“Sebenarnya dia siapa sih?” tanya Mihika saat berada di depan toilet.
“Lela Gunawan salah satu staf keuangan, putri dari Pak Anjay Gunawan Manajer keuangan,” jelas Dio. Hanya staf keuangan saja, laganya sudah sombong seperti pemilik perusahaan. Tapi mereka kombinasi yang unik juga, jadi kalau melakukan kejahatan di perusahaan biasanya tidak bekerja sendiri. Aku benar-benar harus segera menemukan titik terang, batin Mihika.
“Kenapa?” tanya Dio melihat Mihika tampak mengernyitkan dahinya. “Oh, nggak ada.” Mihika bergegas masuk ke toilet membersihkan noda makanan yang mengotori pakaiannya. Jelas tidak hilang, tapi setidaknya lebih baik dibandingkan sebelumnya yang terlihat sangat kotor.
Baru sehari berada di perusahaan, Mihika sudah menemukan beberapa keanehan dan ketidakwajaran versi dirinya. Arka sang Direktur, entah apa yang membuat Ayahnya menjadikan Arka sebagai direktur. Bahkan seperti bukan sebuah rahasia ketika bawahan Arka yaitu Lela menemui di ruang kerja, mereka bermesraan di jam kerja dan di tempat kerja.
Mihika menghentakan kakinya karena kesal mengingat momen tersebut. Berikutnya masih atas nama Lela, Lela Gunawan. Karyawan yang sangat tidak sopan juga tidak ramah. Padahal tadi pertemuan pertama Mihika dengan Lela, tapi wanita itu sangat tidak sopan dengan menghardik Mihika padahal jelas-jelas Lela-lah yang salah. Bagaimana jika posisi Mihika adalah klien, investor dan rekan bisnis perusahaan. Sudah bisa dibayangkan kerja sama pasti batal.
Yang berikutnya adalah Dio, Mihika merasa aneh dengan sikap Dio. Sambil mematut dirinya di cermin, untuk memastikan penampilannya saat ini terlihat kurang menarik. Dengan rambut digulung menjadi sebuah cepolan dan kacamata dengan frame tebal. Bahkan Mihika sengaja memberikan beberapa titik di pipinya menggunakan pinsil alis. Menambah kesan wajah Mihika yang menjadi kurang diminati.
“But, why,” ujar Mihika pada pantulan dirinya di cermin. “Menurutku Dio itu pria normal tapi kenapa dia seakan ingin dekat dengan aku. Padahal penampilanku .... Ah sudahlah, lebih baik aku kembali ke ruangan.”
Sepertinya nasib sial hari ini masih berpihak pada Mihika. Antrian lift hanya akan membuatnya terlambat sampai ke ruangan. Mihika memilih menggunakan tangga darurat dan ternyata cukup membuatnya lelah dan mengeluarkan keringat dan membuat kemejanya basah. Blazer yang digunakan sudah sangat kotor.
“Telat lima menit,” ucap Mae saat Mihika melewati meja kerjanya. “Berisik, namanya juga hari pertama. Wajar kalau aku telat karena tersesat,” sahut Mihika. Mae yang sedang mengerjakan entah berkas apa, refleks menoleh. “Jadi kamu tersesat?”
Mihika menganggukan kepalanya, kemudian dia memasuki ruang kerjanya. Mengerjakan beberapa arahan yang sebelumnya di sampaikan oleh Arka. Sedang fokus pada layar monitor dan berkas di tangannya, ada panggilan dari ruangan Arka.
“Siap Pak,” ujar Mihika dengan tatapan masih pada layar monitor.
“Ke ruanganku,” titah Arka lalu memutus panggilan.
Mihika meninggalkan pekerjaannya, lalu menuju ruang kerja Arka. Mengetuk pintu lalu membukanya dan menghampiri meja kerja Arka. Terlihat Arka yang juga sama sibuknya membaca berkas yang dipegang. “Kamu siap-siap ikut aku. Ada klien yang menangguhkan kontrak kerja sama, padahal sebelumnya sudah deal,” ungkap Arka.
“Sekarang, Pak?”
“Saya sih maunya tahun depan, tapi Perusahaan butuh kejelasan saat ini,” jawab Arka dengan santai sambil membalik halaman berkas yang sedang dibacanya. Bisa bercanda juga, aku pikir seperti es goyang yang beku susah cairnya, batin Mihika.
Arka beranjak berdiri lalu mengambil jas yang digantung di belakang kursinya. “Mae sudah mempersiapkan berkas yang perlu dibawa dan sepertinya akan menjadi diskusi yang alot,” jelas Arka sambil mengenakan jasnya lalu menatap Mihika yang sedang senyam senyum sambil menunduk.
“Kamu kenapa?” tanya Arka.
“Ya.” Wajah Mihika langsung tegang. Arka menatap tajam pada Mihika dari kepala sampai ujung kaki. “Ada apa dengan kostum kamu?”
“Hmm, tadi ada insiden di kantin dan mengakibatkan saya terkena tumpahan menu.”
Arka berdecak, “Lalu bagaimana bisa kamu akan menemani saya untuk meyakinkan orang jika kamu sendiri berpenampilan tidak meyakinkan.” Arka menggelengkan kepalanya, “Kamu juga harus tahu kalau di dunia seperti ini kita harus selalu berpenampilan baik dan menarik.”
“Kamu terlihat sangat buruk dan seperti orang bodoh,” ejek Arka membuat Mihika terdiam mematung. “Aku yakin tidak akan ada laki-laki yang siap menikahi kamu, kecuali dirinya bodoh sama seperti dirimu."
\=\=\=\=\=\=\=\=
Mampir yuk ke karya temen author
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Virgo Girl
Ga bs cari nama lain Kak... 😁😁
2024-10-05
0
RossyNara
hati2 arka jangan sampai nanti kamu yg jadi orang bodoh itu.
2024-05-14
1
sherly
wow arka tu mulut kayaknya perlu dicabein deh..
2024-03-23
4