, ya walaupun kosan kecil tapi berkualitas bagus.
Sistem yang bergerak ternyata sistem yang berada di dalam laptop Derrell sedangkan sistem yang berada di hp Derrell sedang beristirahat untuk membantu Derrell memecahkan informasi yang akan datang, tak ada yang tahu jika Derrell membawa hp ke dalam lapas, karena hp itu sudah mati dan entah Derrell simpan dimana hp tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2022-11-07
0
Embun pagi
bisa kak
2022-09-14
1