Mihika bangun karena vibrasi dari alarm ponselnya. Bergegas mandi dan bersiap menuju apartemen Arka. “Untuk Ayah aja aku belum pernah menyiapkan kebutuhannya kalau mau ke luar kota. Ini Arka, oh God. Who is he? Mengapa aku bisa sampai serendah ini harus dihina dan mengerjakan semua apa yang diinginkan,” keluh Mihika sepanjang perjalanan menuju apartemen.
Tidak membawa mobil sendiri tapi diantar oleh supir ayahnya. Sampai di apartemen, Mihika menuju lantai dimana Unit Arka berada. Membuka ponselnya lagi membaca password untuk mengakses pintu.
Mihika menatap sekeliling kondisi apartemen Arka, terlihat cukup mewah. Mencari di mana kamar Arka. Berdiri di depan pintu ruangan yang tidak tertutup rapat. “Apa ini kamar Arka?”
Perlahan membuka pintu dan terkejut menyaksikan Arka terlelap di ranjangnya bersama seorang wanita. tubuh keduanya hanya berbalut selimut, bahkan dada kekar Arka terekspos karena selimut hanya menutupi sampai pinggang.
“Bagaimana bisa orang macam ini dipercaya memimpin perusahaan. kerjanya hanya bermain wanita,” ucap Mihika. Lalu berjalan menghampiri ranjang sisi dimana Arka berada. “Pak, bangun. Nanti Pak Arka ketinggalan pesawat.” Mihika menggoyangkan tangan Arka dengan telunjuknya, seakan jijik menyentuh tubuh Arka.
“Ck, susah banget bangunnya.” Mihika ke kamar mandi mengambil wadah dan mengisi air lalu kembali ke ranjang dan menyiprat nyipratkan air ke wajah Arka. Arka terkejut dan akhirnya terbangun. “Apa otakmu masih waras? Kenapa bangunkan aku dengan cara itu,” keluh Arka sambil membentak Mihika.
“Aku sudah bangunkan sejak tadi, tapi Pak Arka tidak bangun-bangun,” ucap Mihika membela diri. Wanita teman tidur Arka pun ikut bangun karena keributan antar Arka dan Mihika. “Sayang, ada apa sih, ini masih pagi. Loh dia siapa?” tanya wanita itu menunjuk Mihika dengan dagunya sambil memegang selimut yang menutupi tubuhnya.
“Dia asistenku, tapi tidak kompetensi sama sekali,” ejek Arka. Mihika hanya memutar bola matanya mendengar ejekan Arka. “Sebaiknya kamu siapkan pakaian saya, jangan hanya berdiri disitu atau ingin melihat tubuhku,” tutur Arka. Mihika baru ingat jika Arka hanya berbalut selimut itu pun berbagi dengan wanita yang terlihat menatap tajam Mihika.
Menuju Walk in closet, menyiapkan koper dan pakaian yang dibutuhkan Arka selama di luar kota. Tiba-tiba terbesit ide untuk menjahili Arka. Mihika dengan sengaja tidak memasukkan pakaian dalam milik Arka.
Mihika sedang memastikan koper itu tertutup sempurna saat Arka hanya mengenakan bathrobe masuk ke dalam walk in closet. Mengenakan pakaian yang sudah disiapkan Mihika setelah gadis itu keluar.
Menyeret koper Arka menuju ruang tamu. Wanita teman tidur Arka sudah duduk di sofa dengan kedua tangan dilipat di dada menatap Mihika.
“Sejak kapan kamu menjadi asisten Pak Arka?” Mihika mengedikkan bahunya. “Hey, aku bicara sama kamu,” teriak wanita itu. “Tenang saja, tidak usah cemburu. Aku tidak tertarik dengan Pak Arka.”
Wanita itu terkekeh, “Kamu pikir Arka mau dengan wanita penampilannya seperti ini,” ledeknya. Mihika menatap kembali wanita dihadapannya. “Anda bekerja di perusahaan yang sama dengan Pak Arka?” tanya Mihika.
“Tidak, kami bertemu di club. Teman bersenang-senang,” jawabnya.
“Ayo, jangan sampai aku tertinggal pesawat,” ajak Arka. “Kamu bisa bawa mobil?” tanyanya pada Mihika yang dijawab dengan anggukan kepala. “Nanti kamu bawa mobilku,” ujar Arka.
“Kapan kita bertemu lagi?” tanya teman kencan Arka dengan manja sambil bergelayut mesra di tubuh Arka. Membuat Mihika yang melihat adegan itu menggelengkan kepalanya. “Pak, sebentar lagi jalanan akan padat. Pak Arka bisa pilih melanjutkan dengan wanita ini atau mengejar pesawat Pak Arka.
Arka berjalan menuju pintu keluar diikuti oleh Mihika. Wanita itu pun mengekor dan memeluk lengan Arka. “Nanti hubungi aku ya.” Arka hanya diam.
Sesampainya di Bandara, Mihika memberikan koper yang sejak tadi diseretnya pada Arka. “Saya langsung kembali ke kantor Pak,” ucap Mihika.
“Tugas yang harus kamu kerjakan sudah ada di note meja saya.”
Mihika hanya menganggukan kepalanya, lalu kembali ke kantor. Sepanjang perjalanan sambil fokus pada kemudi, dia sudah merencanakan untuk mengecek ruang kerja Arka. Mencari rahasia atau bukti-bukti yang bisa digunakan untuk membuktikan apa yang selama ini mengganjal.
\=\=\=≈\=
Yuhuuu sambil tunggu autjhor update. Mari berkunjung ke karya rekan author
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
dewi
👍👍👍
2024-04-03
0
sherly
gila si arka lg Ama cewek eh nyuruh si hika pula bangunin emang saraf nih
2024-03-23
1
mheldaaa
ceritanya kren
2024-02-21
0