Perjalanan Mihika dan Arka

Mihika tiba di apartemen Arka lebih pagi dari jadwal keberangkatan, dengan menyeret koper miliknya. Membuka pintu apartemen Arka karena sudah mengetahui password untuk mengaksesnya. Ternyata Arka sudah bangun dan duduk di sofa menunggu kedatangan Mihika.

“Selamat pagi Pak Arka,” sapa Mihika sambil menunduk lalu berjalan menuju kamar Arka. Tidak peduli dengan tatapan tajam pria itu. Bukan tanpa alasan Arka menunggu dengan tatapan garangnya, itu disebabkan oleh ulah Mihika sendiri. Ditugaskan untuk menyiapkan keperluan Arka semalam tapi Mihika malah  mengirimkan pesan jika akan membantu Arka menyiapkan keperluannya pagi ini.

“Kamu tidak mengerti dengan tugas kamu atau memang tidak mengerti dengan bahasa yang aku sampaikan,” ujar Arka yang berdiri bersandar pada pintu walk in closet menatap punggung Mihika.

Mihika kembali mengabaikan Arka dan terus bergerak menyiapkan kebutuhan pria yang saat ini menjadi atasannya. Terserah deh mau ngomong apa, pura-pura nggak dengar aja, batin Mihika.

“Mihika,” panggil Arka.

“Iya, Pak Arka,” jawab Mihika dengan nada lembut tapi tetap fokus pada kegiatannya. “Oke, selesai,” ujar Mihika lalu menyeret koper milik Arka bahkan melewati pria itu.

“Kamu dengar apa yang saya ucapkan tadi?” tanya Arka yang berjalan mengekor Mihika keluar dari kamar miliknya.

“Nggak Pak, saya lagi fokus menyiapkan perlengkapan Bapak. Saya nggak kompeten seperti yang Bapak bilang, jadi saya tidak multitasking.”

Arka menatap kopernya. “Pakaian da_lam saya ... kamu tidak lupa lagi ‘kan?”

Mihika menatap wajah Arka lalu terbahak, membayangkan kejadian sebelumnya. “Mihika, jangan main-main kamu, buka lagi kopernya. Aku harus pastikan apa yang kamu siapkan sudah lengkap,” titah Arka dengan wajah marah.

“Lengkap, Pak. Suer deh,” sahut Mihika menahan tawa. Arka berdecak lalu berjalan mendahului Mihika.

“Loh, Pak Arka. Ini kopernya gimana?” tanya Mihika menunjuk kopernya dan koper milik Arka.

Arka menoleh, “Bawa semua oleh kamu. Itu sudah tugas kamu.”

“Ampun dah, ada ya laki-laki kayak begitu.” Mihika berjalan sambil menyeret koper miliknya dengan tangan kiri dan koper Arka dengan tangan kanan.

Arka menahan pintu lift menunggu Mihika. “Lelet banget, macam siput,” ejek Arka lalu menekan tombol menutup pintu.

“Saya lelet karena jadi wonder woman, mengingatkan saja takut Bapak Lupa.” Arka hanya diam mendengar sindiran Mihika. “Pak, ini beneran saya yang harus menemani Pak Arka?”

“Hm.”

“Nggak bisa diganti gitu, Mae, Lela atau Dio.”

“Mae itu harus standby di kantor dan Ini bukan bagian dari tugas Lela,” sahut Arka.

Mihika berdecak, “Terus tugas dia apa, penghangat ranjang CEO.”

“Apa kamu bilang?” tanya Arka.

“Nggak, saya nggak bilang apa-apa kok.”

“Dio, dia pacar kamu?” tanya Arka lagi.

Mihika menggelengkan kepalanya.

Pintu lift akhirnya terbuka di lantai tujuan Arka dan Mihika. Arka masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan lobby. Sedangkan Mihika masih kesulitan menyeret dua koper. Supir yang akan mengantarkan mereka, membantu Mihika meraih koper dan menyimpannya ke dalam bagasi.

Arka dan MIhika duduk di kursi belakang kemudi. Arka membuka map berkas yang Mihika bawa dan membacanya. Sedangkan Mihika malah merenggangkan tubuhnya lalu bersandar pada jok kursi dan memejamkan matanya. Arka menatap Mihika tidak percaya dengan yang dilakukan wanita itu yang memilih untuk tidur.

Biasanya jika ada kegiatan yang mengharuskan karyawan wanita ikut dengannya, mereka akan mencoba menggoda atau merayu Arka. “Astaga,” ucap Arka mendengar dengkuran halus dari sampingnya.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu kurang lebih tiga jam. Lokasi pembangunan sebenarnya tidak terlalu pelosok, tapi pemilik lahan kebanyakan tinggal di pelosok desa. Mau tidak mau, Arka harus menuju desa tersebut.

“Kita sudah sampai Pak,” ujar supir setelah menghentikan kendaraan.

