Bismillahirohmanirohim.
Sepulang dari panti asuhan dharma Derrell terus mengamati setiap tempat yang dilewatinya, bagian utara kota X memang sedikit berbeda dari bagian yang lainnya.
Derrell merasa walaupun dirinya belum memiliki tugas dari magic system, tapi dia sudah mengatur tugasnya sendiri, dia memiliki tugas yang sangat banyak sekarang, dia harus mencari dalang dibalik semua kejadian di kota X, Derrell sangat yakin dibalik pejabat yang tidak bertanggung jawab pasti ada orang yang mengendalikannya, Derrell harus segera mencari keberadaan orang tersebut, karena menurunnya jika hal seperti sekarang ini sering terjadi di kota X, pemerintahannya tidak peduli dengan masyarakat, sangat membahayakan kota X, semua ini harus segera dicegah.
Ditambah lagi sekarang Derrell harus terus waspada karena ada orang yang mengincar magic system, walaupun belum ada yang tahu jika magic system berada ditangannya.
Jika magic system jatuh ditangan orang yang tidak tepat maka akan membahayakan seluruh orang, dia akan menyalahgunakan magic system untuk kepentingan pribadi.
Tak terasa Derrell sudah berada di perbatasan antara ujung utara kota X dan pertengahan kota X, Derrell tinggal di daerah mawar itu artinya dia tinggal di tengah-tengah kota X. Saat Derrell berada di perbatasan dirinya tidak sengaja menangkap seorang gadis yang pernah dia tolong dan gadis itu juga pernah menolongnya.
"Lagi ngapain dia" ujar Derrell pada diri sendiri, dia menajamkan penglihatan, agar bisa melihat jelas apa yang sedang gadis itu lakukan.
"Kenapa gerak-geriknya sangat mencurigakan?" gumun Derrell yang semakin penasaran.
Ting….
Suara notifikasi dari magic system membuat Derrell terpaksa menghentikan motornya di pinggir jalan, sambil terus mengamati gadis berjilbab abu-abu itu dengan gamis berwarna coklat.
"Dia adalah seorang mata-mata yang sangat terkenal dan misterius di kota X, anda masih ingat dengan pak Anton, dialah yang memberikan semua informasi kota X pada pak Anton, mereka bisa dikatakan penyelamat kota X secara diam-diam"
"Anda tahu sendiri sudah berbagi kejadian yang tak terduga, terjadi di kota X, tugas anda harus mencari orang yang memanfaatkan ini semua demi kepentingan diri sendiri"
"Ini misi ketiga anda, anda harus menemukan orang itu"
"What! bukanya gue sedang libur tiga hari belum mendapatkan misi, ini juga belum ada sehari udah dikasih misi lagi, dasar pembohong!" maki Derrell dia benar-benar kesal, tapi walaupun begitu dia akan menjalankan semua ini, karena dia sudah memiliki tekad sebelum dijadikan misi oleh magic system.
"Bukankah anda sendiri yang menginginkannya" magic system itu langsung mati secara mendadak, karena sistem tidak mau mendengarkan Derrell yang terus mengeluh.
"Emang sistem gila!" umpat nya kesal.
"Assalamualaikum" mendengar suara seseorang mengucapkan salam pada dirinya membuat Derrell melupakan sejenak kekesalannya pada magic system.
"Waalaikumsalam" Derrell menjawab sambil melihat siapa yang mengucapkan salam.
"Lo" ucap Derrell tak percaya, bagaimana bisa gadis yang sedari tadi dia pantau sudah berdiri di depannya. Dengan sepeda berwarna hitam.
Derrell menyadari satu hal jika gadis di depannya ini bukan gadis biasa, walaupun gadis ini baik tapi Derrell juga merasa dirinya harus waspada.
"Kebetulan sekali kita bertemu disini, bagaimana kalau saya ajak kamu untuk makan malam, anggap saja untuk rasa terima kasih saya. Kamu bukan orang utara kota X kan, pas kalau begitu disini ada makanan khas utara kota X" ucap gadis itu panjang lebar tanpa menunggu jawaban dari Derrell, mungkin itu sudah menjadi kebiasaannya bicara tanpa berhenti.
"Gue mau, tapi apa nama makananya?" tanya Derrell penasaran. Jangan tanya masalah makan Derrell tidak bisa menolak.
