Aku Bisa Menghangatkanmu

Mihika menatap kesal Arka yang duduk di sampingnya. Berada di situasi yang tidak mengenakan karena ulah pria itu. Sedangkan Arka sedang mendengarkan apa yang dikatakan oleh pemuka agama.

“Nona siapa namanya?”

“Hika,” jawab Mihika.

“Orangtuanya masih ada?”

Mihika menghela nafasnya, “Ayah, tapi sedang sakit.” Mihika menatap bergantian ketiga pria dihadapannya.

“Karena Ayah nona Hika masih ada, jadi kami perlu mendapatkan izin dari Ayah Nona Hika untuk menikahkan putrinya dengan Pak Arka.”

Arka dan Mihika saling tatap, Mihika memasang wajah cemberut sebagai protes tidak menyukai hal ini. Semakin merasa kesal karena Arka tidak mengelak atau menjelaskan situasi yang terjadi.

“Tapi Pak, kami nggak ngapa-ngapain. Pak Arka ini ada alergi, saya hanya menolong dan ....”

“Maaf Nona Hika, apa yang kalian lakukan sudah termasuk ke dalam perbuatan mesum.”

Tahu begini aku biarkan aja Pak Arka lewat, daripada harus jadi istrinya tukang celup sana sini, batin Mihika.

“Cepat hubungi Ayahmu,” titah Arka.

“Nggak ada jaringan, aku tadi ke kamar Pak Arka juga karena ponsel aku nggak ada jaringan. Mau pinjam yang Pak Arka, eh malah jadi begini,” sahut Mihika ketus.

Arka pun berdiri dan masuk ke dalam kamar, tidak lama kemudian dia keluar membawa dompet dan ponselnya. Menyerahkan ponsel miliknya pada Mihika. Mihika menghubungi Johan dihadapan para tokoh masyarakat.

“Om, please tidak ingin berada di situasi ini,” rengek Mihika masih dalam sambungan telepon.

“Hika,” ucap Arka mengingatkan Mihika. Mihika mengakhiri panggilan karena Johan mengatakan akan menyampaikannya pada Aditya dan meminta Mihika menghubunginya lagi.

“Ini gara-gara Pak Arka,” ucap Mihika lirih tapi bisa didengar oleh Arka. Mihika dibuat kesal karena Arka lagi-lagi hanya diam, tidak seperti biasanya yang sering bicara asal apalagi jelas-jelas mereka akan dinikahkan.

“Bagaimana Nona Hika, apa sudah bisa dihubungi kembali?”

Mihika dengan malas kembali menghubungi Johan. Ayahnya ingin memberikan izin kepada pemuka agama yang akan menikahkan Mihika dengan Arka. Maka sambungan telepon pun di loudspeaker dan Aditya dengan suara pelan memberikan haknya sebagai Ayah kandung kepada wali hakim. Mihika meneteskan air mata mendengar suara ayahnya.

Maksud hati membantu Ayah mengungkap kejahatan di perusahaan malah saat ini malah menikah dengan Arka. Mihika yakin Aditya sangat sedih karena tidak bisa menyaksikan pernikahan putri semata wayangnya.

“Sudah siap Pak Arka?” tanya Kepala Desa.

“Siap,” jawab Arka. Mihika mengusap pipinya yang basah lalu menundukkan wajahnya karena air matanya malah kembali menetes.

Arka sempat menoleh pada Mihika, rambutnya tergerai tidak seperti saat di kantor yang selalu dicepol. Tapi kacamata dengan frame tebal masih membingkai di wajahnya. Sepintas Arka menyadari kalau Mihika terlihat menarik meskipun dilihat dari samping bahkan saat ini rambutnya terlihat berantakan.

Dengan saling berjabat tangan dan saling mengucap ikrar ijab dan qabul dengan mas kawin uang sebesar seratus juta rupiah yang ada dalam salah satu kartu yang diletakan di depan Arka. Lalu terucap kata “SAH”, yang menandakan jika Mihika saat ini sudah resmi menjadi istri Arka secara agama.

“Pernikahan ini sah dimata agama, tolong jangan mempermainkan pernikahan dengan bercerai setelah kembali dari sini. Kami akan daftarkan pernikahan kalian pada kantor urusan agama di sini,” ujar Kepala Desa.

Setelah orang-orang sudah pergi, Mihika masih dalam posisi duduk tidak percaya dengan kejadian barusan yang terjadi begitu cepat.

Tidak lama kemudian ada seseorang yang datang mengantarkan makan untuk Mihika dan Arka. Hujan kembali turun bahkan lebih deras dari sebelumnya membuat udara semakin dingin. 

"Hei, apa kamu ingin terus melamun di situ?" 

Mihika menoleh pada Arka. "Nggak usah makin nyebelin Pak, rasanya sekarang saya pengen makan orang," sahut Mihika karena kesal. 

"Ya udah, makan aku aja. Toh, kita sudah suami istri," ejek Arka sambil tertawa. 