Arka pun keluar dari mobil menatap lingkungan sekitarnya. Untungnya dia memakai pakaian casual membuatnya lebih nyaman selama perjalanan dan menyesuaikan dengan tujuan mereka. Mihika yang sudah terjaga saat mobil berhenti pun sudah turun dari mobil.

“Wah, udaranya sejuk,” ujar Mihika sambil menghirup nafas dalam-dalam dengan tangan direntangkan dan memejamkan mata. Terbiasa melakukan perjalanan dan menjelajah alam membuat Mihika terbiasa dengan suasana desa seperti saat ini, bahkan dia sangat menyukainya berbeda dengan Arka.

Setelah bicara dengan pimpinan desa setempat ternyata sudah mengetahui rencana kedatangan Arka, bahkan sudah menyiapkan rumah untuk digunakan oleh Arka, Mihika dan juga supir. Koper dan tas yang mereka bawa sudah diturunkan dari mobil.

Saat ini Arka dan Mihika menuju rumah pertemuan desa setempat untuk membicarakan mengenai pembebasan tanah yang masih bermasalah. Jalan yang dilewati cukup ekstrim bagi Arka, karena harus melewati jembatan juga jalan setapak.

Ternyata masalah yang dimaksud oleh tim pembangunan tidak serumit kenyataannya. Pemilik tanah sebenarnya sudah menyetujui jika lahan tersebut memang dibangun untuk perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. Dengan syarat Arka bersedia membangun fasilitas umum untuk desa tersebut, entah itu toilet umum, tempat ibadah atau jembatan baru untuk melintasi sungai.

“Itu tidak masalah, nanti tim kami yang akan mempersiapkan.”

“Maaf Pak, kami ingin kepastiannya sekarang. Termasuk pernyataan hitam diatas putih karena tidak ingin terjebak seperti desa lain. Memang bukan bekerja sama dengan Bapak tapi jalannya hampir sama seperti ini.”

Arka menghela nafas, “Oke. Saya akan minta supir saya ke kota untuk mengurus berkas dan memastikan besok ada tim kamu yang melakukan survey untuk pembangunan fasilitas desa. Kami akan segera mulai pembangunan tersebut,” tutur Arka.

Mihika menoleh ke arah Arka. Ternyata dermawan juga ya, aku pikir hanya tau cari keuntungan. Tapi hati-hati anak muda, anda masih berada di bawah pengawasan aku, batin Mihika.

“Kami sampaikan juga kalau di desa ini tidak memperkenankan ada perbuatan tidak senonoh, maksiat bahkan zin*h. Jadi tolong tetap jaga perilaku dan hargai adat istiadat kami,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.

Arka dan Mihika menganggukan kepala tanda mengerti dengan apa yang disampaikan. Mereka pun kembali ke tempat tinggal yang sudah disiapkan oleh kepala desa. Melewati jalan setapak pinggir sungai yang cukup licin. Membuat Arka kesulitan dalam melangkah karena khawatir jika dia tergelincir.

Saat berada di atas jembatan, Arka terpeleset. Sebelum jatuh dia menarik tangan Mihika membuat keduanya terjerembab dan terjatuh ke sungai. Meskipun sungai itu tidak dalam, tapi mereka basah kuyup dan yang pasti air sungai tersebut sangat dingin seperti es. Arka terlihat menggigil.

“Pak, sepertinya kita harus segera ke tempat tadi untuk ganti pakaian, bisa-bisa hipotermia,” ucap Mihika. Arka tidak menjawab hanya mengikuti saran Mihika. Giginya gemetaran dan tubuh yang menggigil. Bahkan tarikan nafasnya terasa pendek, sepertinya Arka benar-benar mengalami gejala hipotermia.

Sesampainya di rumah singgah, Arka langsung melepaskan pakaiannya mengganti dengan pakaian kering lalu merebah di ranjang yang tersedia. Tubuhnya masih menggigil hebat.

“Pak Arka,” panggil Mihika dari luar kamar Arka. “Ponsel Pak Arka ada jaringannya nggak? Yang saya kok nggak ada ya.”

Tidak ada sahutan.

“Pak Arka,” panggil Mihika lagi. “Penting nih, pinjam ponselnya dong.”

Masih tidak ada sahutan.

Mihika pun mendorong pintu kamar Arka, “Lagi ngapain sih nggak jawab ... Pak Arka!”

 \=\=\=\=\= Halah, Arka cemen beud dehhh.