"Nama makanannya nasi kucing" ucap gadis itu dengan berbinar sambil membayangkan betapa enaknya nasi kucing. Sementara Derrell merasa ngeri dengan nama makanan yang disebut gadis barusan.
"Memang itu bisa dimakan?"
"Bisa tenang aja, aku yakin pas kamu makan nasi kucing nanti ketagihan, namanya emang aneh tapi jangan salah, makanan satu ini makanan khas utara kota X yang sangat terkenal"
"Kalau gitu ikut gue"
"Tunggu dulu" cegah Derrell sebelum gadis itu kembali mengayuh sepedanya.
"Apalagi?" gadis itu mengerutkan dahi bingung.
"Siapa nama lo?" sudah lama sekali Derrell penasaran dengan nama gadis yang ada di depannya ini, tapi baru sekarang dia bisa bertanya, karena gadis itu telah menolongnya.
"Amira" Amira menjawab sambil mengayuh sepedanya. "Ayo ikut aku" teriakan Amira membuat Derrell sadar dari bengongnya.
"Lah kok dia kagak nanya nama gue" pedenya seorang Derrell.
***
"Bagaimana Titan apakah anak itu sudah kembali dan bisa diandalkan?" Zegra bertanya sambil terus memantau keadaan di kota X.
"King Derrell sekarang jauh lebih peka dan lebih cepat memahami situasi, sekarang dia juga bisa menyimpulkan dengan baik apa yang harus dilakukan saat melihat suatu keadaan yang tidak baik-baik saja"
"Bahkan sekarang king Derrell curiga jika ada yang memperalat para pejabat dan pihak berwajib di kota X" jelas Titan.
"Lalu bagaimana dengan teknologi cyber Autonomous apakah anak itu sudah bisa menggunakanya?" Zegra bertanya sambil terus melakukan kegiatanya yang sedang memantau apa yang ditampilkan oleh laptopnya.
"Belum tuan, Fian bilang saat dia ingin mengajari king Derrell teknologi cyber Autonomous, king Derrell melarangnya karena king Derrell menangkap seseorang yang sedang menguping percakapannya dengan Fian, akhirnya Fian langsung menyimpan teknologi cyber Autonomous itu lagi dengan baik" Zegra menaikan sudut bibirnya saat mendengarkan penjelasan yang diberikan Titan tengan Derrell.
"Dia sudah berkembang, aku tidak menyangkan perkembangannya bisa secepat ini" bahagia Zegra.
"Satu lagi informasi tentang king Derrell tuan dia telah membantu panti asuhan dharam dan king Derrell juga sudah mengetahui jika ada orang yang sedang mengincar pemilik magic system"
"Terus awasi anak itu Titan, beruntung dia bisa bertemu dengan mata-mata terkenal kota X yang sangat rahasia dan gesit itu, jika gadis itu berada di samping Derrell makan Derrell akan lebih mudah menyelesaikan misinya kali ini"
"Tapi tuan gadis mata-mata itu tidak bisa diperintah dia selalu melakukan sesuatu atas kemauan sendiri" ucap Titan yang maksud akan arah pembicaraan Zegra.
"Jika benar begitu maka tugasmu bertambah Titan, awasi terus gadis itu dan Derrell, kamu juga harus menemukan dimana keberadaan pembunuh bayaran yang sangat terkenal di kota X dan detektif terkenal kota X"
Titan hanya bisa pasrah pekejana sungguh sangat banyak, sudah mengurusi perusahaan car group sekarang pekerjaannya tambah banyak saja.
"Baik tuan" Titan hanya bisa pasrah menuruti kemauan bos.
"Jika kamu keberatan suruh saja Fian yang mengurus car group, tapi kamu harus tetap hadir di setiap pertemuan" ujar Zegra dia mengerti jika tangan kanannya ini sedang tertekan.
"Tapi kenapa harus Fian tuan, tidak Aini saja dia kan tangan kanan car group" ujar Titan, bingung karena sang bos lebih percaya Fian dibandingkan Aini yang merupakan tangan kanan car group.
"Yang terlihat baik belum tentu baik Titan begitu juga sebaliknya!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...ayo...
2022-11-07
0
Evi Yanti
Sangat bisa tentu saja Derrell nasi kucing enak loh
2022-09-24
1