Dipecat Oleh Johan

Setelah jam kerja berakhir, Mihika bergegas meninggalkan ruang kerjanya.

“Eh, mau ke mana buru-buru amat?” tanya Mae yang masih sibuk menatap layar komputer. “Aku masih persiapkan apa yang harus kamu bawa besok,” tambahnya lagi.

“Stt, jangan berisik. Aku harus pergi ke Rumah sakit, berkas yang harus aku bawa kamu titip di resepsionis ya. Nanti ada yang ambil. Jangan bilang Pak Arka aku sudah pulang, oke cantik,” tutur Mihika lalu melambaikan tangan dan meninggalkan meja Mae.

Mihika segera meninggalkan kantor karena ingin ke Rumah Sakit. Sudah beberapa hari ini dia tidak melihat keadaan ayahnya. Berada di jalanan Ibukota saat jam pulang kerja membuatnya berada di tengah kemacetan, membuatnya tiba di Rumah sakit lebih lambat.

Memasuki kamar perawatan Aditya, sudah ada  Johan di sana. “Om Jo, gimana kondisi Ayah?” tanya Mihika lalu duduk di samping brankar tempat ayahnya berbaring.

“Belum ada kemajuan,” jawab Johan kemudian menuju sofa. duduk bersandar dan membuka tabletnya, kembali bergelut dengan urusan perusahaan milik Aditya. Aditya dan Mihika sungguh beruntung dengan keberadaan Johan, orang kepercayaan yang sangat bisa diandalkan. Selain jujur, Johan juga berkompeten mengerjakan dan menggantikan tugas Aditya.

“Ayah, ini aku datang.”

Terdengar Johan berdecak. “Ayahmu bukan koma, dia sedang tidur setelah minum obat. Lebih baik kamu duduk di sini dari pada mengganggu istirahat ayahmu,” ungkap Johan membuat Mihika mencibir.

Mihika pun beranjak bangun dan melangkah gontai menghampiri Johan. Duduk di sofa terpisah dengan Johan, memperhatikan beberapa berkas yang ada di meja. “Bagaimana pekerjaanmu? Apa sudah ada titik terang?” tanya Johan tanpa menatap Mihika.

“Hah, aku hampir dapat bukti konkrit tapi dikacaukan oleh pasangan Anyaay. Om Johan harusnya berikan aku akses ke seluruh bagian agar aku mudah melakukan penyelidikan,” pinta Mihika. Kalimat Mihika barusan sukses membuat atensi Johan mengarah kepadanya.

“Kalau kamu mendapatkan kemudahan dan fasilitas yang berbeda dengan karyawan lain, akan membuat orang curiga. Yang ada bukannya terungkap malah kamu bisa tertuduh,” jelas Johan.

Mihika mengacak rambutnya, kesal mendengar apa yang dikatakan Johan ada benarnya. “Lalu aku harus bagaimana? Gerakku terbatas, belum lagi bos mesum yang kasih perintah seenak jidat,” keluh Mihika.

“Bos mesum?”

“Iya, siapa lagi kalau bukan Arka Rocio,” sahut Mihika. Ponsel Mihika bergetar, merogohnya dari saku blazer. Berdecak saat mengetahui siapa yang melakukan panggilan. Mihika menunjukan layar ponselnya ke hadapan Johan.

“Bos nyebelin,” sebut Johan membaca nama yang tertera di layar ponsel Mihika.

“Halo,” ujar Mihika menjawab panggilan telepon. “Iya Pak ... iya ... iya tenang saja.”

Johan terkekeh mendengar Mihika bicara dengan Arka. Meskipun bibirnya menjawab Iya tapi mimik wajahnya menyiratkan rasa kesal.

“Biasanya Ayah tidur berapa lama?” tanya Mihika setelah mengakhiri panggilan dengan Arka, dia belum sempat bicara dengan sang Ayah.

“Dua sampai tiga jam ke depan. Menurut Dokter itu bagus untuk mengistirahatkan syaraf dan otaknya.”

