Mihika meninggalkan ruangan dengan hati dongkol. Otaknya tadi sempat travelling membayangkan apa yang sudah dilakukan oleh Arka dan Lela karena melihat noda lipstik yang tertinggal di bibir Arka.
Bagaimana bisa Ayah mempercayakan perusahaan pada pria seperti ini, mesum dengan bawahannya sendiri, batin Mihika. Menuju bagian marketing membawa berkas yang diberikan oleh Arka.
Mihika masih sangat asing dengan suasana perusahaan, termasuk divisi marketing tempatnya berada saat ini. “Mau mencari siapa Mbak?” tanya salah seorang karyawan. Mihika menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia lupa tidak menanyakan kepada siapa berkas itu harus dia sampaikan.
“Hm,” ujar Mihika sambil menatap map di tangannya.
“Hika,” panggil seseorang membuat atensi Mihika menoleh ke arah suara. “Ada apa?” tanya Dio.
“Kamu kenal?” tanya rekan Dio yang tadi bertanya pada Mihika.
“Iya, biar aku yang urus.”
What, memang aku kenapa sampai harus diurus kamu, batin Mihika. Mihika berdecak mendengar pernyataan Dio, sedangkan tersangkanya malah tertawa. “Mau ketemu siapa?” tanya Dio
“Aku diminta antarkan ini oleh Pak Arka. Tapi lupa bertanya harus diserahkan ke siapa,” ujar Mihika lalu menyunggingkan senyumnya. “Owh, sudah pasti untuk pimpinan lagi. Nggak mungkin untuk OB di sini,” ujar Dio.
“Owh, iya ya. Kenapa nggak kepikiran.”
Dio mengantarkan Mihika ke ruangan Manager marketing, membiarkan wanita itu masuk ke ruangan atasannya. Tidak berselang lama Mihika keluar lagi dari ruangan tersebut. Dio menghampiri sambil melirik jam tangannya, “Waktunya makan siang, mau bareng ke kantin?” tanya Dio.
Mihika mengiyakan ajakan Dio, mengingat dia belum mengenal semua area perusahaan. Berjalan di samping Dio sesekali mengangguk mendengarkan Dio menjelaskan apa yang ditanyakan olehnya.
Saat berada di lift yang lumayan penuh karena hampir semua karyawan ingin turun untuk menuju kantin atau makan di luar kantor. Posisi tubuh Dio sangat dekat dengan Mihika menghadap persis ke wajah Mihika. Dio mengernyitkan dahinya saat menatap Mihika, dia semakin yakin jika kacamata yang bertengger di wajah Mihika juga cepolan rambutnya di lepas wanita itu akan terlihat lebih cantik.
Lift akhirnya terbuka di lantai tujuan Mihika dan Dio, keduanya bersabar menunggu giliran keluar dari lift. “Wah, ramai juga ya,” cetus Mihika melihat sekeliling kantin yang sudah hampir penuh. Mihika dan Dio terpisah karena pilihan menu makan siang mereka berbeda. Dengan membawa nampan berisi menu pilihannya, mencari meja yang masih kosong. Ternyata Dio kembali ikut bergabung dengan duduk dihadapan Mihika.
Menikmati makan siangnya sambil sesekali bicara mengenai perusahaan secara umum. Banyak informasi yang Mihika dapatkan dengan bicara pada Dio. Yakin jika Dio dapat dijadikan teman atau sahabat, apalagi Mihika sudah pasti akan berlama di perusahaan. Mungkin saja pada akhirnya dia akan meneruskan posisi Ayahnya untuk memimpin Perusahaan.
Tanpa Mihika sadari, ada Lela Gunawan yang memperhatikannya. Entah mengapa wanita itu langsung sinis dan merasa terancam saat pertama kali bertemu dengan Mihika. Ditambah dengan posisi Mihika sebagai asisten pribadi Arka, pria yang disukainya. Meskipun penampilan Mihika tidak wah sepertinya dirinya, tapi Lela yakin jika penampilan bisa diubah. Yang dikhawatirkan oleh Lela adalah jika Arka menyukai Mihika apa adanya.
Terbersit ide jahat untuk menjahili Mihika. Lela yang datang ke kantin bersama rekannya, menghampiri meja di mana Mihika berada. Semakin dekat dengan Mihika duduk, Lela menyenggol tubuh rekannya membuat isi nampan tumpah mengenai pakaian dan rambut Mihika.
“Upss, sorry sengaja,” ujar Lela sambil berlalu bersama rekannya. Momen itu menjadi perhatian beberapa karyawan yang melihat. Bahkan teman-teman Lela yang pro kepadanya ikut menertawakan kondisi Mihika.
Mihika mengerang kesal, memperhatikan pakaiannya yang kotor. Dio menyodorkan sapu tangan pada Mihika, “Bersihkan dulu yang ada di wajah kamu. Sebaiknya kamu ke toilet untuk menghilangkan sisa makanan yang ada di rambut dan pakaianmu,” usul Dio.
Mihika beranjak dari kursinya menghampiri Lela. “Sebenarnya kita ada masalah apa sampai kamu dengan sengaja membuat aku seperti ini?” tanya Mihika. Lela meletakkan sendok yang dia pegang, “Masalahnya gue males lihat lo, bete gitu bawaannya. Iya enggak gaes,” ujar Lela.
“Betul.”
“Yoi.”
Jawab teman-teman Lela.
“Hika, sudahlah,” ujar Dio lalu menarik siku tangan Mihika mengajaknya meninggalkan kantin. “Sebenarnya dia siapa sih?” tanya Mihika pada Dio sebelum masuk ke toilet
\=\=\=\=\=\=
Hayo, siapakah Lela? Mungkin temennya lele, ehh -
Mengandung promo, mampir ya gaes, punya rekan akoh 😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
RossyNara
temennya lohan kali thor anjay bener.
2024-05-14
0
Omar Diba Alkatiri
anaknya pak anjay
2024-04-28
0
dewi
pacarnya pak arka
2024-04-03
0