Mihika berdecak mendengar ucapan Arka. "Masih bisa tertawa, Pak Arka tuh nggak ngerti perasaan saya. ini kena mental saya banget. Saya udah feeling nggak enak waktu mau berangkat, tahunya berakhir jadi istri Pak Arka."

"Sudah nggak usah cerewet, lebih baik kamu berbakti sebagai istri. Siapkan makanan aku, kamu tahu 'kan aku tadi kurang sehat."

Mihika meraih rantang makanan, lalu menyusun dihadapan Arka. "Tuh makan semua" ujar Mihika lalu beranjak meninggalkan Arka. 

"Hika, panggil Arka.

Saat membuka pintu dan bendak keluar Mihika dikejutkan dengan seseorang yang berdiri di depan pintu. 

"Sesuai arahan tadi, Ibu dan Bapak sudah menikah jadi boleh tinggal di rumah ini bersama."

"S-saya mau ambil koper saya." Niat hati ingin kabur tapi gagal. 

Mihika kembali dengan membawa kopernya, karena kamar yang disediakan untuk Mihika berdampingan dengan tempat Arka. 

Arka cuek melihat Mihika yang sedang menyeret kopernya dan memilih melanjutkan kembali menikmati makan yang terlambat. 

...***...

 "Ini, simpanlah." Mihika menerima kartu yang dijadikan mahar untuk pernikahan mereka.

Mihika berada di kamar Arka, "Aku tidur di sini, Pak Arka tidur si luar," usul Mihika. 

Arka hanya berdecak, apalagi melihat koper miliknya terbuka dan acak-acakkan. "Ini ulah kamu?" tanya Mihika menunjuk koper miliknya. 

Mihika hanya menoleh sekilas lalu kembali fokus dengan ponselnya. "Hei, aku bicara padamu. Sekarang status kamu sudah ganda, sebagai istri dan asisten aku. Jadi kamu harus lebih efektif dari sebelumnya."

"Bodo amat."

Arka mendorong tubuh Mihika ke atas ranjang lalu mengukungnya. Mihika memekik, "Pak Arka mau ngapain?"

“Menurut kamu,” ujar Arka semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh Mihika.

“Pak Arka, jangan macam-macam atau aku teriak.”

Arka terbahak, “Kamu nggak ingat tadi kita sudah dinikahkan. Jadi ketika kamu berteriak mereka hanya menduga jika kita sedang menikmati peran sebagai suami istri.”

“Terserah, Pak Arka baiknya minggir atau tongkat sakti Pak Arka saya tendang,” ancam Mihika.

Arka menyentil dahi Mihika, “Kamu pikir saya tertarik dengan tubuh kamu. Kamu bukan tipe saya,” ujar Arka lalu beranjak bangun dan berdiri di samping ranjang menatap Mihika kemudian mencibir.

“Standar saya adalah perempuan cantik dan seksi, kamu tidak termasuk ke dalam kategori tadi.”

“Dasar gila, seharusnya  tadi aku biarkan Pak Arka mati,” teriak Mihika karena Arka sudah keluar dari kamar. Mihika mengacak-acak rambutnya merasa semakin kesal dengan ucapan Arka.

“Lihat aja nanti, kalau sampai sentuh-sentuh. Sepertinya aku harus belajar ilmu bela diri,” sahut Mihika.

Menjelang malam, cuaca semakin dingin. Mihika yang hanya mengenakan piyama dengan selimut yang tidak terlalu tebal masih merasakan dinginnya suhu udara di daerah tersebut. Arka yang memang sudah berbaring di sampingnya tampak memejamkan mata meskipun belum sepenuhnya tertidur.

“Dingin banget sih,” keluh Mihika. Dalam hati Arka setuju dengan apa yang diucapkan Mihika. “Pak, minta supir belikan selimut yang tebal dong.”

“Hm.”

Mihika berdecak, “Aku butuh kehangatan,” ucap Mihika lirih.

“Aku bisa menghangatkan kamu,” ujar Arka.

 

\=\=\=\=\=\= Oke, siapakah yang akan bucin duluan?

 Yuhuu, promo lagi

Terpopuler

Comments

dewi

dewi

menikah terpaksa ini... hmmmm

2024-04-03

0

Yaser Levi

Yaser Levi

iw..laki2 celap celup..barang bekas..