Mihika menatap ke arah brankar, ada rasa menyesal di hatinya karena selama ini terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Tidak menduga jika Ayahnya kesulitan menjalankan usahanya. Semakin berkembang dan memiliki beberapa cabang membuat pria itu semakin sibuk dan terbebani. Bukan karena menginginkan banyak keuntungan tapi karena banyaknya karyawan yang menggantungkan harapan masa depan dengan tetap bekerja pada perusahaan.

“Tidak usah menyesal, sekarang buktikan saja kalau kamu bisa diandalkan,” nasihat Johan seakan bisa membaca apa yang dipikirkan dan dirasakan Mihika. Mihika menoleh pada Johan yang kembali fokus pada layar tabletnya.

“Sok tahu.”

“Memang aku tahu.”

“Ck, aku besok harus keluar kota beberapa hari mendampingi Pak Arka. Om Johan tahu, masalah pembebasan lahan di kota XX. Kenapa bisa tertunda pembangunannya?” tanya Mihika. Johan terdiam sejenak mendengar pertanyaan Mihika.

“Biar Arka yang urus, sudah tugasnya meluruskan hal itu.”

Mihika berdecak mendengar jawaban Johan yang tidak dia pahami. “Kalau bisa dihandle Om Jo, kenapa harus dia ke sana. Jadi aku juga yang repot. Om Jo urus ya, paling tinggal hubungi sana sini juga kelar,” tutur Mihika.

Johan yang mendengar usul Mihika mencondongkan tubuhnya meraih telinga Mihika dan menjewernya. Mihika sempat menjerit dan memukul lengan Johan agar melepaskan tangannya dari telinga Mihika.

 “Tidak semua urusan bisa diselesaikan seperti itu. Kamu harus belajar lebih banyak lagi. Lebih baik cepat pulang dan istirahat,” titah Johan.

“Om Johan, mau bagaimanapun aku ini anak atasan Om Jo. Bisa-bisa aku pecat loh,” ancam Mihika.

“Boleh, pecat aja. Tapi sebelumnya, kamu lebih dulu aku pecat sebagai putri Aditya Yodha.”

“Idihh.” Mihika beranjak bangun dan memakai tasnya.

“Mau kemana?”

“Menjalankan perintah Arka Rocio, biar tidak dipecat dari status putri Aditya Jodha oleh Om Johan si Jomblo akut,” ejek Mihika sambil berlalu meninggalkan kamar rawat ayahnya.

 

\=\=\=\=\=\=\= Mau kemanakah Mihika?

Yuhuuuu, mampir yukss di karya rekan author lainnya

 