Yuhuu promo again, karya rekan author, mampir yuks

 

Terpopuler

Comments

Alanna Th

Alanna Th

ooo, sptny mrk kjebak aturan pnddk

2024-02-03

3

Lilis Ilham

Lilis Ilham

bener bener wanita hebat👊😡👊

2024-01-21

1

Firgi Septia

Firgi Septia

pasti karna salah paham makanya dinikahkan Ama warga desa

2022-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 Ada Apa Dengan Ayah?
2 Bertemu Arka
3 Noda Lipstick
4 Siapakah Lela
5 Buruk dan Bodoh
6 Bisa Diandalkan
7 Mencari Bukti
8 Mihika Terkurung
9 Dikira Setan
10 Mihika VS Lela
11 Ancaman Arka
12 Menggoda Mihika
13 Ulah Mihika
14 Di Kantor Aja Nyebelin
15 Dipecat Oleh Johan
16 Perjalanan Mihika dan Arka
17 Menikah
18 Aku Bisa Menghangatkanmu
19 Ingin Bertemu Ayah
20 Tidur di Sofa
21 Sayang, Kamu ....
22 Bukan Perjaka
23 Surat Nikah
24 Dasar Aneh
25 Bersembunyi
26 Mihika Sakit
27 Rencana Mendapatkan Arka
28 Kalian Di Sini?
29 KebetulanYang Membuat Resah
30 Talak Saya Sekarang
31 Lupa
32 Cemburu
33 Mandi Bareng
34 Ancaman Arka
35 Pura-pura Tidur
36 Terima Kasih, Hika
37 Makin Ganteng Aja
38 Dasar Suami ....
39 Aku Tidak Suka ....
40 Dirumahkan
41 Menyukai Lela
42 Baunya Nggak Enak
43 Ayah Kenapa?
44 Ayah Kenapa (2)
45 Cepat Keluar
46 Tak Sadarkan Diri
47 Aku Yang Pernah Kalian Hina
48 Selesaikan Dengan Baik
49 Hika Atau Mihika
50 Kangen Aku Nggak?
51 Mencintamu
52 Nikah dan Kawin
53 Makin Penasaran
54 Gass terus
55 Jangan Ikut Campur
56 Johan Jatuh Cinta
57 Romantis Dan Tragis
58 KUKIRA KAU CINTA
59 OTW Halal
60 Gagal Lagi
61 Memangnya Bakalan Muat?
62 Johan Ahhhhhh ....
63 Lanjut Yang Tadi
64 Para Pria Bucin
65 Siapa Yang Tahan
66 Tom And Jerry
67 Johan Junior
68 Lela Gunawan.
69 Kontraksi Palsu
70 Arka Junior
71 Kasihan Deh
72 Johan Junior
73 Ulangtahun Perusahaan
74 Cari Gara-gara
75 Keluarga Bahagia (End)
76 Makin Benci, Majin Cinta
77 (Bukan) Suami Pengganti
78 Pesan Terakhir
79 Arini I'm In Love
80 Bukan Istri Salihah
81 Bosku Duda Arogan
82 CINTA SANG BERANDAL
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Ada Apa Dengan Ayah?
2
Bertemu Arka
3
Noda Lipstick
4
Siapakah Lela
5
Buruk dan Bodoh
6
Bisa Diandalkan
7
Mencari Bukti
8
Mihika Terkurung
9
Dikira Setan
10
Mihika VS Lela
11
Ancaman Arka
12
Menggoda Mihika
13
Ulah Mihika
14
Di Kantor Aja Nyebelin
15
Dipecat Oleh Johan
16
Perjalanan Mihika dan Arka
17
Menikah
18
Aku Bisa Menghangatkanmu
19
Ingin Bertemu Ayah
20
Tidur di Sofa
21
Sayang, Kamu ....
22
Bukan Perjaka
23
Surat Nikah
24
Dasar Aneh
25
Bersembunyi
26
Mihika Sakit
27
Rencana Mendapatkan Arka
28
Kalian Di Sini?
29
KebetulanYang Membuat Resah
30
Talak Saya Sekarang
31
Lupa
32
Cemburu
33
Mandi Bareng
34
Ancaman Arka
35
Pura-pura Tidur
36
Terima Kasih, Hika
37
Makin Ganteng Aja
38
Dasar Suami ....
39
Aku Tidak Suka ....
40
Dirumahkan
41
Menyukai Lela
42
Baunya Nggak Enak
43
Ayah Kenapa?
44
Ayah Kenapa (2)
45
Cepat Keluar
46
Tak Sadarkan Diri
47
Aku Yang Pernah Kalian Hina
48
Selesaikan Dengan Baik
49
Hika Atau Mihika
50
Kangen Aku Nggak?
51
Mencintamu
52
Nikah dan Kawin
53
Makin Penasaran
54
Gass terus
55
Jangan Ikut Campur
56
Johan Jatuh Cinta
57
Romantis Dan Tragis
58
KUKIRA KAU CINTA
59
OTW Halal
60
Gagal Lagi
61
Memangnya Bakalan Muat?
62
Johan Ahhhhhh ....
63
Lanjut Yang Tadi
64
Para Pria Bucin
65
Siapa Yang Tahan
66
Tom And Jerry
67
Johan Junior
68
Lela Gunawan.
69
Kontraksi Palsu
70
Arka Junior
71
Kasihan Deh
72
Johan Junior
73
Ulangtahun Perusahaan
74
Cari Gara-gara
75
Keluarga Bahagia (End)
76
Makin Benci, Majin Cinta
77
(Bukan) Suami Pengganti
78
Pesan Terakhir
79
Arini I'm In Love
80
Bukan Istri Salihah
81
Bosku Duda Arogan
82
CINTA SANG BERANDAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!