2024-04-02

1

Shinta Teja

Shinta Teja

emang si arka ga ngeh ya Ama nama mihika & bin siapa nya?! atau mereka nikah bukan secara Islam kali ya?!🤔

2024-03-08

1

lihat semua
Episodes
1 Ada Apa Dengan Ayah?
2 Bertemu Arka
3 Noda Lipstick
4 Siapakah Lela
5 Buruk dan Bodoh
6 Bisa Diandalkan
7 Mencari Bukti
8 Mihika Terkurung
9 Dikira Setan
10 Mihika VS Lela
11 Ancaman Arka
12 Menggoda Mihika
13 Ulah Mihika
14 Di Kantor Aja Nyebelin
15 Dipecat Oleh Johan
16 Perjalanan Mihika dan Arka
17 Menikah
18 Aku Bisa Menghangatkanmu
19 Ingin Bertemu Ayah
20 Tidur di Sofa
21 Sayang, Kamu ....
22 Bukan Perjaka
23 Surat Nikah
24 Dasar Aneh
25 Bersembunyi
26 Mihika Sakit
27 Rencana Mendapatkan Arka
28 Kalian Di Sini?
29 KebetulanYang Membuat Resah
30 Talak Saya Sekarang
31 Lupa
32 Cemburu
33 Mandi Bareng
34 Ancaman Arka
35 Pura-pura Tidur
36 Terima Kasih, Hika
37 Makin Ganteng Aja
38 Dasar Suami ....
39 Aku Tidak Suka ....
40 Dirumahkan
41 Menyukai Lela
42 Baunya Nggak Enak
43 Ayah Kenapa?
44 Ayah Kenapa (2)
45 Cepat Keluar
46 Tak Sadarkan Diri
47 Aku Yang Pernah Kalian Hina
48 Selesaikan Dengan Baik
49 Hika Atau Mihika
50 Kangen Aku Nggak?
51 Mencintamu
52 Nikah dan Kawin
53 Makin Penasaran
54 Gass terus
55 Jangan Ikut Campur
56 Johan Jatuh Cinta
57 Romantis Dan Tragis
58 KUKIRA KAU CINTA
59 OTW Halal
60 Gagal Lagi
61 Memangnya Bakalan Muat?
62 Johan Ahhhhhh ....
63 Lanjut Yang Tadi
64 Para Pria Bucin
65 Siapa Yang Tahan
66 Tom And Jerry
67 Johan Junior
68 Lela Gunawan.
69 Kontraksi Palsu
70 Arka Junior
71 Kasihan Deh
72 Johan Junior
73 Ulangtahun Perusahaan
74 Cari Gara-gara
75 Keluarga Bahagia (End)
76 Makin Benci, Majin Cinta
77 (Bukan) Suami Pengganti
78 Pesan Terakhir
79 Arini I'm In Love
80 Bukan Istri Salihah
81 Bosku Duda Arogan
82 CINTA SANG BERANDAL
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Ada Apa Dengan Ayah?
2
Bertemu Arka
3
Noda Lipstick
4
Siapakah Lela
5
Buruk dan Bodoh
6
Bisa Diandalkan
7
Mencari Bukti
8
Mihika Terkurung
9
Dikira Setan
10
Mihika VS Lela
11
Ancaman Arka
12
Menggoda Mihika
13
Ulah Mihika
14
Di Kantor Aja Nyebelin
15
Dipecat Oleh Johan
16
Perjalanan Mihika dan Arka
17
Menikah
18
Aku Bisa Menghangatkanmu
19
Ingin Bertemu Ayah
20
Tidur di Sofa
21
Sayang, Kamu ....
22
Bukan Perjaka
23
Surat Nikah
24
Dasar Aneh
25
Bersembunyi
26
Mihika Sakit
27
Rencana Mendapatkan Arka
28
Kalian Di Sini?
29
KebetulanYang Membuat Resah
30
Talak Saya Sekarang
31
Lupa
32
Cemburu
33
Mandi Bareng
34
Ancaman Arka
35
Pura-pura Tidur
36
Terima Kasih, Hika
37
Makin Ganteng Aja
38
Dasar Suami ....
39
Aku Tidak Suka ....
40
Dirumahkan
41
Menyukai Lela
42
Baunya Nggak Enak
43
Ayah Kenapa?
44
Ayah Kenapa (2)
45
Cepat Keluar
46
Tak Sadarkan Diri
47
Aku Yang Pernah Kalian Hina
48
Selesaikan Dengan Baik
49
Hika Atau Mihika
50
Kangen Aku Nggak?
51
Mencintamu
52
Nikah dan Kawin
53
Makin Penasaran
54
Gass terus
55
Jangan Ikut Campur
56
Johan Jatuh Cinta
57
Romantis Dan Tragis
58
KUKIRA KAU CINTA
59
OTW Halal
60
Gagal Lagi
61
Memangnya Bakalan Muat?
62
Johan Ahhhhhh ....
63
Lanjut Yang Tadi
64
Para Pria Bucin
65
Siapa Yang Tahan
66
Tom And Jerry
67
Johan Junior
68
Lela Gunawan.
69
Kontraksi Palsu
70
Arka Junior
71
Kasihan Deh
72
Johan Junior
73
Ulangtahun Perusahaan
74
Cari Gara-gara
75
Keluarga Bahagia (End)
76
Makin Benci, Majin Cinta
77
(Bukan) Suami Pengganti
78
Pesan Terakhir
79
Arini I'm In Love
80
Bukan Istri Salihah
81
Bosku Duda Arogan
82
CINTA SANG BERANDAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!