Terpopuler

Comments

Lilis Ilham

Lilis Ilham

semangat mika

2024-01-21

1

Dandelion

Dandelion

om jo kocak ya ternyata...hhhh

2023-07-28

0

Firgi Septia

Firgi Septia

teringat royco

2022-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 Ada Apa Dengan Ayah?
2 Bertemu Arka
3 Noda Lipstick
4 Siapakah Lela
5 Buruk dan Bodoh
6 Bisa Diandalkan
7 Mencari Bukti
8 Mihika Terkurung
9 Dikira Setan
10 Mihika VS Lela
11 Ancaman Arka
12 Menggoda Mihika
13 Ulah Mihika
14 Di Kantor Aja Nyebelin
15 Dipecat Oleh Johan
16 Perjalanan Mihika dan Arka
17 Menikah
18 Aku Bisa Menghangatkanmu
19 Ingin Bertemu Ayah
20 Tidur di Sofa
21 Sayang, Kamu ....
22 Bukan Perjaka
23 Surat Nikah
24 Dasar Aneh
25 Bersembunyi
26 Mihika Sakit
27 Rencana Mendapatkan Arka
28 Kalian Di Sini?
29 KebetulanYang Membuat Resah
30 Talak Saya Sekarang
31 Lupa
32 Cemburu
33 Mandi Bareng
34 Ancaman Arka
35 Pura-pura Tidur
36 Terima Kasih, Hika
37 Makin Ganteng Aja
38 Dasar Suami ....
39 Aku Tidak Suka ....
40 Dirumahkan
41 Menyukai Lela
42 Baunya Nggak Enak
43 Ayah Kenapa?
44 Ayah Kenapa (2)
45 Cepat Keluar
46 Tak Sadarkan Diri
47 Aku Yang Pernah Kalian Hina
48 Selesaikan Dengan Baik
49 Hika Atau Mihika
50 Kangen Aku Nggak?
51 Mencintamu
52 Nikah dan Kawin
53 Makin Penasaran
54 Gass terus
55 Jangan Ikut Campur
56 Johan Jatuh Cinta
57 Romantis Dan Tragis
58 KUKIRA KAU CINTA
59 OTW Halal
60 Gagal Lagi
61 Memangnya Bakalan Muat?
62 Johan Ahhhhhh ....
63 Lanjut Yang Tadi
64 Para Pria Bucin
65 Siapa Yang Tahan
66 Tom And Jerry
67 Johan Junior
68 Lela Gunawan.
69 Kontraksi Palsu
70 Arka Junior
71 Kasihan Deh
72 Johan Junior
73 Ulangtahun Perusahaan
74 Cari Gara-gara
75 Keluarga Bahagia (End)
76 Makin Benci, Majin Cinta
77 (Bukan) Suami Pengganti
78 Pesan Terakhir
79 Arini I'm In Love
80 Bukan Istri Salihah
81 Bosku Duda Arogan
82 CINTA SANG BERANDAL
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Ada Apa Dengan Ayah?
2
Bertemu Arka
3
Noda Lipstick
4
Siapakah Lela
5
Buruk dan Bodoh
6
Bisa Diandalkan
7
Mencari Bukti
8
Mihika Terkurung
9
Dikira Setan
10
Mihika VS Lela
11
Ancaman Arka
12
Menggoda Mihika
13
Ulah Mihika
14
Di Kantor Aja Nyebelin
15
Dipecat Oleh Johan
16
Perjalanan Mihika dan Arka
17
Menikah
18
Aku Bisa Menghangatkanmu
19
Ingin Bertemu Ayah
20
Tidur di Sofa
21
Sayang, Kamu ....
22
Bukan Perjaka
23
Surat Nikah
24
Dasar Aneh
25
Bersembunyi
26
Mihika Sakit
27
Rencana Mendapatkan Arka
28
Kalian Di Sini?
29
KebetulanYang Membuat Resah
30
Talak Saya Sekarang
31
Lupa
32
Cemburu
33
Mandi Bareng
34
Ancaman Arka
35
Pura-pura Tidur
36
Terima Kasih, Hika
37
Makin Ganteng Aja
38
Dasar Suami ....
39
Aku Tidak Suka ....
40
Dirumahkan
41
Menyukai Lela
42
Baunya Nggak Enak
43
Ayah Kenapa?
44
Ayah Kenapa (2)
45
Cepat Keluar
46
Tak Sadarkan Diri
47
Aku Yang Pernah Kalian Hina
48
Selesaikan Dengan Baik
49
Hika Atau Mihika
50
Kangen Aku Nggak?
51
Mencintamu
52
Nikah dan Kawin
53
Makin Penasaran
54
Gass terus
55
Jangan Ikut Campur
56
Johan Jatuh Cinta
57
Romantis Dan Tragis
58
KUKIRA KAU CINTA
59
OTW Halal
60
Gagal Lagi
61
Memangnya Bakalan Muat?
62
Johan Ahhhhhh ....
63
Lanjut Yang Tadi
64
Para Pria Bucin
65
Siapa Yang Tahan
66
Tom And Jerry
67
Johan Junior
68
Lela Gunawan.
69
Kontraksi Palsu
70
Arka Junior
71
Kasihan Deh
72
Johan Junior
73
Ulangtahun Perusahaan
74
Cari Gara-gara
75
Keluarga Bahagia (End)
76
Makin Benci, Majin Cinta
77
(Bukan) Suami Pengganti
78
Pesan Terakhir
79
Arini I'm In Love
80
Bukan Istri Salihah
81
Bosku Duda Arogan
82
CINTA SANG BERANDAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!